Ad Placeholder Image

Mur Mur Jantung: Normal atau Perlu Periksa Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 17 Juni 2026

Kenali Mur Mur Jantung: Normal atau Bahaya?

Mur Mur Jantung: Normal atau Perlu Periksa Dokter?Mur Mur Jantung: Normal atau Perlu Periksa Dokter?

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar istilah medis murmur jantung saat melakukan pemeriksaan kesehatan? Bagi banyak orang, diagnosis atau temuan awal yang berhubungan dengan organ jantung sering kali memicu rasa cemas dan khawatir. Namun, penting untuk dipahami bahwa murmur adalah kondisi yang cukup umum dan tidak selalu menandakan adanya penyakit jantung yang berbahaya.

Organ jantung manusia bekerja bagaikan pompa mekanis yang sangat terstruktur, dengan empat ruang dan empat katup yang memastikan darah mengalir ke arah yang benar. Dalam kondisi normal, aliran darah ini bergerak dengan lancar dan tenang. Namun, ketika ada perubahan dalam kecepatan atau pola aliran darah tersebut, sebuah suara tambahan bisa muncul. Suara inilah yang oleh para tenaga medis disebut sebagai murmur atau bising jantung.

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi yang baru lahir, anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, wanita hamil, hingga orang dewasa dan lanjut usia. Mengetahui secara mendalam mengenai apa itu murmur, jenis-jenisnya, penyebab, serta tanda-tanda bahayanya adalah langkah pertama yang paling bijak untuk menjaga kesehatan jantungmu dan keluarga. Nah, mau tahu penjelasan lengkap mengenai murmur jantung dan bagaimana penanganannya? Berikut ulasannya!

Apa Itu Murmur Jantung?

Secara medis, murmur adalah suara tiupan, desisan, atau gemuruh ekstra yang terdengar selama siklus detak jantung. Suara ini dihasilkan oleh aliran darah yang bergolak (turbulen) di dalam atau di dekat jantung. Dokter biasanya dapat mendengar suara khas ini menggunakan alat bantu stetoskop saat melakukan pemeriksaan fisik rutin di area dada.

Untuk memahaminya dengan lebih mudah, bayangkan sebuah selang air. Jika air mengalir melalui selang yang lurus dan terbuka lebar, air akan mengalir dengan tenang tanpa suara. Namun, jika kamu menekan ujung selang atau jika ada sumbatan sebagian di dalam selang tersebut, air akan menyembur keluar dan menciptakan suara mendesis. Prinsip yang sama persis terjadi di dalam pembuluh darah dan katup jantung. Turbulensi aliran darah inilah yang tertangkap oleh stetoskop sebagai murmur.

Penting untuk dicatat bahwa murmur jantung bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah tanda fisik atau gejala klinis. Sering kali, murmur hanyalah respons fisiologis tubuh terhadap kondisi tertentu dan sama sekali tidak membahayakan. Namun, pada beberapa kasus, murmur bisa menjadi petunjuk awal adanya kelainan pada struktur jantung, seperti masalah pada katup jantung atau adanya lubang pada dinding pemisah ruang jantung.

Jenis-Jenis Murmur Jantung

Berdasarkan dampaknya terhadap kesehatan, dunia medis mengklasifikasikan murmur jantung ke dalam dua kategori utama, yaitu murmur tidak berbahaya (innocent/fisiologis) dan murmur abnormal (patologis). Memahami perbedaan di antara keduanya sangat penting untuk menentukan langkah medis selanjutnya.

1. Murmur Jantung Tidak Berbahaya (Innocent Murmur)

Murmur tipe ini sangat umum terjadi dan sama sekali tidak mengindikasikan adanya kerusakan atau kelainan pada struktur jantung. Seseorang yang memiliki innocent murmur memiliki jantung yang sehat dan berfungsi dengan sangat normal. Kondisi ini sering kali ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan dokter. Innocent murmur sangat sering dijumpai pada bayi dan anak-anak. Faktanya, sebagian besar anak-anak akan mengalami murmur tipe ini pada suatu titik dalam masa pertumbuhannya, dan suara ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

2. Murmur Jantung Abnormal (Pathologic Murmur)

Berbeda dengan innocent murmur, murmur abnormal menandakan adanya masalah struktural atau kelainan fungsi pada jantung. Pada anak-anak, murmur patologis biasanya disebabkan oleh penyakit jantung bawaan sejak lahir (kelainan kongenital). Sementara itu, pada orang dewasa, murmur abnormal paling sering disebabkan oleh kerusakan katup jantung yang terjadi seiring bertambahnya usia, infeksi, atau penyakit medis lainnya yang didapat di kemudian hari.

