Ad Placeholder Image

Ngevape Berbahaya? Ini Risiko dan Efek Sampingnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Apakah Ngevape Berbahaya? Jangan Remehkan Efeknya!

Ngevape Berbahaya? Ini Risiko dan Efek SampingnyaNgevape Berbahaya? Ini Risiko dan Efek Sampingnya

DAFTAR ISI


Beberapa tahun terakhir, tren penggunaan rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan sebutan “nge vape” meningkat pesat di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Banyak yang menganggap bahwa beralih dari rokok konvensional ke vape adalah pilihan yang lebih sehat atau cara yang efektif untuk berhenti merokok. Namun, secara medis, anggapan bahwa vape sepenuhnya aman adalah sebuah kekeliruan. Meskipun tidak melibatkan pembakaran tembakau, cairan vape mengandung berbagai bahan kimia yang dapat memicu masalah kesehatan serius pada sistem pernapasan dan organ lainnya.

Konteks kesehatan terkait ngevape sangat penting untuk dipahami karena paparan zat kimia dalam aerosol vape, seperti nikotin, propilen glikol, dan perasa tambahan, dapat menyebabkan peradangan pada saluran napas. Pengguna vape sering kali mengeluhkan gejala ringan seperti tenggorokan kering, batuk menetap, hingga sariawan. Jika gejala-gejala ini diabaikan dan kebiasaan ngevape terus berlanjut, risiko kerusakan paru-paru permanen seperti EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury) bisa saja mengancam jiwa.

Jika kamu saat ini merasakan ketidaknyamanan pada area mulut atau tenggorokan akibat ngevape, sangat penting untuk segera melakukan langkah penanganan dini dan mengevaluasi kembali gaya hidup tersebut. Penggunaan produk kesehatan yang tepat dapat membantu meredakan gejala iritasi ringan yang muncul. Namun, ingatlah bahwa produk tersebut hanyalah solusi sementara, sementara langkah terbaik adalah menghentikan paparan zat berbahaya dari vape sepenuhnya.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan untuk membantu meredakan keluhan ringan akibat paparan asap atau aerosol? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk Kesehatan yang Ampuh

Keluhan seperti tenggorokan gatal, kering, atau batuk ringan akibat iritasi asap dan aerosol memerlukan penanganan yang cepat agar tidak berkembang menjadi infeksi sekunder. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu gunakan secara mandiri di rumah.

1. Degirol 0.25 mg 10 Tablet Hisap

Degirol merupakan tablet hisap yang mengandung Dequalinium Chloride. Zat aktif ini bekerja sebagai antiseptik lokal yang sangat efektif dalam membunuh bakteri dan jamur penyebab infeksi di rongga mulut dan tenggorokan. Bagi pengguna vape yang sering mengalami tenggorokan kering atau radang ringan, Degirol dapat membantu memberikan sensasi lega sekaligus menekan pertumbuhan mikroorganisme merugikan.

Manfaat spesifiknya meliputi meredakan sakit tenggorokan, peradangan pada rongga mulut dan tenggorokan, serta sariawan yang mungkin dipicu oleh iritasi bahan kimia vape.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet hisap, dapat diulang setiap 3-4 jam. Maksimal 8 tablet sehari.
  • Anak-anak: Penggunaan pada anak harus di bawah pengawasan orang dewasa.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hindari penggunaan jangka panjang tanpa saran medis.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Degirol 0.25 mg 10 Tablet Hisap di Toko Kesehatan Halodoc

2. Konidin 4 Tablet

Konidin adalah obat batuk yang memiliki kombinasi zat aktif Guaifenesin, Dextromethorphan HBr, dan Chlorpheniramine Maleate. Kombinasi ini bekerja sinergis untuk mengencerkan dahak (ekspektoran), menekan rangsang batuk di pusat saraf (antitusif), dan meredakan gejala alergi pada saluran napas.

Bagi kamu yang mengalami “vaper’s cough” atau batuk akibat iritasi aerosol, Konidin dapat membantu meredakan frekuensi batuk sehingga kualitas istirahat meningkat.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 tablet, diminum 3 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1/2 – 1 tablet, diminum 3 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Dapat menyebabkan kantuk, hindari mengemudi setelah konsumsi.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Konidin 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Zat Berbahaya dalam Cairan Vape
  1. Nikotin: Zat adiktif yang dapat mengganggu perkembangan otak dan meningkatkan tekanan darah.
  2. Logam Berat: Aerosol vape seringkali mengandung nikel, timbal, dan kromium yang berasal dari koil pemanas.
  3. Akrolein: Bahan kimia yang digunakan sebagai herbisida, dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen.

3. Enervon-C 30 Tablet

Paparan radikal bebas dari asap atau aerosol vape dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Enervon-C hadir sebagai suplemen multivitamin yang mengandung Vitamin C 500 mg, Vitamin B1, B2, B6, B12, Niasinamida, dan Kalsium Pantotenat.

