Ad Placeholder Image

Obat Afi Farma: Paracetamol Vitamin, Aman Terdaftar

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Obat Afi Farma: Kenali Produk Aman BPOM dan Khasiatnya

Obat Afi Farma: Paracetamol Vitamin, Aman TerdaftarObat Afi Farma: Paracetamol Vitamin, Aman Terdaftar

DAFTAR ISI


Sebagai orang tua, mendapati bayi atau balita yang tiba-tiba mengalami demam tentu sering kali memicu rasa panik dan khawatir. Demam pada bayi sebenarnya bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah pertanda atau respons alami bahwa sistem kekebalan tubuh Si Kecil sedang aktif bekerja. Tubuh yang memanas adalah cara alami sistem imun untuk melawan infeksi, baik itu yang disebabkan oleh bakteri maupun virus. Selain karena infeksi, demam pada anak juga sering kali terjadi sebagai efek samping pasca-imunisasi atau ketika mereka sedang dalam fase pertumbuhan gigi (teething).

Suhu tubuh bayi dapat dikatakan demam apabila menyentuh angka 38 derajat Celcius atau lebih saat diukur menggunakan termometer melalui ketiak atau dubur. Ketika suhu tubuh mulai naik, penting bagi kamu untuk tidak langsung panik. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bayi mengenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat, menjaga suhu ruangan tetap sejuk, serta memberikan cairan yang cukup—baik berupa ASI maupun susu formula—agar Si Kecil terhindar dari risiko dehidrasi yang sangat berbahaya bagi bayi.

Jika demam membuat bayi terlihat rewel, menangis terus-menerus, atau sulit tidur nyenyak, pemberian obat penurun panas bisa menjadi solusi awal yang sangat membantu. Karena sistem pencernaan dan kemampuan menelan bayi masih sangat terbatas, sediaan obat berbentuk drop (tetes) yang dilengkapi dengan pipet ukur adalah pilihan paling direkomendasikan. Salah satu opsi sediaan obat yang terpercaya dan mudah ditemukan adalah paracetamol drop afi farma, yang dirancang khusus untuk memberikan dosis akurat sesuai berat badan bayi.

Nah, mau tahu apa saja pilihan obat penurun panas dengan sediaan drop yang aman dan ampuh untuk Si Kecil? Berikut ulasan lengkap beserta rekomendasi produknya!

Rekomendasi Obat Penurun Panas Bayi (Drop) yang Ampuh

Berikut adalah beberapa rekomendasi obat paracetamol dalam bentuk sediaan tetes (drop) yang aman digunakan untuk meredakan demam dan nyeri pada bayi. Pastikan untuk selalu menggunakan pipet bawaan dari kemasan agar dosis yang diberikan akurat.

1. Afi Farma Paracetamol Drop 15 ml

Afi Farma Paracetamol Drop adalah obat penurun panas dan pereda nyeri yang diformulasikan khusus untuk bayi dan anak usia di bawah 2 tahun. Obat ini mengandung zat aktif Paracetamol sebanyak 100 mg dalam setiap 1 ml cairan. Cara kerjanya adalah dengan menghambat enzim cyclooxygenase (COX) di sistem saraf pusat. Penghambatan ini akan menurunkan produksi prostaglandin, yaitu senyawa dalam tubuh yang memicu peradangan, nyeri, dan peningkatan suhu tubuh di pusat pengatur suhu (hipotalamus) pada otak.

Manfaat utama dari obat ini adalah untuk menurunkan demam (antipiretik) akibat infeksi atau setelah imunisasi, serta meredakan nyeri ringan hingga sedang (analgesik) seperti sakit kepala dan nyeri saat tumbuh gigi. Sediaan drop ini sangat memudahkan pemberian obat pada bayi karena konsentrasinya padat, sehingga volume cairan yang perlu ditelan bayi sangat sedikit.

Dosis dan aturan pakai secara umum:

  • Anak usia di bawah 1 tahun: 0.6 ml, diberikan 3 hingga 4 kali sehari.
  • Anak usia 1-2 tahun: 0.6 – 1.2 ml, diberikan 3 hingga 4 kali sehari.
  • Obat dapat diberikan sebelum atau sesudah makan. Gunakan pipet yang tersedia di dalam kemasan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Aman digunakan tanpa resep dokter selama mengikuti aturan pakai. Jangan berikan pada bayi dengan riwayat gangguan fungsi hati berat atau hipersensitivitas terhadap paracetamol.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Afi Farma Paracetamol Drop 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Sanmol Drop 15 ml

Sanmol Drop merupakan salah satu merek paracetamol anak yang sangat populer dan terpercaya di Indonesia. Setiap 1 ml Sanmol Drop mengandung 100 mg Paracetamol. Obat ini bekerja langsung pada pusat pengatur suhu di otak untuk menurunkan demam dan mengurangi sinyal rasa sakit yang dikirim ke otak, sehingga anak merasa lebih nyaman saat sedang sakit.