Penyebab Utama Murmur Jantung

Penyebab munculnya bising jantung sangat bervariasi, tergantung pada apakah murmur tersebut termasuk kategori innocent atau abnormal.

Penyebab Murmur Innocent

Murmur yang tidak berbahaya terjadi ketika darah mengalir lebih cepat dari biasanya melalui jantung yang sehat. Beberapa kondisi medis sementara dan aktivitas fisik dapat memicu aliran darah yang cepat ini, antara lain:

  • Aktivitas fisik atau olahraga berat: Saat berolahraga, jantung harus memompa darah lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen otot.
  • Kehamilan: Tubuh wanita hamil memproduksi volume darah yang jauh lebih banyak untuk mendukung janin, sehingga jantung bekerja ekstra keras memompa aliran darah tambahan tersebut.
  • Demam tinggi: Peningkatan suhu tubuh membuat metabolisme meningkat, yang memaksa sirkulasi darah bergerak lebih cepat.
  • Anemia: Kekurangan sel darah merah yang sehat membuat darah menjadi lebih encer, dan jantung harus memompa lebih cepat untuk menyuplai oksigen yang cukup ke jaringan tubuh.
  • Hipertiroidisme: Kelenjar tiroid yang terlalu aktif memproduksi hormon berlebih yang mempercepat seluruh fungsi tubuh, termasuk detak jantung.
  • Fase pertumbuhan cepat: Sering dialami oleh remaja saat masa pubertas.

Penyebab Murmur Abnormal

Pada kasus murmur yang patologis, penyebabnya berkaitan erat dengan masalah fisik pada katup atau struktur ruang jantung. Penyebab tersering meliputi:

  • Penyakit Jantung Bawaan: Kelainan struktural jantung yang terbentuk saat janin masih dalam kandungan. Contoh utamanya adalah defek septum ventrikel (VSD) atau defek septum atrium (ASD), yaitu adanya lubang pada dinding pemisah ruang jantung. Kelainan lain seperti Patent Ductus Arteriosus (PDA) juga sering memicu bising jantung pada bayi baru lahir.
  • Kalsifikasi Katup Jantung: Seiring bertambahnya usia, katup jantung (seperti katup aorta atau mitral) dapat mengeras atau menebal karena penumpukan deposit kalsium. Hal ini membuat katup tidak dapat terbuka atau tertutup dengan sempurna, menyebabkan darah menyempit (stenosis) atau bocor kembali (regurgitasi).
  • Demam Rematik: Penyakit yang sering bermula dari infeksi bakteri Streptococcus (radang tenggorokan) yang tidak diobati secara tuntas. Infeksi ini dapat memicu reaksi peradangan parah yang merusak katup jantung secara permanen.
  • Endokarditis: Infeksi bakteri yang menyerang lapisan dalam jantung (endokardium) dan katup jantung. Bakteri umumnya masuk melalui aliran darah dari bagian tubuh lain, seperti mulut atau gigi yang infeksi.
  • Prolaps Katup Mitral (MVP): Kondisi di mana daun katup mitral tidak menutup rata melainkan menonjol (prolaps) ke atrium kiri saat jantung berkontraksi. Ini sering kali menyebabkan sedikit aliran darah berbalik yang menghasilkan bunyi murmur.
Faktor Risiko yang Meningkatkan Peluang Terkena Murmur Jantung Abnormal
  1. Riwayat Medis Keluarga: Memiliki kerabat sedarah dengan riwayat penyakit jantung bawaan atau gangguan katup jantung.
  2. Kondisi Medis Tertentu: Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol, riwayat demam rematik di masa kecil, atau infeksi serius pada aliran darah.
  3. Masalah Selama Kehamilan: Jika seorang ibu mengidap diabetes yang tidak terkendali, atau terinfeksi virus Rubella selama masa kehamilan, risiko bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan akan meningkat secara signifikan.

Gejala Penyerta yang Harus Diwaspadai

Seseorang yang memiliki innocent murmur biasanya tidak akan merasakan keluhan fisik apa pun. Sebaliknya, murmur patologis sering kali muncul bersamaan dengan tanda-tanda klinis yang menunjukkan bahwa jantung sedang kesulitan memompa darah secara efisien. Jika kamu memiliki murmur jantung, perhatikan dengan saksama jika muncul gejala-gejala berikut:

  • Bibir dan ujung jari tampak kebiruan (sianosis).
  • Sesak napas yang terjadi bahkan saat melakukan aktivitas ringan atau saat berbaring.
  • Nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau diremas.
  • Pusing yang parah atau bahkan episode pingsan mendadak (sinkop).
  • Pembengkakan (edema) yang tidak wajar pada area tungkai bawah, pergelangan kaki, tungkai kaki, punggung bawah, atau perut.
  • Pembesaran pembuluh darah di leher.
  • Penambahan berat badan yang tiba-tiba akibat penumpukan cairan dalam tubuh.
  • Kelelahan kronis dan rasa lemas yang berkepanjangan tanpa alasan yang jelas.
  • Pada bayi: kesulitan menyusu, berkeringat berlebihan saat makan, kulit kebiruan saat menangis, dan kegagalan dalam penambahan berat badan yang normal.

