Ad Placeholder Image

Obat Keputihan Hijau Saat Hamil? Segera ke Dokter!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 April 2026

Obat Keputihan Hijau Saat Hamil: Resep Dokter Saja

Obat Keputihan Hijau Saat Hamil? Segera ke Dokter!Obat Keputihan Hijau Saat Hamil? Segera ke Dokter!

Obat Keputihan Hijau Saat Hamil: Kapan Harus ke Dokter?

Keputihan hijau saat hamil merupakan kondisi yang perlu diwaspadai dan tidak boleh diabaikan. Ini sering menjadi indikasi adanya infeksi yang memerlukan penanganan medis segera dari dokter spesialis. Mengobati keputihan hijau secara mandiri dengan obat rumahan tidak disarankan karena berisiko menyebabkan komplikasi pada ibu hamil dan janin.

Penanganan yang tepat dari dokter akan memastikan pemberian obat yang aman dan efektif sesuai dengan penyebab infeksi. Informasi ini akan membahas secara detail mengenai keputihan hijau saat hamil dan langkah penanganannya.

Mengapa Keputihan Hijau Saat Hamil Berbahaya?

Keputihan dengan warna hijau pada ibu hamil umumnya menandakan adanya infeksi pada area vagina. Infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri, parasit, atau jamur. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi vagina dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.

Risiko tersebut meliputi kelahiran prematur, berat badan lahir rendah pada bayi, hingga infeksi pada ketuban atau rahim. Oleh karena itu, pemeriksaan dan penanganan oleh dokter kandungan menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Penyebab Keputihan Hijau pada Ibu Hamil

Ada beberapa jenis infeksi yang paling sering menyebabkan keputihan berwarna hijau saat hamil. Dua penyebab utama yang perlu diwaspadai adalah:

  • Trikomoniasis: Ini adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis. Selain keputihan hijau yang berbusa dan berbau tidak sedap, gejala lain meliputi gatal, kemerahan, atau nyeri pada area vagina.
  • Bacterial Vaginosis (BV): BV terjadi ketika keseimbangan bakteri alami di vagina terganggu, dan bakteri jahat tumbuh berlebihan. Keputihan hijau akibat BV biasanya berbau amis yang makin kuat setelah berhubungan intim.

Diagnosis yang akurat dari dokter sangat krusial untuk menentukan jenis infeksi dan pengobatan yang paling tepat.

Obat Keputihan Hijau Saat Hamil: Harus Resep Dokter

Penanganan keputihan hijau saat hamil memerlukan obat khusus yang diresepkan oleh dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti infeksi sebelum memberikan resep.

Berikut beberapa jenis obat yang umumnya diberikan oleh dokter:

  • Metronidazole: Obat ini adalah antibiotik yang efektif untuk mengatasi infeksi parasit seperti trikomoniasis dan bacterial vaginosis. Metronidazole tersedia dalam bentuk tablet oral atau ovula (obat yang dimasukkan ke vagina).
  • Nystatin Ovula: Jika infeksi disebabkan oleh jamur, dokter mungkin akan meresepkan nystatin dalam bentuk ovula. Obat ini bekerja dengan membunuh pertumbuhan jamur di area vagina.

Penting untuk diketahui, obat-obatan ini termasuk dalam Kategori B untuk kehamilan, yang berarti penelitian pada hewan tidak menunjukkan risiko pada janin, dan belum ada penelitian yang terkontrol pada wanita hamil yang menunjukkan risiko. Contoh obat ovula yang sering diresepkan adalah Flagystatin Ovula atau Neo Gynoxa Ovula. Namun, penggunaan obat-obatan ini harus sesuai petunjuk dan resep dokter untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Pertolongan Pertama Sambil Menunggu Dokter

Sambil menunggu jadwal pemeriksaan dengan dokter, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan area intim:

  • Jaga kebersihan area intim dengan mencucinya menggunakan air hangat saja.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang longgar untuk sirkulasi udara yang baik.
  • Hindari penggunaan sabun kewanitaan berpewangi, douching, atau produk kebersihan intim yang mengandung bahan kimia keras.
  • Hindari berhubungan intim untuk sementara waktu agar tidak memperparah iritasi atau menyebarkan infeksi.

Pencegahan Keputihan Abnormal Selama Kehamilan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko keputihan abnormal selama kehamilan:

  • Bersihkan area intim dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar.
  • Ganti celana dalam minimal dua kali sehari atau saat terasa lembap.
  • Hindari penggunaan pakaian dalam atau celana yang terlalu ketat.
  • Batasi penggunaan produk pembersih kewanitaan yang mengandung parfum atau bahan kimia.
  • Konsumsi makanan sehat dan cukup minum air putih untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter kandungan jika mengalami gejala-gejala berikut:

  • Keputihan berwarna hijau, kuning, atau abu-abu.
  • Keputihan disertai bau tidak sedap (amis atau busuk).
  • Vagina terasa gatal, perih, atau terbakar.
  • Nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan intim.
  • Kemerahan atau bengkak pada area vagina dan labia.

Gejala-gejala tersebut menandakan perlunya penanganan medis sesegera mungkin.

Kesimpulan

Keputihan hijau saat hamil bukan kondisi yang bisa diatasi dengan pengobatan mandiri. Kondisi ini memerlukan diagnosis dan resep obat yang tepat dari dokter kandungan untuk memastikan keamanan ibu dan janin. Mengingat pentingnya penanganan yang akurat, konsultasikan segera gejala keputihan hijau yang dialami melalui aplikasi Halodoc atau kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan profesional.