Sanmol Drop memiliki rasa manis yang umumnya disukai oleh anak-anak, sehingga mengurangi kemungkinan obat dimuntahkan kembali. Manfaat spesifiknya meliputi penanganan demam pasca-vaksinasi, meredakan nyeri gusi karena tumbuh gigi (teething), serta mengurangi demam penyerta flu dan batuk.

Dosis dan aturan pakai secara umum:

  • Bayi di bawah 1 tahun: 0.6 ml, dikonsumsi 3-4 kali dalam sehari.
  • Anak usia 1-2 tahun: 0.6 ml hingga 1.2 ml, dikonsumsi 3-4 kali sehari.
  • Kocok dahulu sebelum digunakan dan berikan menggunakan pipet ukur.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Aman digunakan tanpa resep dokter selama mengikuti aturan pakai pada kemasan. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung paracetamol untuk mencegah risiko overdosis yang bisa merusak organ hati bayi.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Drop 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Dehidrasi Saat Bayi Demam
  1. Tingkatkan frekuensi menyusui (ASI atau sufor) secara signifikan, berikan lebih sering dari jadwal biasanya meskipun bayi menyusu sebentar-sebentar.
  2. Jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan (sudah MPASI), kamu bisa memberikan tambahan cairan berupa air putih matang atau kuah sup hangat.
  3. Pantau produksi urine bayi. Pastikan bayi buang air kecil dan membasahi popok setidaknya setiap 4-6 jam sekali. Jika urine berwarna sangat pekat atau popok kering berjam-jam, segera hubungi dokter.

3. Tempra Drop 15 ml

Tempra Drop adalah solusi pereda demam dan nyeri untuk bayi dengan kandungan Paracetamol 100 mg per 1 ml. Salah satu keunggulan utama dari Tempra adalah formulasinya yang diklaim tidak mengandung alkohol, sehingga sangat aman untuk sistem pencernaan bayi yang masih sangat sensitif. Tempra bekerja secara efektif sebagai antipiretik dan analgesik ringan.

Produk ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan suhu tubuh bayi agar tidak melonjak terlalu tinggi yang dapat memicu kejang demam (step). Tempra Drop sering menjadi andalan para ibu untuk meredakan rewel anak saat malam hari akibat nyeri sendi penyerta flu atau nyeri setelah imunisasi DPT.

Dosis dan aturan pakai secara umum:

  • Anak usia 3-9 bulan: 0.8 ml.
  • Anak usia 10-24 bulan: 1.2 ml.
  • Diberikan 3-4 kali sehari, atau sesuai dengan anjuran dokter spesialis anak.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Aman digunakan tanpa resep dokter selama mengikuti aturan pakai. Jika demam tidak kunjung turun setelah 2-3 hari penggunaan, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tempra Drop 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Praxion Drop 15 ml

Praxion Drop menghadirkan inovasi dengan teknologi micronized paracetamol. Teknologi ini membuat partikel paracetamol menjadi jauh lebih kecil sehingga obat dapat diserap dengan lebih cepat dan optimal oleh lambung bayi. Kandungan zat aktifnya tetap sama, yaitu Paracetamol 100 mg/ml. Penyerapan yang lebih cepat berarti obat ini dapat bekerja memberikan efek penurun panas dan pereda nyeri dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan paracetamol konvensional.

Manfaat utamanya sama, yakni meringankan rasa sakit pada keadaan sakit kepala, sakit gigi, dan menurunkan demam. Praxion Drop juga hadir dengan rasa jeruk manis yang menyamarkan rasa pahit bawaan paracetamol, membuatnya lebih mudah diterima oleh lidah bayi.

Dosis dan aturan pakai secara umum:

  • Anak usia di bawah 1 tahun: 0.6 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 1-2 tahun: 0.6 ml – 1.2 ml, 3-4 kali sehari.
  • Dosis paling akurat sebaiknya dihitung berdasarkan berat badan bayi (10-15 mg/kgBB per kali pemberian).

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Aman digunakan tanpa resep dokter selama mengikuti aturan pakai. Perhatikan batas maksimal pemberian dalam 24 jam untuk mencegah toksisitas pada hati.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Praxion Drop 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Tepat Memberikan Obat Drop pada Bayi

1. Gunakan Pipet Bawaan Produk

Setiap produk obat berjenis drop selalu menyertakan pipet ukur di dalam kemasannya. Sangat dilarang untuk menukar pipet dari merek obat yang berbeda, apalagi menggunakan sendok makan rumahan. Konsentrasi obat drop sangat pekat, sehingga perbedaan takaran nol koma sekian mililiter saja bisa berdampak pada dosis yang masuk ke tubuh bayi.

