Ad Placeholder Image

Obat Demam Anak dari Dubur: Aman dan Efektif?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 Februari 2026

Obat Demam Anak dari Dubur: Solusi Cepat Demam Tinggi

Obat Demam Anak dari Dubur: Aman dan Efektif?Obat Demam Anak dari Dubur: Aman dan Efektif?

DAFTAR ISI


Melihat anak terbaring lemas karena demam tinggi tentu membuat setiap orang tua merasa khawatir. Demam sebenarnya adalah respons alami tubuh saat sistem imun sedang melawan infeksi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Meski begitu, suhu tubuh yang terlalu tinggi bisa membuat Si Kecil merasa sangat tidak nyaman, rewel, hingga kesulitan untuk beristirahat dengan nyenyak.

Kondisi sering kali menjadi lebih menantang ketika anak menolak minum obat sirup. Rasanya yang mungkin kurang disukai, atau kondisi anak yang sedang mual dan terus-menerus muntah, membuat obat yang diminum dari mulut terbuang sia-sia sebelum sempat diserap oleh tubuh. Jika hal ini terjadi, kamu mungkin bingung bagaimana cara menurunkan suhu tubuhnya agar ia bisa kembali nyaman.

Nah, dalam situasi medis tertentu, dokter biasanya akan meresepkan alternatif lain yang efektif, yaitu obat demam anak dari dubur atau yang dalam istilah medis dikenal dengan sebutan supositoria. Bentuk sediaan obat ini sangat membantu ketika pemberian obat oral (lewat mulut) tidak memungkinkan. Lalu, bagaimana cara kerjanya, kapan harus digunakan, dan apa saja yang perlu diperhatikan?

Sebagai catatan penting, di Indonesia, obat penurun panas yang dimasukkan melalui dubur (seperti paracetamol atau ibuprofen supositoria) tergolong sebagai obat keras. Artinya, kamu tidak bisa membelinya secara bebas dan penggunaannya mutlak memerlukan resep serta pengawasan dari dokter. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai obat demam supositoria yang perlu kamu pahami!

Apa Itu Obat Demam Anak dari Dubur (Supositoria)?

Obat supositoria adalah bentuk sediaan obat padat yang dirancang khusus untuk dimasukkan ke dalam rektum (dubur). Bentuknya biasanya menyerupai peluru, torpedo, atau kerucut dengan ukuran yang disesuaikan untuk anak-anak. Obat ini umumnya terbuat dari bahan dasar seperti lemak cokelat (oleum cacao) atau gliserin yang diformulasikan agar padat di suhu ruangan, namun akan meleleh dengan cepat saat terkena suhu tubuh.

Ketika dimasukkan ke dalam dubur, obat akan meleleh dan melepaskan bahan aktifnya (seperti paracetamol atau ibuprofen). Dinding rektum dipenuhi dengan banyak pembuluh darah, sehingga obat yang meleleh akan langsung diserap ke dalam aliran darah tanpa harus melewati lambung dan usus terlebih dahulu. Proses penyerapan ini membuat efek penurunan demam bisa terjadi relatif cepat.

Selain penurun panas, sediaan supositoria juga sering digunakan untuk jenis pengobatan lain, seperti obat antikejang atau obat sembelit. Namun, untuk mengatasi demam, komposisi yang paling umum digunakan adalah paracetamol. Sekali lagi, karena masuk langsung ke peredaran darah dalam dosis tertentu, pemberiannya harus sangat hati-hati dan sesuai petunjuk dokter.

Tips Menyimpan Obat Supositoria
  1. Simpan di dalam kulkas (lemari pendingin) pada suhu 2-8 derajat Celcius agar tidak meleleh.
  2. Jangan simpan di dalam freezer karena obat bisa membeku dan merusak struktur bahan aktifnya.
  3. Jauhkan dari paparan sinar matahari langsung atau tempat yang panas.

Kapan Anak Membutuhkan Obat Ini?

Penggunaan obat demam dari dubur bukanlah pilihan pertama atau penanganan lini pertama untuk anak yang sakit. Dokter umumnya akan merekomendasikan obat oral (sirup atau tablet kunyah) terlebih dahulu. Jika anak masih bisa minum obat dan demamnya tergolong ringan, kamu bisa mencari obat penurun panas dalam sediaan sirup di apotek. Namun, dokter akan mempertimbangkan resep supositoria pada kondisi-kondisi berikut:

1. Anak Muntah Hebat

Jika anak mengalami infeksi saluran pencernaan yang memicu mual dan muntah hebat, memberikan obat lewat mulut menjadi sangat tidak efektif. Obat bisa dimuntahkan kembali sebelum diserap lambung, sehingga dosis yang masuk ke tubuh tidak jelas. Dalam kasus ini, supositoria adalah solusi yang tepat.

2. Anak Kesulitan Menelan atau Menolak Obat

Ada kalanya anak menangis histeris, memberontak, atau mengatupkan mulutnya rapat-rapat saat diberikan obat sirup. Memaksa meminumkan obat dalam kondisi anak menangis berisiko menyebabkan anak tersedak dan obat masuk ke saluran napas. Obat dubur memberikan jalan keluar yang lebih aman.

3. Anak Sedang Tidur Pulas atau Tidak Sadarkan Diri

Membangunkan anak yang sedang tidur pulas hanya untuk meminum obat kadang membuat mereka rewel. Jika suhu tubuhnya sangat tinggi dan harus segera diturunkan, memasukkan obat lewat dubur bisa dilakukan tanpa harus membangunkan anak. Selain itu, pada kasus anak yang tidak sadar atau kejang akibat demam tinggi (step), obat oral dilarang keras karena berisiko menyumbat jalan napas.

