Ad Placeholder Image

Mitos dan Fakta seputar Ari-Ari Kucing

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

“Ada banyak mitos yang banyak dipercaya oleh masyarakat Indonesia, termasuk juga ari-ari kucing. Benda ini kerap dipercaya dapat memberikan banyak keberuntungan jika disimpan untuk diri sendiri. Tentunya, hal tersebut tidak benar adanya.”

Mitos dan Fakta seputar Ari-Ari KucingMitos dan Fakta seputar Ari-Ari Kucing

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar anggapan bahwa menyimpan ari-ari kucing bisa membawa keberuntungan atau rezeki yang berlimpah? Di Indonesia, mitos ini sudah berakar cukup kuat di sebagian masyarakat. Banyak orang percaya bahwa jika seseorang berhasil mendapatkan plasenta atau ari-ari dari kucing yang baru melahirkan sebelum dimakan oleh induknya, maka benda tersebut bisa dijadikan jimat untuk melancarkan usaha atau bisnis.

Namun, sebagai pemilik hewan peliharaan yang cerdas, kita perlu melihat fenomena ini dari sudut pandang medis dan kesehatan. Memperlakukan sisa jaringan biologis hewan dengan sembarangan, apalagi menyimpannya di dalam dompet atau rumah, membawa risiko kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Bakteri, jamur, hingga parasit bisa berkembang biak pada jaringan yang sudah mati tersebut.

Penting bagi kamu untuk memahami risiko zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia jika tidak menjaga kebersihan saat berinteraksi dengan proses kelahiran hewan. Jika kamu merasa mengalami gejala tidak biasa setelah bersentuhan dengan kucing yang baru melahirkan, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai fakta medis di balik ari-ari kucing dan mengapa mitos ini bisa berbahaya bagi kesehatanmu? Berikut ulasannya!

Mengenal Ari-ari Kucing dari Sisi Biologis

Ari-ari atau plasenta adalah organ yang terbentuk di dalam rahim selama masa kehamilan mamalia, termasuk kucing. Organ ini memiliki fungsi vital sebagai jalur pertukaran nutrisi, oksigen, dan limbah antara induk dan janin. Tanpa plasenta, anak kucing tidak akan bisa tumbuh dan berkembang di dalam kandungan.

Secara alami, kucing memiliki insting untuk memakan plasentanya sendiri segera setelah proses persalinan selesai. Perilaku ini disebut sebagai placentophagy. Ada beberapa alasan biologis mengapa kucing melakukan hal ini. Pertama, plasenta mengandung hormon seperti oksitosin dan prostaglandin yang membantu rahim menyusut kembali ke ukuran semula serta merangsang produksi susu. Kedua, di alam liar, memakan plasenta adalah cara untuk menghilangkan jejak bau darah agar tidak memancing predator yang bisa membahayakan induk dan anak kucing yang baru lahir.

Mitos Ari-Ari Kucing di Masyarakat Indonesia

Dalam kepercayaan tradisional, ari-ari kucing yang dikeringkan sering dianggap sebagai “penglaris”. Kepercayaan ini muncul karena kelangkaan momen mendapatkan ari-ari tersebut, mengingat kucing biasanya sangat cepat memakannya. Sesuatu yang langka seringkali dianggap memiliki kekuatan magis atau mistis.

Meskipun secara budaya hal ini menarik untuk dipelajari, secara medis tidak ada hubungan antara jaringan biologis yang membusuk dengan aliran finansial seseorang. Sebaliknya, menyimpan sisa jaringan organik yang tidak diawetkan secara profesional (seperti taksidermi) justru akan mengundang patogen berbahaya ke dalam lingkungan tempat tinggalmu.

Bahaya Kesehatan Menyimpan Organ Hewan

Menyimpan ari-ari kucing, apalagi jika hanya dikeringkan secara manual di bawah sinar matahari, tidak membunuh semua mikroorganisme yang ada di dalamnya. Plasenta adalah jaringan yang kaya akan pembuluh darah, menjadikannya media pertumbuhan yang sempurna bagi bakteri.

Beberapa risiko kesehatan yang muncul antara lain:

  • Kontaminasi Bakteri: Bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Staphylococcus dapat berkembang biak pada ari-ari yang mulai membusuk.
  • Bau Tidak Sedap: Pembusukan protein akan menghasilkan gas amonia dan sulfur yang mengganggu pernapasan.
  • Paparan Parasit: Kucing yang terinfeksi parasit dalam darahnya dapat menularkan parasit tersebut melalui jaringan plasenta.

Untuk menjaga kebersihan area kandang dan rumah, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, termasuk antiseptik atau disinfektan untuk membersihkan area setelah kucing melahirkan.

