Ad Placeholder Image

Nephrotic Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 Februari 2026

Nephrotic Syndrome: Gejala, Penyebab, & Pengobatan

Nephrotic Syndrome: Gejala, Penyebab, dan PengobatanNephrotic Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Apa itu Sindrom Nefrotik?

Sindrom nefrotik adalah gangguan ginjal yang terjadi akibat kerusakan pada glomerulus. Glomerulus adalah bagian ginjal yang berfungsi sebagai penyaring darah. Kerusakan ini menyebabkan protein keluar dari darah dan masuk ke urine dalam jumlah yang berlebihan (proteinuria masif). Akibatnya, kadar protein dalam darah menurun drastis (hipoalbuminemia), terjadi pembengkakan (edema), urine berbusa, dan peningkatan kadar kolesterol.

Gejala Sindrom Nefrotik

Gejala sindrom nefrotik dapat bervariasi pada setiap orang. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Bengkak (edema), terutama di wajah (sekitar mata), kaki, dan pergelangan kaki. Pembengkakan juga dapat terjadi di perut (ascites).
  • Urine berbusa akibat tingginya kadar protein.
  • Berat badan naik karena penumpukan cairan.
  • Kelelahan dan lemas.
  • Nafsu makan berkurang.

Pada anak-anak, gejala awal seringkali berupa bengkak di sekitar mata pada pagi hari.

Penyebab Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus. Beberapa penyebab umum kerusakan glomerulus meliputi:

  • Penyakit Ginjal Primer: Glomerulonefritis adalah peradangan pada glomerulus yang dapat menyebabkan sindrom nefrotik. Beberapa jenis glomerulonefritis termasuk penyakit perubahan minimal, glomerulosklerosis fokal segmental (FSGS), dan glomerulonefritis membranosa.
  • Penyakit Sistemik: Beberapa penyakit sistemik, seperti diabetes, lupus eritematosus sistemik (SLE), dan amiloidosis, dapat merusak glomerulus dan menyebabkan sindrom nefrotik.
  • Infeksi: Infeksi tertentu, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV, dapat memicu sindrom nefrotik.
  • Obat-obatan: Beberapa jenis obat-obatan, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan beberapa antibiotik, dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan sindrom nefrotik.
  • Kanker: Beberapa jenis kanker, seperti multiple myeloma dan limfoma, dapat meningkatkan risiko sindrom nefrotik.

Diagnosis Sindrom Nefrotik

Diagnosis sindrom nefrotik melibatkan beberapa pemeriksaan, termasuk:

  • Pemeriksaan Urine: Untuk mengukur kadar protein dalam urine.
  • Pemeriksaan Darah: Untuk mengukur kadar albumin (protein) dalam darah, kadar kolesterol, dan fungsi ginjal.
  • Biopsi Ginjal: Pengambilan sampel kecil jaringan ginjal untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi ginjal membantu menentukan penyebab kerusakan glomerulus.

Pengobatan Sindrom Nefrotik

Tujuan pengobatan sindrom nefrotik adalah untuk mengurangi gejala, mencegah komplikasi, dan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Obat-obatan:
    • Kortikosteroid: Untuk mengurangi peradangan pada glomerulus.
    • Diuretik: Untuk mengurangi penumpukan cairan dan pembengkakan.
    • Obat Penurun Kolesterol: Untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.
    • Obat Antihipertensi: Untuk mengontrol tekanan darah tinggi.
    • Imunosupresan: Untuk menekan sistem kekebalan tubuh pada kasus tertentu.
  • Diet Rendah Garam: Membantu mengurangi penumpukan cairan.
  • Diet Rendah Protein: Dapat membantu mengurangi proteinuria (kehilangan protein dalam urine). Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan jumlah protein yang tepat.
  • Pengobatan Penyebab Dasar: Jika sindrom nefrotik disebabkan oleh penyakit lain, seperti diabetes atau lupus, pengobatan penyakit tersebut sangat penting.

Komplikasi Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik dapat menyebabkan beberapa komplikasi, termasuk:

  • Infeksi
  • Trombosis (pembekuan darah)
  • Gagal ginjal akut
  • Penyakit jantung
  • Malnutrisi

Pencegahan Sindrom Nefrotik

Tidak semua penyebab sindrom nefrotik dapat dicegah. Namun, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko, seperti:

  • Mengontrol penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi.
  • Menghindari penggunaan obat-obatan yang dapat merusak ginjal.
  • Mendapatkan vaksinasi untuk mencegah infeksi tertentu, seperti hepatitis B.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala sindrom nefrotik, seperti bengkak, urine berbusa, atau kelelahan yang tidak biasa. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah komplikasi.

Rekomendasi Halodoc

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang sindrom nefrotik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat memberikan informasi yang akurat dan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan.