Ad Placeholder Image

Obat Repass Ibuprofen: Redakan Nyeri dan Demam Cepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Obat Repass Ibuprofen: Redakan Nyeri dan Demam Cepat

Obat Repass Ibuprofen: Redakan Nyeri dan Demam CepatObat Repass Ibuprofen: Redakan Nyeri dan Demam Cepat

DAFTAR ISI


Rasa nyeri, baik itu sakit kepala, sakit gigi, hingga nyeri haid, seringkali datang tiba-tiba dan mengganggu produktivitas harian kamu. Selain nyeri, kondisi peradangan yang disertai demam juga menjadi keluhan umum yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Salah satu kandungan aktif yang sudah lama dipercaya secara medis untuk mengatasi masalah ini adalah Ibuprofen.

Ibuprofen termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang bekerja efektif meredakan nyeri ringan hingga sedang serta menurunkan demam. Di Indonesia, salah satu merek yang mengandung Ibuprofen berkualitas adalah Repass. Obat ini sering menjadi pilihan utama bagi mereka yang membutuhkan efektivitas tinggi dalam meredam peradangan.

Penting bagi kamu untuk memahami dosis dan aturan pakai obat ini agar manfaatnya maksimal dan risiko efek samping dapat diminimalisir. Jika nyeri yang kamu rasakan tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Nah, mau tahu apa saja pilihan rekomendasi produk untuk meredakan nyeri? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Repass Ibuprofen yang Ampuh

Berikut adalah detail produk Repass Ibuprofen yang tersedia untuk membantu mengatasi keluhan nyeri dan demam kamu. Pastikan kamu membaca aturan pakai dengan teliti sebelum mengonsumsinya.

1. Repass 400 mg 10 Kaplet

Repass adalah obat yang mengandung zat aktif Ibuprofen 400 mg. Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase-1 dan 2 (COX-1 dan COX-2). Enzim ini bertanggung jawab dalam pembentukan prostaglandin, yaitu senyawa dalam tubuh yang memicu munculnya rasa nyeri, peradangan, dan demam. Dengan terhambatnya prostaglandin, maka rasa sakit akan berkurang dan suhu tubuh yang tinggi akan kembali normal.

Manfaat utama Repass 400 mg antara lain untuk meredakan gejala nyeri akibat sakit gigi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri pasca operasi, hingga nyeri sendi akibat artritis. Selain itu, obat ini sangat efektif untuk mengurangi nyeri haid (dismenore) primer.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kaplet (400 mg), diminum 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan.
  • Dosis maksimal dalam sehari adalah 1200 mg – 2400 mg, namun penggunaan dosis tinggi harus di bawah pengawasan ketat.
  • Wajib diminum segera setelah makan untuk mencegah iritasi pada lambung.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Repass 400 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Aman Mengonsumsi Ibuprofen
  1. Selalu konsumsi obat setelah makan atau bersama susu untuk melindungi lapisan lambung.
  2. Hindari konsumsi alkohol selama penggunaan obat ini karena dapat meningkatkan risiko perdarahan lambung.
  3. Jangan menggandakan dosis jika kamu melewatkan satu jadwal minum obat.

Cara Kerja Ibuprofen dalam Tubuh

Ibuprofen adalah agen farmakologis yang memiliki tiga efek utama: analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun demam), dan antiinflamasi (antiradang). Cara kerjanya sangat spesifik di tingkat seluler. Ketika tubuh mengalami cedera atau infeksi, sel-sel melepaskan bahan kimia yang disebut asam arakidat. Enzim COX kemudian mengubah asam ini menjadi prostaglandin.

Prostaglandin inilah yang mengirimkan sinyal nyeri ke otak dan menyebabkan area tubuh yang cedera menjadi bengkak serta merah. Ibuprofen masuk ke dalam sistem tubuh dan mengikat enzim COX tersebut sehingga produksi prostaglandin terhenti. Hasilnya, ambang nyeri meningkat dan peradangan mereda secara signifikan.

Perbedaan Ibuprofen dan Paracetamol

Banyak orang sering bingung kapan harus menggunakan Ibuprofen (seperti Repass) dan kapan menggunakan Paracetamol. Meskipun keduanya sama-sama bisa meredakan nyeri dan demam, ada perbedaan mendasar pada efek antiinflamasinya. Paracetamol bekerja lebih dominan di sistem saraf pusat dan hampir tidak memiliki efek antiradang.

Sementara itu, Ibuprofen memiliki efek antiradang yang kuat. Oleh karena itu, untuk nyeri yang disertai pembengkakan—seperti sakit gigi yang gusinya bengkak, cedera otot, atau nyeri sendi—Ibuprofen umumnya memberikan hasil yang lebih efektif dibanding paracetamol. Namun, Ibuprofen memiliki risiko iritasi lambung yang lebih tinggi, sehingga bagi pemilik riwayat sakit maag kronis, pemilihan obat harus dilakukan dengan sangat hati-hati melalui saran medis.

Studi Mengenai Efikasi Ibuprofen

The Journal of Clinical Pharmacology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa Ibuprofen dalam dosis 400 mg memberikan efikasi yang superior dalam menangani nyeri akut dibandingkan dengan dosis analgesik standar lainnya. Studi tersebut menyoroti kecepatan absorpsi obat yang relatif cepat dalam sistem pencernaan manusia.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Ibuprofen untuk nyeri haid memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi karena kemampuannya menurunkan kadar prostaglandin secara langsung di rahim. Hal ini menjadikan produk seperti Repass menjadi andalan bagi banyak wanita setiap bulannya.

FAQ

1. Apakah Repass Ibuprofen bisa dibeli tanpa resep?

Untuk sediaan 400 mg, Repass termasuk golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Kamu bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penggunaan yang tepat.

2. Bolehkah meminum Ibuprofen saat perut kosong?

Sangat tidak disarankan. Ibuprofen bersifat asam dan dapat mengiritasi dinding lambung. Selalu minum obat ini setelah makan untuk menjaga kenyamanan pencernaan kamu.

3. Berapa lama jeda waktu antara dosis pertama dan kedua?

Jeda waktu yang disarankan adalah sekitar 4 hingga 6 jam. Jangan mengonsumsi lebih dari 3-4 kali dalam kurun waktu 24 jam kecuali atas instruksi khusus dari tenaga medis.

4. Apakah penderita asma boleh minum Repass?

Penderita asma harus berhati-hati karena beberapa orang dengan asma bisa mengalami penyempitan saluran napas (bronkospasme) saat mengonsumsi obat golongan OAINS seperti Ibuprofen.

Jika nyeri menetap lebih dari 3 hari atau terjadi reaksi alergi seperti gatal dan sesak napas, segera hentikan penggunaan dan hubungi bantuan medis. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan praktis.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc agar mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Ibuprofen (Oral Route) Proper Use.
NCBI – PubMed. Diakses pada 2026. Efficacy and Safety of Ibuprofen.
BPOM RI. Diakses pada 2026. Cek Produk – Repass Ibuprofen.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAIDs).

## Punya Keluhan Nyeri atau Demam yang Mengganggu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu sedang merasakan nyeri yang tak kunjung hilang atau demam yang membuat tubuh lemas? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.