Ad Placeholder Image

Operasi Cito: Kapan Perlu Dilakukan?

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Operasi cito adalah operasi darurat yang dilakukan segera untuk menyelamatkan nyawa.

Operasi Cito: Kapan Perlu Dilakukan?Operasi Cito: Kapan Perlu Dilakukan?

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar istilah “cito” saat berada di rumah sakit, terutama di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)? Dalam dunia medis, istilah ini sangat sering digunakan oleh dokter maupun perawat ketika berhadapan dengan pasien yang kondisinya kritis atau mengancam nyawa. Memahami makna pemeriksaan cito adalah hal yang penting, terutama jika kamu atau orang terdekat berada dalam situasi kegawatdaruratan medis.

Pemeriksaan cito merujuk pada segala bentuk tindakan, tes laboratorium, pemindaian radiologi, hingga pembedahan yang harus dilakukan secepat mungkin. Penundaan dalam melakukan tindakan ini bisa berakibat fatal, mulai dari kecacatan permanen hingga hilangnya nyawa pasien. Oleh karena itu, di setiap rumah sakit, alur untuk pasien cito selalu diprioritaskan melampaui antrean pasien reguler.

Bagi masyarakat awam, istilah medis seringkali membingungkan. Namun, dengan mengetahui apa itu cito, kamu bisa lebih paham mengapa dokter mengambil keputusan cepat dalam kondisi darurat. Artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai definisi, jenis-jenis, hingga kondisi medis apa saja yang mewajibkan penerapan status cito.

Nah, mau tahu lebih dalam tentang apa itu pemeriksaan cito dan bagaimana prosedurnya? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa Itu Pemeriksaan Cito?

Kata “cito” berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti “segera” atau “cepat”. Dalam konteks medis dan layanan kesehatan, pemeriksaan cito adalah sebuah instruksi atau status yang menandakan bahwa sebuah tes diagnostik, prosedur medis, atau operasi harus dilakukan saat itu juga tanpa penundaan. Instruksi ini biasanya diberikan oleh dokter jaga IGD atau dokter spesialis ketika nyawa pasien sedang berada di ujung tanduk.

Standar operasional prosedur (SOP) di sebagian besar rumah sakit menetapkan bahwa tindakan atau hasil laboratorium berstatus cito harus diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam (biasanya 30 hingga 60 menit), tergantung jenis pemeriksaannya. Hal ini sangat berbeda dengan pemeriksaan rutin atau elektif yang hasilnya bisa ditunggu dalam hitungan jam hingga hari.

Tujuan utama dari pemeriksaan cito adalah untuk mendapatkan diagnosis pasti dengan sangat cepat, sehingga dokter bisa langsung memberikan intervensi atau pengobatan yang tepat sasaran. Tanpa adanya hasil dari tes cito, dokter mungkin tidak memiliki landasan yang cukup kuat untuk memberikan obat dosis tinggi atau melakukan pembedahan darurat yang memiliki risiko besar.

Tanda-tanda Pasien Membutuhkan Penanganan Cito:
  1. Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba (pingsan atau koma).
  2. Sesak napas berat atau henti napas.
  3. Nyeri dada hebat yang menjalar ke lengan kiri atau rahang (gejala serangan jantung).
  4. Perdarahan masif yang tidak kunjung berhenti.
  5. Kelemahan sesisi tubuh atau bicara pelo yang muncul mendadak (gejala stroke).

Jenis-jenis Pemeriksaan Cito di Rumah Sakit

Status cito tidak hanya berlaku untuk satu departemen saja, melainkan mencakup berbagai instalasi penting di rumah sakit. Berikut adalah beberapa jenis penanganan cito yang paling umum dilakukan:

1. Laboratorium Cito

Pemeriksaan laboratorium cito adalah tes darah, urine, atau cairan tubuh lainnya yang diprioritaskan pengerjaannya oleh petugas laboratorium. Beberapa jenis tes darah yang sering diinstruksikan cito meliputi:

  • Enzim Jantung (Troponin): Digunakan untuk memastikan apakah nyeri dada yang dialami pasien adalah serangan jantung (Infark Miokard).
  • Analisa Gas Darah (AGD): Untuk mengevaluasi kadar oksigen, karbon dioksida, dan tingkat keasaman (pH) darah pada pasien yang mengalami gagal napas atau kritis.
  • Darah Lengkap & Profil Pembekuan Darah: Sangat penting bagi pasien kecelakaan lalu lintas dengan perdarahan hebat, atau pasien yang akan segera naik ke meja operasi.

2. Radiologi Cito

Di bidang pencitraan medis, dokter sering kali membutuhkan gambaran organ dalam pasien dengan segera untuk menentukan letak perdarahan atau kerusakan jaringan. Contohnya:

  • CT Scan Kepala Cito: Merupakan gold standard untuk pasien yang dicurigai mengalami stroke. Dokter harus segera mengetahui apakah stroke tersebut disebabkan oleh penyumbatan (iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (hemoragik) sebelum memberikan obat pengencer darah.
  • Rontgen Thorax (Dada): Untuk melihat kondisi paru-paru dan jantung pada pasien dengan sesak napas akut atau trauma dada akibat benturan keras.
  • USG FAST (Focused Assessment with Sonography in Trauma): USG cepat yang dilakukan langsung di ruang IGD untuk mencari adanya perdarahan internal di rongga perut pada pasien kecelakaan.

3. Operasi Cito

Operasi cito atau pembedahan darurat adalah tindakan sayatan medis yang tidak bisa dijadwalkan ulang. Pasien harus segera didorong ke ruang operasi (OK) demi menyelamatkan nyawanya atau menyelamatkan fungsi organ vital. Contohnya meliputi:

  • Operasi Sesar (Caesarean Section) Cito: Dilakukan ketika terjadi gawat janin di dalam kandungan, perdarahan hebat pada ibu hamil, atau komplikasi persalinan lainnya.
  • Appendektomi Cito: Pembedahan untuk mengangkat usus buntu yang sudah pecah atau bernanah di dalam rongga perut.
  • Kraniotomi Darurat: Pembedahan untuk membuka tulang tengkorak guna mengeluarkan darah yang menggumpal di otak akibat kecelakaan (cedera kepala berat).

Kondisi Medis yang Membutuhkan Penanganan Cito

Tidak semua pasien yang datang ke IGD akan mendapatkan label cito. Dokter dan perawat akan melakukan proses yang disebut triase (pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan). Pasien dengan label merah pada triase inilah yang mutlak membutuhkan tindakan cito.

Beberapa penyakit atau kondisi yang selalu dikategorikan darurat meliputi:

  • Serangan Jantung Akut (STEMI): Otot jantung mati perlahan karena penyumbatan total pembuluh darah koroner. Harus dilakukan pemasangan ring jantung (PCI) secara cito.
  • Stroke Akut: Terdapat masa keemasan (golden period) sekitar 3 hingga 4,5 jam pertama untuk menyelamatkan sel otak dari kematian permanen.
  • Kehamilan Ektopik Terganggu (KET): Hamil di luar kandungan yang pecah, menyebabkan perdarahan hebat di dalam perut sang ibu.
  • Sepsis: Infeksi mematikan yang telah menyebar ke seluruh aliran darah, membuat tekanan darah pasien drop drastis.

Jika kamu atau keluarga menunjukkan gejala-gejala yang mengancam nyawa seperti di atas, jangan menunda. Segera hubungi ambulans atau cari fasilitas kesehatan terdekat. Namun, untuk kondisi medis lain yang mengkhawatirkan tetapi belum masuk kategori ancaman nyawa langsung, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan awal sebelum beranjak ke rumah sakit.

Perbedaan Pemeriksaan Cito dan Elektif

Untuk memudahkan pemahaman, penting untuk membandingkan antara cito dan elektif. Elektif berarti tindakan medis yang direncanakan dan dijadwalkan sebelumnya. Pada pemeriksaan elektif, penundaan selama beberapa hari atau minggu tidak akan membahayakan nyawa pasien.

Sebagai contoh, operasi pengangkatan katarak atau tes darah rutin untuk cek kolesterol adalah tindakan elektif. Pasien bisa mempersiapkan diri dengan baik, berpuasa secara normal, dan memilih jadwal yang nyaman. Sebaliknya, pada pemeriksaan cito, semua persiapan dilakukan dalam hitungan menit. Pasien tidak sempat berpuasa, dan tim medis akan langsung bekerja cepat mengamankan jalan napas, sirkulasi darah, dan tanda-tanda vital pasien.

Tindakan Lanjutan Setelah Fase Darurat

Setelah pasien melewati masa krisis melalui rangkaian pemeriksaan dan tindakan cito, mereka biasanya akan dirawat intensif di ruang ICU (Intensive Care Unit) atau HCU (High Care Unit) untuk observasi ketat. Di fase ini, pemantauan terus dilakukan hingga kondisi pasien benar-benar stabil.

Ketika pasien sudah diperbolehkan pulang, perawatan belum sepenuhnya selesai. Pasien harus melanjutkan terapi rawat jalan dan mengonsumsi obat-obatan untuk mencegah penyakit berulang atau mempercepat masa pemulihan (misalnya antibiotik pasca operasi cito atau pengencer darah pasca stroke). Untuk memudahkan proses pemulihan di rumah, kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah sehingga pasien bisa beristirahat penuh tanpa perlu antre di apotek.

Studi Mengenai Waktu Tunggu Pemeriksaan Cito

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan berbagai studi klinis yang menjelaskan bahwa Turnaround Time (TAT) atau waktu tunggu hasil laboratorium cito di IGD berdampak langsung pada angka kelangsungan hidup pasien kritis.

Studi tersebut menyoroti bahwa keterlambatan hasil laboratorium lebih dari 60 menit dapat menunda pemberian terapi definitif, yang berujung pada peningkatan morbiditas (keparahan penyakit) dan mortalitas (angka kematian). Oleh sebab itu, efisiensi sistem komunikasi antara ruang IGD, laboratorium, dan radiologi adalah kunci utama dari kesuksesan pemeriksaan cito.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Emergency and Essential Surgical Care.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Medical Emergency: What to Do.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Standar Pelayanan Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. Turnaround Time for Stat Laboratory Tests in Emergency Departments.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Emergency Medicine: When to Go to the ER.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan cito adalah?

Pemeriksaan cito adalah instruksi medis darurat yang mengharuskan tes laboratorium, radiologi, atau tindakan operasi dilakukan segera dan secepat mungkin karena kondisi pasien mengancam nyawa.

2. Berapa lama hasil tes laboratorium cito biasanya keluar?

Sesuai standar operasional rumah sakit pada umumnya, hasil pemeriksaan laboratorium yang berstatus cito harus sudah bisa diterima oleh dokter jaga dalam waktu 30 hingga maksimal 60 menit setelah sampel diambil.

3. Apakah operasi cito ditanggung oleh BPJS Kesehatan?

Ya, semua jenis tindakan darurat (cito) yang mengancam nyawa, termasuk operasi, pemeriksaan laboratorium, dan radiologi di IGD ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan tanpa memerlukan rujukan berjenjang dari faskes tingkat pertama.

4. Apa bedanya pemeriksaan cito dengan pemeriksaan elektif?

Perbedaan utamanya terletak pada urgensi. Pemeriksaan cito dilakukan segera dalam hitungan menit atau jam untuk kondisi darurat, sedangkan pemeriksaan elektif adalah tindakan terencana yang dijadwalkan jauh hari karena kondisi medis pasien stabil.