Ad Placeholder Image

Nefrotik vs Nefritik: Beda Gejala dan Cara Obati

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Nefrotik vs Nefritik: Pahami Beda Urin Berbusa dan Gelap

Nefrotik vs Nefritik: Beda Gejala dan Cara ObatiNefrotik vs Nefritik: Beda Gejala dan Cara Obati

Sindrom nefrotik dan nefritik adalah dua kondisi gangguan ginjal yang seringkali membingungkan. Meskipun keduanya memengaruhi fungsi ginjal, perbedaan mendasar terletak pada mekanisme kerusakan dan gejala yang ditimbulkan. Memahami perbedaan antara nefrotik (dengan ‘O’ menonjolkan kebocoran protein masif dan bengkak) dan nefritik (dengan ‘I’ ditandai peradangan, hematuria, dan hipertensi) sangat penting untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Apa itu Sindrom Nefrotik?

Sindrom nefrotik adalah kelainan ginjal yang ditandai oleh kerusakan pada filter ginjal (glomerulus). Kerusakan ini menyebabkan kebocoran protein masif dari darah ke dalam urine.

Kondisi ini mengakibatkan hilangnya protein penting, terutama albumin, dari tubuh. Akibatnya, terjadi penurunan kadar albumin dalam darah dan memicu berbagai gejala khas.

Gejala Utama Sindrom Nefrotik

Gejala sindrom nefrotik terutama muncul akibat kebocoran protein yang berlebihan.

  • Proteinuria Berat: Adanya protein dalam jumlah sangat tinggi di urine, menyebabkan urine berbusa parah.
  • Hipoalbuminemia: Kadar albumin yang rendah dalam darah.
  • Edema: Pembengkakan parah, terutama di sekitar mata, kaki, dan pergelangan kaki, seringkali menyebar ke seluruh tubuh.
  • Peningkatan Berat Badan: Akibat retensi cairan yang berlebihan di dalam tubuh.
  • Kolesterol Tinggi: Tubuh mencoba mengompensasi hilangnya protein dengan memproduksi lebih banyak kolesterol dan trigliserida.

Apa itu Sindrom Nefritik?

Sindrom nefritik adalah kondisi peradangan pada glomerulus, struktur penyaring kecil di ginjal. Peradangan ini menyebabkan kerusakan pada kapiler ginjal.

Kerusakan tersebut mengganggu kemampuan ginjal untuk menyaring darah secara efektif. Akibatnya, sel darah merah dan sejumlah kecil protein dapat bocor ke dalam urine.

Gejala Utama Sindrom Nefritik

Gejala sindrom nefritik berpusat pada peradangan dan kerusakan kapiler ginjal.

  • Hematuria: Adanya darah dalam urine, menyebabkan urine berwarna gelap, merah, atau kecoklatan seperti teh.
  • Hipertensi: Peningkatan tekanan darah akibat gangguan fungsi ginjal dan retensi cairan.
  • Edema: Pembengkakan, namun biasanya tidak separah sindrom nefrotik dan lebih sering terjadi di wajah dan pergelangan kaki.
  • Proteinuria Ringan hingga Sedang: Protein dalam urine, namun tidak sebanyak pada sindrom nefrotik.
  • Oliguria: Penurunan volume urine yang diproduksi.

Perbedaan Utama Sindrom Nefrotik vs. Nefritik

Meskipun keduanya adalah gangguan ginjal, sindrom nefrotik dan nefritik memiliki karakteristik yang sangat berbeda.

Karakteristik Sindrom Nefrotik

  • Penyebab Utama: Kebocoran protein masif akibat kerusakan membran filter ginjal.
  • Gejala Khas: Edema berat di seluruh tubuh, urine berbusa (proteinuria berat), kadar albumin darah rendah (hipoalbuminemia).
  • Dampak pada Tekanan Darah: Umumnya normal, kadang sedikit meningkat.
  • Dampak pada Darah Urine: Tidak ada atau sangat minim.

Karakteristik Sindrom Nefritik

  • Penyebab Utama: Peradangan glomerulus yang menyebabkan kerusakan kapiler ginjal.
  • Gejala Khas: Hematuria (urine berwarna gelap/merah), hipertensi (tekanan darah tinggi), edema ringan.
  • Dampak pada Tekanan Darah: Seringkali tinggi.
  • Dampak pada Darah Urine: Darah jelas terlihat (hematuria).

Penyebab Sindrom Nefrotik dan Nefritik

Baik sindrom nefrotik maupun nefritik dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.

Penyebab sindrom nefrotik meliputi nefropati membranosa, penyakit perubahan minimal, glomerulosklerosis fokal segmental, atau kondisi sistemik seperti diabetes dan lupus.

Sementara itu, sindrom nefritik sering dikaitkan dengan glomerulonefritis pasca-streptokokus, lupus nefritis, vaskulitis, atau sindrom Goodpasture.

Pengobatan dan Penanganan

Pendekatan pengobatan untuk kedua sindrom ini sangat bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasari.

Pengobatan sindrom nefrotik biasanya berfokus pada pengurangan proteinuria dan edema. Ini dapat melibatkan penggunaan diuretik untuk mengurangi pembengkakan, obat penurun tekanan darah seperti ACE inhibitor atau ARB untuk mengurangi kebocoran protein, serta kortikosteroid atau imunosupresan jika ada penyakit autoimun.

Untuk sindrom nefritik, tujuan utama pengobatan adalah mengendalikan peradangan dan tekanan darah. Kortikosteroid dan obat imunosupresan sering digunakan untuk menekan respons imun yang menyebabkan peradangan. Pengelolaan tekanan darah tinggi sangat krusial untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Seseorang yang mengalami gejala seperti pembengkakan parah, urine berbusa atau berwarna gelap, peningkatan tekanan darah, atau penurunan volume urine harus segera mencari pertolongan medis.

Deteksi dini dan penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan mempertahankan fungsi ginjal. Konsultasi dengan dokter atau ahli nefrologi akan membantu menegakkan diagnosis yang akurat dan menentukan rencana perawatan yang sesuai.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai gejala, diagnosis, dan penanganan sindrom nefrotik atau nefritik, dapatkan saran medis tepercaya dari profesional kesehatan di Halodoc.