Naik Betis: Penyebab Kram & Cara Mengatasinya!

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Cara Menyembuhkan Naik Betis yang Ampuh
- Cara Alami Mengatasi Naik Betis di Rumah
- Studi Terkait Kram Otot
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu terbangun di tengah malam karena rasa sakit yang luar biasa pada bagian betis, seolah-olah ototmu tertarik dan mengeras? Kondisi yang sering disebut oleh masyarakat awam sebagai “naik betis” ini dalam istilah medis dikenal sebagai kram otot atau spasme otot (muscle cramp/charley horse). Naik betis adalah kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba, tidak disengaja, dan sering kali disertai dengan rasa nyeri yang tajam. Meskipun biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit, rasa pegal dan tidak nyaman pada otot betis bisa bertahan hingga keesokan harinya.
Secara anatomis, betis terdiri dari dua otot utama, yaitu otot gastrocnemius dan otot soleus. Otot-otot ini bekerja sangat keras setiap hari untuk menopang berat tubuh saat kita berdiri, berjalan, hingga berlari. Ketika otot betis mengalami kelelahan yang ekstrem, dehidrasi, atau kekurangan mineral penting seperti kalium, magnesium, dan kalsium, mekanisme relaksasi otot dapat terganggu. Akibatnya, serat-serat otot saling mengunci dan gagal untuk kembali ke kondisi rileks, memicu ketegangan hebat yang kita rasakan sebagai kram.
Meskipun naik betis umumnya bukanlah suatu kondisi yang membahayakan nyawa, frekuensi kejadian yang terlalu sering tentu dapat sangat mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari. Jika kram yang kamu alami terjadi berulang kali tanpa sebab yang jelas, sangat nyeri, dan tidak membaik dengan peregangan biasa, ada baiknya kamu segera mencari tahu akar masalahnya. Kamu bisa dengan mudah konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis medis yang tepat terkait gejala tersebut.
Di sisi lain, untuk penanganan pertama dan meredakan rasa sakit otot setelah serangan kram, ada berbagai jenis obat topikal (oles) maupun suplemen otot yang bisa diandalkan. Kamu tidak perlu repot keluar rumah saat kaki masih terasa nyeri, karena kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu otot betis kembali rileks sehingga kamu bisa beraktivitas dengan nyaman kembali.
Nah, mau tahu apa saja pilihan cara menyembuhkan naik betis menggunakan produk kesehatan yang aman dan efektif? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Cara Menyembuhkan Naik Betis yang Ampuh
Kunci dari mengatasi naik betis adalah dengan mengembalikan relaksasi otot, meredakan peradangan lokal, dan memastikan tubuh tidak kekurangan nutrisi esensial untuk saraf. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat oles, vitamin, dan suplemen yang dapat kamu gunakan sebagai cara menyembuhkan naik betis:
1. Counterpain Cream 30 g
Krim pereda nyeri otot ini merupakan salah satu produk lini pertama yang sangat populer untuk mengatasi kram, keseleo, dan pegal linu. Counterpain Cream mengandung bahan aktif Methyl salicylate, Menthol, dan Eugenol. Kombinasi ketiga bahan ini bekerja dengan mekanisme counter-irritant atau iritasi balik. Artinya, krim ini akan memberikan sensasi hangat dan dingin pada permukaan kulit yang secara efektif mendistraksi sinyal rasa sakit agar tidak diteruskan ke otak, sekaligus melebarkan pembuluh darah lokal untuk memperlancar peredaran darah di area betis yang kram.
Manfaat spesifik dari produk ini adalah meredakan nyeri otot secara instan paska terjadinya naik betis. Krim ini tidak lengket dan tidak menodai pakaian, sehingga nyaman digunakan sebelum tidur maupun saat beraktivitas.
Dosis dan aturan pakai:
- Oleskan secukupnya pada area betis yang terasa nyeri atau tegang.
- Gosok secara perlahan hingga krim meresap ke dalam kulit.
- Gunakan 3 hingga 4 kali sehari sesuai kebutuhan.
Obat ini termasuk golongan obat bebas, sehingga sangat aman digunakan untuk swamedikasi. Hindari mengoleskan krim pada kulit yang luka atau iritasi.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Counterpain Cream 30 g di Toko Kesehatan Halodoc
2. Salonpas Gel 30 g
Jika kamu lebih menyukai tekstur gel yang cepat menyerap dan memberikan sensasi dingin yang menyegarkan, Salonpas Gel bisa menjadi pilihan yang tepat. Produk ini mengandung Methyl salicylate dan l-Menthol. Formula gelnya dirancang khusus untuk meresap dengan cepat menembus lapisan kulit dan langsung menargetkan jaringan otot yang tegang dan mengalami inflamasi ringan akibat kram mendadak.
Kandungan mentol di dalamnya memberikan efek analgesik (pereda nyeri) topikal yang bekerja cepat menenangkan saraf-saraf di sekitar otot betis yang tertarik. Sangat cocok digunakan segera setelah kamu melakukan peregangan untuk menghentikan serangan naik betis.
Dosis dan aturan pakai:
- Bersihkan dan keringkan area betis yang kram.
- Oleskan gel secukupnya pada area yang sakit.
- Gunakan tidak lebih dari 3-4 kali sehari.
Obat ini tergolong sebagai obat bebas. Peringatan: Hanya untuk pemakaian luar, jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hindari kontak dengan mata atau selaput lendir.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Salonpas Gel 30 g di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu Naik Betis yang Sering Disepelekan
- Dehidrasi: Kurangnya cairan tubuh menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, memicu saraf otot menjadi lebih sensitif.
- Alas Kaki Tidak Tepat: Menggunakan sepatu hak tinggi terlalu lama membuat otot betis terus berkontraksi sepanjang hari.
- Kurang Peregangan: Langsung berolahraga berat tanpa pemanasan dapat mengejutkan otot dan memicu spasme.
3. Neurobion Forte 10 Tablet
Sering kali, naik betis bukan sekadar masalah otot, melainkan ada keterlibatan saraf tepi (perifer) yang kelelahan atau kekurangan nutrisi. Neurobion Forte adalah vitamin neurotropik yang mengandung dosis tinggi Vitamin B Kompleks: Vitamin B1 (Thiamine disulfide) 100 mg, Vitamin B6 (Pyridoxine hydrochloride) 100 mg, dan Vitamin B12 (Cyanocobalamin) 5000 mcg.
Kombinasi vitamin B ini bekerja secara sinergis untuk memperbaiki dan memelihara sel-sel saraf. Vitamin B1 membantu metabolisme energi sel saraf, B6 membantu transmisi impuls saraf yang mengatur kontraksi otot, dan B12 berperan dalam regenerasi selubung mielin (pelindung saraf). Jika naik betis yang kamu alami sering disertai dengan rasa kesemutan atau kebas, produk ini sangat direkomendasikan.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 tablet per hari, atau sesuai dengan petunjuk dokter.
- Diminum sesudah makan untuk menghindari ketidaknyamanan pada lambung.
Produk ini termasuk dalam kategori obat bebas (vitamin). Konsumsi secara rutin dapat membantu mencegah frekuensi kram otot di malam hari.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Neurobion Forte 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
4. Blackmores Calcimag Multi 60 Tablet
Kekurangan mineral makro seperti Kalsium dan Magnesium adalah salah satu penyebab utama kram otot idiopatik (tanpa penyebab penyakit yang jelas). Blackmores Calcimag Multi diformulasikan khusus dengan kandungan Kalsium, Magnesium, dan Vitamin D3. Kalsium dibutuhkan oleh otot untuk melakukan kontraksi, sedangkan Magnesium adalah kunci utama untuk proses relaksasi otot.
Bila asupan Magnesium dalam tubuh rendah, kalsium di dalam sel otot akan sulit dilepaskan, menyebabkan otot tetap dalam keadaan tegang (kram). Suplemen ini sangat bermanfaat sebagai langkah pencegahan jangka panjang bagi mereka yang sering mengalami naik betis akibat ketidakseimbangan elektrolit, terutama bagi para lansia atau individu yang aktif berolahraga.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 tablet 1-2 kali sehari setelah makan, atau sesuai petunjuk dokter.
- Anak usia 9-12 tahun: 1 tablet sehari setelah makan.
Produk ini tergolong sebagai suplemen makanan dan aman dikonsumsi harian untuk menjaga kesehatan tulang dan fungsi saraf otot.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Blackmores Calcimag Multi 60 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
5. Voltaren Emulgel 1% 20 g
Terkadang, kram otot betis yang sangat hebat dapat meninggalkan rasa sakit yang mirip dengan cedera otot atau peradangan ringan. Untuk kondisi ini, Voltaren Emulgel sangat bisa diandalkan. Produk ini mengandung bahan aktif Diclofenac diethylamine 1%, yang merupakan golongan Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS) topikal.
Cara kerjanya adalah dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX), yang bertanggung jawab atas produksi prostaglandin—senyawa kimia penyebab rasa sakit dan peradangan di dalam tubuh. Dengan mengoleskan gel ini, peradangan pada serat otot betis paska kram dapat diredakan secara efektif dan terarah.
Dosis dan aturan pakai:
- Oleskan secara lembut pada area betis yang sakit 3-4 kali sehari.
- Jumlah gel yang dioleskan tergantung pada luas area yang sakit (biasanya sekitar ukuran buah ceri hingga kenari).
- Cuci tangan setelah mengoleskan gel.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Jangan gunakan pada kulit yang terbuka, luka, atau terinfeksi.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Voltaren Emulgel 1% 20 g di Toko Kesehatan Halodoc
Cara Alami Mengatasi Naik Betis di Rumah
1. Melakukan Peregangan Statis (Stretching)
Langkah pertama yang paling efektif saat naik betis terjadi adalah meluruskan kaki dan perlahan-lahan menarik ujung jari kaki ke arah tubuh (dorsofleksi). Tahan posisi peregangan ini selama 15-30 detik. Tindakan mekanis ini akan memaksa otot betis yang sedang mengunci untuk meregang secara paksa dan menghentikan spasme otot.
2. Kompres Hangat dan Pijatan Lembut
Setelah otot berhasil diregangkan dan kram berhenti, aplikasikan kompres hangat menggunakan bantal pemanas (heating pad) atau handuk hangat pada area betis. Suhu hangat akan melebarkan pembuluh darah, membawa lebih banyak oksigen ke otot yang lelah. Jangan lupa berikan pijatan lembut ke arah atas (menuju jantung) untuk merilekskan sisa ketegangan pada otot.
Studi Terkait Kram Otot
The Cochrane Database of Systematic Reviews menerbitkan studi di tahun 2020 yang meneliti efektivitas suplemen magnesium dalam menangani kram otot. Studi tersebut menjelaskan bahwa magnesium dapat memberikan perbaikan klinis pada wanita hamil yang sering mengalami kram kaki (naik betis).
Meskipun efektivitas suplementasi magnesium pada populasi lansia umum masih menunjukkan hasil yang bervariasi, memastikan kecukupan kadar magnesium terbukti esensial dalam menjaga fungsi eksitabilitas otot. Jika kram berhubungan dengan defisiensi nutrisi, suplementasi akan menunjukkan perbaikan gejala yang sangat signifikan.
Kram otot atau naik betis umumnya merupakan keluhan ringan yang dapat diatasi dengan perawatan mandiri. Namun, apabila gejala yang kamu alami tidak kunjung membaik, terjadi sangat sering hingga mengganggu aktivitas, atau disertai dengan pembengkakan dan kemerahan yang tidak wajar, jangan ragu untuk segera menghubungi tenaga medis profesional.
Kamu bisa mendapatkan berbagai macam obat-obatan pereda nyeri dan suplemen otot di atas dengan praktis, aman, dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.
Selain itu, untuk mendapatkan evaluasi medis menyeluruh, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc. Penanganan sedini mungkin akan menghindarkanmu dari risiko komplikasi otot dan saraf yang lebih serius.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Muscle Cramps.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Muscle cramp – Symptoms and causes.
NCBI – The Cochrane Database of Systematic Reviews. Diakses pada 2024. Magnesium for skeletal muscle cramps.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Kram Otot Kaki di Malam Hari.
FAQ
1. Apakah penyebab utama sering terjadinya naik betis di malam hari?
Penyebab utamanya sering kali merupakan kombinasi dari kelelahan otot setelah beraktivitas seharian, posisi tidur dengan telapak kaki tertekuk ke bawah (plantar fleksi) yang memendekkan otot betis, serta kurangnya cairan atau mineral seperti magnesium dan kalium di dalam tubuh.
2. Apakah naik betis bisa disembuhkan secara total?
Naik betis pada dasarnya adalah sebuah gejala, bukan penyakit. Kondisi ini bisa dicegah agar tidak terulang kembali dengan cara menjaga hidrasi, melakukan peregangan sebelum tidur, dan memastikan kebutuhan elektrolit harian tubuh terpenuhi dengan baik.
3. Kapan saya harus periksa ke dokter jika mengalami kram otot?
Kamu perlu memeriksakan diri ke dokter jika kram otot menyebabkan rasa sakit yang tidak tertahankan, pembengkakan, kemerahan, kelemahan pada otot yang kram, atau jika kram tidak kunjung hilang setelah dilakukan peregangan dan kompres.
4. Bolehkah kram betis dipijat dengan keras?
Sebaiknya hindari memijat otot yang sedang kram dengan tekanan yang terlalu keras, karena dapat memperparah kerusakan pada serat-serat otot mikro. Gunakan pijatan lembut dengan menggunakan krim atau gel pereda nyeri untuk membantu mengendurkan otot secara perlahan.



