Ad Placeholder Image

Normal Kok! Bentuk Pusar Bayi Setelah Puput

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Bentuk Pusar Bayi Setelah Puput: Cekung atau Bodong?

Normal Kok! Bentuk Pusar Bayi Setelah PuputNormal Kok! Bentuk Pusar Bayi Setelah Puput

Bentuk Pusar Bayi Setelah Puput: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Setelah tali pusar bayi puput atau lepas, orang tua seringkali mengamati dan bertanya-tanya mengenai bentuk pusar si kecil. Perubahan ini adalah bagian alami dari perkembangan pasca kelahiran. Bentuk pusar bayi yang normal setelah puput umumnya dapat bervariasi, yaitu cekung atau sedikit menonjol (disebut juga pusar bodong).

Pembentukan pusar terjadi karena proses jaringan parut saat sisa tali pusar mengering dan lepas. Sebagian besar bentuk pusar yang menonjol akan sembuh dan kembali normal seiring waktu tanpa memerlukan pengobatan khusus. Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan dan kekeringan area pusar untuk mencegah infeksi.

Memahami Proses Puput Tali Pusar

Tali pusar adalah penghubung vital antara ibu dan bayi selama masa kehamilan. Setelah bayi lahir, tali pusar akan dipotong. Sisa tali pusar yang menempel pada perut bayi akan mengering secara bertahap, mengerut, dan akhirnya puput atau lepas dengan sendirinya.

Proses ini umumnya terjadi dalam waktu 5 hingga 15 hari setelah kelahiran. Setelah tali pusar puput, area bekasnya akan membentuk pusar yang menjadi ciri khas pada setiap individu. Proses penyembuhan ini merupakan pembentukan jaringan parut.

Bentuk Pusar Bayi Normal Setelah Puput

Ada dua bentuk pusar yang umum ditemui setelah tali pusar bayi puput, keduanya dianggap normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

  • Pusar Cekung (Innie)

  • Ini adalah bentuk pusar yang paling umum. Pusar terlihat masuk ke dalam atau ‘tenggelam’ setelah sisa tali pusar lepas. Bentuk cekung terjadi ketika jaringan parut yang terbentuk menarik kulit ke dalam.

    Tidak ada faktor spesifik yang dapat memprediksi apakah bayi akan memiliki pusar cekung. Bentuk ini murni hasil dari bagaimana jaringan parut terbentuk secara alami setelah tali pusar terlepas.

  • Pusar Menonjol (Bodong) atau Hernia Umbilikalis

  • Pusar menonjol, atau sering disebut pusar bodong, adalah kondisi di mana pusar terlihat keluar atau menonjol dari permukaan perut. Kondisi ini terjadi karena adanya tonjolan kecil di pusar akibat jaringan atau lemak yang mendorong keluar melalui otot perut yang belum sepenuhnya kuat.

    Pada bayi, otot perut di area pusar masih belum berkembang sempurna. Hal ini menyebabkan adanya celah kecil yang memungkinkan sebagian usus atau jaringan lemak menonjol keluar saat bayi batuk, menangis, atau mengejan. Kondisi ini dikenal sebagai hernia umbilikalis.

    Hernia umbilikalis pada bayi umumnya tidak berbahaya dan bukan merupakan kelainan serius. Sebagian besar kasus hernia umbilikalis pada bayi akan mengecil dan menutup sendiri seiring bertambahnya usia, biasanya saat anak berusia 1 hingga 2 tahun, ketika otot-otot perutnya semakin kuat.

    Intervensi medis seperti operasi jarang diperlukan kecuali hernia tidak menutup setelah usia tertentu atau menimbulkan gejala yang mengganggu.

Perawatan Pusar Bayi Setelah Puput

Setelah tali pusar puput, perawatan yang tepat sangat penting untuk mencegah infeksi dan memastikan penyembuhan yang optimal. Prinsip utama perawatan adalah menjaga area pusar tetap bersih dan kering.

  • Jaga Kebersihan dan Kekeringan: Pastikan area pusar selalu kering setelah mandi atau jika terkena cairan. Hindari penutupan berlebih yang bisa membuat area lembap dan menjadi tempat bakteri berkembang biak.
  • Gunakan Pakaian Longgar: Pakaikan bayi pakaian yang longgar di area perut agar udara dapat bersirkulasi dengan baik dan tidak terjadi gesekan berlebih pada pusar.
  • Hindari Mengorek atau Menarik: Jangan mencoba mengorek sisa tali pusar yang masih menempel atau menariknya paksa. Biarkan tali pusar lepas secara alami.
  • Gunakan Tisu Basah atau Kapas Lembap: Untuk membersihkan area sekitar pusar, bisa menggunakan tisu basah khusus bayi tanpa alkohol atau kapas yang dibasahi air bersih, lalu keringkan dengan lembut.

Kapan Harus Segera Memeriksakan ke Dokter?

Meskipun pusar bodong umumnya tidak berbahaya, ada beberapa tanda yang mengindikasikan perlunya pemeriksaan medis segera. Orang tua perlu waspada jika mengamati gejala-gejala berikut pada pusar bayi:

  • Kemerahan atau Pembengkakan: Jika area sekitar pusar tampak merah, bengkak, atau terasa hangat saat disentuh.
  • Bau Tak Sedap: Munculnya bau busuk atau tak sedap dari pusar.
  • Cairan Bernanah: Adanya cairan kental berwarna kuning atau hijau (nanah) yang keluar dari pusar.
  • Pendarahan Berlebihan: Pendarahan yang terus-menerus atau jumlahnya banyak.
  • Demam: Bayi mengalami demam disertai dengan salah satu gejala di atas.
  • Hernia Membesar atau Nyeri: Pada kasus hernia umbilikalis, jika tonjolan semakin besar, keras, atau bayi tampak kesakitan saat disentuh di area pusar.

Gejala-gejala ini dapat menjadi tanda infeksi atau komplikasi lain yang memerlukan penanganan medis profesional.

Kesimpulan

Bentuk pusar bayi setelah puput, baik cekung maupun menonjol (bodong), adalah variasi normal yang umum terjadi. Perawatan yang tepat dengan menjaga kebersihan dan kekeringan area pusar sangat penting untuk proses penyembuhan yang sehat. Orang tua diharapkan tidak perlu panik dengan bentuk pusar bayi, namun tetap perlu memantau tanda-tanda yang tidak normal.

Jika terdapat keraguan atau muncul gejala seperti kemerahan, bengkak, bau tak sedap, atau keluarnya nanah, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan. Informasi lebih lanjut dan konsultasi medis yang akurat dapat diperoleh melalui Halodoc, memastikan kesehatan optimal bagi buah hati.