Ad Placeholder Image

Mpox: Mengenal Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Mpox Dulu Cacar Monyet: Pahami Penyebab dan Gejala

Mpox: Mengenal Gejala, Penyebab, dan PencegahannyaMpox: Mengenal Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Mpox Adalah Penyakit Menular: Memahami Gejala dan Penyebabnya

Mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet atau monkeypox, adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV). Penyakit ini memiliki gejala khas seperti flu disertai ruam kulit yang menyakitkan. Memahami mpox adalah langkah awal untuk melindungi diri dan komunitas dari penyebarannya.

Virus ini termasuk dalam famili Poxviridae, genus Orthopoxvirus, yang masih satu keluarga dengan virus penyebab cacar air (variola). Mpox dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis) maupun antar manusia melalui kontak erat atau benda yang terkontaminasi.

Apa Itu Mpox?

Mpox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox (MPXV). Penyakit ini pertama kali ditemukan pada monyet penangkaran di tahun 1958, namun kasus pada manusia pertama kali tercatat di tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Mpox awalnya bersifat endemik di beberapa negara di Afrika bagian barat dan tengah. Namun, penyakit ini pernah menyebabkan wabah global, dengan kasus yang tersebar di berbagai benua di luar wilayah endemiknya, menunjukkan potensi penyebaran yang luas.

Penyebab Mpox: Virus Monkeypox (MPXV)

Penyebab utama mpox adalah infeksi oleh Virus Monkeypox (MPXV). Virus ini merupakan anggota genus Orthopoxvirus, yang merupakan bagian dari famili Poxviridae.

MPXV memiliki kekerabatan genetik dengan virus variola, yaitu virus yang menyebabkan cacar (smallpox) dan telah berhasil diberantas. Perbedaan utama terletak pada tingkat keparahan penyakit dan tingkat penularannya, di mana mpox umumnya memiliki tingkat fatalitas yang lebih rendah dibandingkan cacar.

Bagaimana Mpox Menular?

Penularan mpox dapat terjadi melalui beberapa jalur, baik dari hewan ke manusia maupun antar manusia.

  • Penularan dari Hewan ke Manusia (Zoonosis): Terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi (luka) kulit hewan yang sakit juga dapat menjadi jalur penularan. Konsumsi daging hewan liar yang tidak dimasak matang juga berisiko.
  • Penularan Antar Manusia: Penularan paling umum terjadi melalui kontak fisik yang sangat dekat dengan orang yang terinfeksi. Ini termasuk kontak langsung dengan ruam, koreng, atau cairan tubuh penderita.
  • Penularan Melalui Benda Terkontaminasi: Virus dapat menyebar melalui sentuhan dengan pakaian, seprai, handuk, atau permukaan lain yang telah digunakan oleh penderita dan terkontaminasi oleh cairan tubuh atau lesi.
  • Penularan Melalui Droplet Pernapasan: Meskipun jarang, penularan juga bisa terjadi melalui droplet pernapasan saat kontak tatap muka dalam jarak dekat dan dalam waktu lama.

Gejala Mpox yang Perlu Diwaspadai

Gejala mpox biasanya muncul dalam 5 hingga 21 hari setelah paparan virus. Penyakit ini ditandai dengan dua fase utama gejala.

Fase awal mirip dengan gejala flu, yang berlangsung selama beberapa hari.

  • Demam.
  • Sakit kepala parah.
  • Nyeri otot.
  • Sakit punggung.
  • Kelelahan ekstrem.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, yang membedakan mpox dari cacar lainnya.

Setelah gejala mirip flu mereda, fase ruam kulit akan muncul.

  • Ruam kulit biasanya dimulai pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk telapak tangan dan telapak kaki.
  • Lesi kulit berkembang dari bintik merah datar menjadi benjolan berisi cairan bening, kemudian benjolan berisi nanah, dan akhirnya menjadi koreng yang mengering dan mengelupas.
  • Ruam ini seringkali terasa sangat gatal dan menyakitkan.

Pengobatan dan Penanganan Mpox

Mayoritas kasus mpox bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan spesifik. Penanganan umumnya berfokus pada terapi suportif untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.

Terapi suportif meliputi istirahat yang cukup, hidrasi yang adekuat, dan manajemen nyeri serta demam. Dalam kasus yang parah atau pada kelompok berisiko tinggi (misalnya penderita imunokompromais), dokter mungkin mempertimbangkan penggunaan antivirus tertentu.

Langkah Pencegahan Mpox

Pencegahan mpox sangat penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit, terutama mengingat potensi penularannya.

  • Hindari Kontak Dekat: Jauhi kontak fisik yang erat dengan orang yang dicurigai atau telah dikonfirmasi menderita mpox.
  • Praktikkan Kebersihan Diri: Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol, terutama setelah kontak dengan orang sakit atau hewan.
  • Hindari Kontak dengan Hewan Sakit: Batasi kontak dengan hewan liar atau hewan yang sakit, terutama yang berpotensi menjadi pembawa virus mpox.
  • Jangan Berbagi Barang Pribadi: Hindari berbagi peralatan makan, pakaian, seprai, handuk, atau barang pribadi lainnya dengan orang yang terinfeksi.
  • Gunakan Alat Pelindung Diri: Petugas kesehatan atau individu yang merawat pasien mpox harus menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai.
  • Vaksinasi: Vaksin cacar dapat memberikan perlindungan silang terhadap mpox. Vaksin khusus mpox juga tersedia di beberapa negara, terutama untuk kelompok berisiko tinggi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Mpox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus monkeypox, dengan gejala mirip flu dan ruam kulit yang khas. Penularan dapat terjadi dari hewan ke manusia dan antar manusia melalui kontak dekat atau benda terkontaminasi.

Deteksi dini dan langkah pencegahan yang tepat sangat krusial untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Apabila mengalami gejala yang dicurigai sebagai mpox, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang akurat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter tepercaya dan mendapatkan informasi medis terbaru serta panduan kesehatan yang akurat.