Kapan Harus ke Dokter?

Mengingat sebagian besar murmur jantung tidak berbahaya, kamu mungkin tidak perlu panik jika tidak mengalami gejala penyerta. Namun, kelainan pada jantung bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan. Jika kamu atau anakmu tiba-tiba mengalami sesak napas berat, nyeri dada, bibir kebiruan, atau pingsan, itu adalah keadaan darurat medis.

Langkah terbaik untuk memastikan apakah suara bising pada jantung tersebut berbahaya atau tidak adalah melalui evaluasi medis profesional. Jangan tunda pemeriksaannya. Untuk kemudahan dan kecepatan respons, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Melalui platform kesehatan ini, kamu bisa berdiskusi mengenai gejala yang dialami untuk menentukan langkah diagnosis lanjutan yang paling tepat.

Cara Dokter Mendiagnosis Murmur Jantung

Diagnosis murmur selalu dimulai dengan auskultasi, yaitu pemeriksaan menggunakan stetoskop. Dokter akan mendengarkan dengan saksama dan menilai murmur berdasarkan beberapa kriteria penting:

  • Tingkat Volume Suara: Diukur dengan skala 1 sampai 6. Tingkat 1 sangat redup dan sulit didengar, sedangkan tingkat 6 sangat keras hingga bisa didengar bahkan dengan stetoskop yang sedikit diangkat dari dada.
  • Waktu (Timing): Apakah murmur terdengar saat jantung sedang memompa darah (sistolik) atau saat jantung sedang beristirahat/mengisi darah (diastolik).
  • Lokasi: Di area dada sebelah mana suara tersebut terdengar paling kuat.
  • Perubahan Suara: Dokter mungkin meminta kamu untuk menarik napas panjang, mengejan, atau mengubah posisi (berdiri lalu jongkok) untuk melihat apakah suara murmur berubah intensitasnya.

Jika dokter mencurigai adanya kelainan patologis, kamu akan disarankan untuk menjalani tes pencitraan jantung. Pemeriksaan standar emas untuk mendiagnosis penyebab murmur adalah Ekokardiogram (USG Jantung). Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar detail struktur jantung, ketebalan dinding jantung, dan pergerakan katup secara real-time. Melalui ekokardiogram, dokter bisa melihat langsung di mana lokasi penyempitan atau kebocoran terjadi.

Pemeriksaan tambahan lainnya mungkin mencakup Elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa aktivitas listrik jantung, Rontgen dada untuk melihat apakah ada pembesaran ukuran jantung atau penumpukan cairan di paru-paru, serta tes darah lengkap untuk mendeteksi infeksi atau kondisi medis penyebab lainnya.

Langkah Penanganan dan Pengobatan

Rencana penanganan murmur jantung sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Jika kamu didiagnosis memiliki innocent murmur, kamu tidak memerlukan pengobatan medis, pembatasan aktivitas, atau diet khusus. Kamu bisa menjalani kehidupan secara normal layaknya orang sehat pada umumnya.

Namun, jika murmur disebabkan oleh kondisi patologis, pendekatannya akan berbeda. Dokter mungkin akan menyarankan pendekatan “tunggu dan awasi” (watchful waiting) dengan pemeriksaan ekokardiogram rutin setiap beberapa bulan atau tahun, jika kondisinya belum parah. Namun, jika diperlukan intervensi medis, berikut adalah beberapa pilihan pengobatannya:

1. Terapi Obat-obatan

Obat tidak bisa memperbaiki anatomi katup jantung yang rusak atau menutup lubang di jantung, tetapi obat sangat penting untuk meringankan kerja jantung, mencegah komplikasi parah, dan mengontrol gejala. Dokter mungkin meresepkan golongan obat seperti:

  • Diuretik (Pil air): Untuk membuang kelebihan cairan dan garam dari dalam tubuh, sehingga mengurangi pembengkakan dan sesak napas.
  • Pengencer Darah (Antikoagulan): Seperti aspirin atau warfarin, untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah di dalam jantung, yang berisiko memicu serangan stroke.
  • Obat Penurun Tekanan Darah: Seperti ACE inhibitor atau Beta-blocker untuk menurunkan beban kerja otot jantung.
  • Obat Anti-Aritmia: Jika murmur menyebabkan detak jantung menjadi tidak beraturan.
  • Antibiotik: Diberikan jika murmur disebabkan oleh infeksi aktif pada jantung (endokarditis).

