Ad Placeholder Image

Ovula Nabothi: Benjolan Jinak, Tak Perlu Khawatir

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Ovula Nabothi: Benjolan Jinak di Serviks, Aman Kok!

Ovula Nabothi: Benjolan Jinak, Tak Perlu KhawatirOvula Nabothi: Benjolan Jinak, Tak Perlu Khawatir

Ovula Nabothi, dikenal juga sebagai Kista Nabothi atau Kista Nabothian, adalah benjolan kecil berisi lendir yang umum ditemukan pada permukaan leher rahim (serviks). Kondisi ini bersifat jinak, tidak berbahaya, dan bukan merupakan kanker. Pembentukannya terjadi ketika kelenjar penghasil lendir di serviks tersumbat oleh sel kulit. Umumnya, ovula nabothi tidak menimbulkan gejala dan seringkali dapat hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan khusus.

Apa Itu Ovula Nabothi?

Ovula Nabothi merupakan kista retensi mukosa yang terbentuk di leher rahim. Kista ini muncul saat saluran keluar dari kelenjar nabothi, yaitu kelenjar yang memproduksi lendir di serviks, tertutup oleh lapisan sel kulit baru. Penutupan ini menyebabkan lendir terperangkap di bawah permukaan, membentuk benjolan kecil.

Benjolan ini biasanya berwarna putih atau kuning pucat. Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga sentimeter. Ovula nabothi sangat umum terjadi pada wanita usia produktif, terutama setelah melahirkan atau mengalami peradangan pada serviks. Kondisi ini sepenuhnya jinak dan tidak memiliki potensi untuk berkembang menjadi keganasan.

Gejala Ovula Nabothi

Sebagian besar kasus ovula nabothi tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Seringkali, ovula nabothi ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan panggul rutin atau melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) karena keluhan medis lain. Wanita mungkin tidak menyadari keberadaannya karena ukurannya yang kecil dan lokasi yang tidak menyebabkan rasa sakit.

Namun, dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, jika ovula nabothi tumbuh sangat besar, dapat menyebabkan beberapa ketidaknyamanan. Benjolan yang sangat besar berpotensi menghalangi pemeriksaan serviks atau menyebabkan sensasi tekanan. Meskipun demikian, hal ini sangat jarang terjadi dan ovula nabothi umumnya tidak terkait dengan nyeri, pendarahan abnormal, atau keputihan.

Penyebab Ovula Nabothi

Penyebab utama ovula nabothi adalah penyumbatan pada saluran kelenjar nabothi di serviks. Kelenjar ini secara alami menghasilkan lendir untuk menjaga kelembapan dan melindungi serviks. Ketika sel-sel kulit melapisi saluran keluar kelenjar, lendir yang terus diproduksi tidak dapat keluar dan akhirnya menumpuk, membentuk kista.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya ovula nabothi meliputi:

  • Peradangan kronis pada serviks (servisitis).
  • Trauma pada serviks, seperti yang dapat terjadi selama proses persalinan.
  • Perubahan hormonal.
  • Prosedur medis tertentu pada serviks.

Perlu ditekankan bahwa ovula nabothi bukan disebabkan oleh infeksi menular seksual atau kondisi serius lainnya. Ini adalah respons alami tubuh terhadap perubahan pada jaringan serviks.

Diagnosis Ovula Nabothi

Ovula nabothi biasanya didiagnosis selama pemeriksaan panggul rutin oleh dokter spesialis kandungan. Dokter dapat melihat benjolan kecil berwarna putih atau kuning di permukaan serviks menggunakan spekulum.

Selain pemeriksaan visual, ovula nabothi juga dapat terdeteksi melalui pencitraan seperti USG transvaginal. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin melakukan kolposkopi untuk melihat serviks secara lebih detail atau biopsi jika ada keraguan mengenai diagnosis dan untuk menyingkirkan kondisi lain yang lebih serius. Biopsi dilakukan untuk memastikan bahwa benjolan tersebut benar-benar jinak dan bukan merupakan lesi pra-kanker atau kanker.

Penanganan Ovula Nabothi

Karena ovula nabothi bersifat jinak dan seringkali tidak menimbulkan gejala, sebagian besar kasus tidak memerlukan pengobatan. Kista ini seringkali dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya seiring waktu. Pemantauan rutin melalui pemeriksaan panggul tahunan biasanya sudah cukup.

Penanganan hanya dipertimbangkan jika ovula nabothi sangat besar dan menyebabkan masalah tertentu, seperti menghalangi pemeriksaan serviks atau menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan. Pilihan penanganan yang mungkin dilakukan antara lain:

  • Elektrokauterisasi: Prosedur menggunakan panas untuk menghancurkan kista.
  • Krioterapi: Prosedur menggunakan suhu dingin ekstrem untuk membekukan dan menghancurkan kista.
  • Eksisi: Pengangkatan kista secara bedah, biasanya untuk kista yang sangat besar atau jika ada kekhawatiran diagnostik.

Keputusan mengenai penanganan akan didasarkan pada kondisi individual dan rekomendasi dari dokter spesialis.

Pencegahan Ovula Nabothi

Mengingat ovula nabothi adalah kondisi jinak yang seringkali merupakan bagian dari respons alami tubuh, tidak ada metode pencegahan spesifik yang dapat dilakukan untuk sepenuhnya mencegah pembentukannya. Namun, menjaga kesehatan serviks secara umum dapat membantu.

Melakukan pemeriksaan panggul dan skrining pap smear secara teratur sangat penting. Pemeriksaan rutin ini tidak hanya membantu mendeteksi ovula nabothi secara dini, tetapi juga memastikan kesehatan serviks secara keseluruhan dan mengidentifikasi kondisi lain yang mungkin memerlukan perhatian medis.

Ovula nabothi merupakan kondisi yang umum dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Jika ada benjolan atau perubahan yang dirasakan pada area kewanitaan, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat dan rekomendasi penanganan yang sesuai. Halodoc siap membantu menghubungkan dengan dokter spesialis untuk konsultasi lebih lanjut.