Ad Placeholder Image

Nummular Dermatitis: Pahami Eksim Koin dan Redakan Gatalnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Maret 2026

Atasi Nummular Dermatitis: Kulit Sehat, Bebas Gatal Koin

Nummular Dermatitis: Pahami Eksim Koin dan Redakan GatalnyaNummular Dermatitis: Pahami Eksim Koin dan Redakan Gatalnya

Dermatitis numularis, atau sering disebut eksim diskoid, adalah kondisi kulit kronis yang dapat sangat mengganggu. Ditandai dengan munculnya bercak-bercak gatal berbentuk koin pada kulit, kondisi ini memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat. Memahami gejala, penyebab, dan pilihan pengobatannya sangat penting untuk mengelola kondisi ini secara efektif dan mencegah kekambuhan.

Apa Itu Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)?

Dermatitis numularis adalah gangguan kulit yang dicirikan oleh lesi (bercak) melingkar atau oval yang meradang dan gatal. Istilah “nummularis” berasal dari bahasa Latin yang berarti koin, menggambarkan bentuk khas lesi tersebut. Kondisi ini dapat memengaruhi siapa saja, namun cenderung lebih sering terjadi pada pria paruh baya.

Lesi ini umumnya muncul di area tubuh seperti lengan, kaki, dan badan. Bercak eksim diskoid ini bisa berukuran bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter. Kondisi ini merupakan salah satu jenis eksim yang dapat berlangsung lama dan memerlukan penanganan berkelanjutan.

Gejala Dermatitis Numularis yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama dermatitis numularis adalah munculnya bercak merah atau merah muda berbentuk koin pada kulit. Bercak-bercak ini seringkali sangat gatal, terutama pada malam hari, yang bisa mengganggu tidur dan kualitas hidup.

Selain bentuk dan rasa gatal, gejala lain yang mungkin terjadi meliputi:

  • Bercak yang berair atau mengeluarkan cairan bening.
  • Pembentukan kerak atau sisik di atas bercak.
  • Kulit di sekitar bercak terasa kering dan pecah-pecah.
  • Perubahan warna kulit setelah bercak sembuh, bisa menjadi lebih gelap atau lebih terang.
  • Pada kasus yang parah, bercak dapat menyebar dan bergabung membentuk area yang lebih besar.

Gejala-gejala ini dapat muncul secara tiba-tiba dan bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Penting untuk tidak menggaruk bercak karena dapat memperparah kondisi dan meningkatkan risiko infeksi.

Penyebab dan Faktor Risiko Dermatitis Numularis

Penyebab pasti dermatitis numularis masih belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli menduga ada beberapa faktor yang dapat memicu atau berkontribusi terhadap perkembangan kondisi ini. Faktor-faktor tersebut seringkali berhubungan dengan kerusakan pada lapisan pelindung kulit.

Beberapa faktor risiko yang sering dikaitkan dengan dermatitis numularis meliputi:

  • Kulit Kering (Xerosis): Kondisi kulit yang sangat kering dapat merusak barier kulit, membuatnya lebih rentan terhadap iritasi dan peradangan.
  • Riwayat Alergi: Individu dengan riwayat alergi, asma, atau dermatitis atopik (eksim umum) memiliki risiko lebih tinggi.
  • Trauma Kulit: Gigitan serangga, luka bakar, goresan, atau cedera kulit lainnya dapat menjadi pemicu munculnya bercak nummular pada area yang terkena.
  • Perubahan Suhu dan Lingkungan: Lingkungan yang kering atau perubahan suhu ekstrem bisa memperburuk kondisi kulit kering.
  • Stres: Kondisi stres juga diketahui dapat memicu atau memperparah berbagai jenis eksim, termasuk dermatitis numularis.
  • Infeksi Bakteri: Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara dermatitis numularis dengan infeksi bakteri tertentu pada kulit.
  • Obat-obatan Tertentu: Beberapa jenis obat, meskipun jarang, bisa memicu dermatitis numularis sebagai efek samping.

Dermatitis numularis lebih sering terdiagnosis pada pria paruh baya, meskipun dapat menyerang semua kelompok usia dan jenis kelamin.

Bagaimana Diagnosis Dermatitis Numularis Ditegakkan?

Diagnosis dermatitis numularis umumnya dilakukan oleh dokter spesialis kulit. Proses diagnosis dimulai dengan pemeriksaan fisik yang cermat pada area kulit yang terkena. Dokter akan mengamati bentuk, ukuran, dan karakteristik bercak.

