Njarem: Arti, Penyebab, Cara Mengatasi & Lagu Hits

Pernahkah merasakan otot terasa kaku dan nyeri setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik berat? Istilah “njarem” mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang, terutama di Jawa. Namun, apa sebenarnya arti njarem dan bagaimana cara mengatasinya? Artikel ini akan membahas njarem dari sudut pandang medis, termasuk penyebab, gejala, hingga cara penanganannya.
Apa Itu Njarem?
Njarem adalah istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada nyeri otot yang tertunda atau kaku otot setelah melakukan aktivitas fisik yang berat atau tidak biasa. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS).
DOMS biasanya muncul 24 hingga 72 jam setelah olahraga atau aktivitas berat. Nyeri ini disebabkan oleh kerusakan mikro pada serat-serat otot akibat tekanan yang berlebihan.
Gejala Njarem
Gejala utama njarem adalah rasa nyeri dan kaku pada otot yang terasa beberapa waktu setelah beraktivitas. Gejala lain yang mungkin menyertai meliputi:
- Otot terasa sakit saat disentuh
- Keterbatasan rentang gerak
- Otot terasa lemah
- Pembengkakan ringan pada area yang nyeri
Tingkat keparahan gejala njarem bervariasi, tergantung pada intensitas dan durasi aktivitas fisik yang dilakukan.
Penyebab Njarem (DOMS)
Penyebab utama njarem adalah kerusakan mikro pada serat otot akibat aktivitas fisik yang intens, terutama:
- Latihan eksentrik (memanjangkan otot saat berkontraksi), seperti berlari menuruni bukit atau menurunkan beban saat angkat beban
- Aktivitas fisik baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya
- Peningkatan intensitas atau durasi latihan secara tiba-tiba
Kerusakan otot ini memicu respons peradangan dalam tubuh, yang kemudian menyebabkan nyeri dan kaku otot.
Cara Mengatasi Njarem
Njarem umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan:
- Istirahat: Berikan waktu bagi otot untuk pulih. Hindari aktivitas berat yang membebani otot yang nyeri.
- Kompres hangat atau dingin: Kompres hangat dapat membantu melancarkan peredaran darah dan merelaksasi otot. Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri.
- Pijatan ringan: Pijatan lembut pada otot yang nyeri dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan aliran darah.
- Obat pereda nyeri: Jika nyeri terasa mengganggu, dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol (Panadol, dll), ibuprofen (Sumagesic, Proris, dll), atau diclofenac (Voltaren, Cataflam, Ponstan, dll) sesuai dosis yang dianjurkan.
Penting untuk diingat, konsultasikan dengan dokter jika nyeri tidak membaik setelah beberapa hari atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Mencegah Njarem
Njarem memang tidak dapat sepenuhnya dihindari, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya:
- Pemanasan yang cukup: Lakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga untuk mempersiapkan otot.
- Peningkatan intensitas latihan bertahap: Tingkatkan intensitas dan durasi latihan secara bertahap untuk memberi waktu bagi otot untuk beradaptasi.
- Pendinginan setelah latihan: Lakukan pendinginan setelah berolahraga untuk membantu otot pulih.
- Hidrasi yang cukup: Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
Njarem: Lebih dari Sekadar Nyeri Otot
Selain merujuk pada nyeri otot, “Njarem” juga dikenal sebagai judul lagu populer karya Royhan Ni’amillah. Lagu ini mengisahkan tentang sakit hati dan perjuangan dalam cinta. Popularitas lagu “Njarem” semakin meningkat setelah dinyanyikan oleh berbagai artis, seperti Pusma Shakira ft Dini Kurnia, Yeni Inka, dan Gilga Sahid.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun njarem umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, ada beberapa kondisi yang mengharuskan untuk berkonsultasi dengan dokter:
- Nyeri yang sangat parah dan tidak membaik setelah beberapa hari.
- Pembengkakan yang signifikan.
- Kesulitan bergerak atau menggunakan otot yang terkena.
- Adanya tanda-tanda infeksi, seperti demam, kemerahan, atau nanah.
Njarem adalah kondisi umum yang dapat dialami oleh siapa saja setelah melakukan aktivitas fisik yang berat. Dengan memahami penyebab dan cara penanganannya, dapat meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan. Jika nyeri tidak membaik atau disertai gejala lain, segera konsultasikan dengan dokter. Konsultasi dengan dokter lebih mudah melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.



