Ad Placeholder Image

Padel: Olahraga Raket Seru, Mirip Tenis dan Squash

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS 15 Juli 2026

Padel adalah olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan squash, dimainkan di lapangan tertutup berukuran 10x20 meter dengan dinding kaca.

Padel: Olahraga Raket Seru, Mirip Tenis dan SquashPadel: Olahraga Raket Seru, Mirip Tenis dan Squash

DAFTAR ISI


Padel adalah cabang olahraga raket yang dimainkan secara ganda di lapangan yang lebih kecil dari lapangan tenis konvensional. Keunikan utama olahraga ini terletak pada penggunaan dinding kaca sebagai bagian dari area permainan yang memungkinkan bola dipantulkan kembali. Raket yang digunakan tidak memiliki senar, melainkan terbuat dari bahan komposit dengan lubang-lubang kecil di permukaannya.

Olahraga ini diklasifikasikan sebagai aktivitas aerobik dengan intensitas sedang hingga tinggi yang melibatkan koordinasi mata dan tangan secara intens. Berdasarkan panduan kesehatan fisik, aktivitas seperti padel berkontribusi pada peningkatan daya tahan jantung dan kekuatan otot kaki. Selain aspek fisik, padel juga dikenal sebagai olahraga sosial karena format permainannya yang selalu dilakukan berpasangan.

“Aktivitas fisik secara teratur, seperti olahraga raket, terbukti mengurangi risiko penyakit tidak menular dan meningkatkan kesehatan mental melalui interaksi sosial.” — World Health Organization (WHO), 2020

Gejala Cedera Akibat Padel

Gejala cedera akibat padel sering muncul pada bagian ekstremitas atas (lengan) dan ekstremitas bawah (kaki) akibat gerakan repetitif. Rasa nyeri yang tajam atau tumpul di area siku bagian luar merupakan indikasi umum dari kondisi lateral epicondylitis (peradangan tendon di siku). Gejala ini sering dirasakan saat mencoba menggenggam raket atau melakukan pukulan backhand.

Selain masalah pada lengan, sering ditemukan gejala berupa pembengkakan dan kekakuan pada sendi pergelangan kaki atau lutut. Rasa panas dan kemerahan di sekitar tendon achilles (tendon di belakang pergelangan kaki) juga bisa menjadi tanda peradangan akut. Pada beberapa kasus, kelelahan otot yang ekstrem disertai kram menjadi gejala awal dari dehidrasi atau kurangnya pemanasan.

Penyebab Masalah Kesehatan Saat Bermain Padel

Penyebab utama masalah kesehatan dalam olahraga padel adalah teknik pukulan yang salah dan penggunaan peralatan yang tidak ergonomis. Gerakan eksplosif seperti melompat dan berputar secara tiba-tiba memberikan beban berlebih pada jaringan ikat (ligamen). Penggunaan raket yang terlalu berat atau terlalu ringan juga dapat memicu ketegangan pada otot lengan bawah.

Faktor lingkungan seperti permukaan lapangan yang keras atau licin turut menjadi penyebab terjadinya trauma mekanis (benturan). Kurangnya durasi pemanasan menyebabkan otot belum siap menerima beban kerja tinggi, sehingga rentan mengalami robekan mikroskopis. Selain itu, frekuensi bermain yang terlalu sering tanpa waktu istirahat yang cukup dapat memicu sindrom penggunaan berlebih (overuse syndrome).

Diagnosis Cedera Olahraga

Diagnosis cedera olahraga dilakukan melalui pemeriksaan fisik secara menyeluruh oleh tenaga medis untuk menilai rentang gerak dan tingkat nyeri. Dokter akan melakukan palpasi (penekanan ringan) pada area yang dikeluhkan untuk mengidentifikasi lokasi pasti peradangan. Tes fungsional khusus dilakukan untuk melihat stabilitas sendi dan kekuatan otot pasien.

Jika ditemukan indikasi cedera jaringan lunak yang serius, pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi (USG) muskuloskeletal atau MRI mungkin diperlukan. Prosedur ini bertujuan untuk melihat adanya robekan pada ligamen atau kerusakan pada tulang rawan. Diagnosis yang akurat sangat krusial untuk menentukan apakah cedera tersebut bersifat akut atau kronis agar penanganan dapat disesuaikan.

