Ad Placeholder Image

Nummular Dermatitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 Februari 2026

Nummular Dermatitis: Gejala, Penyebab, & Pengobatan

Nummular Dermatitis: Gejala, Penyebab, dan Cara MengatasiNummular Dermatitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Dermatitis numularis, atau eksim numularis, adalah kondisi kulit yang menyebabkan munculnya bercak-bercak gatal berbentuk koin. Kondisi ini bisa sangat mengganggu dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Mari pelajari lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan cara mengelola dermatitis numularis.

Definisi Dermatitis Numularis

Dermatitis numularis adalah jenis eksim yang ditandai dengan lesi kulit berbentuk koin atau cakram. Kata “numularis” sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “koin”. Kondisi ini seringkali kronis dan dapat kambuh.

Eksim numularis berbeda dengan jenis eksim lainnya karena bentuk lesinya yang khas. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, ada beberapa faktor yang dapat memicu atau memperburuk kondisi ini.

Gejala Dermatitis Numularis

Gejala utama dermatitis numularis adalah munculnya bercak-bercak berbentuk koin pada kulit. Selain itu, terdapat gejala lain yang menyertai, yaitu:

  • Bercak gatal yang intens, terutama di malam hari.
  • Bercak berwarna merah muda, merah, atau cokelat.
  • Bercak yang terasa berair atau mengeluarkan cairan.
  • Bercak yang menebal, kering, dan bersisik.
  • Kulit di sekitar bercak bisa menjadi kering dan pecah-pecah.

Bercak dermatitis numularis umumnya muncul di tungkai, lengan, dan badan, tetapi bisa juga muncul di area tubuh lain.

Penyebab Dermatitis Numularis

Penyebab pasti dermatitis numularis belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor risiko berikut ini dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kondisi ini:

  • Kulit kering: Kulit yang kering dan kurang lembap lebih rentan terhadap iritasi dan peradangan.
  • Riwayat alergi: Orang dengan riwayat alergi, seperti rhinitis alergi atau asma, lebih mungkin mengalami dermatitis numularis.
  • Iritasi kulit: Paparan terhadap bahan iritan, seperti sabun yang keras, deterjen, atau bahan kimia tertentu, dapat memicu dermatitis numularis.
  • Infeksi bakteri: Dalam beberapa kasus, infeksi bakteri pada kulit dapat memicu timbulnya dermatitis numularis.
  • Gigitan serangga: Reaksi terhadap gigitan serangga juga dapat memicu timbulnya bercak dermatitis numularis.
  • Stres: Stres emosional dapat memperburuk kondisi kulit, termasuk dermatitis numularis.

Dermatitis numularis lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, dan lebih umum terjadi pada orang dewasa muda dan paruh baya.

Pengobatan Dermatitis Numularis

Pengobatan dermatitis numularis bertujuan untuk mengurangi rasa gatal, meredakan peradangan, dan mencegah infeksi. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Kortikosteroid topikal: Krim atau salep kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa gatal.
  • Pelembap: Menggunakan pelembap secara teratur sangat penting untuk menjaga kelembapan kulit dan mencegah kekeringan.
  • Antihistamin: Obat antihistamin dapat membantu mengurangi rasa gatal, terutama pada malam hari.
  • Antibiotik: Jika terdapat infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan antibiotik.
  • Terapi sinar (fototerapi): Paparan terhadap sinar ultraviolet (UV) dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit.
  • Kompres dingin: Kompres dingin dapat membantu meredakan rasa gatal dan peradangan.

Penting untuk menghindari faktor-faktor yang dapat memicu atau memperburuk kondisi dermatitis numularis, seperti sabun yang keras, deterjen, dan bahan kimia iritan lainnya.

Pencegahan Dermatitis Numularis

Meskipun tidak selalu mungkin untuk mencegah dermatitis numularis, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena kondisi ini atau mencegah kekambuhan:

  • Menjaga kelembapan kulit: Gunakan pelembap secara teratur, terutama setelah mandi atau mencuci tangan.
  • Hindari sabun yang keras dan deterjen: Pilih sabun dan deterjen yang lembut dan tidak mengandung pewangi atau pewarna.
  • Hindari menggaruk: Menggaruk bercak dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Kelola stres: Temukan cara sehat untuk mengelola stres, seperti olahraga, meditasi, atau yoga.
  • Hindari paparan terhadap iritan: Hindari kontak dengan bahan kimia, logam, atau bahan lain yang dapat mengiritasi kulit.
  • Gunakan pakaian yang lembut: Pilih pakaian yang terbuat dari bahan katun yang lembut dan hindari pakaian yang ketat atau kasar.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika:

  • Gejala dermatitis numularis tidak membaik dengan perawatan rumahan.
  • Bercak semakin menyebar atau bertambah parah.
  • Terdapat tanda-tanda infeksi, seperti demam, kemerahan, atau keluarnya nanah.
  • Rasa gatal sangat mengganggu dan mempengaruhi kualitas hidup.

Dokter dapat membantu mendiagnosis kondisi Anda, memberikan pengobatan yang tepat, dan memberikan saran tentang cara mengelola dermatitis numularis.

Rekomendasi Halodoc

Dermatitis numularis dapat mengganggu, tetapi dengan penanganan yang tepat, gejalanya dapat dikelola dengan baik. Jika Anda mengalami gejala dermatitis numularis, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Download Halodoc sekarang juga untuk konsultasi dokter yang lebih mudah!