Ad Placeholder Image

Obat Demam Anak dari Dubur: Aman dan Efektif?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Obat Demam Anak dari Dubur: Solusi Cepat Demam Tinggi

Obat Demam Anak dari Dubur: Aman dan Efektif?Obat Demam Anak dari Dubur: Aman dan Efektif?

DAFTAR ISI


Dalam dunia medis, pengobatan tidak selalu diberikan melalui mulut (oral). Ada kalanya, dokter atau apoteker merekomendasikan obat yang dimasukkan ke dubur, yang secara medis dikenal dengan istilah suppositoria. Sediaan obat ini dirancang khusus untuk meleleh, melarut, atau hancur pada suhu tubuh setelah dimasukkan ke dalam rektum (bagian akhir usus besar sebelum anus).

Pemberian obat melalui dubur memiliki berbagai keuntungan yang sangat signifikan. Salah satu alasan utamanya adalah penyerapan yang sangat cepat. Dinding rektum kaya akan pembuluh darah, sehingga obat dapat langsung masuk ke dalam aliran darah tanpa harus melewati proses pencernaan di lambung atau metabolisme awal di hati (first-pass metabolism). Hal ini membuat efek obat terasa lebih cepat, yang sangat krusial dalam kondisi tertentu seperti sembelit akut, nyeri wasir yang parah, atau demam tinggi pada anak.

Selain itu, obat yang dimasukkan ke dubur menjadi solusi terbaik bagi orang yang kesulitan menelan tablet, mengalami mual dan muntah hebat, atau sedang dalam keadaan tidak sadar. Untuk masalah kesehatan yang bersifat lokal di area anus dan rektum, seperti ambeien (wasir) atau feses yang mengeras (impaksi tinja), sediaan suppositoria akan langsung bekerja pada titik sasaran tanpa memengaruhi organ tubuh lainnya.

Meskipun bagi sebagian orang cara penggunaannya terdengar kurang nyaman atau canggung, obat suppositoria sangat aman jika digunakan sesuai dengan indikasi dan aturan pakai. Nah, mau tahu apa saja pilihan obat yang dimasukkan ke dubur untuk mengatasi masalah pencernaan dan area rektal yang bisa kamu jadikan persediaan di rumah? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat yang Dimasukkan ke Dubur yang Ampuh

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi obat berbentuk suppositoria dan enema yang aman, efektif, dan umumnya tersedia di apotek untuk mengatasi keluhan seperti sembelit (konstipasi) dan wasir. Obat-obatan di bawah ini termasuk dalam kategori obat bebas terbatas yang bisa kamu gunakan secara mandiri dengan mengikuti aturan pakai yang tepat.

1. Dulcolax 10 mg Suppositoria

Dulcolax 10 mg Suppositoria adalah obat pencahar yang sangat efektif untuk mengatasi masalah sembelit atau konstipasi pada orang dewasa. Obat ini mengandung bahan aktif Bisacodyl sebanyak 10 mg. Cara kerja Bisacodyl adalah dengan merangsang pergerakan otot-otot di usus besar (peristaltik) secara langsung, serta membantu mengumpulkan air di dalam usus untuk melunakkan feses.

Manfaat spesifik dari obat ini adalah memberikan reaksi buang air besar yang cepat dan terprediksi. Berbeda dengan obat minum yang membutuhkan waktu semalaman, Dulcolax Suppositoria biasanya akan memicu rasa mulas dan keinginan buang air besar hanya dalam waktu 10 hingga 30 menit setelah obat dimasukkan ke dalam dubur. Obat ini juga sering digunakan untuk persiapan prosedur medis seperti radiologi atau operasi perut.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 suppositoria (10 mg), dimasukkan ke dalam dubur. Digunakan maksimal 1 kali sehari.
  • Gunakan obat ini hanya saat benar-benar kesulitan buang air besar, dan hentikan penggunaan jika pencernaan sudah kembali lancar.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dulcolax 10 mg Suppositoria di Toko Kesehatan Halodoc

2. Dulcolax 5 mg Suppositoria

Anak-anak sering kali mengalami sembelit karena kurang asupan serat, menahan buang air besar saat bermain, atau saat sedang dalam masa toilet training. Untuk mengatasi hal ini, Dulcolax 5 mg Suppositoria hadir sebagai solusi yang diformulasikan khusus dengan dosis yang aman untuk anak-anak. Kandungan aktifnya sama, yaitu Bisacodyl, namun dengan takaran yang lebih rendah yakni 5 mg.

