Ad Placeholder Image

Nyeri Dada Kiri Bawah Payudara? Ini Penyebabnya

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Nyeri dada sebelah kiri bawah payudara bisa disebabkan oleh berbagai kondisi medis.

Nyeri Dada Kiri Bawah Payudara? Ini PenyebabnyaNyeri Dada Kiri Bawah Payudara? Ini Penyebabnya

DAFTAR ISI


Mengalami rasa nyeri atau tidak nyaman pada area dada selalu menjadi pengalaman yang mengkhawatirkan bagi banyak orang. Mengingat anatomi tubuh manusia menempatkan organ-organ vital di rongga dada, wajar jika rasa sakit di area ini sering kali langsung dikaitkan dengan serangan jantung atau masalah medis serius lainnya.

Faktanya, rongga dada sebelah kiri bagian bawah dihuni oleh berbagai struktur anatomi yang kompleks. Selain sebagian kecil bagian bawah jantung, area ini juga berdekatan dengan paru-paru kiri, limpa, lambung, usus besar, serta struktur otot dan tulang rusuk (tulang iga) yang melindunginya. Oleh karena itu, rasa nyeri di area ini bisa berasal dari organ mana saja yang mengalami peradangan, cedera, atau infeksi.

Sangat penting untuk memahami bahwa tidak semua rasa nyeri di dada adalah serangan jantung, tetapi keluhan ini juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Beberapa kondisi ringan seperti penumpukan gas di lambung bisa hilang dengan sendirinya, namun di sisi lain, jika kamu mengalami keluhan sakit dibawah dada kiri yang disertai sesak napas dan keringat dingin, kamu harus segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan panduan medis yang tepat.

Mengingat keluhan ini sangat bergantung pada akar penyebab medisnya dan tidak disarankan untuk melakukan pengobatan mandiri (swamedikasi) tanpa diagnosis yang jelas, artikel ini tidak akan merekomendasikan obat-obatan bebas. Nah, mau tahu apa saja kondisi medis yang bisa memicu rasa sakit tersebut? Berikut ulasan lengkapnya!

Penyebab Terkait Organ Pencernaan

Sistem pencernaan bagian atas, khususnya lambung, terletak tepat di bawah tulang rusuk sebelah kiri. Masalah pada lambung adalah salah satu dalang paling umum di balik keluhan nyeri di area ini.

1. Gastritis (Radang Lambung)

Gastritis terjadi ketika lapisan mukosa (dinding pelindung) lambung mengalami peradangan akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori, konsumsi alkohol berlebih, atau penggunaan obat pereda nyeri secara rutin. Peradangan ini akan memicu rasa perih, panas, atau sakit yang menusuk tepat di bawah dada kiri. Biasanya, rasa sakit ini dibarengi dengan mual, kembung, dan rasa cepat kenyang saat makan.

2. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus) dapat menciptakan sensasi terbakar (heartburn) yang sering kali disalahartikan sebagai nyeri jantung. Sensasi panas ini bisa menjalar dari ulu hati hingga ke bawah payudara sebelah kiri. GERD biasanya memburuk setelah makan porsi besar, mengonsumsi makanan pedas/berlemak, atau jika kamu langsung berbaring setelah makan.

3. Penumpukan Gas dalam Usus

Udara yang terperangkap di lengkungan usus besar sebelah kiri (splenic flexure syndrome) dapat memberikan tekanan kuat pada diafragma dan tulang rusuk kiri bawah. Meskipun terdengar sepele, gas yang menumpuk bisa menyebabkan rasa sakit yang sangat tajam dan tiba-tiba. Nyeri ini umumnya akan mereda setelah kamu buang angin atau bersendawa.

Penyebab Terkait Kondisi Jantung

Meski sebagian besar letak jantung ada di tengah dada, bagian ujung kirinya memanjang ke arah kiri dada. Gangguan pada jantung adalah keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan detik itu juga.

1. Serangan Jantung (Infark Miokard)

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung tersumbat total. Gejala khasnya meliputi rasa tertekan, berat, atau diremas di dada sebelah kiri, yang dapat menjalar ke rahang, leher, punggung, dan lengan kiri. Rasa sakit ini diiringi dengan sesak napas ekstrem, keringat dingin, pusing, dan perasaan cemas yang luar biasa.

