Ad Placeholder Image

Naik Betis: Penyebab, Cara Mengatasi dan Mencegah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Februari 2026

Naik Betis: Penyebab Kram & Cara Mengatasinya!

Naik Betis: Penyebab, Cara Mengatasi dan MencegahNaik Betis: Penyebab, Cara Mengatasi dan Mencegah

Sering terbangun di malam hari karena betis tiba-tiba terasa nyeri dan tegang? Kondisi yang sering disebut “naik betis” ini tentu sangat mengganggu. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai penyebab, cara mengatasi, dan pencegahannya.

Apa Itu Naik Betis?

Naik betis adalah istilah umum untuk kram betis, yaitu kondisi ketika otot betis tiba-tiba mengencang, terasa keras, nyeri, dan sulit digerakkan. Kondisi ini terjadi secara tidak sadar dan bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit.

Kram betis sering terjadi saat tidur atau setelah melakukan aktivitas fisik. Meskipun umumnya tidak berbahaya, “naik betis” dapat sangat mengganggu dan menyakitkan.

Gejala Naik Betis

Gejala utama “naik betis” adalah:

  • Nyeri yang tajam dan tiba-tiba di otot betis.
  • Otot betis terasa keras dan tegang saat disentuh.
  • Kesulitan menggerakkan kaki atau berjalan karena nyeri.

Pada beberapa kasus, setelah kram mereda, otot betis mungkin masih terasa sakit atau nyeri untuk sementara waktu.

Penyebab Naik Betis

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan “naik betis”, di antaranya:

  • Kelelahan otot: Aktivitas fisik yang berat atau berlebihan dapat memicu kram otot.
  • Dehidrasi dan kekurangan elektrolit: Kekurangan magnesium, kalsium, atau kalium dapat menyebabkan kontraksi otot yang tidak terkontrol.
  • Posisi tubuh yang tidak nyaman: Duduk atau berdiri terlalu lama, atau posisi tidur yang salah dapat memicu kram.
  • Kehamilan: Wanita hamil, terutama pada trimester akhir, lebih rentan mengalami kram betis.
  • Usia: Seiring bertambahnya usia, otot cenderung menjadi lebih lemah dan rentan terhadap kram.
  • Kondisi medis tertentu: Penyakit saraf, penyakit pembuluh darah (seperti penyakit arteri perifer), gangguan tiroid, diabetes, atau efek samping obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kram betis.

Cara Mengatasi Naik Betis Saat Terjadi

Saat “naik betis” menyerang, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Peregangan: Luruskan kaki dan tekuk pergelangan kaki ke atas, tarik jari-jari kaki ke arah tubuh atau tekan tumit ke lantai.
  • Pijat: Pijat lembut otot betis yang kram.
  • Kompres hangat atau dingin: Mandi air hangat atau kompres dengan air dingin atau es dapat membantu meredakan nyeri.
  • Bergerak: Berjalan-jalan ringan atau menggoyangkan kaki dapat membantu melancarkan peredaran darah dan meredakan kram.

Cara Mencegah Naik Betis

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah “naik betis”:

  • Minum cukup air: Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sepanjang hari.
  • Penuhi kebutuhan nutrisi: Konsumsi makanan yang kaya magnesium, kalsium, dan kalium.
  • Lakukan peregangan rutin: Lakukan peregangan otot betis sebelum dan sesudah beraktivitas fisik.
  • Hindari duduk atau berdiri terlalu lama: Jika pekerjaan menuntut untuk duduk atau berdiri dalam waktu lama, usahakan untuk beristirahat dan melakukan peregangan secara berkala.

Kapan Harus ke Dokter?

Umumnya, “naik betis” bukan kondisi yang serius dan dapat diatasi sendiri. Namun, segera konsultasikan dengan dokter jika:

  • Kram betis terjadi sangat sering atau parah.
  • Kram betis tidak membaik dengan perawatan rumahan.
  • Kram betis disertai dengan gejala lain, seperti bengkak, kemerahan, atau perubahan warna kulit pada kaki.
  • Kram betis mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dengan memahami penyebab, cara mengatasi, dan pencegahan “naik betis”, diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya kondisi ini dan meningkatkan kualitas hidup. Jika mengalami keluhan yang berkelanjutan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.