Ad Placeholder Image

Mudahnya Pahami Macam Macam Sel Prokariotik Eukariotik

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Macam Macam Sel: Dari Bakteri Sampai Sel Tubuh Kita

Mudahnya Pahami Macam Macam Sel Prokariotik EukariotikMudahnya Pahami Macam Macam Sel Prokariotik Eukariotik

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu membayangkan bagaimana bentuk organisme terkecil di dunia yang bisa menyebabkan berbagai penyakit pada manusia? Di dalam dunia biologi dan medis, salah satu bentuk kehidupan paling dasar dan paling banyak ditemukan di bumi adalah sel prokariotik. Berbeda dengan sel yang menyusun tubuh manusia, sel ini memiliki karakteristik khusus yang membuatnya mampu bertahan hidup di lingkungan ekstrem, hingga berkembang biak di dalam tubuh kita.

Struktur sel prokariotik sangat penting untuk dipahami, terutama dalam dunia kesehatan dan farmasi. Kenapa? Karena mayoritas bakteri penyebab infeksi, mulai dari radang tenggorokan ringan hingga pneumonia berat, adalah organisme prokariotik. Dengan memahami bagaimana anatomi sel bakteri ini bekerja, para ilmuwan dapat menciptakan obat-obatan yang mampu menghancurkan bakteri tersebut tanpa merusak sel tubuh manusia.

Bagi kamu yang sedang mencari informasi seputar biologi dasar atau ingin memahami bagaimana cara kerja antibiotik dalam melawan bakteri di tubuh, memahami anatomi dan struktur sel prokariotik adalah langkah awal yang sangat tepat.

Nah, mau tahu apa saja bagian-bagian dari struktur sel prokariotik beserta fungsinya secara mendalam? Berikut ulasan lengkap yang sudah dirangkum khusus untuk kamu!

Mengenal Apa Itu Sel Prokariotik

Secara bahasa, istilah “prokariotik” berasal dari bahasa Yunani, yaitu pro yang berarti “sebelum” dan karyon yang berarti “biji” atau “inti”. Jadi, sel prokariotik adalah jenis sel yang belum memiliki membran inti (nukleus) sejati. Materi genetik atau DNA yang ada di dalam sel ini tidak dibungkus oleh membran pelindung khusus, melainkan tersebar begitu saja di dalam cairan sel (sitoplasma).

Sel prokariotik merupakan bentuk kehidupan bersel tunggal (uniseluler) yang paling awal muncul di bumi. Organisme yang tergolong dalam kelompok prokariota meliputi bakteri dan archaea. Meski ukurannya sangat mikroskopis, yaitu berkisar antara 0,1 hingga 5 mikrometer (jauh lebih kecil dari sel hewan atau sel tumbuhan), organisme prokariotik memiliki peran yang sangat besar dalam ekosistem dan kesehatan manusia.

Dalam konteks kesehatan tubuh, tidak semua sel prokariotik (bakteri) itu jahat. Sebenarnya, ada triliunan bakteri baik (flora normal) yang hidup secara harmonis di dalam usus, kulit, dan saluran reproduksi manusia. Mereka membantu proses pencernaan, memproduksi vitamin K, hingga melindungi tubuh dari serangan bakteri patogen atau bakteri penyebab penyakit. Namun, ketika keseimbangan flora normal ini terganggu, atau ketika ada bakteri asing yang masuk ke dalam tubuh, barulah struktur sel prokariotik yang kompleks ini memicu berbagai masalah kesehatan.

Bagian dan Struktur Sel Prokariotik

Meskipun tampak sederhana dari luar karena ukurannya yang sangat kecil, struktur sel prokariotik sejatinya terdiri dari berbagai komponen yang memiliki tugas sangat spesifik. Ibarat sebuah kota kecil yang mandiri, setiap bagian sel memiliki fungsi perlindungan, produksi energi, dan kemampuan bertahan hidup. Berikut adalah rincian anatomi penyusunnya:

1. Dinding Sel (Cell Wall)

Dinding sel adalah lapisan kaku yang berada tepat di luar membran plasma. Berbeda dengan sel hewan atau sel manusia yang hanya memiliki membran yang lunak, sel prokariotik memiliki dinding pelindung ekstra. Pada bakteri, dinding sel ini terbuat dari zat bernama peptidoglikan (kombinasi gula dan asam amino). Fungsi utamanya adalah memberi bentuk pada sel bakteri dan melindunginya dari tekanan lingkungan sekitar agar tidak mudah pecah.

Di dunia medis, ketebalan peptidoglikan ini membagi bakteri menjadi dua kelompok utama: Bakteri Gram-positif (dinding sel tebal) dan Bakteri Gram-negatif (dinding sel tipis namun memiliki lapisan pelindung ganda). Pengelompokan ini sangat penting bagi dokter untuk menentukan jenis obat antibiotik apa yang paling cocok untuk diberikan kepada pasien yang terinfeksi.

