Ad Placeholder Image

Mudah! Cara Menghilangkan Bintitan di Bawah Mata

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 Maret 2026

Bebas Bintitan! Cara Menghilangkan Bintitan di Bawah Mata

Mudah! Cara Menghilangkan Bintitan di Bawah MataMudah! Cara Menghilangkan Bintitan di Bawah Mata

Cara Menghilangkan Bintitan di Bawah Mata: Panduan Lengkap dan Aman

Bintitan atau hordeolum adalah benjolan merah dan nyeri yang muncul di kelopak mata, seringkali menyerupai jerawat. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kelenjar minyak di tepi kelopak mata. Meskipun seringkali dapat sembuh sendiri dalam satu hingga dua minggu dengan perawatan di rumah, memahami cara menghilangkan bintitan di bawah mata yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Perawatan yang tidak tepat dapat memperparah kondisi atau menyebarkan infeksi. Artikel ini akan membahas secara detail penyebab, gejala, langkah penanganan di rumah, hingga kapan perlu konsultasi dokter untuk mengatasi bintitan di bawah mata secara efektif.

Apa Itu Bintitan?

Bintitan, atau dalam istilah medis disebut hordeolum, merupakan peradangan akut pada kelenjar di kelopak mata. Peradangan ini umumnya dipicu oleh infeksi bakteri, paling sering Staphylococcus aureus, yang menyumbat kelenjar minyak (kelenjar Meibom atau kelenjar Zeis) atau folikel bulu mata. Bintitan dapat muncul di bagian luar kelopak mata (hordeolum eksternal) atau di bagian dalam (hordeolum internal). Bintitan di bawah mata termasuk dalam kategori hordeolum eksternal.

Gejala Bintitan di Bawah Mata

Gejala bintitan biasanya berkembang dengan cepat. Tanda-tanda umum yang mungkin dialami meliputi:

  • Benjolan merah dan nyeri pada tepi kelopak mata bawah.
  • Pembengkakan pada kelopak mata yang terkena.
  • Mata terasa gatal atau iritasi.
  • Sensasi berpasir pada mata.
  • Nyeri saat berkedip.
  • Terbentuknya nanah pada puncak benjolan, mirip jerawat.
  • Mata berair.

Penyebab Umum Bintitan

Penyebab utama bintitan adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini secara alami ada di kulit, namun dapat menyebabkan infeksi jika masuk ke kelenjar minyak yang tersumbat. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya bintitan meliputi:

  • Menyentuh mata dengan tangan yang kotor.
  • Tidak membersihkan riasan mata dengan benar.
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis.
  • Blefaritis, yaitu peradangan kronis pada kelopak mata.
  • Kondisi kulit tertentu seperti rosacea atau dermatitis seboroik.

Cara Menghilangkan Bintitan di Bawah Mata: Perawatan di Rumah

Sebagian besar bintitan dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah. Berikut adalah beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan:

Kompres Hangat

Kompres hangat adalah metode paling efektif untuk mempercepat penyembuhan bintitan. Panas dari kompres membantu melarutkan nanah dan minyak yang menyumbat kelenjar, serta mengurangi rasa sakit.

  • Basahi kain bersih atau kapas dengan air hangat (bukan air panas).
  • Peras kelebihan air agar tidak menetes.
  • Tempelkan kompres pada mata yang bintitan selama 10-15 menit.
  • Lakukan kompres ini secara rutin, 3-4 kali sehari.

Menjaga Kebersihan Mata

Kebersihan adalah kunci untuk mencegah infeksi menyebar dan mempercepat penyembuhan.

  • Bersihkan kelopak mata secara lembut menggunakan sabun bayi yang tidak pedih di mata atau larutan pembersih mata khusus.
  • Gunakan kapas atau kain bersih yang berbeda untuk setiap mata jika kedua mata terinfeksi.
  • Hindari penggunaan handuk bersama.

