Ad Placeholder Image

Neer Test: Deteksi Jepitan Bahu Tanpa Ribet

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 April 2026

Neer Test: Mudah Pahami Cara Deteksi Jepitan Bahu

Neer Test: Deteksi Jepitan Bahu Tanpa RibetNeer Test: Deteksi Jepitan Bahu Tanpa Ribet

# Neer Test: Memahami Pemeriksaan untuk Jepitan Bahu

Tes Neer adalah salah satu pemeriksaan fisik penting yang digunakan oleh profesional kesehatan untuk mendiagnosis sindrom impaksi subakromial, yang sering dikenal sebagai “jepitan bahu”. Pemeriksaan ini dirancang untuk mengidentifikasi sumber nyeri pada bahu, terutama yang berkaitan dengan tendon manset rotator atau bursa yang terjepit. Memahami prosedur dan interpretasi tes ini dapat membantu individu memahami kondisi bahu mereka dan langkah penanganan selanjutnya.

Apa Itu Tes Neer?

Tes Neer adalah pemeriksaan fisik pasif yang dilakukan pada bahu untuk mengevaluasi kemungkinan adanya sindrom impaksi subakromial. Sindrom impaksi subakromial terjadi ketika tendon manset rotator dan/atau bursa (kantung berisi cairan pelumas) di bahu mengalami peradangan atau terjepit di bawah akromion. Akromion adalah tonjolan tulang dari tulang belikat (skapula) yang membentuk “atap” bahu.

Pemeriksaan ini dinamai sesuai penemunya, Charles S. Neer, dan menjadi alat diagnostik umum dalam ortopedi. Tujuannya adalah untuk mereplikasi posisi yang dapat menyebabkan jepitan pada struktur di bawah akromion. Dengan memfleksikan lengan pasien secara pasif ke atas, pemeriksa mencoba memprovokasi nyeri yang mengindikasikan adanya masalah.

Tujuan dan Pentingnya Tes Neer

Tujuan utama Tes Neer adalah untuk mengidentifikasi nyeri yang berasal dari impaksi atau peradangan pada tendon manset rotator dan bursa subakromial. Manset rotator adalah kelompok otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu, memberikan stabilitas dan memungkinkan berbagai gerakan lengan. Bursa adalah bantalan berisi cairan yang mengurangi gesekan antarstruktur.

Pentingnya tes ini terletak pada kemampuannya untuk memberikan indikasi awal adanya masalah jepitan bahu. Nyeri yang timbul selama tes dapat mengarahkan dokter pada diagnosis yang lebih spesifik. Ini membantu dalam menentukan rencana perawatan yang tepat, baik itu terapi fisik, injeksi, atau pertimbangan intervensi lainnya.

Cara Melakukan Tes Neer: Prosedur Lengkap

Tes Neer harus dilakukan oleh profesional kesehatan yang terlatih, seperti dokter atau fisioterapis. Prosedurnya relatif sederhana dan tidak memerlukan peralatan khusus.

Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaan Tes Neer:

  • **Posisi Pasien:** Pasien diminta untuk duduk atau berdiri tegak dalam posisi yang nyaman.
  • **Stabilisasi:** Pemeriksa berdiri di samping atau di belakang pasien. Satu tangan pemeriksa menstabilkan skapula (tulang belikat) pasien untuk mencegah rotasi atau gerakan yang tidak diinginkan.
  • **Manuver Lengan:** Tangan pemeriksa yang lain memegang lengan pasien. Lengan pasien kemudian diputar secara internal (ibu jari menghadap ke bawah). Posisi ini dirancang untuk membatasi ruang di bawah akromion.
  • **Fleksi Pasif:** Dengan lengan dalam posisi rotasi internal, pemeriksa secara pasif mengangkat (memfleksikan) lengan pasien ke depan hingga mencapai rentang gerak maksimal, yaitu di atas kepala. Gerakan ini memaksa tendon manset rotator dan bursa untuk “bergesekan” dengan akromion.

Sepanjang prosedur, pemeriksa akan memantau ekspresi pasien dan menanyakan apakah timbul rasa nyeri.