Untuk mendapatkan obat resep sesuai dengan saran dan anjuran dari dokter secara praktis, kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan aman.

2. Tindakan Operasi dan Prosedur Medis

Jika kerusakan katup jantung sudah parah dan mengancam jiwa, operasi adalah jalan satu-satunya. Prosedur bedah yang umum dilakukan meliputi:

  • Perbaikan Katup Jantung (Valve Repair): Dokter bedah dapat menambal lubang pada katup, membuang jaringan berlebih yang menyumbat, atau memisahkan daun katup yang menyatu. Prosedur ini bisa dilakukan melalui bedah jantung terbuka atau teknik kateterisasi invasif minimal.
  • Penggantian Katup (Valve Replacement): Jika katup tidak bisa diperbaiki, dokter akan menggantinya dengan katup mekanis buatan (terbuat dari karbon atau logam) atau katup biologis (jaringan hewan seperti sapi atau babi, atau donor manusia).
  • Penutupan Defek Septum: Untuk anak-anak dengan kelainan jantung bawaan, dokter akan melakukan prosedur pembedahan atau kateterisasi untuk menutup lubang pada dinding jantung.

Studi Terkait Bising Jantung

National Institutes of Health (NIH) menerbitkan berbagai literatur medis yang menjelaskan bahwa murmur sistolik adalah jenis bising jantung yang paling umum ditemukan dalam praktik klinis sehari-hari. Sebagian besar murmur sistolik pada pasien muda cenderung bersifat fisiologis (innocent), sementara prevalensi murmur patologis meningkat tajam pada kelompok usia di atas 65 tahun akibat proses degeneratif katup aorta (Aortic Sclerosis).

Hal ini menegaskan bahwa skrining dan pemeriksaan ekokardiografi sangat krusial, terutama bagi kelompok lanjut usia. Deteksi dini terhadap pengerasan katup dapat memperlambat progresi penyakit menuju kondisi gagal jantung kongestif.


Konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang


Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Heart murmurs – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Heart Murmur: Causes, Symptoms & Treatment.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2024. Heart murmur.
American Heart Association. Diakses pada 2024. Heart Murmurs.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Cardiovascular diseases (CVDs).

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah murmur jantung berbahaya dan mematikan?

Tidak selalu. Sebagian besar kasus murmur adalah innocent murmur yang sama sekali tidak berbahaya, tidak mengganggu fungsi jantung, dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika murmur disebabkan oleh kelainan struktur katup atau lubang di jantung (patologis), kondisi ini memerlukan evaluasi medis intensif karena bisa berkembang menjadi gagal jantung jika diabaikan.

2. Apakah murmur jantung bisa disembuhkan tanpa operasi?

Jika murmur disebabkan oleh kondisi sementara seperti demam, kehamilan, atau anemia, murmur akan hilang setelah kondisi dasarnya teratasi. Untuk murmur patologis ringan, obat-obatan dapat mengontrol gejalanya. Namun, jika terdapat cacat struktural jantung yang parah, obat-obatan tidak dapat menyembuhkannya, dan operasi adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki kerusakan anatomi tersebut.

3. Pantangan apa saja yang harus dihindari oleh pengidap murmur patologis?

Pengidap murmur akibat penyakit jantung struktural disarankan untuk membatasi konsumsi garam berlebih untuk mencegah penumpukan cairan tubuh. Selain itu, mereka harus menghindari kebiasaan merokok, membatasi asupan alkohol, mengelola stres dengan baik, serta menghindari aktivitas fisik atau olahraga kompetitif yang terlalu intens tanpa persetujuan dari dokter kardiologi.

4. Bagaimana cara menjaga kebersihan gigi berhubungan dengan pencegahan endokarditis?

Kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat menyebabkan gusi berdarah atau infeksi. Bakteri dari mulut dapat masuk ke aliran darah melalui pembuluh darah kecil di gusi dan mengalir langsung menuju organ jantung. Jika ada jaringan katup jantung yang tidak rata (karena murmur), bakteri tersebut akan mudah menempel dan menyebabkan infeksi serius yang disebut endokarditis. Itulah sebabnya menggosok gigi teratur dan rutin ke dokter gigi sangat penting.