2. Perikarditis

Jantung dibungkus oleh selaput tipis yang disebut perikardium. Ketika selaput ini meradang—sering kali karena infeksi virus—kondisi ini disebut perikarditis. Ciri khas dari perikarditis adalah rasa sakit tajam di dada kiri yang terasa semakin menusuk saat kamu menarik napas dalam-dalam, batuk, atau berbaring. Rasa sakit biasanya akan sedikit mereda jika kamu duduk tegak atau mencondongkan tubuh ke depan.

3. Angina Pectoris

Angina adalah nyeri dada akibat otot jantung tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Berbeda dengan serangan jantung, angina biasanya dipicu oleh aktivitas fisik yang berat atau stres emosional, dan akan membaik dengan istirahat dalam beberapa menit.

Tanda Bahaya (Red Flags) Nyeri Dada

Segera hubungi layanan darurat atau kunjungi IGD terdekat jika sakit dada kiri bawah disertai dengan:

  1. Rasa seperti ditindih gajah atau benda sangat berat.
  2. Nyeri menyebar ke lengan kiri, leher, atau rahang.
  3. Sesak napas parah hingga kesulitan berbicara.
  4. Mual, muntah, dan keringat dingin secara mendadak.
  5. Detak jantung tidak beraturan atau rasa ingin pingsan.

Penyebab Terkait Paru-Paru

Paru-paru kiri terletak tepat di rongga dada sebelah kiri. Mengingat paru-paru sendiri tidak memiliki reseptor nyeri, rasa sakit biasanya berasal dari selaput pelindungnya (pleura) atau jaringan di sekitarnya.

1. Pleuritis (Pleurisy)

Pleuritis adalah peradangan pada selaput ganda yang mengelilingi paru-paru. Saat meradang, kedua lapisan pleura akan bergesekan satu sama lain setiap kali paru-paru mengembang. Ini menghasilkan rasa sakit yang sangat tajam di bawah dada kiri, terutama saat kamu menarik napas, bersin, atau batuk.

2. Pneumonia Kiri (Paru-Paru Basah)

Infeksi bakteri, virus, atau jamur pada paru-paru kiri dapat menyebabkan kantung udara (alveolus) terisi oleh cairan atau nanah. Nyeri dada di bagian kiri bawah bisa terjadi akibat pneumonia, yang umumnya akan disertai dengan demam tinggi, menggigil, dan batuk berdahak tebal yang tak kunjung sembuh.

Masalah pada Limpa

Limpa adalah organ seukuran kepalan tangan yang berada tepat di bawah tulang rusuk kiri bagian bawah. Organ ini berfungsi menyaring sel darah merah yang rusak dan membantu melawan infeksi.

1. Pembengkakan Limpa (Splenomegali)

Infeksi (seperti mononukleosis), penyakit hati, atau kanker darah (leukemia) dapat menyebabkan limpa membengkak. Limpa yang membesar akan meregangkan kapsul pembungkusnya dan menekan organ di sekitarnya, menghasilkan rasa nyeri tumpul yang konstan di perut kiri atas atau tepat di bawah dada kiri. Rasa sakit ini bisa menjalar hingga ke bahu kiri.

2. Limpa Pecah (Ruptur Limpa)

Ini adalah kondisi gawat darurat yang biasanya terjadi akibat trauma tumpul, seperti kecelakaan mobil atau benturan keras saat berolahraga. Limpa yang pecah akan menyebabkan perdarahan internal hebat, ditandai dengan nyeri mendadak yang luar biasa di bawah tulang rusuk kiri, pusing, penurunan tekanan darah, hingga hilangnya kesadaran.

Gangguan Otot dan Tulang Rusuk

Sebagian besar kasus nyeri dada yang tidak terkait organ dalam (non-kardiak) disebabkan oleh masalah muskuloskeletal (otot dan tulang).

1. Kostokondritis (Costochondritis)

Kostokondritis adalah peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada (sternum). Rasa sakitnya bisa sangat tajam dan terlokalisasi pada satu titik tertentu di dada kiri. Jika kamu menekan area tersebut dengan jari dan rasa sakitnya bertambah parah, besar kemungkinan penyebabnya adalah kostokondritis, bukan serangan jantung.

2. Cedera atau Patah Tulang Rusuk

Benturan keras atau terjatuh bisa menyebabkan tulang rusuk kiri memar, retak, atau patah. Rasa sakit akibat cedera tulang rusuk akan terasa sangat jelas, menetap berminggu-minggu, dan memburuk saat kamu bergerak, tertawa, atau menarik napas dalam.

