Ad Placeholder Image

Nefritis: Glomerulus Rusak Akibat Infeksi atau Autoimun

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Nefritis: Glomerulus Rusak Karena Infeksi atau Autoimun?

Nefritis: Glomerulus Rusak Akibat Infeksi atau AutoimunNefritis: Glomerulus Rusak Akibat Infeksi atau Autoimun

Nefritis adalah kondisi serius yang menggambarkan peradangan dan kerusakan pada bagian vital ginjal, yaitu glomerulus. Glomerulus berperan sebagai unit penyaring darah yang bertanggung jawab membuang limbah dan kelebihan cairan dari tubuh. Ketika glomerulus meradang dan rusak, kemampuannya untuk menyaring darah menjadi terganggu, mengakibatkan penumpukan zat sisa dalam tubuh dan kebocoran zat penting seperti protein ke dalam urin. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.

Apa Itu Nefritis: Kerusakan pada Glomerulus Akibat Peradangan?

Nefritis adalah istilah medis untuk peradangan ginjal, khususnya yang menyerang glomerulus. Glomerulus merupakan kumpulan pembuluh darah kecil (kapiler) yang terletak di dalam nefron, unit fungsional ginjal. Fungsi utama glomerulus adalah menyaring darah untuk memisahkan produk limbah, garam berlebih, dan air, kemudian mengembalikannya ke aliran darah atau mengeluarkannya sebagai urin. Ketika terjadi nefritis, peradangan merusak struktur halus glomerulus, menghambat proses penyaringan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius.

Penyebab Utama Nefritis: Kerusakan Glomerulus Akibat Berbagai Faktor

Kerusakan pada glomerulus yang menjadi akar nefritis dapat disebabkan oleh beberapa faktor pemicu yang melibatkan respons imun atau kerusakan langsung. Pemahaman tentang penyebab nefritis adalah kunci dalam menentukan penanganan yang tepat dan efektif.

  • Infeksi: Salah satu penyebab paling umum adalah infeksi bakteri, seperti yang sering terjadi setelah radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus. Respons kekebalan tubuh terhadap infeksi ini dapat secara keliru menyerang glomerulus, memicu peradangan yang dikenal sebagai glomerulonefritis pasca-infeksi.

  • Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh (Autoimun): Pada kondisi autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri, termasuk ginjal. Contoh paling dikenal adalah nefritis lupus, di mana lupus eritematosus sistemik menyebabkan peradangan pada glomerulus. IgA nephropathy juga merupakan kondisi autoimun di mana antibodi IgA menumpuk di glomerulus, menyebabkan peradangan.

  • Peradangan Pembuluh Darah (Vaskulitis): Vaskulitis adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada pembuluh darah. Ketika vaskulitis menyerang pembuluh darah kecil di ginjal, termasuk yang ada di dalam glomerulus, kerusakan dapat terjadi dan memicu nefritis.

  • Kondisi Genetik: Beberapa bentuk nefritis memiliki komponen genetik. Sindrom Alport, misalnya, adalah kelainan genetik yang mempengaruhi protein kolagen, yang merupakan komponen penting dari membran dasar glomerulus, menyebabkan kerusakan progresif.

Dampak dan Gejala Nefritis pada Fungsi Ginjal

Kerusakan pada glomerulus akibat nefritis mengganggu kemampuan ginjal untuk berfungsi secara efektif, yang pada gilirannya menyebabkan berbagai dampak pada tubuh. Gejala yang muncul bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab dasar nefritis.

  • Uremia: Kerusakan glomerulus mengurangi kemampuan ginjal menyaring limbah dari darah. Akibatnya, limbah seperti urea dan asam urat menumpuk dalam darah, menyebabkan kondisi yang disebut uremia. Gejala uremia meliputi mual, muntah, kelelahan ekstrem, dan nafsu makan menurun.

  • Proteinuria: Glomerulus yang rusak tidak dapat menahan protein dalam darah, menyebabkan protein bocor ke dalam urin. Proteinuria dapat membuat urin tampak berbusa.

  • Hematuria: Kerusakan pada glomerulus dapat menyebabkan sel darah merah bocor ke dalam urin. Hal ini membuat urin berwarna merah muda, kemerahan, atau seperti teh, menandakan adanya darah dalam urin.

  • Edema: Penumpukan cairan adalah gejala umum nefritis, yang disebabkan oleh ginjal tidak mampu mengeluarkan kelebihan cairan dan garam dari tubuh. Edema sering terlihat sebagai pembengkakan di area seperti kaki, pergelangan kaki, wajah, dan tangan.

  • Tekanan Darah Tinggi: Ginjal memainkan peran penting dalam mengatur tekanan darah. Kerusakan ginjal akibat nefritis dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Diagnosis dan Pengobatan Nefritis

Diagnosis nefritis biasanya melibatkan pemeriksaan fisik, tes urin untuk mendeteksi protein atau darah, tes darah untuk menilai fungsi ginjal dan mencari tanda-tanda peradangan, serta mungkin biopsi ginjal untuk mengidentifikasi penyebab pasti dan tingkat kerusakan. Pengobatan nefritis bertujuan untuk mengurangi peradangan, mengelola gejala, dan mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Ini mungkin melibatkan penggunaan obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan, mengontrol tekanan darah, atau mengelola retensi cairan.

Pencegahan Nefritis

Pencegahan nefritis sebagian besar berpusat pada pengelolaan kondisi yang mendasarinya. Mengobati infeksi bakteri secara tuntas, mengelola penyakit autoimun seperti lupus dengan baik, dan menjaga pola hidup sehat untuk mengendalikan tekanan darah serta gula darah adalah langkah-langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan glomerulus dan perkembangan nefritis.

Jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada nefritis seperti pembengkakan, urin berbusa, atau urin berwarna gelap, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius dan mempertahankan fungsi ginjal. Pengguna dapat dengan mudah menghubungi dokter ahli melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang akurat.