Ad Placeholder Image

Obat Demam Anak Lewat Dubur untuk Si Kecil: Kenali Namanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Nama Obat Demam Anak yang Dimasukkan ke Dubur Terbaik

Obat Demam Anak Lewat Dubur untuk Si Kecil: Kenali NamanyaObat Demam Anak Lewat Dubur untuk Si Kecil: Kenali Namanya

Memahami Obat Demam Anak yang Dimasukkan ke Dubur (Supositoria Rektal)

Saat anak mengalami demam, berbagai metode penanganan bisa diterapkan, salah satunya adalah pemberian obat penurun panas melalui dubur. Metode ini dikenal sebagai pemberian obat dalam bentuk supositoria rektal. Obat demam anak yang dimasukkan ke dubur menjadi alternatif penting, terutama ketika pemberian obat secara oral (melalui mulut) sulit dilakukan.

Pemberian supositoria rektal memiliki mekanisme kerja yang cepat karena obat diserap langsung melalui pembuluh darah di rektum. Pendekatan ini memastikan obat bekerja efektif untuk menurunkan suhu tubuh anak yang tinggi.

Definisi dan Cara Kerja Supositoria Rektal

Supositoria rektal adalah sediaan padat berbentuk peluru atau torpedo yang dirancang untuk dimasukkan ke dalam rektum (dubur). Obat ini akan meleleh pada suhu tubuh dan melepaskan bahan aktif yang kemudian diserap oleh mukosa rektum. Penyerapan ini memungkinkan obat masuk ke dalam aliran darah dan mulai bekerja secara sistemik.

Keunggulan utama supositoria adalah kemampuannya melewati sistem pencernaan bagian atas dan sebagian metabolisme hati awal. Hal ini dapat meningkatkan bioavailabilitas (jumlah obat yang tersedia untuk memberikan efek) dari beberapa jenis obat. Ini sangat berguna untuk anak-anak yang muntah atau tidak bisa menelan obat.

Kandungan Aktif dan Merek Obat Demam Anak Supositoria di Indonesia

Obat demam anak yang dimasukkan ke dubur umumnya mengandung bahan aktif parasetamol (acetaminophen) atau ibuprofen. Kedua bahan ini memiliki fungsi antipiretik (penurun demam) dan analgesik (peredam nyeri).

Parasetamol bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin di otak yang bertanggung jawab terhadap peningkatan suhu tubuh dan rasa nyeri. Sementara itu, ibuprofen bekerja sebagai antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang juga menghambat prostaglandin, namun dengan mekanisme yang lebih luas termasuk mengurangi peradangan.

Beberapa merek dagang supositoria rektal yang tersedia di Indonesia antara lain:

  • Pamol Suppositoria (mengandung Parasetamol)
  • Propyretic Suppositoria (mengandung Parasetamol)
  • Proris Suppositoria (mengandung Ibuprofen)
  • Dumin Rectal Tube/Suppositoria (mengandung Parasetamol)

Penting untuk selalu memeriksa kandungan aktif dan dosis yang tertera pada kemasan, serta menyesuaikannya dengan usia dan berat badan anak sesuai anjuran dokter atau apoteker.

Kapan Penggunaan Obat Demam Anak Supositoria Direkomendasikan?

Obat dalam bentuk supositoria biasanya direkomendasikan dokter dalam situasi tertentu. Penggunaannya menjadi pilihan efektif apabila anak:

  • Mengalami muntah-muntah terus-menerus: Ketika anak tidak bisa menelan atau mempertahankan obat oral karena muntah, supositoria memastikan obat tetap dapat masuk ke dalam tubuh.
  • Sulit menelan obat oral: Beberapa anak, terutama bayi atau balita, mungkin menolak atau kesulitan menelan obat dalam bentuk sirup atau tablet.
  • Tidak sadarkan diri atau kejang: Dalam kondisi darurat seperti kejang demam atau penurunan kesadaran, pemberian obat oral tidak memungkinkan dan supositoria menjadi jalur pemberian yang cepat dan aman.
  • Menolak obat oral: Anak yang rewel atau menolak obat oral akan lebih mudah diberikan obat melalui rektum.

Keputusan untuk menggunakan supositoria rektal harus berdasarkan pertimbangan medis dan anjuran dokter untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Cara Menggunakan Supositoria Rektal dengan Benar

Penggunaan supositoria rektal harus dilakukan dengan hati-hati dan benar untuk memaksimalkan penyerapan obat. Langkah-langkah umum yang bisa diikuti:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah menyentuh supositoria.
  • Lepaskan pembungkus supositoria. Jika supositoria terlalu lunak, dinginkan sebentar di lemari es atau di bawah air dingin yang mengalir.
  • Posisikan anak berbaring miring dengan kaki bagian atas ditekuk ke arah perut, atau telentang dengan kaki diangkat.
  • Regangkan bokong anak dengan satu tangan untuk membuka lubang dubur.
  • Dengan tangan lainnya, masukkan supositoria secara perlahan dengan ujung yang runcing terlebih dahulu, dorong hingga melewati otot sfingter sekitar 1-2 cm untuk bayi dan 2-3 cm untuk anak yang lebih besar.
  • Tahan bokong anak agar tetap rapat selama beberapa menit untuk mencegah supositoria keluar kembali.

Pastikan untuk selalu membaca petunjuk penggunaan pada kemasan obat atau ikuti instruksi dari tenaga medis.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Supositoria untuk Anak

Beberapa hal penting perlu diperhatikan saat memberikan obat demam anak yang dimasukkan ke dubur:

  • Dosis: Gunakan dosis yang tepat sesuai usia dan berat badan anak yang direkomendasikan dokter atau apoteker. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Jarak Waktu Pemberian: Perhatikan interval waktu antar dosis sesuai petunjuk untuk menghindari overdosis.
  • Efek Samping: Meskipun jarang, beberapa anak mungkin mengalami iritasi lokal pada rektum atau buang air besar yang lebih sering. Segera konsultasikan dengan dokter jika anak mengalami efek samping yang tidak biasa.
  • Kontraindikasi: Hindari penggunaan supositoria pada anak dengan diare parah, perdarahan rektal, atau kondisi usus tertentu tanpa anjuran dokter.
  • Penyimpanan: Simpan supositoria di tempat sejuk dan kering, jauh dari jangkauan anak-anak.

Pemberian supositoria harus selalu di bawah pengawasan orang dewasa dan sesuai petunjuk medis.

Kesimpulan

Obat demam anak yang dimasukkan ke dubur atau supositoria rektal merupakan pilihan penanganan demam yang efektif, terutama dalam situasi tertentu. Kandungan aktif seperti parasetamol atau ibuprofen dalam merek dagang seperti Pamol, Propyretic, Proris, dan Dumin, bekerja menurunkan panas. Penting bagi orang tua untuk memahami kapan supositoria direkomendasikan, cara penggunaannya yang benar, dan hal-hal yang perlu diperhatikan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penanganan demam pada anak atau jika ada kekhawatiran medis, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Halodoc guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.