Manfaat spesifik dari varian ini adalah membantu melancarkan buang air besar pada anak yang sudah berhari-hari tidak BAB tanpa harus memaksa mereka meminum obat sirup atau tablet yang mungkin rasanya tidak disukai. Obat yang dimasukkan ke dubur ini akan meleleh perlahan dan memberikan rangsangan lembut pada usus anak, sehingga feses dapat keluar dengan lebih mudah dan tidak menyakitkan dalam waktu sekitar 15 hingga 30 menit.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis anak usia 6-12 tahun: 1 suppositoria (5 mg) per hari, dimasukkan perlahan ke dalam dubur.
  • Pastikan anak dalam posisi rileks saat obat dimasukkan agar tidak menimbulkan rasa trauma atau tidak nyaman.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dulcolax 5 mg Suppositoria di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Menyimpan Obat Suppositoria yang Tepat
  1. Simpan di tempat yang sejuk, idealnya di dalam lemari pendingin (bukan di freezer) dengan suhu sekitar 2-8 derajat Celcius agar obat tidak meleleh.
  2. Jangan tinggalkan obat di dalam mobil atau tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  3. Jika obat terlanjur melunak saat akan digunakan, masukkan ke dalam kulkas selama 10-15 menit atau aliri kemasannya (sebelum dibuka) dengan air es hingga kembali mengeras.

3. Microlax Enema 5 ml

Microlax Enema 5 ml sedikit berbeda dengan suppositoria padat. Obat ini berbentuk gel cair yang dikemas dalam tube kecil dengan aplikator panjang untuk disemprotkan (di-enema) langsung ke dalam rektum. Microlax mengandung kombinasi bahan aktif Natrium lauril sulfoasetat, Natrium sitrat, Sorbitol, dan PEG 400.

Cara kerja obat ini sangat unik. Ia bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan feses dan menyerap air ke dalam usus besar. Hal ini membuat kotoran yang semula keras dan kering menjadi lunak seketika. Karena sifatnya yang melumasi dinding rektum, buang air besar menjadi jauh lebih lancar tanpa rasa sakit akibat mengejan terlalu keras. Obat ini biasanya memberikan efek sangat cepat, yakni dalam rentang waktu 5 sampai 15 menit saja.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa dan anak di atas 3 tahun: 1 tube (5 ml). Tekan tube perlahan hingga seluruh isi gel masuk ke dalam rektum.
  • Penting: Saat menarik aplikator keluar dari dubur, biarkan tube tetap dalam keadaan tertekan/kempes agar cairan obat tidak tersedot kembali ke dalam tube.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Microlax Enema 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Superhoid Suppositoria

Selain sembelit, masalah kesehatan lain yang sering ditangani dengan obat yang dimasukkan ke dubur adalah ambeien atau wasir. Superhoid Suppositoria merupakan obat yang dirancang khusus untuk meringankan gejala wasir internal maupun eksternal. Obat ini mengandung kombinasi bahan aktif Benzocaine 1%, Zinc oxide 2%, dan Alcloxa 0.2%.

Kandungan Benzocaine di dalamnya berfungsi sebagai anestesi lokal yang dengan cepat mematikan rasa sakit, perih, dan gatal di area anus. Sementara itu, Zinc oxide dan Alcloxa bertindak sebagai zat astringen dan antiseptik ringan yang membantu mengempiskan pembengkakan pembuluh darah, mengurangi peradangan, serta mempercepat penyembuhan jaringan mukosa rektum yang terluka. Obat ini sangat membantu penderita wasir untuk bisa duduk dan beraktivitas dengan lebih nyaman.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: Masukkan 1 suppositoria ke dalam dubur, 1 hingga 2 kali sehari.
  • Sangat disarankan untuk menggunakannya setelah buang air besar dan setelah membersihkan area anus dengan baik.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Superhoid Suppositoria di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Benar Menggunakan Obat Suppositoria

1. Persiapan dan Kebersihan

Sebelum menggunakan obat yang dimasukkan ke dubur, pastikan kamu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Jika kamu memiliki sarung tangan medis sekali pakai, akan lebih baik untuk menggunakannya. Pastikan obat dalam kondisi padat. Jika terlalu lembek, dinginkan sejenak di dalam kulkas.