Tips Menangani Kelahiran Kucing yang Higienis
  1. Gunakan sarung tangan medis sekali pakai saat membantu proses persalinan atau membersihkan area.
  2. Segera bersihkan sisa cairan ketuban dengan kain bersih atau tisu disinfektan.
  3. Biarkan induk kucing memakan plasenta jika itu keinginannya, karena itu adalah perilaku alami yang sehat bagi mereka.

Risiko Infeksi Zoonosis dan Bakteri

Salah satu ancaman terbesar bagi manusia saat bersentuhan dengan limbah biologis kucing adalah Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat menyebabkan toksoplasmosis, yang sangat berbahaya bagi wanita hamil dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Meskipun lebih sering ditemukan pada kotoran kucing, risiko kontaminasi silang saat kucing melahirkan tetap ada.

Selain itu, bakteri Pasteurella multocida yang umum ditemukan di mulut kucing dapat berpindah ke plasenta saat kucing menjilat atau memakan ari-arinya. Jika kamu memegang ari-ari tersebut dan memiliki luka kecil di tangan, bakteri ini bisa masuk dan menyebabkan infeksi serius pada kulit atau jaringan lunak.

Cara Menangani Kucing Melahirkan dengan Aman

Jika kucing peliharaanmu akan melahirkan, langkah terbaik adalah menyiapkan tempat yang tenang dan bersih. Jangan mencoba merebut ari-ari dari induknya hanya demi mitos. Biarkan proses alami berlangsung. Jika ada ari-ari yang tertinggal dan tidak dimakan, bungkus dengan plastik rapat dan buang ke tempat sampah luar rumah, atau kubur di dalam tanah yang cukup dalam agar tidak digali oleh hewan lain.

Menjaga sanitasi setelah kucing melahirkan sangat penting untuk mencegah penyakit bagi penghuni rumah. Pastikan kamu mencuci tangan dengan sabun antiseptik setelah berinteraksi dengan kucing atau area persalinannya.

Studi Mengenai Zoonosis dan Sanitasi Hewan

Journal of Veterinary Science menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa paparan terhadap jaringan biologis hewan yang tidak ditangani dengan standar medis dapat meningkatkan risiko transmisi bakteri patogen ke lingkungan domestik manusia.

Penelitian ini menyoroti pentingnya manajemen limbah klinis pada hewan peliharaan untuk mencegah wabah penyakit di dalam rumah tangga. Hal ini mematahkan anggapan bahwa menyimpan bagian tubuh hewan secara tradisional aman bagi kesehatan.

Kapan Harus Menghubungi Tenaga Medis?

1. Gejala Infeksi Kulit

Jika kamu mengalami kemerahan, bengkak, atau nanah pada kulit setelah menyentuh ari-ari kucing, segera bersihkan dengan air mengalir dan gunakan salep antiseptik.

2. Demam dan Gejala Sistemik

Munculnya demam, mual, atau pusing setelah terpapar limbah hewan bisa menjadi tanda infeksi bakteri atau parasit yang memerlukan penanganan dokter segera.

Jika gejala yang kamu rasakan menetap atau memburuk, segera periksakan diri untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Kesehatanmu jauh lebih berharga daripada mitos yang belum terbukti kebenarannya.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan seperti antiseptik dan suplemen daya tahan tubuh di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Zoonotic Diseases.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Toxoplasmosis: Key Facts.
American Veterinary Medical Association (AVMA). Diakses pada 2026. Caring for Your Pregnant Cat.
Journal of Feline Medicine and Surgery. Diakses pada 2026. Placentophagy in Domestic Cats.

FAQ

1. Apakah benar ari-ari kucing pembawa rezeki?

Secara medis dan ilmiah, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Hal ini murni merupakan mitos budaya yang berkembang di masyarakat.

2. Apa risikonya jika saya menyimpan ari-ari kucing di dompet?

Menyimpan jaringan biologis yang membusuk dapat mengundang bakteri berbahaya, menyebabkan bau tidak sedap, dan meningkatkan risiko infeksi kulit jika tersentuh.

3. Mengapa kucing memakan ari-arinya sendiri?

Kucing memakan plasenta untuk mendapatkan nutrisi tambahan yang membantu pemulihan pasca melahirkan dan untuk melindungi anaknya dari predator dengan menghilangkan bau darah.

4. Apa yang harus dilakukan jika saya tidak sengaja menyentuh ari-ari kucing tanpa sarung tangan?

Segera cuci tangan kamu dengan sabun antiseptik di bawah air mengalir selama minimal 20 detik untuk membunuh bakteri yang mungkin menempel.


Punya Kekhawatiran Setelah Berinteraksi dengan Hewan Peliharaan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa khawatir setelah tidak sengaja terpapar limbah hewan atau ingin tahu cara menjaga kebersihan area hewan peliharaan? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.