Ad Placeholder Image

Nanah di Gigi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Ciri dan Solusi Nanah di Gigi Agar Cepat Sembuh

Nanah di Gigi: Gejala, Penyebab, dan Cara MengatasinyaNanah di Gigi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Nanah di Gigi: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya yang Perlu Diketahui

Nanah di gigi, atau dikenal sebagai abses gigi, merupakan kondisi medis serius yang ditandai dengan terbentuknya kantong nanah akibat infeksi bakteri. Infeksi ini bisa terjadi di sekitar akar gigi, di dalam gusi, atau bahkan di tulang penyangga gigi. Kondisi ini sering kali menimbulkan nyeri hebat dan memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Apa Itu Nanah di Gigi (Abses Gigi)?

Abses gigi adalah kantong nanah yang terbentuk di dalam jaringan mulut sebagai respons terhadap infeksi bakteri. Kantong nanah ini bisa berkembang di berbagai lokasi, yaitu di ujung akar gigi (periapikal), di gusi (gingiva), atau di antara gigi dan gusi pada kondisi gusi yang parah (periodontal). Infeksi bakteri biasanya masuk melalui lubang gigi yang dalam, retakan pada gigi, atau cedera yang merusak jaringan pelindung.

Gejala Nanah di Gigi yang Perlu Diwaspadai

Mengidentifikasi gejala nanah di gigi sejak dini sangat penting untuk mendapatkan penanganan tepat waktu. Gejala-gejala yang umum muncul antara lain:

  • Nyeri hebat dan berdenyut di area gigi atau gusi yang terinfeksi. Rasa sakit ini bisa menyebar ke telinga, rahang, atau leher.
  • Gusi bengkak, merah, dan terasa lunak saat disentuh. Terkadang, benjolan berisi nanah (mirip jerawat) bisa terlihat di gusi.
  • Sensitivitas tinggi terhadap makanan atau minuman panas dan dingin.
  • Nyeri saat mengunyah atau menggigit makanan.
  • Bau mulut tidak sedap dan rasa pahit di mulut karena nanah yang pecah dan keluar.
  • Pembengkakan pada wajah atau pipi di sisi gigi yang terinfeksi.
  • Demam, terutama jika infeksi sudah menyebar ke area yang lebih luas.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Penyebab Utama Nanah di Gigi

Nanah di gigi utamanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang merusak jaringan di sekitar gigi dan gusi. Beberapa faktor pemicu utama termasuk:

  • Infeksi Bakteri: Bakteri dapat masuk ke dalam gigi melalui lubang gigi (karies) yang tidak diobati, retakan pada gigi, atau cedera yang membuat lapisan email gigi terbuka. Setelah masuk, bakteri akan menyerang pulpa (bagian dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah) dan menyebar ke akar atau tulang penyangga.
  • Gingivitis (Radang Gusi): Penumpukan plak dan karang gigi yang tidak dibersihkan dapat mengiritasi gusi, menyebabkan peradangan yang disebut gingivitis. Jika gingivitis tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi gusi yang lebih parah yang merusak tulang dan jaringan penyangga gigi, membentuk kantong nanah.
  • Kebersihan Mulut Buruk: Jarang menyikat gigi atau tidak melakukan flossing secara teratur memungkinkan plak dan sisa makanan menumpuk. Penumpukan ini menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, yang pada akhirnya dapat menyebabkan karies gigi dan infeksi gusi yang berujung pada abses.
  • Cedera atau Trauma: Cedera pada gigi atau gusi dapat menciptakan jalan bagi bakteri untuk masuk dan menyebabkan infeksi.

Pengobatan Nanah di Gigi

Penanganan nanah di gigi memerlukan intervensi profesional dari dokter gigi. Meredakan nyeri sementara dengan kumur air garam hangat dapat membantu, namun infeksi tidak akan sembuh tanpa pengobatan yang tepat. Dokter gigi akan melakukan beberapa tindakan, seperti:

  • Drainase Abses: Dokter akan membuat sayatan kecil pada gusi untuk mengeluarkan nanah dan membersihkan area terinfeksi.
  • Perawatan Saluran Akar: Jika infeksi berasal dari gigi yang rusak, perawatan saluran akar (endodontik) mungkin diperlukan untuk membersihkan infeksi dari dalam gigi dan menyelamatkan gigi.
  • Pencabutan Gigi: Dalam kasus yang parah atau jika gigi tidak dapat diselamatkan, pencabutan gigi mungkin menjadi satu-satunya pilihan.
  • Pemberian Antibiotik: Antibiotik sering diresepkan untuk membantu memberantas infeksi bakteri dan mencegah penyebarannya.

Pencegahan Terbentuknya Nanah di Gigi

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Langkah-langkah pencegahan nanah di gigi meliputi:

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  • Menggunakan benang gigi (flossing) setidaknya sekali sehari untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Mengunjungi dokter gigi secara rutin untuk pemeriksaan dan pembersihan gigi profesional, setidaknya setiap enam bulan.
  • Membatasi konsumsi makanan dan minuman manis yang dapat memicu kerusakan gigi.
  • Mengganti sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan, atau lebih cepat jika bulu sikat sudah rusak.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Jika mengalami gejala nanah di gigi seperti nyeri hebat, bengkak, atau demam, segera kunjungi dokter gigi. Penundaan penanganan dapat menyebabkan infeksi menyebar ke area tubuh lain, seperti rahang, leher, atau bahkan otak, yang dapat mengancam jiwa. Dokter gigi dapat mendiagnosis penyebabnya secara akurat dan memberikan rencana perawatan yang sesuai untuk mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi.

Nanah di gigi adalah kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis segera. Menjaga kebersihan mulut yang baik dan rutin melakukan pemeriksaan gigi adalah kunci utama untuk mencegah kondisi ini. Apabila ada kekhawatiran mengenai kesehatan gigi dan mulut, atau membutuhkan konsultasi dengan dokter gigi, layanan kesehatan terpercaya seperti Halodoc dapat diakses untuk mendapatkan informasi dan rekomendasi penanganan yang tepat.