
Padel: Olahraga Raket Seru, Mirip Tenis dan Squash
Padel menggabungkan unsur-unsur dari tenis dan squash.

DAFTAR ISI
- Apa itu Olahraga Padel?
- Sejarah Singkat Padel
- Perbedaan Padel, Tenis, dan Squash
- Peralatan Utama dalam Padel
- Aturan Dasar Permainan Padel
- Manfaat Kesehatan Bermain Padel
- Tips Mencegah Cedera saat Bermain Padel
- Studi Terkait
- FAQ
Belakangan ini, tren olahraga di Indonesia terus berkembang. Setelah demam bersepeda dan tenis lapangan, kini muncul olahraga baru yang tengah naik daun dan digemari oleh berbagai kalangan, yaitu padel. Mungkin kamu pernah melihat lapangan yang mirip lapangan tenis namun dikelilingi oleh dinding kaca di media sosial dan bertanya-tanya, olahraga padel itu apa sebenarnya?
Padel sering disebut sebagai perpaduan antara tenis dan squash. Olahraga ini menawarkan intensitas yang cukup tinggi namun dengan kurva pembelajaran yang lebih mudah bagi pemula dibandingkan tenis konvensional. Karena sifatnya yang harus dimainkan secara ganda (berpasangan), padel juga menjadi sarana bersosialisasi yang sangat efektif, menjadikannya pilihan gaya hidup sehat yang menyenangkan bagi masyarakat perkotaan.
Memahami dasar-dasar olahraga ini sangat penting sebelum kamu terjun ke lapangan. Mulai dari aturan main, penggunaan dinding kaca, hingga manfaat kesehatan yang bisa kamu peroleh. Selain itu, seperti olahraga intensitas tinggi lainnya, kamu juga perlu mewaspadai risiko cedera otot atau sendi yang mungkin muncul jika teknik yang digunakan kurang tepat atau kondisi fisik sedang tidak prima.
Nah, mau tahu lebih dalam mengenai olahraga padel itu apa dan bagaimana cara memulainya dengan aman? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Apa itu Olahraga Padel?
Padel adalah olahraga raket yang dimainkan di lapangan tertutup yang ukurannya sekitar sepertiga dari ukuran lapangan tenis lapangan. Ciri khas utama dari olahraga ini adalah adanya dinding kaca dan kawat besi yang mengelilingi lapangan. Dinding ini bukan sekadar pembatas, melainkan bagian aktif dari permainan di mana pemain boleh memantulkan bola ke dinding tersebut, mirip dengan olahraga squash.
Permainan ini hampir selalu dimainkan secara ganda (dua lawan dua). Hal inilah yang membuat padel menjadi sangat populer sebagai olahraga sosial. Kecepatan bola dalam padel cenderung lebih lambat dibandingkan tenis, dan raket yang digunakan pun tidak menggunakan senar, melainkan raket padat yang berlubang. Kombinasi ini membuat padel lebih mudah dipelajari oleh orang yang belum pernah bermain olahraga raket sekalipun.
Sejarah Singkat Padel
Meskipun baru populer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, padel sebenarnya sudah diciptakan sejak tahun 1969 di Acapulco, Meksiko, oleh Enrique Corcuera. Awalnya, Corcuera ingin membangun lapangan tenis di rumahnya, namun karena keterbatasan lahan, ia menciptakan lapangan yang lebih kecil dan mengelilinginya dengan dinding setinggi tiga meter agar bola tidak keluar ke halaman tetangga.
Teman Corcuera, Alfonso de Hohenlohe, kemudian membawa olahraga ini ke Spanyol pada tahun 1974. Dari Spanyol, padel berkembang pesat ke negara-negara Amerika Latin seperti Argentina. Saat ini, Spanyol dan Argentina menjadi kiblat olahraga padel dunia, dengan jutaan pemain aktif. Di Indonesia sendiri, lapangan padel mulai menjamur di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali, seringkali menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang ingin berolahraga sekaligus memperluas jaringan pertemanan.
Perbedaan Padel, Tenis, dan Squash
Untuk memahami olahraga padel itu apa, penting untuk membandingkannya dengan “kerabat” dekatnya, yaitu tenis dan squash. Berikut adalah beberapa perbedaan mendasarnya:
- Lapangan: Lapangan padel berukuran 10 x 20 meter dengan net di tengah, sedangkan tenis jauh lebih luas. Squash dilakukan di ruangan tertutup tanpa net.
- Raket: Raket padel (disebut pala) berlubang dan tidak memiliki senar, berbeda dengan raket tenis dan squash yang menggunakan senar.
- Bola: Bola padel terlihat mirip dengan bola tenis tetapi memiliki tekanan udara yang lebih rendah, sehingga pantulannya tidak setinggi bola tenis.
- Dinding: Dalam padel, kamu bisa menggunakan dinding kaca untuk memantulkan bola kembali ke area lawan. Dalam tenis, jika bola menyentuh pagar, poin dianggap mati. Dalam squash, dinding adalah area pantul utama tetapi tidak ada net yang memisahkan pemain.
Peralatan Utama dalam Padel
Sebelum mulai bermain, pastikan kamu telah menyiapkan perlengkapan yang tepat untuk menunjang performa dan keamanan selama di lapangan:
1. Raket Padel (Pala)
Raket padel terbuat dari bahan komposit seperti serat karbon atau fiberglass. Ada tiga bentuk utama: bulat (untuk kontrol), tetesan air mata/teardrop (untuk keseimbangan), dan berlian (untuk tenaga/power). Pemula disarankan menggunakan raket berbentuk bulat.
