Ad Placeholder Image

Ngeden Normal atau Bahaya? Kenali dan Cara Atasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 Februari 2026

Ngeden saat BAB? Ini Cara Aman agar Tidak Wasir

Ngeden Normal atau Bahaya? Kenali dan Cara AtasinyaNgeden Normal atau Bahaya? Kenali dan Cara Atasinya

Memahami Ngeden (Mengejan): Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasinya

Mengejan, atau dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan “ngeden”, adalah tindakan menahan napas dan mengerahkan tenaga untuk mendorong sesuatu keluar dari tubuh. Ini merupakan respons alami tubuh yang sering terjadi saat buang air besar (BAB), buang air kecil (BAK), atau dalam proses melahirkan. Meskipun sering terjadi, mengejan terlalu kuat atau berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, seperti wasir atau masalah lainnya. Pada bayi, mengejan juga bisa menjadi tanda awal konstipasi jika disertai gejala lain.

Apa Itu Ngeden (Mengejan)?

Ngeden adalah sebuah aktivitas fisiologis di mana seseorang secara sadar atau tidak sadar mengerahkan otot perut dan dasar panggul untuk meningkatkan tekanan intra-abdomen. Peningkatan tekanan ini bertujuan untuk membantu mengeluarkan isi dari organ tubuh tertentu. Proses ini melibatkan penutupan glotis (bagian dari laring yang menutupi trakea) dan kontraksi diafragma serta otot-otot perut.

Penyebab Umum Seseorang Ngeden

Mengejan dapat dipicu oleh berbagai kondisi. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam penanganan yang tepat dan pencegahan komplikasi.

  • Kesulitan Buang Air Besar (BAB): Ini adalah penyebab paling umum. Feses yang keras atau tidak lancar akibat konstipasi memaksa seseorang untuk mengejan lebih keras agar dapat dikeluarkan.
  • Bayi Belajar BAB: Pada bayi, mengejan sering terjadi karena mereka belum mengerti cara yang benar untuk mengoordinasikan otot-otot saat buang air besar. Hal ini seringkali bukan indikasi konstipasi kecuali disertai gejala lain.
  • Proses Melahirkan: Mengejan adalah dorongan alami dan krusial dalam persalinan normal untuk mendorong bayi keluar dari jalan lahir.
  • Masalah Saluran Kemih: Pada orang dewasa, kondisi seperti pembesaran prostat atau adanya batu kandung kemih dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil, sehingga memicu keinginan untuk mengejan saat BAK.

Bahaya Ngeden Terlalu Kuat atau Berlebihan

Meskipun dalam beberapa kondisi mengejan adalah hal yang wajar, mengejan terlalu kuat atau berlebihan secara terus-menerus dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan.

  • Wasir (Ambeien): Peningkatan tekanan pada anus akibat mengejan dapat menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau rektum, yang dikenal sebagai wasir.
  • Nyeri atau Sakit: Mengejan berlebihan dapat menyebabkan rasa perih atau sakit, terutama saat buang air besar atau buang air kecil.
  • Tekanan Organ dan Kebocoran Urine: Peningkatan tekanan di rongga perut dapat menekan organ-organ di sekitarnya. Pada beberapa kasus, hal ini bisa menyebabkan urin ikut keluar tanpa disadari, terutama pada kondisi dasar panggul yang lemah.

Cara Mengatasi Ngeden yang Tepat

Penanganan ngeden harus disesuaikan dengan penyebab dan usia seseorang.

Mengatasi Ngeden pada Bayi

Jika bayi sering mengejan, beberapa langkah dapat membantu meredakannya:

  • Pastikan Asupan ASI Cukup: Bagi bayi yang mengonsumsi ASI, pastikan ibu memiliki produksi ASI yang cukup dan bayi disendawakan secara teratur setelah menyusu.
  • Gerakan dan Pijatan Lembut: Pijat perut bayi secara perlahan searah jarum jam. Gerakan kaki bayi menyerupai mengayuh sepeda juga dapat membantu melancarkan pencernaan.
  • Mandi Air Hangat: Mandi air hangat dapat membantu melemaskan otot perut bayi yang tegang.
  • Pakaian Longgar: Hindari memakaikan pakaian yang terlalu ketat pada bayi untuk kenyamanan.
  • Hal yang Dihindari: Jangan memberikan makanan atau minuman tambahan sebelum usia 6 bulan tanpa rekomendasi dokter. Hindari kepanikan dan jangan memberikan obat sembarangan.

Mengatasi Ngeden pada Orang Dewasa

Untuk orang dewasa yang sering mengejan, terutama saat BAB, modifikasi gaya hidup sangat penting:

  • Perbanyak Asupan Serat: Konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh untuk melunakkan feses.
  • Cukupi Cairan: Minum air putih yang cukup sepanjang hari untuk membantu feses lebih lunak dan mudah dikeluarkan.
  • Olahraga Teratur: Aktivitas fisik dapat merangsang pergerakan usus.
  • Jangan Menunda BAB: Segera buang air besar saat ada dorongan untuk mencegah feses mengeras.
  • Hindari Duduk Terlalu Lama di Toilet: Duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan tekanan pada area anus.
  • Kelola Berat Badan: Menjaga berat badan ideal dapat mengurangi risiko masalah pencernaan dan wasir.

Kapan Harus Segera Berkonsultasi dengan Dokter?

Penting untuk mengenali tanda-tanda yang mengharuskan konsultasi medis.

  • Pada Bayi: Jika bayi mengalami kesulitan BAB lebih dari 2 minggu, penurunan berat badan, demam, tinja berdarah, atau perut yang teraba keras, segera periksakan ke dokter anak.
  • Pada Dewasa: Jika mengejan disertai nyeri hebat, perdarahan saat BAB atau BAK, nyeri perut kronis, perubahan pola BAB yang signifikan, atau jika langkah-langkah di atas tidak memberikan perbaikan, segera konsultasikan dengan dokter.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Mengejan adalah bagian alami dari beberapa fungsi tubuh, tetapi mengejan berlebihan dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang mendasari dan berpotensi menyebabkan komplikasi. Memahami penyebab dan cara penanganan yang tepat, baik pada bayi maupun dewasa, sangat krusial untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan urogenital. Apabila mengalami gejala ngeden yang persisten, disertai nyeri, perdarahan, atau kekhawatiran lainnya, disarankan untuk segera mencari bantuan medis profesional. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.