Ad Placeholder Image

Mudah, Ini Cara Membuat Masker Beras untuk Wajah Bersinar

2 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

“Masker beras bisa membuat tampilan wajah tampak bersinar. Cara membuatnya pun mudah, hanya dengan mencampurkan beras yang sudah dihaluskan dengan bahan-bahan alami lainnya.”

Mudah, Ini Cara Membuat Masker Beras untuk Wajah BersinarMudah, Ini Cara Membuat Masker Beras untuk Wajah Bersinar

DAFTAR ISI


Memiliki kulit wajah yang cerah, sehat, dan bersinar merupakan dambaan bagi hampir setiap orang. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan kulit (skin barrier), banyak individu kini mulai beralih dari produk berbahan kimia keras ke perawatan kulit berbahan dasar alami. Salah satu rahasia kecantikan tradisional yang telah teruji oleh waktu dan digunakan selama berabad-abad oleh para wanita di Asia—khususnya di Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia—adalah penggunaan beras.

Beras tidak hanya dikenal sebagai sumber karbohidrat utama dan makanan pokok, tetapi juga menyimpan segudang manfaat menakjubkan bagi kesehatan kulit. Berbagai nutrisi, vitamin, dan senyawa antioksidan yang terkandung di dalam bulir beras mampu memberikan nutrisi mendalam pada jaringan kulit. Penggunaan beras untuk kecantikan, baik dalam bentuk air cucian beras maupun masker beras yang ditumbuk halus, terus populer hingga saat ini karena efektivitasnya dalam mencerahkan wajah, memudarkan noda hitam, dan mencegah tanda-tanda penuaan dini.

Meskipun terbuat dari bahan alami yang sangat mudah ditemukan di dapur, pembuatan dan penggunaan masker beras membutuhkan cara yang tepat agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal. Jika diaplikasikan dengan cara yang keliru atau butirannya terlalu kasar, masker ini justru berisiko menyebabkan gesekan berlebih yang memicu iritasi ringan hingga kemerahan pada kulit sensitif. Oleh karena itu, mengenali cara pengolahan, kombinasi bahan campuran yang tepat, serta kecocokannya dengan tipe kulitmu adalah langkah awal yang sangat penting.

Selain merawat kulit dari luar menggunakan bahan-bahan alami, perawatan dari dalam dengan mengonsumsi vitamin kulit juga tidak kalah penting. Apabila kamu membutuhkan asupan tambahan, kamu bisa beli obat, vitamin, dan beli produk perawatan kulit secara online di Halodoc, produk 100% asli dan pesanan akan langsung diantar ke rumah. Nah, mau tahu apa saja manfaat dan cara meracik masker beras yang aman untuk kulit? Berikut ulasan lengkapnya!

Kandungan Nutrisi dalam Beras untuk Kulit

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai manfaatnya, sangat penting untuk memahami mengapa beras bisa menjadi bahan perawatan kulit yang sangat efektif. Khasiat dari masker beras berasal dari berbagai senyawa bioaktif yang terbentuk di dalamnya. Berikut adalah beberapa kandungan utama dalam beras yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dermatologis:

1. Asam Ferulat (Ferulic Acid)

Asam ferulat adalah salah satu antioksidan alami yang paling kuat yang dapat ditemukan dalam beras, terutama pada bagian dedak (rice bran). Senyawa ini berfungsi melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan paparan sinar ultraviolet (UV). Dalam dunia dermatologi modern, asam ferulat sering diekstrak dan dicampur ke dalam serum anti-aging kelas atas karena kemampuannya dalam menstabilkan vitamin C dan vitamin E, sehingga perlindungan kulit menjadi jauh lebih optimal.

2. Asam Fitat (Phytic Acid)

Asam fitat bertindak sebagai Alpha Hydroxy Acid (AHA) alami yang sangat lembut. Kandungan ini bekerja dengan cara melonggarkan ikatan sel-sel kulit mati di permukaan epidermis, sehingga memfasilitasi proses eksfoliasi secara kimiawi yang aman. Asam fitat efektif dalam membersihkan pori-pori yang tersumbat, meratakan tekstur kulit, sekaligus mencerahkan wajah secara bertahap tanpa efek mengelupas yang ekstrem.

3. Inositol

Inositol, atau sering disebut sebagai vitamin B8, merupakan karbohidrat kompleks yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan dan pembaruan sel. Inositol mampu menstimulasi aliran darah ke lapisan kulit, meningkatkan elastisitas, serta membantu menyamarkan garis-garis halus, sehingga wajah tampak lebih segar dan awet muda.

4. Allantoin

Beras juga mengandung senyawa allantoin yang dikenal luas karena sifat anti-inflamasi dan kemampuannya dalam menenangkan kulit. Senyawa ini sangat berguna untuk meredakan kemerahan, menyembuhkan iritasi ringan, dan merangsang pembentukan jaringan kulit baru. Oleh karena itu, masker beras sering kali disarankan sebagai perawatan penenang setelah kulit terpapar sinar matahari terik (sunburn).

Manfaat Masker Beras untuk Wajah

Berdasarkan profil nutrisinya yang sangat kaya, rutin menggunakan masker beras dengan cara yang tepat dapat memberikan transformasi positif pada kulit. Berikut adalah penjabaran dari berbagai manfaat utamanya:

1. Mencerahkan dan Meratakan Warna Kulit

Manfaat masker beras yang paling terkenal adalah kemampuannya dalam mencerahkan wajah (brightening). Beras memiliki senyawa penghambat enzim tirosinase. Tirosinase adalah enzim yang bertanggung jawab dalam produksi melanin (pigmen yang memberikan warna gelap pada kulit). Dengan menghambat aktivitas enzim ini, masker beras dapat mencegah hiperpigmentasi, memudarkan noda hitam bekas jerawat, dan meratakan warna kulit yang belang (hiperpigmentasi pasca-inflamasi).

2. Mengontrol Produksi Minyak Berlebih

Bagi kamu yang memiliki masalah kulit berminyak (oily skin), pati beras (rice starch) adalah solusi alami yang luar biasa. Tepung beras memiliki sifat absorben yang tinggi, sehingga mampu menyerap kelebihan sebum di permukaan kulit tanpa menghilangkan kelembapan alaminya. Hasilnya, wajah menjadi lebih matte, tidak mudah mengkilap, dan risiko terbentuknya komedo akibat pori-pori yang tersumbat oleh minyak dapat diminimalkan dengan signifikan.

3. Mencegah Tanda Penuaan Dini

Paparan polusi, stres, dan sinar matahari dapat mempercepat kerusakan kolagen, sehingga kulit cepat kendur dan keriput. Kombinasi antioksidan dari asam ferulat dan vitamin E di dalam beras bekerja secara sinergis untuk menetralisir radikal bebas penyebab stres oksidatif. Dengan penggunaan rutin, masker beras dapat menjaga kekenyalan kulit, menstimulasi regenerasi sel kolagen, dan menunda kemunculan garis halus di sekitar mata maupun dahi.

4. Menghidrasi dan Melembapkan Kulit

Meskipun ampuh menyerap minyak, beras tidak membuat kulit menjadi kering. Asam amino dan vitamin B kompleks di dalam beras justru berfungsi untuk memperkuat skin barrier. Lapisan pelindung kulit yang sehat akan mengunci kadar air di dalam sel, sehingga kulit wajah senantiasa terasa lembap, kenyal (plump), dan terhindar dari kondisi dehidrasi yang menyebabkan tekstur kulit kasar.