Pengobatan dan Rehabilitasi

Pengobatan awal untuk cedera akibat padel umumnya menggunakan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) untuk meredakan peradangan primer. Istirahat total dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada jaringan yang meradang, sementara kompres es membantu mengurangi pembengkakan. Penggunaan perban elastis (compression) dan memposisikan area cedera lebih tinggi (elevation) dilakukan untuk mempercepat drainase cairan.

Rehabilitasi lanjutan melibatkan fisioterapi untuk mengembalikan fungsi gerak dan memperkuat otot-otot penyangga sendi. Terapi latihan beban bertahap diberikan agar jaringan dapat kembali beradaptasi dengan intensitas olahraga padel. Pada kasus peradangan yang persisten, pemberian obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dapat dilakukan sesuai dengan resep dan pengawasan tenaga medis profesional.

Pencegahan Risiko Kesehatan

Pencegahan risiko kesehatan saat bermain padel dimulai dengan melakukan pemanasan dinamis minimal selama 10 hingga 15 menit sebelum masuk ke lapangan. Pemanasan harus mencakup gerakan rotasi sendi bahu, pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki. Penggunaan sepatu khusus olahraga raket dengan daya cengkeram yang baik sangat disarankan untuk menghindari risiko terpeleset.

Menjaga hidrasi tubuh dengan mengonsumsi air mineral yang cukup sebelum, saat, dan sesudah bermain sangat penting untuk fungsi kontraksi otot. Teknik memukul bola harus dipelajari dengan benar melalui instruksi pelatih profesional guna meminimalkan beban pada siku. Memberikan waktu pemulihan (recovery) yang cukup di antara sesi permainan membantu mencegah akumulasi kelelahan pada sistem muskuloskeletal.

“Pencegahan cedera melalui edukasi teknik dan pemanasan yang tepat adalah kunci untuk mempertahankan partisipasi jangka panjang dalam aktivitas fisik.” — Kementerian Kesehatan RI, 2022

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi tenaga medis jika rasa nyeri tidak kunjung reda setelah dilakukan penanganan mandiri selama lebih dari 48 jam. Gejala seperti ketidakmampuan menumpu beban pada kaki atau adanya bunyi “pop” saat cedera terjadi memerlukan evaluasi medis segera. Adanya perubahan bentuk sendi (dislokasi) atau mati rasa pada area sekitar cedera juga merupakan tanda kondisi darurat.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan jika ditemukan demam yang menyertai pembengkakan sendi karena bisa menjadi indikasi adanya infeksi. Deteksi dini terhadap masalah muskuloskeletal dapat mencegah komplikasi permanen yang dapat menghambat mobilitas di masa depan. Untuk penanganan yang cepat, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosa awal yang tepat.

Fisioterapi Kini Bisa di Rumah Pakai Halodoc Homecare

Apakah kamu baru saja mengalami cedera olahraga, nyeri otot dan sendi, rehabilitasi pascaoperasi, atau muncul gangguan gerak yang mengganggu aktivitas sehari-hari?

Fisioterapis profesional bersertifikat Halodoc siap datang ke rumah untuk membantu pemulihan .

Kamu bisa lakukan sesi fisioterapi yang berlangsung sekitar 60 menit, tanpa biaya kunjungan tambahan.

Layanan ini meliputi:

  • Penanganan cedera akut dan cedera olahraga
  • Rehabilitasi pascaoperasi serta cedera ligamen dan otot
  • Terapi nyeri leher, punggung, pinggang, bahu, lutut, hingga HNP (saraf kejepit)
  • Koreksi postur dan pola gerak
  • Screening risiko cedera sebelum beraktivitas atau berolahraga

Berikut beberapa keunggulan melakukan fisioterapi di rumah lewat Halodoc:
✅ Home service tanpa biaya tambahan
✅ Ditangani 100% oleh fisioterapis profesional bersertifikat
✅ Protokol kesehatan ketat.
✅ Untuk usia 6 tahun ke atas

Jadwalkan layanan fisioterapi di Halodoc sekarang mulai dari Rp 450.000,- per sesi!

Kamu bisa order layanan ini melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Journal of Human Kinetics. Diakses pada 2026. Performance Analysis in Padel: A Systematic Review.
International Journal of Environmental Research and Public Health. Diakses pada 2026. The Role of Padel in Improving Physical Fitness and Health Promotion: Progress, Limitations, and Future Perspectives-A Narrative Review.
Padel New Zealand. Diakses pada 2026. Padel Rules.
Verywell Fit. Diakses pada 2026. 9 Health Benefits of Playing Tennis.