2. Bola Padel
Jangan gunakan bola tenis biasa. Bola padel dirancang khusus dengan tekanan yang lebih rendah untuk menyesuaikan dengan ukuran lapangan yang lebih kecil dan penggunaan dinding kaca.
3. Sepatu Khusus
Gunakan sepatu yang memiliki daya cengkeram (grip) yang baik di atas rumput sintetis berpasir. Sepatu khusus padel atau sepatu tenis tanah liat (clay court) biasanya paling cocok untuk mencegah terpeleset.
Aturan Dasar Permainan Padel
Aturan skor dalam padel sama dengan tenis (15, 30, 40, game). Namun, ada beberapa perbedaan teknis dalam permainan:
- Servis: Dilakukan secara underhand (di bawah pinggang) dan bola harus dipantulkan ke tanah terlebih dahulu sebelum dipukul secara diagonal ke arah area servis lawan.
- Pantulan Dinding: Bola yang dipukul lawan harus memantul sekali di tanah area kamu sebelum boleh menyentuh dinding kaca atau pagar kawat. Jika bola langsung mengenai dinding lawan tanpa memantul di tanah terlebih dahulu, maka dianggap keluar (out).
- Volley: Pemain boleh memukul bola secara langsung sebelum memantul di tanah (volley), kecuali saat menerima servis.
Manfaat Kesehatan Bermain Padel
Padel bukan hanya tentang keseruan, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi tubuh dan mental:
1. Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular
Padel melibatkan banyak gerakan lari pendek, lateral, dan lompatan yang konstan. Ini merupakan latihan aerobik yang sangat baik untuk memperkuat jantung dan paru-paru serta membakar kalori secara efisien (sekitar 400-600 kalori per jam).
2. Melatih Koordinasi Mata dan Tangan
Karena bola bisa memantul dari dinding, pemain harus memiliki reaksi yang cepat dan antisipasi yang baik terhadap arah bola. Ini sangat membantu dalam mengasah ketajaman refleks dan koordinasi motorik.
3. Mengurangi Stres
Sebagai olahraga sosial yang dimainkan secara ganda, interaksi antarpemain selama permainan dapat meningkatkan hormon endorfin dan mengurangi tingkat stres serta kecemasan.
4. Memperkuat Otot Tubuh Bagian Bawah dan Inti
Gerakan tiba-tiba dan posisi tubuh yang sering menekuk saat menunggu bola efektif untuk memperkuat otot kaki, glutes, dan otot inti (core).
Tips Memulai Padel bagi Pemula
- Lakukan pemanasan minimal 10 menit untuk mempersiapkan sendi dan otot.
- Gunakan tali pengaman raket yang melingkar di pergelangan tangan agar raket tidak terlepas saat memukul.
- Fokus pada penempatan bola daripada kekuatan pukulan di awal belajar.
Tips Mencegah Cedera saat Bermain Padel
Meskipun menyenangkan, intensitas padel bisa memicu cedera jika kamu tidak berhati-hati. Beberapa cedera umum meliputi tennis elbow, nyeri lutut, dan terkilir pergelangan kaki. Pastikan kamu selalu melakukan pendinginan setelah selesai bermain.
Jika kamu merasakan nyeri otot yang tidak kunjung hilang, kamu bisa beli obat online di Halodoc seperti gel pereda nyeri atau suplemen glukosamin untuk kesehatan sendi. Namun, jika nyeri terasa tajam atau terjadi pembengkakan hebat, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan medis yang tepat.
Studi Mengenai Kesehatan dan Olahraga Raket
British Journal of Sports Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa partisipasi rutin dalam olahraga raket seperti tenis, squash, dan padel berhubungan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 56%. Studi ini menekankan bahwa kombinasi latihan interval intensitas tinggi dan kebutuhan koordinasi yang kompleks memberikan perlindungan jangka panjang bagi kesehatan jantung dibandingkan jenis olahraga lainnya.
Olahraga padel adalah pilihan yang luar biasa bagi siapa saja yang ingin tetap aktif sambil bersosialisasi. Dengan memahami teknik dasar dan menjaga kondisi fisik, kamu bisa menikmati permainan ini tanpa perlu khawatir berlebihan. Jika kamu mengalami gejala cedera atau kelelahan ekstrem setelah bermain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.
Punya Keluhan Kesehatan saat Berolahraga tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau merasa nyeri setelah berolahraga, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
British Journal of Sports Medicine. Diakses pada 2026. Associations of specific types of sports and exercise with all-cause and cardiovascular-disease mortality: a cohort study of 80 306 British adults.
Padel FIP. Diakses pada 2026. The History of Padel.
International Padel Federation. Diakses pada 2026. Rules of Padel Game.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Aerobic exercise: Top 10 reasons to get physical.
FAQ
1. Apakah olahraga padel bisa dimainkan sendirian (single)?
Meskipun ada lapangan khusus untuk single, secara standar internasional padel adalah olahraga ganda. Bermain ganda jauh lebih populer karena aspek strategis dan sosialnya yang kuat.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar padel bagi pemula?
Padel memiliki tingkat kesulitan yang rendah. Biasanya dalam 1-2 kali sesi latihan, seorang pemula sudah bisa melakukan reli dasar dan memahami aturan penggunaan dinding kaca.
3. Apakah bola padel sama dengan bola tenis?
Tidak. Meski ukurannya hampir sama, bola padel memiliki tekanan internal yang lebih rendah (sekitar 10-11 psi) dibandingkan bola tenis (14 psi), sehingga pantulannya lebih lambat dan terkontrol.
4. Apa cedera yang paling sering terjadi pada pemain padel?
Cedera yang paling umum adalah Epicondylitis (tennis elbow), keseleo pergelangan kaki karena gerakan lateral yang cepat, dan ketegangan otot betis atau punggung bawah.