Selain itu, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, termasuk gejala yang dialami, faktor pemicu yang mungkin, dan riwayat alergi. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu melakukan biopsi kulit. Ini melibatkan pengambilan sampel kecil jaringan kulit untuk diperiksa di bawah mikroskop, membantu menyingkirkan kondisi kulit lain dengan gejala serupa, seperti infeksi jamur atau psoriasis.

Pilihan Pengobatan untuk Dermatitis Numularis

Tujuan utama pengobatan dermatitis numularis adalah mengurangi peradangan, meredakan gatal, dan mencegah kekambuhan. Pengobatan seringkali melibatkan kombinasi beberapa pendekatan yang disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi.

Beberapa pilihan pengobatan yang umum meliputi:

  • Kortikosteroid Topikal: Ini adalah terapi lini pertama yang paling umum. Krim atau salep kortikosteroid dioleskan langsung pada bercak untuk mengurangi peradangan dan gatal. Dokter akan menentukan kekuatan dan frekuensi penggunaan.
  • Pelembap (Emolien): Penggunaan pelembap secara rutin dan liberal sangat penting. Pelembap membantu menjaga kelembapan kulit dan memperbaiki barier kulit, mencegah kekeringan yang dapat memperburuk kondisi.
  • Antihistamin Oral: Untuk meredakan gatal yang parah, terutama yang mengganggu tidur, dokter mungkin meresepkan antihistamin oral.
  • Antibiotik: Jika ada tanda-tanda infeksi bakteri sekunder pada bercak, antibiotik oral atau topikal dapat diresepkan.
  • Terapi Cahaya (Fototerapi): Pada kasus dermatitis numularis yang parah dan tidak merespons pengobatan lain, terapi cahaya ultraviolet (UV) di bawah pengawasan medis dapat dipertimbangkan.
  • Imunosupresan Oral: Dalam kasus yang sangat resisten, obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh dapat digunakan, namun dengan pemantauan ketat dari dokter.

Penting untuk mengikuti instruksi dokter dengan seksama dan tidak menghentikan pengobatan tanpa konsultasi, meskipun gejala telah membaik.

Mencegah Kekambuhan Dermatitis Numularis

Meskipun dermatitis numularis adalah kondisi kronis, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah kekambuhan dan mengelola gejala. Pencegahan berfokus pada menjaga kesehatan kulit dan menghindari pemicu.

Beberapa strategi pencegahan yang efektif meliputi:

  • Menjaga Kelembapan Kulit: Gunakan pelembap bebas pewangi secara rutin, terutama setelah mandi, untuk mengunci kelembapan kulit.
  • Mandi dengan Air Hangat: Hindari mandi dengan air yang terlalu panas atau terlalu lama, karena dapat menghilangkan minyak alami kulit. Batasi waktu mandi hingga 5-10 menit.
  • Gunakan Sabun Lembut: Pilih sabun tanpa pewangi atau deterjen keras yang dapat mengiritasi kulit. Sabun hipoalergenik atau sabun khusus kulit sensitif lebih disarankan.
  • Hindari Iritan: Kenali dan hindari kontak dengan zat-zat yang dapat memicu iritasi kulit, seperti deterjen tertentu, wol, atau bahan kimia.
  • Kenakan Pakaian Longgar: Pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan alami seperti katun dapat membantu mencegah iritasi.
  • Kelola Stres: Praktikkan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau pernapasan dalam untuk mengurangi tingkat stres.
  • Hindari Menggaruk: Usahakan untuk tidak menggaruk bercak gatal, meskipun sulit. Menggaruk dapat memperparah peradangan dan menyebabkan infeksi.

Dengan disiplin dalam langkah-langkah pencegahan ini, risiko kekambuhan dermatitis numularis dapat diminimalisir.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Sangat penting untuk mencari saran medis profesional jika mengalami gejala dermatitis numularis. Konsultasi dokter diperlukan jika:

  • Bercak gatal tidak membaik dengan perawatan rumahan.
  • Rasa gatal sangat intens dan mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari.
  • Muncul tanda-tanda infeksi pada bercak, seperti kemerahan yang meningkat, bengkak, nyeri, nanah, atau demam.
  • Bercak menyebar luas ke area tubuh lainnya.
  • Merasa cemas atau depresi karena kondisi kulit.

Diagnosis yang akurat dan rencana pengobatan yang tepat dari dokter spesialis kulit sangat krusial untuk mengelola dermatitis numularis secara efektif.

Dermatitis numularis adalah kondisi kulit kronis yang dapat dikelola dengan baik melalui diagnosis dini dan penanganan yang tepat. Memahami gejala, faktor pemicu, serta konsisten dalam menjalani pengobatan dan langkah pencegahan adalah kunci untuk mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup. Segera konsultasikan gejala kulit yang mencurigakan dengan dokter spesialis kulit melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan yang akurat dan personal.