Penting: Peringatan Penggunaan Masker Scrub Alami
  1. Hindari menggosok masker beras terlalu keras pada wajah, karena butiran yang kasar bisa menyebabkan micro-tears (luka robekan tak kasat mata).
  2. Gunakan beras organik jika memungkinkan, untuk menghindari residu pestisida kimia yang berpotensi memicu reaksi alergi pada kulit sensitif.
  3. Selalu lakukan patch test (tes alergi tempel) di bagian belakang telinga atau rahang sebelum mengaplikasikan masker ke seluruh wajah.

Cara Membuat Masker Beras Sesuai Jenis Kulit

Membuat masker beras di rumah sangatlah mudah, murah, dan praktis. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat tepung beras dasar. Caranya: cuci bersih 3-4 sendok makan beras, rendam dalam air selama 2 jam, lalu tiriskan dan biarkan hingga benar-benar kering. Setelah kering, blender beras hingga teksturnya menjadi bubuk yang sangat halus, lalu saring agar tidak ada butiran kasar yang tersisa. Bubuk halus inilah yang akan menjadi bahan dasar masker. Berikut adalah racikan yang bisa disesuaikan dengan tipe kulitmu:

1. Untuk Kulit Kering: Masker Beras dan Madu

Madu memiliki sifat humektan alami yang mampu menarik kelembapan dari udara ke dalam kulit. Campurkan 1 sendok makan tepung beras halus dengan 1 sendok makan madu murni, tambahkan sedikit air mawar jika adonan terlalu kental. Oleskan merata pada wajah, diamkan selama 15-20 menit, lalu bilas dengan air hangat. Masker ini akan mengembalikan hidrasi yang hilang dan mengatasi area kulit yang mengelupas.

2. Untuk Kulit Berminyak: Masker Beras dan Lemon

Lemon kaya akan vitamin C dan agen astringen yang membantu mengecilkan tampilan pori-pori. Campurkan 1 sendok makan tepung beras dengan 1 sendok teh air perasan lemon segar dan sedikit air matang. Aplikasikan pada area T-zone (dahi, hidung, dagu) yang cenderung memproduksi banyak minyak. Diamkan selama 10-15 menit dan bilas dengan air dingin. Pastikan untuk langsung menggunakan pelembap dan sunscreen setelahnya karena lemon bisa membuat kulit sensitif terhadap sinar matahari.

3. Untuk Mengatasi Jerawat: Masker Beras dan Teh Hijau

Teh hijau tinggi akan katekin (EGCG) yang memiliki sifat antibakteri kuat, sangat cocok untuk meredakan jerawat meradang. Seduh kantong teh hijau murni dengan sedikit air panas, biarkan hingga dingin. Campurkan air teh hijau pekat tersebut ke dalam tepung beras hingga membentuk pasta. Oleskan ke wajah, biarkan 15 menit, lalu bilas. Perpaduan ini ampuh meredakan inflamasi jerawat sekaligus mengontrol minyak pemicu bakteri.

4. Untuk Efek Glowing Ekstra: Masker Beras dan Susu Murni

Susu mengandung asam laktat (Lactic Acid) yang sangat baik untuk mencerahkan dan menghaluskan tekstur kulit. Campurkan tepung beras dengan susu cair full cream secukupnya. Tambahkan seujung sendok teh bubuk kunyit asli untuk efek antioksidan tambahan. Oleskan secara merata, diamkan hingga setengah mengering (sekitar 15 menit), lalu bilas perlahan dengan gerakan memutar yang sangat lembut.

Efek Samping dan Tips Penggunaan yang Aman

Secara umum, masker beras tergolong sangat aman digunakan oleh semua tipe kulit. Namun, dalam beberapa kasus medis, penggunaan masker alami bisa menimbulkan masalah jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Risiko utama yang mengintai adalah over-exfoliation atau eksfoliasi berlebihan. Jika butiran masker masih terlalu kasar dan kamu menggosoknya terlalu kuat, lapisan pelindung terluar kulit (stratum corneum) bisa rusak. Hal ini ditandai dengan kulit yang terasa perih, kemerahan, sensasi terbakar, dan sangat kering tertarik.