Kandungan Vitamin C yang tinggi berperan sebagai antioksidan untuk membantu menetralisir radikal bebas dan memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit akibat iritasi saluran napas.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet per hari, sebaiknya diminum sesudah makan untuk menjaga kenyamanan lambung.

Produk ini merupakan suplemen makanan dan vitamin yang aman dikonsumsi harian sesuai dosis anjuran.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Enervon-C 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Adem Sari 5 Sachet

Tenggorokan kering dan panas dalam adalah keluhan klasik yang sering dialami pengguna vape karena sifat propilen glikol yang menyerap kelembapan (higroskopis). Adem Sari mengandung ekstrak Citrus Aurantifolia, ekstrak Alyxia stellata, dan Vitamin C.

Produk ini bekerja dengan cara memberikan efek sejuk pada tenggorokan, membantu meredakan gejala panas dalam, serta melembapkan mukosa mulut yang kering.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 sachet, dilarutkan dalam 200 ml air, diminum 2-3 kali sehari.
  • Anak-anak: 1/2 sachet, diminum 2-3 kali sehari.

Pastikan serbuk larut sepenuhnya sebelum diminum. Tidak direkomendasikan bagi penderita fenilketonuria karena mengandung pemanis buatan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Adem Sari 5 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Risiko dan Dampak Negatif Ngevape

Meskipun produk kesehatan di atas dapat membantu meredakan gejala, kamu harus memahami bahwa risiko jangka panjang dari ngevape tetaplah nyata. Berikut adalah beberapa kondisi medis yang perlu diwaspadai:

1. EVALI (Kerusakan Paru-Paru Akut)

EVALI adalah kondisi peradangan paru-paru yang parah yang secara spesifik dikaitkan dengan penggunaan vape. Gejalanya meliputi sesak napas, nyeri dada, hingga gagal napas yang memerlukan ventilator.

2. Popcorn Lung (Bronkiolitis Obliterans)

Disebabkan oleh zat kimia bernama diasetil yang sering ditemukan dalam perasa vape (seperti rasa mentega atau karamel). Zat ini menyebabkan jaringan parut pada saluran udara terkecil di paru-paru, mengakibatkan batuk kronis dan napas pendek.

3. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah

Nikotin dalam vape menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan denyut jantung. Hal ini dalam jangka panjang meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung koroner.

Studi Mengenai Risiko Vape

The New England Journal of Medicine menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa penggunaan rokok elektrik berkaitan erat dengan wabah penyakit paru berat (EVALI) di Amerika Serikat. Studi ini menemukan adanya Vitamin E asetat dalam cairan vape sebagai salah satu pemicu utama kerusakan jaringan paru.

Selain itu, penelitian dari Universitas Johns Hopkins menemukan ribuan zat kimia dalam aerosol vape yang belum teridentifikasi sepenuhnya, termasuk pestisida dan bahan industri yang dapat memicu stres oksidatif pada sel-sel tubuh manusia.

Jika kamu mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, sesak napas, atau nyeri dada yang semakin parah, jangan menunda untuk konsultasi ke dokter Halodoc agar mendapatkan diagnosa yang tepat.

Kamu juga bisa mendapatkan obat-obatan, vitamin, dan suplemen yang disebutkan di atas dengan praktis melalui layanan beli obat online di Halodoc. Produk akan diantar langsung ke rumahmu dengan aman.

Sering Batuk dan Tenggorokan Kering Akibat Vape? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan akibat kebiasaan ngevape, tapi bingung mulai dari mana untuk menanganinya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Outbreak of Lung Injury Associated with the Use of E-cigarette, or Vaping, Products.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Is vaping better than smoking?.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2026. 5 Vaping Facts You Need to Know.
American Lung Association. Diakses pada 2026. Popcorn Lung: A Dangerous Risk of Vaping.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Tobacco: E-cigarettes.

FAQ

1. Apakah ngevape lebih aman dari rokok biasa?

Meskipun sering dianggap lebih aman karena tidak mengandung tar, vape tetap berbahaya. Vape mengandung nikotin adiktif, logam berat, dan zat kimia karsinogenik yang dapat merusak paru-paru dan jantung.

2. Apa itu penyakit EVALI?

EVALI adalah kerusakan paru-paru serius yang disebabkan oleh bahan kimia dalam vape. Gejalanya mirip pneumonia, seperti sesak napas, batuk, demam, dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani dokter.

3. Bagaimana cara meredakan tenggorokan kering akibat vape?

Kamu bisa mengonsumsi tablet hisap antiseptik seperti Degirol, memperbanyak minum air putih, dan mengonsumsi larutan penyegar untuk menjaga kelembapan mukosa mulut dan tenggorokan.

4. Bisakah vape menyebabkan kecanduan?

Ya, sangat bisa. Sebagian besar cairan vape mengandung nikotin, yang merupakan zat sangat adiktif. Kecanduan nikotin dapat mempengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan kesehatan sistem saraf jangka panjang.