Ad Placeholder Image

Muntah Hijau: Penyebab, Gejala, Kapan ke Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Muntah Hijau: Penyebab, Gejala, Kapan Harus ke Dokter

Muntah Hijau: Penyebab, Gejala, Kapan ke Dokter?Muntah Hijau: Penyebab, Gejala, Kapan ke Dokter?

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mengalami muntah hebat, namun yang keluar bukanlah sisa makanan melainkan cairan berwarna hijau atau kekuningan dengan rasa yang sangat pahit? Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa panik dan khawatir. Dalam dunia medis, muntah hijau pahit ini menandakan bahwa kamu sedang memuntahkan cairan empedu (bilious vomiting).

Cairan empedu adalah cairan pencernaan yang diproduksi oleh organ hati dan disimpan di dalam kantung empedu. Cairan ini normalnya dilepaskan ke usus kecil untuk membantu mencerna lemak. Namun, pada kondisi tertentu, cairan empedu ini bisa berbalik naik ke lambung dan kerongkongan, hingga akhirnya dimuntahkan keluar.

Penting untuk dipahami bahwa memuntahkan cairan empedu bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh. Meskipun kadang bisa terjadi karena lambung yang benar-benar kosong setelah muntah berkali-kali akibat keracunan makanan ringan, muntah hijau juga bisa menjadi sinyal bahaya adanya sumbatan pada saluran pencernaan yang memerlukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan penanganan medis segera.

Karena kondisi ini sangat bergantung pada diagnosis penyebab dasarnya, pengobatan mandiri secara sembarangan tidak dianjurkan. Mari kita bahas lebih dalam mengenai penyebab, bahaya, dan langkah tepat yang harus kamu lakukan jika mengalami keluhan ini.

Penyebab Muntah Hijau Pahit

Ada beberapa kondisi medis yang dapat memicu seseorang memuntahkan cairan empedu. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:

1. Perut Kosong dan Muntah Berulang

Ini adalah penyebab paling umum yang relatif tidak berbahaya dibandingkan yang lain. Jika kamu mengalami gastroenteritis (muntaber), keracunan makanan, atau morning sickness yang parah (hiperemesis gravidarum), kamu mungkin akan muntah berkali-kali. Saat isi lambung sudah habis sepenuhnya, tubuh yang masih merespons refleks muntah akhirnya akan memompa cairan empedu dari usus kecil ke atas.

2. Refluks Empedu (Bile Reflux)

Mirip dengan asam lambung (GERD), refluks empedu terjadi ketika cairan empedu dari usus kecil naik ke lambung dan kerongkongan. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang pernah menjalani operasi lambung, operasi pengangkatan kantung empedu, atau mereka yang menderita tukak lambung (ulkus peptikum) parah. Selain muntah hijau pahit, penderitanya sering merasakan nyeri ulu hati yang membakar.

3. Sumbatan Usus (Intestinal Obstruction)

Ini adalah kondisi darurat medis. Sumbatan usus terjadi ketika ada sesuatu yang menghalangi pergerakan makanan dan cairan di dalam usus. Penyebabnya bisa karena hernia, jaringan parut (adhesi) akibat operasi sebelumnya, tumor, atau usus yang terpelintir (volvulus). Karena cairan pencernaan tidak bisa turun ke bawah, cairan empedu akan menumpuk dan berbalik arah hingga dimuntahkan.

Tanda Bahaya (Red Flags) yang Pantang Diabaikan
  1. Sakit perut yang sangat hebat dan datang secara tiba-tiba (kram akut).
  2. Perut terasa keras, bengkak, dan membesar (distensi abdomen).
  3. Tidak bisa buang angin (kentut) atau buang air besar sama sekali.
  4. Disertai demam tinggi, pusing hebat, dan kebingungan (tanda dehidrasi berat).
  5. Muntah darah atau cairan berwarna seperti bubuk kopi.

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Muntah hijau jarang datang sendirian. Perhatikan gejala penyerta lainnya karena ini akan sangat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis. Jika muntah empedu disertai dengan diare cair yang masif, kemungkinan besar penyebabnya adalah infeksi saluran cerna. Namun, waspadalah terhadap dehidrasi.