Selain itu, mencampurkan masker beras dengan bahan aktif lain yang terlalu asam (seperti konsentrasi lemon berlebih atau cuka apel yang tidak dilarutkan) berisiko memicu dermatitis kontak pada individu dengan kulit sensitif (rosacea atau eksim). Oleh sebab itu, idealnya penggunaan masker beras cukup dibatasi sebanyak 1 hingga 2 kali saja dalam seminggu, tidak perlu setiap hari.

Penting untuk diingat bahwa bahan alami tidak selamanya terbebas dari risiko iritasi. Apabila wajah kamu mengalami reaksi alergi seperti ruam bengkak, gatal berlebih, atau jerawat breakout yang parah akibat mencoba masker tertentu, hentikan pemakaian seketika. Jika keluhan tersebut tidak mereda dalam beberapa hari, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja, agar mendapatkan pemeriksaan dan rekomendasi krim pereda iritasi yang sesuai secara medis.

Studi Mengenai Asam Ferulat dan Fitat pada Beras

Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menerbitkan berbagai studi yang meneliti khasiat dedak padi (rice bran) bagi kesehatan kulit. Penelitian klinis menunjukkan bahwa kandungan antioksidan, seperti asam ferulat, tidak hanya efektif menetralisir radikal bebas, tetapi juga memiliki kemampuan penetrasi yang baik menembus lapisan epidermis kulit untuk melindungi struktur kolagen.

Selain itu, studi dari International Journal of Cosmetic Science juga mengonfirmasi bahwa asam fitat alami yang diekstraksi dari beras berfungsi dengan sangat baik sebagai agen pencerah kulit dan pengangkat sel kulit mati, dengan persentase iritasi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan prosedur chemical peeling berbahan sintetis dosis tinggi.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala alergi, kemerahan, atau masalah jerawat persisten setelah menggunakan perawatan kulit, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah secara praktis melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. Does Rice Water Make Your Hair and Skin Healthier?
Medical News Today. Diakses pada 2024. What are the benefits of rice water for the skin?
Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. Diakses pada 2024. The Use of Botanical Extracts as Topical Skin-Lightening Agents for the Improvement of Skin Pigmentation Disorders.
Byrdie. Diakses pada 2024. Rice Water for Skin: Benefits and How to Use It.
Dermatology Research and Practice. Diakses pada 2024. Potential of Herbs in Skin Protection from Ultraviolet Radiation.

FAQ

1. Apakah masker beras boleh dipakai setiap hari?

Tidak disarankan menggunakan masker beras setiap hari. Penggunaan yang terlalu sering dapat menyebabkan eksfoliasi berlebih (over-exfoliation), yang berisiko merusak skin barrier dan membuat kulit menjadi kering atau teriritasi. Cukup gunakan 1-2 kali seminggu untuk hasil optimal.

2. Berapa lama masker beras harus didiamkan di wajah?

Idealnya, masker beras didiamkan selama 15 hingga 20 menit, atau sampai setengah kering. Jangan membiarkan masker beras mengering hingga retak di wajah, karena saat dibilas teksturnya akan menjadi terlalu keras dan bisa melukai lapisan permukaan kulit.

3. Apakah masker beras cocok untuk menyembuhkan kulit berjerawat?

Ya, masker beras dapat membantu merawat kulit berjerawat karena kemampuannya menyerap minyak berlebih dan sifat anti-inflamasinya. Untuk hasil terbaik, campurkan bubuk beras dengan bahan antibakteri alami seperti air seduhan teh hijau murni atau sedikit madu.

4. Kapan waktu terbaik menggunakan masker beras?

Waktu terbaik adalah pada malam hari sebelum tidur, setelah kamu membersihkan wajah dengan teknik double cleansing. Pada malam hari, kulit memasuki fase regenerasi alami, sehingga nutrisi dari masker akan terserap lebih maksimal tanpa adanya gangguan paparan debu, polusi, atau sinar matahari.