Ad Placeholder Image

Obat Telinga Berdarah karena Dikorek: Ini Cara Atasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Jangan Panik! Obat Telinga Berdarah Karena Dikorek

Obat Telinga Berdarah karena Dikorek: Ini Cara AtasinyaObat Telinga Berdarah karena Dikorek: Ini Cara Atasinya

DAFTAR ISI


Luka di dalam telinga adalah kondisi yang sering kali menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri tajam, hingga gangguan pendengaran sementara. Telinga merupakan organ yang sangat sensitif dengan struktur saluran yang sempit dan dilapisi oleh kulit yang tipis. Sedikit saja gesekan atau trauma dapat menyebabkan luka robek, lecet, atau iritasi yang memicu perdarahan.

Kondisi ini sering kali terjadi akibat kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele, seperti membersihkan telinga dengan alat yang tidak tepat atau benda tajam. Padahal, luka yang tidak ditangani dengan benar berisiko mengalami infeksi bakteri atau jamur, yang dalam istilah medis dikenal sebagai otitis externa. Jika infeksi menyebar, hal ini dapat merusak gendang telinga dan mengganggu fungsi pendengaran secara permanen.

Penting bagi kamu untuk memahami langkah pertolongan pertama dan cara perawatan yang tepat agar luka tidak bertambah parah. Mengetahui kapan harus melakukan penanganan mandiri dan kapan harus mencari bantuan profesional adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan indra pendengaran. Jika kamu merasa nyeri yang tidak tertahankan, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Nah, mau tahu apa saja penyebab, gejala, dan cara mengobati luka di dalam telinga? Berikut ulasannya!

Penyebab Luka di Dalam Telinga

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan munculnya luka atau lecet di dalam saluran telinga. Memahami penyebabnya akan membantu kamu mencegah kondisi ini terulang di masa depan. Berikut adalah beberapa penyebab umumnya:

1. Penggunaan Cotton Bud atau Benda Tajam

Ini adalah penyebab paling umum. Banyak orang menggunakan cotton bud, jepit rambut, atau bahkan kuku untuk membersihkan kotoran telinga atau meredakan gatal. Gesekan dari benda-benda ini dapat dengan mudah merobek kulit saluran telinga yang sangat tipis.

2. Otitis Externa (Infeksi Telinga Luar)

Kondisi ini sering disebut sebagai swimmer’s ear. Infeksi bakteri biasanya terjadi karena kelembapan berlebih di saluran telinga yang memicu pertumbuhan kuman. Infeksi ini menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan terkadang luka bernanah di dalam saluran telinga.

3. Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen Prop)

Kotoran telinga yang mengeras dapat menekan dinding saluran telinga. Jika kamu mencoba mengeluarkan kotoran yang keras ini secara paksa tanpa bantuan cairan pelunak, gesekannya dapat menimbulkan luka lecet di dinding telinga.

4. Trauma Mekanis

Benturan keras pada kepala atau telinga dapat menyebabkan cedera internal. Dalam kasus yang lebih serius, hal ini juga bisa menyebabkan robekan pada membran timpani atau gendang telinga yang ditandai dengan perdarahan keluar dari liang telinga.

Gejala yang Muncul Akibat Luka Telinga

Gejala yang muncul tergantung pada lokasi dan kedalaman luka. Kamu mungkin akan merasakan satu atau beberapa gejala berikut ini:

  • Rasa Nyeri: Nyeri bisa terasa tajam saat telinga tersentuh atau saat kamu mengunyah makanan.
  • Perdarahan: Munculnya bercak darah pada cotton bud atau darah encer yang mengalir keluar dari telinga.
  • Gatal yang Hebat: Biasanya menandakan awal iritasi atau infeksi jamur/bakteri.
  • Cairan Keluar dari Telinga: Selain darah, luka yang terinfeksi mungkin mengeluarkan cairan bening, kuning, atau kehijauan (nanah).
  • Telinga Terasa Tersumbat: Pembengkakan akibat luka atau adanya kerak darah bisa membuat pendengaran terasa teredam.
Tips Mencegah Luka Telinga
  1. Hindari memasukkan benda apa pun ke dalam saluran telinga, termasuk jari atau cotton bud.
  2. Keringkan telinga dengan lembut menggunakan handuk hanya di bagian luar setelah mandi atau berenang.
  3. Gunakan pelindung telinga jika kamu sering berenang di air yang tidak terjamin kebersihannya.