2. Posisi Pemasukan Obat

Posisi terbaik untuk memasukkan obat ini adalah berbaring menyamping ke arah kiri dengan kaki kanan ditekuk ke arah dada (posisi Sims). Buka kemasan obat, lalu basahi sedikit ujung obat dengan air bersih atau pelumas berbahan dasar air agar lebih licin. Dorong obat masuk ke dalam anus menggunakan jari telunjuk hingga kedalaman sekitar 2-3 sentimeter (melewati otot sfingter). Setelah masuk, rapatkan pantat dan tetaplah berbaring selama 10-15 menit agar obat tidak keluar kembali dan bisa meleleh dengan sempurna.

Studi Mengenai Efikasi Obat Rectal

Journal of Clinical Pharmacology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pemberian obat melalui rute rektal (suppositoria) terbukti efektif dalam mencegah degradasi obat oleh asam lambung dan enzim pencernaan.

Studi tersebut menemukan bahwa bioavailabilitas (jumlah obat yang masuk ke sirkulasi darah) dari rute rektal sangat menguntungkan untuk obat-obatan yang menyebabkan iritasi lambung parah. Selain itu, kecepatan kerja (onset of action) untuk obat pencahar rektal ditemukan lebih superior dibandingkan dengan obat pencahar oral, menjadikannya terapi lini pertama yang ideal untuk sembelit akut yang membutuhkan resolusi cepat di ruang gawat darurat maupun untuk perawatan di rumah.

Jika sembelit, ambeien, atau keluhan kesehatan lainnya tidak kunjung membaik setelah penggunaan obat-obatan bebas di atas selama lebih dari satu minggu, atau jika disertai dengan pendarahan hebat dari anus, segera cari bantuan medis. Kamu harus tahu kapan harus ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang lebih komprehensif.

Kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan praktis dan cepat, karena produk dijamin 100% asli dan langsung diantar ke rumah.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc kapan saja dan di mana saja.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Over-the-counter laxatives: Constipation relief.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Suppositories: How to Use, Types & What They Treat.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Rectal Drug Delivery: Clinical Tolerance and Applications.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Managing Constipation and Hemorrhoids in Primary Health Care.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Panduan Penggunaan Obat Bebas Terbatas pada Gangguan Pencernaan.

FAQ

1. Apakah menggunakan obat yang dimasukkan ke dubur terasa sakit?

Jika dilakukan dengan cara dan posisi yang benar, memasukkan obat suppositoria tidak akan terasa sakit. Terkadang hanya terasa sedikit canggung atau muncul sensasi dingin dan penuh di area dubur. Untuk meminimalisir ketidaknyamanan, kamu bisa membasahi ujung obat dengan sedikit air sebelum dimasukkan agar lebih licin.

2. Berapa lama obat suppositoria akan bereaksi?

Kecepatan reaksi sangat bergantung pada jenis obatnya. Untuk obat pencahar seperti Bisacodyl atau Microlax, reaksinya sangat cepat, biasanya dalam 10 hingga 30 menit kamu akan merasa mulas dan ingin buang air besar. Sedangkan untuk obat wasir, efek peredaan nyerinya bisa dirasakan dalam belasan menit dan bekerja menyembuhkan sepanjang hari.

3. Apakah obat ini boleh digunakan oleh ibu hamil?

Beberapa obat pencahar dan obat wasir aman untuk ibu hamil, namun beberapa lainnya mungkin memerlukan pengawasan medis. Konstipasi dan ambeien memang sangat umum terjadi selama kehamilan. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi ibu hamil untuk selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan sebelum menggunakan obat suppositoria jenis apa pun.

4. Bagaimana jika obat kembali keluar setelah dimasukkan?

Jika obat keluar kembali secara utuh sesaat setelah dimasukkan, kamu mungkin tidak mendorongnya cukup dalam. Pastikan obat masuk melewati otot sfingter (otot cincin anus), kira-kira sedalam 1 ruas jari. Jika obat keluar bersamaan dengan keluarnya feses (buang air besar) sebelum 10 menit, efektivitas obat mungkin berkurang. Pastikan untuk menahan rasa ingin buang air besar sejenak atau tetap berbaring setidaknya 15 menit agar obat meleleh dan terserap.