2. Membran Plasma

Membran plasma adalah lapisan tipis semi-permeabel yang mengelilingi sitoplasma. Struktur ini terbuat dari lapisan ganda fosfolipid dan protein. Karena sel prokariotik tidak memiliki organel penghasil energi (mitokondria) seperti sel eukariotik, fungsi pembentukan energi (respirasi seluler) dan proses fotosintesis pada beberapa jenis bakteri justru terjadi pada membran plasma ini. Membran ini juga berfungsi sebagai pintu gerbang selektif yang mengatur zat apa saja yang boleh masuk dan keluar dari dalam sel.

3. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan kental seperti jeli yang mengisi seluruh ruang di dalam sel prokariotik. Cairan ini sebagian besar terdiri dari air, enzim, nutrisi, zat buangan, dan berbagai gas. Di dalam sitoplasma inilah semua komponen internal sel mengapung dan segala reaksi biokimia seluler (metabolisme) untuk kelangsungan hidup bakteri berlangsung.

4. Ribosom

Ribosom adalah mesin pembuat protein atau pabrik protein yang sangat vital bagi sel. Bentuknya berupa butiran-butiran kecil yang tersebar luas di seluruh sitoplasma. Ribosom pada sel prokariotik memiliki ukuran yang sedikit lebih kecil (70S) dibandingkan dengan ribosom pada sel eukariotik manusia (80S). Perbedaan ukuran ribosom inilah yang menjadi celah emas bagi dunia medis. Banyak obat antibiotik dirancang secara khusus untuk hanya menyerang ribosom 70S milik bakteri, sehingga proses pembuatan protein bakteri terhenti dan bakteri pun mati tanpa melukai sel tubuh manusia.

5. Nukleoid

Karena tidak memiliki inti sel (nukleus) yang terbungkus membran, sel prokariotik memusatkan seluruh materi genetik (DNA) utamanya di sebuah area tak beraturan di dalam sitoplasma yang disebut nukleoid. DNA ini biasanya berbentuk satu kromosom melingkar (sirkuler) yang panjang dan berisi semua instruksi genetik yang dibutuhkan bakteri untuk tumbuh, berkembang biak, dan bertahan hidup.

6. Plasmid

Selain DNA utama di nukleoid, sebagian besar struktur sel prokariotik juga memiliki potongan-potongan kecil DNA melingkar ekstra yang disebut plasmid. Meskipun berukuran kecil, plasmid memiliki kemampuan adaptasi super yang luar biasa. Plasmid sering kali mengandung gen yang memberi bakteri kekebalan (resistensi) terhadap obat antibiotik. Parahnya lagi, bakteri bisa dengan mudah menukarkan atau memindahkan plasmid ini ke bakteri lain, sehingga terjadilah penyebaran sifat kebal antibiotik (superbug) yang sangat dikhawatirkan dalam dunia medis modern.

7. Kapsul

Sebagai sistem pertahanan tambahan, banyak bakteri patogen dilengkapi dengan kapsul, yaitu lapisan luar yang tebal dan lengket (biasanya terbuat dari polisakarida). Kapsul membantu bakteri untuk menempel pada permukaan sel inang (seperti dinding tenggorokan atau usus manusia) dan melindungi bakteri agar tidak mudah dikenali atau “dimakan” oleh sel darah putih sistem imun kita (fagositosis). Contohnya adalah Streptococcus pneumoniae, bakteri penyebab radang paru-paru yang sangat ganas karena memiliki kapsul tebal.

8. Flagela dan Pili

Flagela adalah struktur panjang menyerupai cambuk atau ekor yang berfungsi sebagai baling-baling penggerak bakteri. Dengan flagela, bakteri bisa berenang aktif menuju sumber nutrisi atau menjauhi zat beracun. Sementara itu, pili atau fimbriae adalah struktur seperti rambut-rambut halus yang lebih pendek dari flagela. Pili digunakan oleh bakteri sebagai alat seperti “velcro” untuk menempel kuat pada jaringan tubuh manusia, sehingga bakteri tidak mudah tersapu oleh aliran cairan tubuh, seperti saat kita batuk atau buang air kecil.

Faktor Risiko Infeksi Bakteri & Tips Pencegahan
  1. Menjaga kebersihan diri: Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir adalah cara paling efektif meluruhkan struktur sel prokariotik dari permukaan kulit.
  2. Konsumsi makanan matang: Memasak daging dan sayuran dengan suhu tinggi dapat menghancurkan dinding sel bakteri hingga bakteri mati.
  3. Penggunaan antibiotik yang bijak: Jangan minum obat antibiotik sembarangan agar bakteri tidak bermutasi melalui plasmid dan menjadi kebal.

Kaitan Struktur Sel Prokariotik dengan Infeksi Bakteri

Mempelajari struktur sel prokariotik bukanlah sekadar memahami teori biologi, melainkan kunci utama dalam penanganan penyakit infeksi. Setiap kali tubuh manusia mengalami peradangan yang disebabkan oleh bakteri, sel-sel prokariotik inilah biang keladinya. Ketika patogen masuk, mereka menggunakan pili untuk menempel pada tenggorokan, saluran kemih, atau usus. Kemudian, mereka membentuk koloni, mencuri nutrisi, dan melepaskan zat beracun (toksin) yang memicu peradangan hebat berupa demam, nyeri, bengkak, atau pembentukan nanah.

Untuk melawan invasi ini, dunia kedokteran dan farmasi menciptakan obat golongan antibiotik yang target serangannya disesuaikan dengan anatomi sel bakteri yang berbeda dari manusia.

Misalnya, antibiotik golongan Penisilin atau Amoxicillin dirancang secara spesifik untuk menghancurkan proses pembentukan peptidoglikan pada dinding sel prokariotik. Tanpa dinding sel yang utuh, tekanan cairan dari dalam akan membuat bakteri meledak (lisis) dan mati. Sementara itu, antibiotik golongan Tetrasiklin dan Makrolida bekerja dengan menyusup masuk ke dalam sitoplasma lalu mengikat kuat ribosom 70S milik bakteri, sehingga kuman tidak lagi bisa memproduksi protein untuk hidup.

Karena proses diagnosis penyakit infeksi ini tidak bisa ditebak secara sembarangan, evaluasi dari tenaga medis profesional sangat diwajibkan. Jangan pernah melakukan diagnosis mandiri, apalagi membeli antibiotik tanpa resep dokter, karena hal tersebut bisa memicu resistensi obat. Jika kamu mengalami gejala infeksi bakteri seperti demam tinggi yang tidak kunjung reda, batuk berdahak kuning atau hijau, hingga nyeri saat buang air kecil, segera jadwalkan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nantinya, setelah dokter meresepkan antibiotik yang tepat sasaran untuk jenis bakteri yang menyerang tubuhmu, kamu tidak perlu repot antre di apotek. Untuk menebus resep tersebut, kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Studi Terkait Infeksi Sel Prokariotik

World Health Organization (WHO) menerbitkan studi berkelanjutan yang menjelaskan bahwa mutasi genetik pada struktur sel prokariotik, khususnya melalui perpindahan plasmid, telah menjadi salah satu ancaman kesehatan global terbesar saat ini (Antimicrobial Resistance/AMR).

Studi ini menyoroti bahwa penggunaan antibiotik yang tidak rasional mempercepat proses adaptasi struktur sel bakteri. Bakteri mengembangkan enzim baru, menebalkan dinding sel mereka, hingga mengubah struktur membran plasma mereka untuk memompa keluar obat yang masuk. Pemahaman mendalam mengenai anatomi bakteri ini mendorong para ilmuwan di seluruh dunia untuk terus menemukan mekanisme pertahanan tubuh baru atau molekul obat generasi terbaru yang lebih aman dan ampuh.

Menjaga sistem kekebalan tubuh merupakan lapisan perlindungan terbaik untuk mencegah sel-sel bakteri jahat masuk dan berkembang biak di tubuhmu. Terapkan pola hidup sehat, tidur yang cukup, perbanyak minum air putih, serta konsumsi suplemen vitamin jika diperlukan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Nature Reviews Microbiology. Diakses pada 2026. The structure, function and synthesis of the bacterial cell wall.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Antimicrobial resistance.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Bacterial Pathogenesis and Evasion of Immune Responses.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Bacterial infections: What you need to know.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Bacteria: What You Need to Know.

FAQ

1. Apa itu struktur sel prokariotik?

Struktur sel prokariotik adalah susunan anatomi sel organisme bersel tunggal (seperti bakteri) yang ciri utamanya tidak memiliki membran inti atau organel sel yang kompleks. Materi genetiknya dibiarkan melayang bebas di dalam cairan sel (sitoplasma).

2. Apa perbedaan paling mencolok antara sel prokariotik dan eukariotik?

Perbedaan utamanya terletak pada ada atau tidaknya inti sel sejati. Sel eukariotik (seperti penyusun tubuh manusia dan hewan) memiliki nukleus yang terbungkus membran untuk melindungi DNA, serta memiliki organel kompleks seperti mitokondria. Sedangkan prokariotik tidak memilikinya sama sekali.

3. Apakah semua jenis bakteri adalah sel prokariotik?

Ya, seluruh spesies bakteri yang ada di muka bumi merupakan organisme yang tergolong ke dalam sel prokariotik. Mereka memiliki struktur dinding sel berbahan peptidoglikan yang membantu mereka bertahan hidup di lingkungan beragam.

4. Bagaimana cara kerja obat antibiotik pada sel prokariotik?

Obat antibiotik bekerja dengan memanfaatkan perbedaan struktur dasar antara sel manusia dan bakteri. Ada obat yang didesain merusak dinding sel peptidoglikan bakteri yang mana manusia tidak memilikinya, dan ada pula yang mengganggu ribosom 70S milik bakteri untuk menghentikan pertumbuhannya tanpa merusak sel tubuh pasien.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang