Ad Placeholder Image

Overbite: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi Gigi Maju

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 Mei 2026

Overbite normal adalah ketika gigi atas menutupi sekitar 2-3 mm dari gigi bawah.

Overbite: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi Gigi MajuOverbite: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi Gigi Maju

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa posisi gigi atasmu tampak jauh lebih maju dibandingkan gigi bawah? Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai overbite. Meskipun banyak orang menganggapnya hanya sebagai masalah estetika yang memengaruhi senyuman, overbite yang ekstrem sebenarnya dapat berdampak signifikan pada kesehatan mulut dan fungsionalitas rahang kamu.

Overbite adalah salah satu jenis maloklusi atau ketidaksejajaran gigi yang paling sering ditemui. Kondisi ini terjadi ketika gigi depan bagian atas tumpang tindih secara vertikal dengan gigi depan bagian bawah. Dalam tingkat yang wajar, overbite sebenarnya normal dimiliki setiap orang. Namun, jika jarak tumpang tindihnya terlalu besar, hal ini dapat menyebabkan berbagai keluhan mulai dari kesulitan mengunyah hingga nyeri sendi rahang.

Memahami penyebab dan cara penanganan overbite sangatlah penting agar kamu bisa mengambil langkah yang tepat sebelum kondisi ini memicu komplikasi yang lebih serius. Penanganan sejak dini, terutama pada masa pertumbuhan anak-anak, biasanya memberikan hasil yang jauh lebih optimal dan lebih sederhana dibandingkan penanganan pada orang dewasa.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai penyebab, gejala, hingga solusi medis untuk mengatasi kondisi ini? Berikut ulasannya!

Apa Itu Overbite?

Overbite adalah kondisi di mana gigi seri atas menutupi gigi seri bawah secara berlebihan saat mulut dalam keadaan tertutup atau rahang dalam posisi istirahat. Secara klinis, dokter gigi biasanya mengukur overbite berdasarkan persentase atau milimeter. Overbite yang dianggap ideal biasanya berkisar antara 2 hingga 4 milimeter, atau menutupi sekitar 20-30% bagian gigi bawah.

Kondisi ini sering tertukar dengan “overjet”. Perbedaannya terletak pada arah tumpang tindihnya. Overbite mengacu pada tumpang tindih vertikal (atas-bawah), sedangkan overjet mengacu pada jarak horizontal atau seberapa jauh gigi atas menjorok ke depan menjauhi gigi bawah. Keduanya sering terjadi secara bersamaan dan memerlukan penanganan ortodonti yang komprehensif.

Penyebab Overbite yang Umum Terjadi

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan seseorang memiliki kondisi overbite. Secara garis besar, penyebabnya dapat dibagi menjadi faktor genetik dan faktor kebiasaan buruk selama masa pertumbuhan.

1. Faktor Genetik dan Keturunan

Sama seperti bentuk hidung atau warna mata, struktur rahang dan susunan gigi sangat dipengaruhi oleh genetik. Jika orang tua kamu memiliki riwayat gigi maju atau rahang bawah yang kecil, ada kemungkinan besar kamu juga akan mengalaminya. Faktor genetik menentukan ukuran ruang di rahang serta kepadatan gigi yang tumbuh.

2. Kebiasaan Menghisap Jempol

Kebiasaan menghisap jempol (thumb sucking) yang berlanjut hingga usia sekolah adalah penyebab utama overbite non-genetik. Tekanan konstan dari jempol dan gerakan menghisap dapat mendorong gigi depan atas ke luar dan menghambat pertumbuhan rahang bawah secara normal. Jika kamu melihat anak kecil masih sering menghisap jempol di atas usia 5 tahun, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi.

3. Penggunaan Dot atau Botol Susu Terlalu Lama

Mirip dengan menghisap jempol, penggunaan dot (pacifier) atau botol susu yang berkepanjangan dapat mengubah bentuk palatum (langit-langit mulut) dan posisi gigi. Tekanan dari dot memaksa gigi untuk menyesuaikan bentuknya, yang pada akhirnya memicu ketidaksejajaran rahang.

4. Tongue Thrusting (Mendorong Lidah)

Kondisi ini terjadi ketika lidah terus-menerus menekan bagian belakang gigi depan atas saat menelan atau berbicara. Tekanan lidah yang kuat dan berulang ini secara perlahan akan mendorong gigi depan ke arah depan, menciptakan jarak vertikal yang tidak normal antara gigi atas dan bawah.

5. Kehilangan Gigi atau Gigi Berjejal

Kehilangan gigi belakang (molar) yang tidak segera diganti dapat menyebabkan gigi lain bergeser dari posisinya semula. Selain itu, kondisi gigi yang terlalu besar atau rahang yang terlalu kecil (crowding) dapat memaksa gigi untuk tumbuh tumpang tindih dan maju ke depan mencari ruang.

Penyebab Overbite yang Perlu Diwaspadai
  1. Kebiasaan buruk saat masa kanak-kanak seperti menghisap jari.
  2. Ketidakseimbangan pertumbuhan antara rahang atas dan rahang bawah.
  3. Faktor herediter (keturunan) dari anggota keluarga inti.

Gejala dan Dampak Overbite pada Kesehatan

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki overbite sampai mereka merasakan gejala fisik tertentu. Jika kamu sering mengalami kelelahan pada otot wajah atau kesulitan saat menutup bibir dengan sempurna, bisa jadi itu adalah tanda maloklusi. Jika dirasa mengganggu, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan saran awal.

Beberapa dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat overbite yang tidak segera ditangani antara lain:

  • Masalah Sendi Rahang (TMJ): Posisi gigi yang salah memaksa sendi rahang bekerja ekstra keras saat mengunyah, yang dapat memicu nyeri rahang kronis, sakit kepala, hingga bunyi “klik” saat membuka mulut.
  • Kerusakan Enamel Gigi: Gigi yang tumpang tindih secara tidak normal sering kali saling bergesekan, menyebabkan enamel gigi bawah lebih cepat terkikis.
  • Gangguan Berbicara: Overbite yang parah dapat menyebabkan cadel atau kesulitan dalam melafalkan huruf-huruf tertentu seperti “s” dan “t”.
  • Risiko Penyakit Gusi: Gigi yang tidak sejajar lebih sulit dibersihkan dengan sikat gigi atau dental floss biasa. Penumpukan plak di area yang sulit dijangkau ini meningkatkan risiko radang gusi (gingivitis).
  • Perubahan Struktur Wajah: Overbite yang ekstrem dapat mengubah profil wajah, seperti dagu yang tampak sangat mundur atau bibir atas yang menonjol.

Mengenal Jenis-Jenis Overbite

Dalam dunia ortodonti, overbite dikategorikan menjadi dua jenis utama berdasarkan struktur yang menyebabkan masalah tersebut:

1. Dental Overbite

Kondisi ini terjadi murni karena posisi gigi yang tidak sejajar. Rahang atas dan bawah sebenarnya berada dalam posisi yang benar, namun gigi-giginya tumbuh miring atau berjejal sehingga menciptakan efek overbite. Jenis ini biasanya lebih mudah ditangani dengan kawat gigi konvensional.

2. Skeletal Overbite

Ini adalah kondisi yang lebih kompleks karena disebabkan oleh ketidakseimbangan pertumbuhan tulang rahang. Misalnya, rahang atas tumbuh terlalu maju atau rahang bawah terlalu kecil (micrognathia). Penanganan untuk skeletal overbite seringkali memerlukan kombinasi antara ortodonti dan prosedur bedah rahang pada orang dewasa.

Cara Mengatasi Overbite secara Medis

Metode penanganan overbite sangat bergantung pada usia pasien dan tingkat keparahan kondisinya. Berikut adalah beberapa prosedur medis yang umum dilakukan oleh dokter spesialis ortodonti:

1. Braces (Kawat Gigi)

Ini adalah metode paling populer untuk memperbaiki overbite. Kawat gigi memberikan tekanan lembut secara bertahap untuk menggerakkan gigi ke posisi yang benar. Selama perawatan, kamu mungkin membutuhkan beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan pereda nyeri atau produk perawatan kebersihan mulut khusus pengguna kawat gigi.

2. Invisalign (Clear Aligners)

Untuk overbite ringan hingga sedang pada orang dewasa yang menginginkan estetika, aligner transparan bisa menjadi pilihan. Alat ini dapat dilepas-pasang dan hampir tidak terlihat saat digunakan.

3. Palate Expander (Ekspansi Langit-langit)

Biasanya digunakan pada anak-anak yang rahang atasnya terlalu sempit. Alat ini membantu memperlebar rahang sehingga gigi memiliki ruang yang cukup dan posisi tumpang tindih berkurang.

4. Bedah Rahang (Orthognathic Surgery)

Untuk kasus skeletal overbite yang parah pada orang dewasa, operasi mungkin diperlukan untuk memosisikan ulang tulang rahang agar sejajar secara fungsional dan estetika.

Studi Mengenai Maloklusi dan Kesehatan Rahang

The Journal of Clinical and Diagnostic Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa maloklusi seperti overbite memiliki korelasi kuat dengan gangguan sendi temporomandibular (TMJ). Temuan ini menunjukkan bahwa deteksi dini pada masa remaja dapat menurunkan risiko nyeri rahang kronis di masa depan hingga 60%.

Studi ini juga menyoroti pentingnya stabilitas oklusal dalam menjaga kesehatan jaringan periodontal. Penyelarasan gigi yang baik bukan sekadar soal penampilan, melainkan fondasi penting bagi kesehatan sistem stomatognatik manusia secara keseluruhan.

Jika kamu merasakan ketidaknyamanan pada gigi atau rahang, jangan menunda untuk memeriksakannya. Penanganan yang cepat dapat mencegah prosedur yang lebih kompleks dan mahal di kemudian hari. Kamu bisa mendapatkan berbagai produk pendukung kesehatan mulut dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan rujukan ke dokter spesialis ortodonti yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Malocclusion – Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Overbite: Causes, Diagnosis and Treatment.
American Association of Orthodontists. Diakses pada 2026. Why You Should Get an Orthodontic Checkup.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Relationship between Overbite and TMJ Disorders.

FAQ

1. Apakah overbite bisa sembuh sendiri seiring bertambahnya usia?

Tidak, overbite tidak akan sembuh dengan sendirinya. Bahkan, jika disebabkan oleh kebiasaan buruk yang terus berlanjut, kondisinya bisa semakin parah dan merusak struktur rahang.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki overbite dengan kawat gigi?

Rata-rata perawatan membutuhkan waktu 1 hingga 2 tahun, tergantung pada tingkat keparahan kasus dan seberapa patuh pasien mengikuti instruksi dokter gigi.

3. Apakah orang dewasa masih bisa memperbaiki overbite?

Tentu saja. Meskipun tulang rahang orang dewasa sudah berhenti tumbuh, gigi masih bisa digerakkan dengan ortodonti. Untuk kasus tulang yang ekstrem, bedah rahang bisa menjadi solusi.

4. Apa perbedaan antara overbite dan tonggos?

“Tonggos” adalah istilah awam yang biasanya merujuk pada overjet (gigi maju ke depan). Overbite sendiri adalah tumpang tindih vertikal gigi atas yang menutupi gigi bawah.


Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti gigi yang tidak rapi atau nyeri rahang, tapi bingung harus mulai berkonsultasi ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.