Cara Mengobati Luka di Dalam Telinga

Langkah pengobatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mendorong kotoran atau kuman lebih dalam ke arah gendang telinga. Berikut adalah panduan penanganannya:

1. Biarkan Telinga Tetap Kering

Kunci utama penyembuhan luka kulit di area lembap seperti telinga adalah menjaganya tetap kering. Saat mandi, kamu bisa menutup lubang telinga secara perlahan dengan kapas yang diberi sedikit petroleum jelly di bagian luarnya untuk mencegah air masuk. Kelembapan akan memperlambat penyembuhan dan mengundang bakteri.

2. Hindari Mengorek Telinga

Meski terasa gatal atau ada kerak darah yang terasa mengganjal, jangan pernah mencoba mengoreknya. Biarkan luka mengering dan sembuh dengan sendirinya. Mengorek telinga hanya akan membuka kembali luka yang mulai menutup dan meningkatkan risiko infeksi sekunder.

3. Kompres Hangat

Untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, kamu bisa melakukan kompres hangat di bagian luar telinga (daun telinga). Gunakan kain bersih yang dicelupkan ke air hangat, peras, lalu tempelkan selama 10-15 menit. Ini membantu melancarkan aliran darah ke area luka untuk mempercepat pemulihan.

4. Gunakan Obat Pereda Nyeri

Jika rasa nyeri mengganggu aktivitas atau waktu tidur, kamu bisa mengonsumsi obat antinyeri yang dijual bebas. Kamu dapat beli obat online di Halodoc seperti paracetamol untuk membantu meredakan rasa sakit sementara dari rumah.

Kapan Harus ke Dokter?

Luka telinga tidak boleh disepelekan, terutama jika muncul tanda-tanda komplikasi. Segera temui dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) jika mengalami kondisi berikut:

  • Nyeri hebat yang menjalar hingga ke rahang atau kepala.
  • Demam tinggi yang menyertai sakit telinga.
  • Pendengaran menurun secara drastis atau telinga berdenging (tinnitus).
  • Cairan berbau busuk atau nanah keluar dari telinga.
  • Wajah terasa kaku atau lemah di satu sisi.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan menggunakan otoskop untuk melihat kondisi saluran telinga dan gendang telinga secara mendetail. Jika ditemukan infeksi, dokter mungkin akan memberikan resep obat tetes telinga antibiotik atau antijamur. Jangan menggunakan obat tetes telinga sembarangan tanpa resep dokter jika dicurigai ada kebocoran pada gendang telinga.

Studi Mengenai Kesehatan Saluran Telinga

The Journal of Laryngology & Otology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan aplikator berujung kapas (cotton buds) merupakan faktor risiko utama terjadinya perforasi membran timpani dan otitis externa akut. Studi tersebut menekankan bahwa saluran telinga memiliki mekanisme pembersihan mandiri (self-cleaning) sehingga intervensi mekanis sering kali justru merusak lapisan epitel pelindung dan memicu luka.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi medis modern yang menyarankan agar individu tidak memasukkan benda sekecil apa pun ke dalam liang telinga. Kerusakan pada kulit saluran telinga menjadi pintu masuk bagi bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus, yang dapat memperburuk kondisi luka menjadi infeksi sistemik jika tidak segera ditangani.

FAQ

1. Apakah luka di dalam telinga bisa sembuh sendiri?

Ya, luka lecet ringan biasanya bisa sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari asalkan tetap kering dan tidak dikorek kembali. Namun, jika ada infeksi, diperlukan bantuan medis.

2. Bolehkan meneteskan alkohol ke dalam telinga yang luka?

Tidak disarankan. Alkohol dapat menyebabkan rasa perih yang luar biasa pada luka terbuka dan justru dapat mengiritasi jaringan kulit yang sensitif di dalam telinga.

3. Bagaimana cara membersihkan darah yang kering di telinga?

Cukup bersihkan bagian luar telinga (daun telinga) dengan waslap lembap. Jangan berusaha membersihkan darah kering yang berada di dalam liang telinga karena berisiko melukai jaringan yang sedang pulih.

4. Apakah luka telinga bisa menyebabkan tuli?

Luka pada kulit saluran telinga umumnya tidak menyebabkan tuli permanen. Namun, jika luka tersebut disertai robeknya gendang telinga atau infeksi berat, gangguan pendengaran bisa terjadi.

Menjaga kesehatan telinga adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup kamu. Jika gejala tidak kunjung membaik setelah melakukan perawatan mandiri di rumah, jangan menunda untuk mendapatkan penanganan profesional.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan pereda nyeri atau produk perawatan kesehatan lainnya dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc kapan saja.

Punya Keluhan Telinga tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan pada telinga, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Ear infection (outer).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Otitis Externa (Swimmer’s Ear).
Healthline. Diakses pada 2026. Scab in Ear: Causes, Treatment, and More.
WebMD. Diakses pada 2026. Ear Injuries and How to Treat Them.
NCBI – StatPearls. Diakses pada 2026. Otitis Externa.