Dehidrasi akibat muntah berulang sangat berbahaya, terutama pada anak-anak dan lansia. Tanda dehidrasi meliputi mulut kering, mata cekung, detak jantung cepat, urine berwarna sangat pekat, hingga penurunan kesadaran. Dalam fase pemulihan ringan, menjaga asupan cairan sangat penting. Jika kamu membutuhkan produk rehidrasi atau produk kesehatan lainnya, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Penanganan Awal dan Kapan Harus ke Dokter

1. Istirahatkan Lambung

Jika muntah terjadi setelah keracunan makanan, jangan langsung makan makanan berat. Istirahatkan lambung selama beberapa jam, lalu mulailah minum cairan bening (seperti air putih atau oralit) sedikit demi sedikit. Hindari susu, kafein, makanan berlemak, dan minuman berkarbonasi.

2. Hindari Penggunaan Obat Anti-Muntah Tanpa Resep

Sangat tidak disarankan mengonsumsi obat anti-muntah tanpa instruksi dokter jika kamu muntah hijau. Jika ternyata ada sumbatan usus, menekan refleks muntah dengan obat justru bisa memperburuk penumpukan cairan di dalam usus yang dapat berujung pada robeknya usus.

3. Segera Cari Pertolongan Medis

Jika muntah hijau terjadi pada bayi atau balita, jangan menunggu, segera bawa ke IGD. Begitu pula pada orang dewasa jika muntah tidak berhenti lebih dari 24 jam, atau disertai dengan tanda-tanda bahaya yang telah disebutkan di atas (sakit perut hebat, tidak bisa BAB, perut mengeras).

Studi Mengenai Refluks dan Muntah Empedu

National Center for Biotechnology Information (NCBI) mempublikasikan literatur medis yang menjelaskan bahwa muntah empedu (bilious emesis) pada neonatus (bayi baru lahir) dan anak-anak adalah indikator klinis utama yang mengarah pada keadaan darurat bedah, seperti malrotasi usus atau volvulus, hingga terbukti sebaliknya.

Sementara pada orang dewasa, studi dari jurnal gastroenterologi menunjukkan bahwa muntah cairan empedu tanpa adanya sumbatan mekanik sering kali berkaitan dengan dismotilitas lambung atau efek samping pasca-operasi kantung empedu (kolesistektomi). Hal ini menegaskan bahwa pendekatan diagnosis yang cepat dan tepat, seringkali melibatkan CT-Scan perut, sangat krusial untuk mencegah komplikasi fatal.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Ingatlah bahwa penanganan cepat sangat memengaruhi proses penyembuhan. Jangan tunda untuk memeriksakan diri jika kondisi tubuh memburuk. Kesehatan saluran cerna adalah kunci utama penyerapan nutrisi tubuhmu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Bile reflux – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Bilious Vomiting: Causes & Treatment.
National Institutes of Health (NCBI). Diakses pada 2024. Intestinal Obstruction.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Diarrhoeal disease and Dehydration.

FAQ

1. Apa penyebab utama muntah hijau pahit?

Penyebab utamanya adalah cairan empedu yang naik ke lambung. Hal ini bisa terjadi karena perut yang sudah benar-benar kosong akibat muntah berulang (seperti saat keracunan makanan), adanya refluks empedu, atau kondisi darurat seperti sumbatan pada usus halus.

2. Apakah muntah empedu berbahaya?

Tergantung penyebabnya. Jika terjadi karena perut kosong sesaat setelah muntaber, biasanya akan membaik dengan hidrasi. Namun, jika muntah empedu disertai sakit perut hebat, perut bengkak, dan tidak bisa buang angin, ini adalah tanda sumbatan usus yang merupakan kondisi gawat darurat dan sangat berbahaya.

3. Apa yang harus diminum setelah mengalami muntah hijau?

Mulailah dengan minum air putih bening atau larutan elektrolit (oralit) dalam jumlah kecil (sekitar 1-2 sendok makan) setiap 15 menit untuk mencegah dehidrasi. Jangan langsung minum dalam jumlah banyak karena dapat memicu perut kaget dan muntah kembali. Hindari susu dan minuman asam.

4. Kapan saya harus pergi ke dokter jika muntah berwarna hijau?

Kamu harus segera ke IGD jika muntah hijau terjadi pada bayi/anak-anak, berlangsung lebih dari 12-24 jam pada orang dewasa, kamu tidak bisa menahan cairan apa pun yang masuk, mengalami kram perut yang parah, atau mulai menunjukkan tanda dehidrasi seperti linglung dan jarang buang air kecil.