2. Posisikan Bayi dengan Benar

Jangan pernah meneteskan obat saat bayi dalam posisi tidur telentang penuh, karena ini bisa memicu bayi tersedak obat yang masuk ke saluran pernapasan. Gendong bayi dalam posisi setengah duduk (sekitar 45 derajat). Selipkan pipet secara perlahan ke sisi dalam pipi bayi (bukan langsung ke tengah tenggorokan), lalu tekan pipet perlahan agar bayi punya waktu untuk menelan cairan obat tersebut sedikit demi sedikit.

Kapan Bayi Demam Harus Dibawa ke Dokter?

1. Usia Bayi Kurang dari 3 Bulan

Jika bayi kamu berusia di bawah 3 bulan (neonatus) dan mengalami demam mencapai suhu 38 derajat Celcius atau lebih, segera bawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau dokter spesialis anak. Pada usia ini, sistem imun bayi masih sangat rentan dan demam bisa menjadi indikasi adanya infeksi bakteri yang lebih serius seperti meningitis, sepsis, atau infeksi saluran kemih.

2. Gejala Penyerta yang Berbahaya (Red Flags)

Penggunaan obat paracetamol drop hanyalah penanganan pertama (simtomatik). Segera cari pertolongan medis jika demam disertai gejala bahaya seperti: bayi terlihat sangat lemas (letargi), menolak menyusu sama sekali, muntah hebat, ubun-ubun terlihat menonjol, muncul ruam kemerahan di kulit yang tidak hilang saat ditekan, atau bayi mengalami kejang demam.

Studi Terkait Penggunaan Paracetamol pada Bayi

National Center for Biotechnology Information (NCBI) mempublikasikan berbagai ulasan medis yang menjelaskan bahwa paracetamol tetap menjadi obat lini pertama yang paling direkomendasikan secara global untuk mengatasi demam dan nyeri pada populasi anak dan bayi.

Studi farmakokinetik menunjukkan bahwa penyerapan paracetamol cair melalui saluran cerna pada bayi tergolong sangat baik. Obat ini terbukti memiliki profil keamanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan ibuprofen atau aspirin pada bayi usia di bawah 6 bulan. Aspirin secara tegas dilarang untuk anak dan bayi karena dapat memicu Reye’s Syndrome yang fatal. Paracetamol bekerja secara optimal menurunkan suhu dalam 30-60 menit paska pemberian dan efeknya bertahan selama 4 hingga 6 jam.

Penting untuk diingat bahwa demam pada dasarnya adalah sinyal tubuh. Jika setelah 2 hingga 3 hari pemberian paracetamol suhu tubuh Si Kecil tidak kunjung menunjukkan tren penurunan, atau jika kamu merasa ragu dengan kondisi kesehatan bayi, sangat disarankan untuk segera mencari bantuan medis profesional guna mendapatkan diagnosis penyebab demam yang lebih akurat.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Produk dijamin asli, segel aman, dan akan langsung diantar dari apotek terdekat ke depan pintu rumahmu.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc kapan saja dan di mana saja. Jangan ragu untuk mendiskusikan takaran dosis yang paling tepat sesuai dengan berat badan terkini anakmu dengan dokter anak.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Management of fever in young children.
American Academy of Pediatrics (AAP). Diakses pada 2024. Fever and Your Baby.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Sick baby? When to seek medical attention.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Pharmacokinetics and safety of paracetamol in infants.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2024. Penanganan Demam pada Anak.

FAQ

1. Apakah paracetamol drop afi farma boleh dicampur dengan susu formula?

Sebaiknya obat tidak dicampur dengan sebotol penuh susu formula. Jika bayi tidak menghabiskan seluruh susu tersebut, bayi tidak akan mendapatkan dosis obat secara utuh. Jika terpaksa, campurkan hanya dengan sesendok kecil susu atau ASI untuk memastikan seluruh obat tertelan.

2. Apa bedanya paracetamol drop dan paracetamol sirup?

Perbedaan utamanya terletak pada konsentrasi atau kepekatan zat aktifnya. Paracetamol drop jauh lebih pekat (biasanya 100mg/ml) dibandingkan sirup (biasanya 120mg/5ml atau 160mg/5ml). Sediaan drop diciptakan agar bayi yang lambungnya masih kecil tidak perlu meminum cairan obat dalam volume yang banyak.

3. Berapa lama jarak minimal pemberian paracetamol berikutnya?

Jarak waktu minimal yang aman untuk memberikan dosis paracetamol berikutnya adalah 4 hingga 6 jam dari pemberian terakhir. Jangan pernah memberikan lebih dari 5 kali dosis dalam kurun waktu 24 jam untuk mencegah kerusakan fungsi hati bayi.

4. Bagaimana cara menyimpan sisa obat paracetamol drop?

Simpan botol obat pada suhu ruangan (di bawah 30 derajat Celcius), hindarkan dari paparan sinar matahari langsung, dan jangan disimpan di dalam lemari es (freezer) karena dapat merusak susunan cairan obat. Pastikan tutup terpasang dengan sangat rapat dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang