Ad Placeholder Image

Operasi Katarak BPJS: Lensa Standar atau Upgrade?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Jenis Lensa Operasi Katarak BPJS: Gratis atau Bayar?

Operasi Katarak BPJS: Lensa Standar atau Upgrade?Operasi Katarak BPJS: Lensa Standar atau Upgrade?

DAFTAR ISI


Katarak merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat masuk dengan sempurna ke retina. Akibatnya, penglihatan penderita menjadi kabur, seperti melihat melalui jendela yang berembun atau tertutup asap.

Penting bagi kamu untuk memahami bahwa katarak bukanlah penyakit menular, melainkan proses degeneratif yang umumnya berkaitan dengan usia. Namun, faktor lain seperti trauma mata, penggunaan obat steroid jangka panjang, dan penyakit sistemik seperti diabetes juga dapat mempercepat pembentukan katarak. Mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kualitas hidup, penanganan medis berupa operasi menjadi satu-satunya jalan keluar yang efektif.

Banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai aksesibilitas layanan ini, terutama melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah mengenai jenis lensa yang digunakan. Pemahaman yang jelas mengenai fasilitas ini akan membantu kamu merencanakan tindakan medis dengan lebih tenang dan terukur.

Nah, mau tahu apa saja pilihan lensa dan bagaimana prosedur operasinya? Berikut ulasannya!

Mengenal Kondisi Katarak dan Pentingnya Penanganan

Katarak berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, kamu mungkin tidak menyadari adanya perubahan besar pada penglihatan. Namun, seiring berjalannya waktu, kekeruhan pada lensa akan semakin luas. Gejala yang umum dirasakan antara lain penglihatan ganda pada satu mata, sensitivitas terhadap cahaya (silau), hingga kesulitan melihat di malam hari.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, katarak dapat mengakibatkan kebutaan total. Operasi katarak bertujuan untuk mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan yang jernih, yang disebut Intraocular Lens (IOL). Teknologi operasi saat ini sudah sangat maju, salah satunya adalah metode fakoemulsifikasi yang memungkinkan luka sayatan sangat kecil sehingga proses pemulihan menjadi lebih cepat.

Bagi peserta BPJS Kesehatan, layanan operasi katarak adalah hak yang dijamin sepenuhnya, asalkan memenuhi indikasi medis yang ditetapkan oleh dokter spesialis mata. Jika kamu merasakan gejala penglihatan kabur yang mengganggu aktivitas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan awal dan rujukan yang tepat.

Operasi Katarak BPJS Pakai Lensa Apa?

Secara umum, jenis lensa yang ditanggung dalam program BPJS Kesehatan adalah Lensa Monofokal. Lensa ini adalah standar medis yang sangat efektif untuk memulihkan kejernihan penglihatan penderita katarak. Lensa monofokal memiliki satu titik fokus, yang biasanya diatur untuk penglihatan jarak jauh.

Artinya, setelah operasi, pasien biasanya dapat melihat objek jarak jauh dengan sangat jelas tanpa bantuan kacamata. Namun, untuk aktivitas jarak dekat seperti membaca buku, menjahit, atau melihat layar ponsel, pasien kemungkinan besar masih memerlukan kacamata baca. Lensa ini sangat stabil, tahan lama, dan memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi dalam memperbaiki fungsi penglihatan dasar.

BPJS Kesehatan menyediakan lensa ini sebagai bagian dari paket manfaat operasional yang mencakup biaya tindakan, jasa dokter, obat-obatan selama operasi, dan lensa itu sendiri. Lensa yang disediakan merupakan produk yang telah memenuhi standar keamanan Alkes (Alat Kesehatan) di Indonesia dan telah melewati proses pengadaan yang ketat oleh pemerintah.

Kriteria Operasi Katarak yang Ditanggung BPJS
  1. Penurunan tajam penglihatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
  2. Visus (tajam penglihatan) biasanya kurang dari 6/18 atau sesuai penilaian klinis dokter.
  3. Telah mendapatkan rujukan berjenjang dari Faskes Tingkat Pertama (Puskesmas/Klinik).

Perbedaan Lensa Monofokal dan Lensa Premium

Meskipun lensa monofokal sudah sangat memadai, saat ini terdapat berbagai jenis lensa premium di dunia medis. Namun, perlu dipahami bahwa lensa-lensa ini biasanya tidak masuk dalam cakupan standar BPJS Kesehatan. Berikut perbedaannya:

1. Lensa Monofokal (Standar BPJS)

Lensa ini fokus pada satu jarak saja (biasanya jauh). Keunggulannya adalah biaya yang terjangkau (gratis dengan BPJS) dan memberikan kontras warna yang sangat baik dalam berbagai kondisi pencahayaan. Kekurangannya hanya pada ketergantungan kacamata untuk aktivitas jarak dekat.

2. Lensa Multifokal (Premium)

Lensa ini dirancang dengan beberapa titik fokus, yang memungkinkan pasien melihat dengan jelas pada jarak jauh, menengah, dan dekat tanpa bantuan kacamata sama sekali. Lensa ini sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin bebas dari kacamata sepenuhnya setelah operasi.

3. Lensa Toric (Premium)

Lensa ini dikhususkan bagi pasien katarak yang juga memiliki astigmatisme (mata silinder) yang tinggi. Lensa monofokal standar tidak dapat mengoreksi silinder, sementara lensa Toric dapat memperbaiki katarak sekaligus silinder tersebut dalam satu tindakan.

Jika pasien menginginkan “upgrade” ke lensa premium, kebijakan di tiap Rumah Sakit bisa berbeda. Namun, secara regulasi BPJS, biasanya pasien tidak diperkenankan menambah biaya hanya untuk lensanya saja jika menggunakan jalur BPJS murni, karena BPJS menggunakan sistem paket INA-CBGs. Pasien yang menginginkan lensa premium umumnya disarankan menggunakan jalur pasien umum atau asuransi tambahan.

Prosedur Klaim BPJS untuk Operasi Katarak

Untuk bisa menjalani operasi katarak dengan BPJS, kamu harus mengikuti alur yang telah ditetapkan:

  1. Kunjungi Faskes Tingkat Pertama: Datanglah ke Puskesmas atau klinik tempat kamu terdaftar untuk pemeriksaan awal.
  2. Rujukan ke Spesialis Mata: Jika dokter di Faskes I menemukan indikasi katarak, mereka akan memberikan surat rujukan ke Poli Mata di Rumah Sakit yang bekerja sama dengan BPJS.
  3. Pemeriksaan Diagnostik: Dokter spesialis mata di RS akan melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk pemeriksaan biometri untuk mengukur kekuatan lensa yang akan dipasang.
  4. Penjadwalan Operasi: Setelah diagnosa tegak dan memenuhi syarat medis, dokter akan menjadwalkan tindakan operasi.

Tips Pemulihan Setelah Operasi Katarak

Operasi katarak umumnya berlangsung cepat (sekitar 15-30 menit), namun masa pemulihan sangat krusial untuk mencegah infeksi dan pergeseran lensa. Selama masa pemulihan, pastikan kamu mengikuti instruksi dokter dengan ketat. Dokter biasanya akan meresepkan tetes mata antibiotik dan antiinflamasi untuk mencegah komplikasi.

Selain obat tetes, menjaga asupan nutrisi untuk kesehatan mata juga sangat disarankan. Kamu bisa mencari suplemen pendukung penglihatan dengan cara beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah sehingga kamu tidak perlu keluar rumah saat mata masih dalam masa penyembuhan.

Larangan Setelah Operasi Katarak
  1. Jangan menggosok atau menekan mata yang baru dioperasi.
  2. Hindari menunduk terlalu lama atau mengangkat beban berat.
  3. Pastikan mata tidak terkena air, sabun, atau debu selama minggu pertama.
  4. Gunakan pelindung mata (eye shield) saat tidur.

Studi Mengenai Hasil Operasi Katarak

The Lancet Global Health menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan lensa monofokal dalam operasi katarak massal di negara berkembang secara signifikan meningkatkan produktivitas ekonomi dan kualitas hidup pasien setara dengan penggunaan lensa yang lebih mahal.

Studi ini menegaskan bahwa meskipun lensa monofokal adalah teknologi yang sudah cukup lama, efektivitasnya dalam mengembalikan penglihatan fungsional tetap menjadi standar emas dalam kesehatan publik global. Hal ini mendukung kebijakan penggunaan lensa tersebut dalam program asuransi kesehatan sosial seperti BPJS di Indonesia.

Jangan menunda pemeriksaan jika penglihatan mulai terganggu. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko komplikasi yang timbul. Kamu bisa mendapatkan konsultasi awal yang nyaman melalui aplikasi Halodoc sebelum memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc kapan saja kamu butuhkan.

FAQ

1. Apakah operasi katarak BPJS bisa pakai lensa multifokal?

Secara standar, BPJS Kesehatan hanya menanggung lensa monofokal. Lensa multifokal termasuk kategori premium yang biasanya tidak masuk dalam paket manfaat BPJS.

2. Berapa biaya tambahan jika ingin upgrade lensa?

Dalam sistem BPJS, umumnya tidak dikenal sistem “tambah bayar” untuk upgrade alat kesehatan seperti lensa di dalam satu paket tindakan. Pasien biasanya harus memilih antara jalur BPJS sepenuhnya atau jalur pasien umum jika ingin menggunakan lensa premium.

3. Apakah lensa monofokal BPJS harus diganti setelah beberapa tahun?

Tidak, lensa buatan (IOL) dirancang untuk bertahan seumur hidup dan tidak memerlukan penggantian rutin kecuali terjadi komplikasi medis yang sangat jarang terjadi.

4. Apakah mata silinder bisa sembuh dengan operasi katarak BPJS?

Lensa monofokal standar tidak mengoreksi silinder. Jika kamu memiliki silinder, kamu kemungkinan besar masih perlu menggunakan kacamata silinder setelah operasi katarak untuk penglihatan yang sempurna.

Referensi:
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Panduan Pelayanan Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Cataract Surgery: What You Can Expect.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. IOL Implants: Lens Options After Cataract Surgery.
WHO. Diakses pada 2026. Blindness and Vision Impairment: Cataract.

## Punya Keluhan Penglihatan dan Rencana Operasi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan pada mata atau bingung mengenai prosedur medis, tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.