Cara Menggunakan Obat dari Dubur yang Benar

Bagi sebagian orang tua, memasukkan obat melalui dubur anak mungkin terasa menakutkan atau canggung. Namun, dengan teknik yang tepat, proses ini bisa dilakukan dengan cepat, aman, dan tanpa rasa sakit bagi Si Kecil. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Cuci tangan kamu menggunakan sabun dan air mengalir hingga bersih sebelum dan sesudah menyentuh obat.

2. Jika obat terasa agak lembek karena suhu ruangan, masukkan ke dalam kulkas selama 10-15 menit agar mengeras, atau siram bungkusnya dengan air es.

3. Buka bungkus aluminium foil atau plastik pelindung obat.

4. Posisikan anak berbaring miring ke kiri dengan kaki kanan ditekuk ke arah dada (posisi tengkurap dengan paha diangkat juga bisa dilakukan untuk bayi).

5. Kamu bisa mengoleskan sedikit pelumas berbahan dasar air (water-based lubricant) di ujung obat. Jangan gunakan petroleum jelly karena dapat menghambat penyerapan obat.

6. Angkat sedikit pipi bokong anak agar lubang dubur terlihat jelas.

7. Masukkan bagian ujung obat yang runcing terlebih dahulu ke dalam dubur. Dorong perlahan menggunakan jari telunjuk (untuk anak yang lebih besar) atau jari kelingking (untuk bayi) hingga obat masuk sedalam kira-kira 1 ruas jari.

8. Setelah masuk, rapatkan kedua belah bokong anak dan tahan selama beberapa menit agar obat tidak keluar lagi saat otot duburnya berkontraksi.

9. Minta anak untuk tetap berbaring selama 10 hingga 15 menit agar obat meleleh dan terserap sempurna.

Peringatan dan Efek Samping yang Perlu Diperhatikan

Meskipun efektif, obat demam anak dari dubur tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa kontraindikasi di mana obat ini tidak boleh diberikan sama sekali. Jangan gunakan obat supositoria jika anak sedang mengalami diare berat, terdapat luka atau peradangan di sekitar anus, atau jika anak pernah menjalani operasi pada area rektum.

Efek samping yang mungkin muncul meliputi rasa tidak nyaman di area dubur, iritasi ringan, atau kemerahan. Jika setelah dimasukkan anak justru mengeluh perih yang luar biasa, atau terlihat ada bercak darah dari duburnya, segera hentikan penggunaan.

Hal krusial lainnya adalah masalah dosis. Jangan pernah memotong obat supositoria menjadi dua bagian secara sembarangan dengan harapan memberikan “setengah dosis”. Pemotongan yang tidak akurat bisa menyebabkan dosis yang diberikan terlalu sedikit (tidak mempan) atau terlalu banyak (overdosis). Obat ini harus diberikan sesuai bentuk utuhnya dari pabrik berdasarkan resep dokter. Namun, jika demam tidak turun setelah 3 hari atau anak menunjukkan gejala bahaya seperti sesak napas dan kejang, segera bawa anak ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat.

Studi Mengenai Efektivitas Obat Supositoria

Pediatrics Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara klinis antara pemberian paracetamol secara rektal (dubur) dan oral (mulut) dalam hal menurunkan demam pada anak.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa paracetamol supositoria sama ampunya dengan sirup, dengan catatan dosis rektal harus disesuaikan dengan berat badan anak. Oleh karena itu, penggunaannya sangat direkomendasikan pada situasi klinis di mana rute oral terhambat, seperti saat anak muntah atau menolak obat, sebagai bagian dari penanganan demam yang rasional.

Anak Demam Tinggi dan Bingung Harus Apa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan karena anak tiba-tiba demam tinggi di malam hari, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu panik dan khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA.

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan, termasuk memberikan panduan awal saat merawat anak yang sakit di rumah.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Jika suhu tubuh Si Kecil masih belum membaik meski sudah dilakukan perawatan di rumah, jangan tunda untuk memeriksakannya lebih lanjut. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi kejang demam.

Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan medis lainnya dengan praktis dan cepat melalui Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Management of Fever in Young Children.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Fever in children: When to call the doctor.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Efficacy and safety of acetaminophen suppositories.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kenali Tata Cara Pemberian Obat yang Benar pada Anak.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. How To Insert a Rectal Suppository.

FAQ

1. Apa nama obat demam anak dari dubur?

Obat demam yang dimasukkan lewat dubur umumnya mengandung zat aktif paracetamol atau ibuprofen. Karena di Indonesia obat ini tergolong obat keras, kamu wajib berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep dan nama merek yang tepat untuk Si Kecil.

2. Apakah aman memberikan obat penurun panas lewat dubur?

Sangat aman apabila digunakan sesuai dengan indikasi medis, dosis yang tepat berdasarkan berat badan anak, dan instruksi dari dokter. Pastikan cara memasukkannya benar agar tidak melukai area rektum anak.

3. Berapa lama reaksi obat demam dari dubur?

Obat ini biasanya mulai bekerja menurunkan suhu tubuh dalam waktu 30 hingga 60 menit setelah dimasukkan. Penyerapan terjadi cukup cepat karena langsung masuk ke pembuluh darah di dinding rektum.

4. Apakah obat dubur lebih ampuh dari sirup?

Secara medis, tingkat keampuhannya dalam menurunkan demam kurang lebih sama dengan obat sirup. Perbedaannya hanya pada cara masuk dan kepraktisan penggunaannya pada anak yang kesulitan menelan atau sedang muntah hebat.