Ad Placeholder Image

Oh, Ini Toh Penyebab Kenapa Telinga Tiba Tiba Berdengung

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Kenapa Telinga Tiba-Tiba Berdengung? Ini Alasannya!

Oh, Ini Toh Penyebab Kenapa Telinga Tiba Tiba BerdengungOh, Ini Toh Penyebab Kenapa Telinga Tiba Tiba Berdengung

Kenapa Telinga Tiba-Tiba Berdengung? Pahami Penyebab dan Solusinya

Mengalami telinga berdengung atau tinnitus secara tiba-tiba bisa menjadi pengalaman yang membingungkan dan mengganggu. Kondisi ini sering digambarkan sebagai sensasi mendengar suara dengungan, desisan, deringan, atau siulan di salah satu atau kedua telinga.

Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab telinga tiba-tiba berdengung, mulai dari yang relatif tidak berbahaya hingga indikasi masalah kesehatan yang lebih serius. Memahami penyebabnya penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Definisi Tinnitus

Tinnitus adalah persepsi suara di telinga ketika tidak ada sumber suara eksternal. Suara yang dirasakan bervariasi bagi setiap individu, bisa berupa dengungan rendah atau desisan bernada tinggi.

Tinnitus dapat bersifat sementara atau kronis, dan intensitasnya bisa berbeda-beda. Kondisi ini seringkali menjadi gejala dari masalah yang mendasari, bukan penyakit itu sendiri.

Penyebab Telinga Tiba-Tiba Berdengung

Ada berbagai alasan kenapa telinga tiba-tiba berdengung. Sebagian besar penyebab berkaitan dengan kondisi telinga itu sendiri, namun beberapa lainnya bisa menjadi indikasi masalah kesehatan sistemik.

  • Paparan Suara Keras

    Salah satu penyebab paling umum telinga berdengung adalah paparan suara yang terlalu keras. Ini bisa terjadi akibat konser musik, lingkungan kerja bising, atau penggunaan headphone dengan volume tinggi dalam waktu lama. Suara keras dapat merusak sel-sel rambut kecil di koklea telinga bagian dalam, yang bertanggung jawab mengirim sinyal suara ke otak.

  • Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen)

    Kotoran telinga yang menumpuk dan mengeras dapat menyumbat saluran telinga. Sumbatan ini bisa menyebabkan tekanan pada gendang telinga dan mempengaruhi pendengaran, yang pada gilirannya memicu sensasi berdengung.

  • Infeksi Telinga

    Infeksi pada telinga tengah atau luar (otitis media atau otitis eksterna) bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi pendengaran normal dan mengakibatkan telinga terasa penuh atau berdengung.

  • Stres dan Kecemasan

    Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi dapat memperburuk atau bahkan memicu tinnitus pada beberapa individu. Stres memengaruhi sistem saraf dan sirkulasi darah, yang bisa berdampak pada fungsi telinga.

  • Perubahan Tekanan

    Perubahan tekanan udara yang drastis, seperti saat naik pesawat, menyelam, atau mendaki gunung, bisa memengaruhi telinga bagian tengah. Kondisi ini dapat menyebabkan telinga terasa tersumbat atau berdengung sementara.

  • Efek Samping Obat-obatan Tertentu

    Beberapa jenis obat memiliki efek samping ototoxic, artinya dapat merusak telinga. Contohnya termasuk aspirin dosis tinggi, antibiotik tertentu (aminoglikosida), diuretik, dan obat kemoterapi. Tinnitus bisa menjadi efek samping sementara atau permanen dari penggunaan obat-obatan ini.

  • Gangguan Pendengaran Seiring Usia (Presbikusis)

    Seiring bertambahnya usia, pendengaran cenderung menurun secara alami. Penurunan fungsi pendengaran ini seringkali disertai dengan tinnitus sebagai salah satu gejalanya.

  • Masalah Pembuluh Darah

    Kondisi medis yang memengaruhi pembuluh darah di dekat telinga, seperti aterosklerosis (pengerasan arteri) atau hipertensi (tekanan darah tinggi), dapat menyebabkan tinnitus pulsatile. Tinnitus jenis ini terdengar seperti denyutan yang selaras dengan detak jantung.

  • Penyakit Meniere

    Penyakit Meniere adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang ditandai dengan gejala vertigo (pusing berputar), gangguan pendengaran fluktuatif, rasa penuh di telinga, dan tinnitus. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi terkait dengan penumpukan cairan di telinga dalam.

Kapan Harus ke Dokter THT?

Meskipun seringkali tidak berbahaya, penting untuk memeriksa ke dokter THT jika telinga berdengung terjadi secara terus-menerus, memburuk, atau disertai gejala lain. Konsultasi medis disarankan jika tinnitus hanya terjadi pada satu telinga, disertai pusing, kehilangan pendengaran, atau nyeri.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes pendengaran untuk menentukan penyebab pasti. Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup.

Diagnosis dan Penanganan Tinnitus

Untuk mendiagnosis tinnitus, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan telinga menyeluruh. Tes pendengaran (audiometri) mungkin diperlukan untuk mengevaluasi tingkat pendengaran dan karakteristik tinnitus.

Penanganan tinnitus sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh penumpukan kotoran, dokter akan membersihkannya. Infeksi telinga diobati dengan antibiotik atau obat tetes telinga.

Untuk tinnitus yang tidak memiliki penyebab yang jelas atau kronis, dokter dapat merekomendasikan terapi suara (seperti perangkat masking atau terapi kebisingan putih), terapi kognitif perilaku (CBT), atau obat-obatan tertentu untuk mengurangi gejalanya.

Pencegahan Telinga Berdengung

Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko telinga berdengung atau mencegah kekambuhannya. Menghindari paparan suara keras adalah kunci utama.

  • Menggunakan pelindung telinga di lingkungan bising.
  • Menjaga volume headphone tetap rendah.
  • Membersihkan telinga secara teratur dengan cara yang aman, tanpa menggunakan cotton bud terlalu dalam.
  • Mengelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi.
  • Membatasi konsumsi kafein dan alkohol yang dapat memperburuk tinnitus pada beberapa orang.
  • Memeriksakan kesehatan telinga secara rutin.

Kesimpulan: Tinjau Kondisi Telinga dengan Ahli

Telinga berdengung tiba-tiba adalah kondisi yang umum, namun beragam penyebabnya menuntut perhatian yang cermat. Pemahaman akan faktor-faktor pemicu seperti paparan suara keras, penumpukan kotoran telinga, infeksi, hingga kondisi medis serius dapat membantu penanganan yang tepat.

Jika mengalami telinga berdengung yang persisten atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter THT. Jangan ragu untuk mencari nasihat medis profesional untuk diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang efektif. Dapatkan informasi kesehatan lengkap dan konsultasikan masalah telinga di Halodoc.