Bagaimana Dokter Melakukan Diagnosis?

Karena luasnya kemungkinan penyebab, pemeriksaan medis profesional adalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan kepastian. Ketika kamu mengunjungi dokter atau menghubungi fasilitas kesehatan, dokter akan melakukan anamnesis (tanya jawab medis) secara mendetail mengenai kapan nyeri dimulai, seberapa parah durasinya, dan gejala penyertanya.

Beberapa tes penunjang yang sering kali diminta oleh dokter meliputi:

  • Elektrokardiogram (EKG): Untuk merekam aktivitas listrik jantung dan menyingkirkan kemungkinan serangan jantung atau masalah irama jantung.
  • Rontgen Dada (X-Ray): Digunakan untuk melihat kondisi paru-paru (mencari tanda pneumonia atau masalah pleura) serta mengecek adanya retak pada tulang rusuk.
  • Tes Darah: Membantu mendeteksi enzim spesifik yang bocor saat otot jantung rusak (Troponin), atau melihat kadar sel darah putih sebagai penanda adanya infeksi dalam tubuh.
  • Endoskopi: Jika dicurigai nyeri berasal dari tukak lambung atau masalah asam lambung kronis (GERD).

Studi Terkait

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi evaluasi klinis mengenai pasien yang datang dengan keluhan nyeri dada di ruang gawat darurat. Laporan tersebut menjelaskan bahwa meskipun kekhawatiran terbesar pasien adalah serangan jantung, faktanya persentase terbesar dari nyeri dada non-traumatik disebabkan oleh masalah gastrointestinal (pencernaan) seperti GERD, dan gangguan muskuloskeletal dinding dada.

Studi ini menekankan pentingnya pendekatan medis yang holistik. Mengetahui bahwa persentase GERD sangat tinggi sebagai penyebab nyeri dada kiri dapat membantu pasien agar tidak langsung panik, meskipun pemeriksaan EKG tetap diwajibkan sebagai prosedur standar (SOP) untuk menyingkirkan risiko infark miokard akut.

Kondisi medis yang menimbulkan rasa nyeri di rongga dada tidak bisa ditebak hanya melalui asumsi pribadi. Apabila kamu sering merasakan ketidaknyamanan berulang pada dada, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional.

Kamu bisa mendapatkan berbagai vitamin, suplemen pereda lambung ringan, atau menebus resep dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan pun dan di mana pun.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Chest pain – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Chest Pain: Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Evaluation of the Adult with Chest Pain in the Emergency Department.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Cardiovascular diseases (CVDs).
American Family Physician. Diakses pada 2024. Outpatient Evaluation of the Patient with Chest Pain.

FAQ

1. Apakah sakit dibawah dada kiri selalu pertanda serangan jantung?

Tidak selalu. Meskipun serangan jantung bisa menyebabkan sakit dibawah dada kiri, penyebab lainnya jauh lebih umum, seperti gas lambung (GERD), radang tulang rawan dada (kostokondritis), otot tegang, atau masalah pada paru-paru. Namun, kondisi ini tetap membutuhkan evaluasi medis untuk kepastian.

2. Bagaimana cara membedakan nyeri dada akibat asam lambung dan sakit jantung?

Nyeri dada karena asam lambung (GERD) biasanya berupa sensasi panas atau terbakar yang naik ke tenggorokan dan mulut terasa asam, yang memburuk setelah makan. Sedangkan nyeri jantung biasanya terasa seperti dada ditekan beban berat yang menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang, disertai keringat dingin dan sesak napas.

3. Apa pertolongan pertama saat tiba-tiba dada kiri terasa sakit?

Segera hentikan semua aktivitas yang sedang kamu lakukan dan cobalah untuk duduk serta bernapas dengan tenang. Jika nyeri memburuk, tidak kunjung hilang dalam beberapa menit, atau disertai sesak napas dan pusing yang hebat, segera hubungi layanan gawat darurat medis terdekat.

4. Kapan saya harus khawatir jika dada sebelah kiri terasa sakit saat menarik napas panjang?

Rasa sakit yang muncul spesifik saat menarik napas dalam, batuk, atau bersin biasanya menandakan masalah pada paru-paru (seperti pleuritis atau pneumonia) atau peradangan tulang rusuk (kostokondritis). Jika kamu juga mengalami demam tinggi, batuk berdarah, atau kesulitan bernapas meskipun sedang beristirahat, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter.