Ad Placeholder Image

Oralit: Pengertian dan Manfaatnya untuk Diare

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Oralit adalah solusi penting untuk mengatasi dehidrasi akibat diare pada bayi dan anak-anak.

Oralit: Pengertian dan Manfaatnya untuk DiareOralit: Pengertian dan Manfaatnya untuk Diare

DAFTAR ISI


Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Meskipun sering dianggap sepele, diare yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan yang fatal. Saat diare terjadi, tubuh kehilangan banyak air dan elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan klorida yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi organ secara normal.

Salah satu pertolongan pertama yang paling efektif untuk mencegah dehidrasi akibat diare adalah pemberian oralit. Oralit atau Oral Rehydration Salts (ORS) adalah larutan yang diformulasikan secara khusus untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Namun, dalam kondisi darurat atau ketika apotek sedang tidak terjangkau, kamu perlu mengetahui langkah alternatif untuk menyelamatkan kondisi tubuh dari kekurangan cairan.

Membuat oralit sendiri di rumah sebenarnya cukup mudah dan hanya memerlukan bahan-bahan sederhana yang biasanya tersedia di dapur. Pengetahuan ini sangat krusial, terutama bagi orang tua yang memiliki balita, karena anak-anak jauh lebih rentan mengalami dehidrasi berat dalam waktu singkat saat diare menyerang. Dengan memahami takaran yang tepat, kamu bisa memberikan penanganan awal yang efektif sebelum mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Nah, mau tahu apa saja panduan lengkap dan cara membuat oralit sendiri yang aman dan benar secara medis? Berikut ulasannya!

Pentingnya Oralit Saat Diare dan Dehidrasi

Diare ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar dengan konsistensi feses yang cair. Proses ini secara langsung menguras cadangan air dalam sel-sel tubuh. Tanpa penggantian cairan yang cepat, volume darah dapat menurun, tekanan darah drop, dan organ-organ vital seperti ginjal bisa mengalami gangguan fungsi. Di sinilah peran oralit menjadi sangat vital sebagai terapi rehidrasi oral.

Oralit bukanlah obat untuk menghentikan diare, melainkan larutan untuk mencegah komplikasi akibat kehilangan cairan. Banyak orang salah kaprah dengan mengonsumsi air putih saja saat diare. Padahal, air putih saja tidak cukup karena tidak mengandung elektrolit dan glukosa yang diperlukan untuk membantu penyerapan cairan di dalam usus halus. Oralit mengandung komposisi yang seimbang antara gula dan garam untuk mempercepat proses penyerapan tersebut.

Bagaimana Oralit Bekerja dalam Tubuh?

Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa harus ada campuran gula dan garam? Secara fisiologis, di dalam dinding usus kita terdapat mekanisme yang disebut sodium-glucose cotransport. Natrium (dari garam) tidak dapat diserap secara maksimal oleh usus jika tidak ada glukosa (dari gula), begitu pula sebaliknya. Ketika keduanya hadir dalam rasio yang tepat, molekul gula akan menarik natrium masuk ke dalam sel usus, dan natrium tersebut akan menarik air melalui proses osmosis.

Mekanisme ini tetap bekerja meskipun seseorang sedang mengalami diare hebat. Oleh karena itu, oralit sering disebut sebagai penemuan medis paling penting pada abad ke-20 karena kesederhanaannya namun mampu menyelamatkan jutaan nyawa dari kematian akibat kolera dan diare akut. Tanpa rasio yang tepat, larutan yang kamu buat justru berisiko memperburuk diare karena tekanan osmotik yang tidak seimbang di dalam usus.

Cara Membuat Oralit Sendiri di Rumah

Jika kamu tidak sempat keluar rumah, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan stok oralit instan. Namun, jika dalam kondisi darurat, ikuti langkah pembuatan oralit sendiri menurut standar WHO berikut ini:

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

  • 1 liter air minum bersih (sebaiknya air yang sudah direbus dan didinginkan).
  • 6 sendok teh (sdt) gula pasir.
  • 1/2 sendok teh (sdt) garam dapur.

Langkah pembuatan:

  1. Pastikan tangan kamu sudah dicuci bersih dengan sabun sebelum memulai.
  2. Siapkan wadah atau botol bersih yang mampu menampung 1 liter air.
  3. Masukkan 1 liter air ke dalam wadah tersebut.
  4. Tambahkan 6 sendok teh gula pasir. Jangan menggunakan gula merah atau pemanis buatan karena efektivitasnya berbeda.
  5. Tambahkan 1/2 sendok teh garam dapur. Pastikan takarannya rata (peress), tidak munjung.
  6. Aduk hingga semua bahan larut sempurna dalam air.
  7. Larutan oralit rumahan ini siap dikonsumsi.

Kualitas Bahan: Air, Gula, dan Garam

Keamanan oralit buatan sendiri sangat bergantung pada kualitas bahan yang digunakan. Gunakanlah air yang benar-benar matang untuk menghindari kontaminasi bakteri tambahan seperti E. coli yang bisa memperparah diare. Garam yang digunakan sebaiknya garam meja halus agar lebih mudah larut. Sementara untuk gula, gunakan gula pasir putih biasa.

Penting untuk diingat bahwa takaran ini harus presisi. Terlalu banyak gula dapat menyebabkan diare osmotik (menarik lebih banyak air ke usus), sedangkan terlalu banyak garam dapat membahayakan ginjal dan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang serius, terutama pada bayi.

Tips Menyimpan Oralit Rumahan
  1. Simpan larutan dalam wadah tertutup di suhu ruangan.
  2. Buang larutan jika sudah lebih dari 24 jam karena risiko pertumbuhan bakteri.
  3. Jangan merebus kembali larutan yang sudah dicampur gula dan garam.

Dosis dan Aturan Minum Berdasarkan Usia

Pemberian oralit harus dilakukan sedikit demi sedikit namun sering, terutama jika penderita juga mengalami mual atau muntah. Berikut adalah panduan umum dosis oralit:

  • Bayi di bawah 1 tahun: Berikan 50-100 ml setiap kali buang air besar cair. Berikan sesendok demi sesendok setiap 1-2 menit.
  • Anak usia 1-5 tahun: Berikan 100-200 ml setiap kali buang air besar cair.
  • Dewasa dan anak di atas 5 tahun: Berikan sebanyak mungkin sesuai keinginan atau minimal 200-400 ml setiap kali buang air besar cair.

Jika penderita muntah, tunggu sekitar 10 menit, lalu berikan kembali larutan oralit secara lebih perlahan. Tujuan utamanya adalah memastikan jumlah cairan yang masuk lebih banyak daripada cairan yang keluar melalui feses atau muntahan.

Oralit Buatan Sendiri vs Oralit Kemasan

Meskipun oralit buatan sendiri sangat membantu di saat darurat, oralit kemasan (sachet) yang tersedia di apotek jauh lebih direkomendasikan. Mengapa demikian? Oralit kemasan yang diproduksi secara farmasi mengandung dua komponen tambahan yang sangat penting: Kalium Klorida dan Trisodium Sitrat.

Kalium sangat dibutuhkan untuk mencegah kelemahan otot dan gangguan irama jantung saat diare. Sementara Sitrat berfungsi untuk memperbaiki kondisi asidosis metabolik (keasaman darah yang meningkat) yang sering terjadi pada penderita dehidrasi. Oleh karena itu, segera setelah memungkinkan, beralihlah ke produk oralit standar yang bisa kamu peroleh dengan beli obat online di Halodoc.

Waspadai Tanda Dehidrasi Berat

Meskipun kamu sudah memberikan oralit, kamu tetap harus waspada terhadap tanda-tanda kegagalan rehidrasi oral. Jika kondisi memburuk, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc atau bawa ke IGD terdekat.

Tanda dehidrasi yang harus diwaspadai:

  • Mata terlihat sangat cekung.
  • Sangat haus atau justru tidak bisa minum sama sekali.
  • Urine berwarna sangat gelap atau tidak buang air kecil lebih dari 6 jam.
  • Kulit perut jika dicubit kembali ke posisi semula dengan sangat lambat (turgor kulit buruk).
  • Anak terlihat sangat lemas, mengantuk terus, atau kesadaran menurun.
  • Napas menjadi cepat dan dalam.

Studi Mengenai Oral Rehydration Therapy

The Lancet menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan oralit (ORS) telah mengurangi angka kematian anak akibat diare di seluruh dunia hingga lebih dari 80% dalam beberapa dekade terakhir. Penemuan konsentrasi osmolaritas rendah pada oralit modern terbukti lebih efektif dalam mengurangi kebutuhan akan terapi infus (intravena) dan mengurangi frekuensi muntah pada pasien.

Penelitian ini juga menekankan bahwa penambahan suplemen Zinc bersamaan dengan terapi oralit sangat disarankan untuk mempercepat pemulihan epitel usus dan mencegah kekambuhan diare dalam kurun waktu 2-3 bulan ke depan.

Punya Keluhan Diare dan Takut Dehidrasi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti diare atau bingung menentukan takaran oralit yang pas? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika diare berlanjut lebih dari 2 hari atau disertai demam tinggi dan tinja berdarah, jangan tunda untuk mencari bantuan medis profesional. Kamu bisa mendapatkan obat-obatan pendukung diare dengan praktis dan cepat melalui toko kesehatan di Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan diagnosa yang lebih akurat.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Oral Rehydration Salts: Production of the new ORS.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diarrhea – Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Dehydration: Symptoms, Causes & Treatment.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Panduan Tatalaksana Diare pada Anak.
UNICEF. Diakses pada 2026. Oral Rehydration Salts (ORS) and Zinc for Diarrhea Treatment.

FAQ

1. Bolehkah oralit dibuat menggunakan air teh?

Tidak disarankan. Air teh mengandung kafein yang bersifat diuretik (memicu buang air kecil) dan tanin yang dapat mengganggu penyerapan elektrolit. Gunakanlah air putih matang untuk hasil terbaik.

2. Apakah oralit aman untuk penderita diabetes?

Meskipun mengandung gula, oralit tetap diperlukan untuk penderita diabetes yang mengalami diare guna mencegah dehidrasi. Namun, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter untuk pemantauan kadar gula darah selama masa pemulihan.

3. Berapa lama oralit buatan sendiri bisa bertahan?

Oralit buatan sendiri hanya bertahan selama 24 jam. Setelah lewat 24 jam, larutan harus dibuang dan dibuat yang baru karena rentan terkontaminasi bakteri dari udara atau alat makan.

4. Apakah oralit bisa menghentikan diare?

Oralit tidak berfungsi untuk menghentikan frekuensi buang air besar. Fungsi utamanya adalah mengganti cairan tubuh yang hilang. Diare biasanya akan berhenti dengan sendirinya setelah infeksi atau penyebabnya teratasi oleh sistem imun tubuh.