Interpretasi Hasil Tes Neer

Interpretasi hasil Tes Neer didasarkan pada respons nyeri pasien selama manuver fleksi pasif:

  • **Hasil Positif:** Timbul rasa nyeri di bagian atas atau depan bahu saat gerakan fleksi pasif mencapai maksimal. Nyeri ini merupakan indikasi adanya sindrom impaksi subakromial atau peradangan pada tendon manset rotator atau bursa.
  • **Hasil Negatif:** Tidak ada nyeri yang dirasakan oleh pasien selama seluruh rentang gerak fleksi pasif. Ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar tidak ada jepitan pada tendon atau bursa di bawah akromion.

Penting untuk diingat bahwa nyeri yang muncul juga dapat mengindikasikan masalah pada sendi akromioklavikular (AC). Oleh karena itu, Tes Neer seringkali menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan yang lebih komprehensif.

Kapan Tes Neer Diperlukan?

Tes Neer umumnya dilakukan ketika seorang individu mengeluh nyeri bahu, terutama nyeri yang memburuk saat mengangkat lengan atau melakukan aktivitas di atas kepala. Gejala yang dapat mengindikasikan perlunya Tes Neer meliputi:

  • Nyeri di bagian depan atau samping bahu.
  • Nyeri yang menjalar ke lengan.
  • Kelemahan pada bahu atau lengan.
  • Keterbatasan rentang gerak bahu.
  • Nyeri saat tidur pada sisi bahu yang sakit.

Jika individu mengalami gejala-gejala ini, konsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut sangat disarankan.

Akurasi dan Keterbatasan Tes Neer

Tes Neer memiliki sensitivitas yang cukup tinggi, sekitar 72%, yang berarti tes ini cukup baik dalam mengidentifikasi individu yang memang memiliki masalah jepitan bahu. Namun, spesifisitasnya moderat, yang berarti tes ini kadang-kadang bisa menunjukkan hasil positif pada individu yang sebenarnya tidak mengalami jepitan.

Karena keterbatasan ini, Tes Neer sering digunakan bersamaan dengan tes pemeriksaan fisik lainnya. Salah satu tes pelengkap yang umum adalah Tes Hawkins-Kennedy, yang juga menilai impaksi bahu. Kombinasi beberapa tes dapat memberikan gambaran diagnostik yang lebih akurat dan memperkuat temuan klinis. Tes ini aman dilakukan langsung di klinik tanpa peralatan khusus, menjadikannya alat diagnostik yang mudah diakses.

Pertanyaan Umum tentang Tes Neer

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum mengenai Tes Neer:

  • **Apakah Tes Neer itu menyakitkan?**
    Tes ini dirancang untuk memprovokasi nyeri jika ada kondisi jepitan. Jika tidak ada masalah, biasanya tidak akan terasa nyeri. Rasa nyeri yang timbul selama tes adalah indikasi positif dari kondisi yang sedang dievaluasi.
  • **Siapa yang dapat melakukan Tes Neer?**
    Tes Neer harus dilakukan oleh profesional kesehatan yang memiliki keahlian dalam pemeriksaan muskuloskeletal, seperti dokter umum, dokter ortopedi, atau fisioterapis.
  • **Apa yang harus saya lakukan jika hasil Tes Neer saya positif?**
    Jika Tes Neer menunjukkan hasil positif, artinya ada kemungkinan sindrom impaksi subakromial. Dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut, seperti pencitraan (USG atau MRI), dan merencanakan penanganan yang sesuai.

### Kesimpulan

Tes Neer adalah pemeriksaan fisik yang vital untuk mendeteksi sindrom impaksi subakromial atau jepitan bahu. Dengan memahami prosedur dan interpretasinya, individu dapat lebih proaktif dalam mengelola kesehatan bahu mereka. Jika mengalami nyeri bahu yang persisten atau mencurigai adanya jepitan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan profesional medis.

Untuk evaluasi lebih lanjut dan rencana penanganan yang tepat terkait nyeri bahu atau hasil Tes Neer, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter terpercaya. Kunjungi Halodoc untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi atau fisioterapis secara daring, mendapatkan diagnosis akurat, dan rekomendasi perawatan yang personal.