Hindari Menyentuh atau Memencet

Meskipun terasa gatal atau mengganggu, sangat penting untuk tidak menyentuh, menggosok, atau memencet bintitan. Memencet bintitan dapat:

  • Menyebarkan infeksi ke area mata lain atau bahkan ke mata sebelahnya.
  • Memperburuk peradangan dan nyeri.
  • Menyebabkan terbentuknya bekas luka atau komplikasi yang lebih serius.

Hindari Makeup dan Lensa Kontak

Selama bintitan belum sembuh total, sebaiknya:

  • Tidak menggunakan riasan mata (maskara, eyeliner, eyeshadow) karena dapat memperparah iritasi dan menyumbat kelenjar.
  • Tidak menggunakan lensa kontak untuk mencegah bakteri masuk ke mata dan menginfeksi kornea. Gunakan kacamata sementara waktu.

Pantangan Bahan Iritan

Mengoleskan bahan-bahan tertentu yang tidak terbukti secara medis dapat memperburuk kondisi bintitan.

  • Hindari mengoleskan bawang putih atau ramuan herbal yang tidak direkomendasikan dokter ke area bintitan, karena dapat menyebabkan iritasi parah dan infeksi sekunder.

Kapan Harus Konsultasi Dokter?

Meskipun bintitan umumnya sembuh sendiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan oleh dokter. Segera konsultasikan ke dokter jika:

  • Nyeri hebat pada mata yang tidak tertahankan atau semakin parah.
  • Bintitan tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah beberapa hari perawatan di rumah.
  • Ukuran bintitan semakin besar.
  • Bintitan disertai demam.
  • Pandangan mata kabur atau terganggu.
  • Pembengkakan menyebar ke kelopak mata atau area sekitar mata lainnya.
  • Bintitan sering kambuh.

Opsi Pengobatan Medis untuk Bintitan

Jika perawatan di rumah tidak cukup, dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis obat atau tindakan medis:

Salep atau Tetes Antibiotik

Untuk mengatasi infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan salep atau tetes mata antibiotik, seperti Chloramphenicol. Obat ini membantu membunuh bakteri penyebab infeksi. Penggunaan harus sesuai petunjuk dokter.

Obat Kortikosteroid

Jika bintitan disertai peradangan yang hebat, dokter mungkin akan memberikan obat tetes kortikosteroid. Obat ini berfungsi untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan. Penggunaannya juga harus di bawah pengawasan medis.

Obat Pereda Nyeri

Untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan, dokter dapat merekomendasikan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol. Ikuti dosis yang dianjurkan.

Tindakan Drainase

Jika bintitan sangat besar dan tidak pecah sendiri, dokter mungkin akan melakukan prosedur drainase kecil untuk mengeluarkan nanah. Prosedur ini dilakukan oleh dokter mata dalam kondisi steril.

Pencegahan Bintitan di Bawah Mata

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengurangi risiko munculnya bintitan:

  • Cuci tangan secara teratur, terutama sebelum menyentuh area mata.
  • Hindari menggosok mata secara berlebihan.
  • Bersihkan riasan mata dengan seksama setiap malam sebelum tidur.
  • Ganti produk riasan mata secara berkala (misalnya, maskara setiap 3 bulan).
  • Jika memakai lensa kontak, pastikan untuk selalu membersihkan dan menyimpannya sesuai petunjuk, serta cuci tangan sebelum memasang atau melepasnya.
  • Kelola kondisi kulit yang mendasari seperti blefaritis, rosacea, atau dermatitis seboroik sesuai anjuran dokter.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Bintitan di bawah mata adalah kondisi umum yang seringkali dapat diatasi dengan perawatan di rumah seperti kompres hangat dan menjaga kebersihan mata. Namun, penting untuk mengenali tanda-tanda kapan bintitan memerlukan perhatian medis lebih lanjut, seperti nyeri hebat, tidak membaik, atau pandangan kabur. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan atau jika bintitan tidak kunjung membaik dengan perawatan mandiri. Melalui Halodoc, pengguna dapat dengan mudah berbicara dengan dokter spesialis mata kapan saja dan mendapatkan rekomendasi pengobatan yang tepat sesuai kondisi, termasuk resep obat jika diperlukan. Pastikan kesehatan mata selalu terjaga dengan baik.