• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mutasi Virus Corona Dapat Beradaptasi dengan Lingkungan

Mutasi Virus Corona Dapat Beradaptasi dengan Lingkungan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Baru-baru ini para ilmuwan di Chile meneliti adanya kemungkinan mutasi virus corona SARS-CoV-2 di salah satu provinsi, yaitu Magallanes. Penelitian dilakukan dengan dasar kecurigaan adanya mutasi, karena lonjakan kasus yang terjadi secara singkat, dan dinilai tidak wajar. Padahal, Magallanes merupakan provinsi terpencil, dengan jumlah total penduduk hanya 1 persen, dibanding dengan total populasi di Chile.

Melonjaknya kasus secara tidak wajar ini membuat para ilmuwan curiga apakah mutasi virus dapat terjadi karena faktor lingkungan setempat. Setelah diselidiki, ternyata terdapat banyak kemungkinan virus untuk bermutasi. Salah satunya adalah faktor cuaca di lingkungan tersebut. Lantas, bagaimana penjelasan tentang mutasi virus corona yang bisa beradaptasi dengan lingkungan tersebut? Berikut pembahasannya!

Baca juga: Ilmuwan Sebut Virus Corona Bisa Menyebar Melalui Udara

Benarkah Mutasi Virus Corona Bisa Beradaptasi dengan Lingkungan?

Sebelum lebih lanjut mengenai apakah mutasi virus bisa beradaptasi dengan lingkungan atau tidak, simak penjelasannya terlebih dulu tentang mutasi virus itu sendiri. Mutasi virus merupakan perubahan pada materi genetik virus yang memengaruhi struktur atau cara kerja virus. Mutasi terjadi saat virus sedang mereplikasi dalam sel tubuh manusia.

Virus corona yang menjadi pandemi saat ini merupakan SARS-CoV-2, yaitu virus RNA (ribonucleic acid) dengan materi genetik berantai tunggal. Hal tersebut yang membuat virus ini lebih mudah bermutasi. Meski dinilai cukup mudah untuk mereplikasi, mutasi virus corona dinilai cukup stabil. Lantas, mengapa kasus di Chile baru-baru ini menunjukan lonjakan yang drastis?

Baca juga: 7 Mitos seputar Virus Corona yang Sebenarnya Salah

Sebelum adanya kasus di Chile, penelitian telah dilakukan di negara lain. Penelitian menemukan bahwa virus corona dapat berevolusi untuk beradaptasi dengan tubuh manusia. Dari hasil penelitian menemukan keberadaan jenis virus yang lebih menular, yaitu versi baru Covid-19, yang merupakan replikasi dari virus sebelumnya. Penelitian dilakukan untuk memastikan, apakah virus jenis baru tersebut lebih menular daripada virus sebelumnya.

Jika hipotesis itu valid, tentu akan sangat mengkhawatirkan. Para ilmuwan telah mendeteksi adanya perubahan struktural dari dua virus corona tersebut. Hingga kini, para ilmuwan tengah meneliti untuk memahami lebih dalam lagi mengenai potensi mutasi dan pengaruhnya terhadap manusia. Jika diamati lebih dalam lagi, mutasi virus corona dapat terjadi akibat virus dapat mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Di provinsi Magallanes memiliki beberapa iklim yang dapat memicu terjadinya mutasi virus corona, yaitu suhu dingin dan angin kencang. Mutasi yang terjadi membuat virus lebih cepat menular, tetapi tidak selalu membuatnya menjadi lebih mematikan dari virus sebelumnya. Mutasi yang terjadi juga tidak ikut menghambat efektivitas vaksin yang tengah dilakukan proses uji coba.

Baca juga: Mengenal SARS yang Juga Dipicu oleh Virus Corona

Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar mutasi virus corona atau masalah kesehatan yang kamu alami. Silahkan download aplikasi Halodoc, dan tanyakan langsung dengan dokter ahli seputar masalah kesehatan yang kamu alami, ya!

Referensi:
Kompas.com. Diakses pada 2020. Scientists Investigate Alleged Mutation of Corona Virus in Chile.
Aljazeera.com. Diakses pada 2020. Scientists investigate possible coronavirus mutation in Chile.