
Paget Disease: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Paget Disease: Gejala, Penyebab, & Pengobatan

Penyakit Paget tulang, atau osteitis deformans, adalah gangguan kronis pada proses pembentukan dan perombakan tulang. Kondisi ini menyebabkan tulang menjadi lemah, membesar, dan berbentuk tidak normal. Meskipun seringkali tanpa gejala, penyakit ini dapat menimbulkan nyeri, patah tulang, atau masalah saraf. Penyakit ini umumnya memengaruhi individu berusia di atas 50 tahun dan merupakan penyakit tulang metabolik kedua terbanyak setelah osteoporosis.
Apa Itu Penyakit Paget Tulang?
Penyakit Paget tulang adalah kondisi yang mengganggu siklus normal pembuangan tulang tua (resorpsi) dan pembentukan tulang baru. Normalnya, tulang selalu dalam proses perombakan dan pembentukan yang seimbang. Pada penyakit Paget, proses ini menjadi terlalu cepat dan tidak teratur.
Hal ini menghasilkan pertumbuhan tulang yang tidak terorganisir, menyebabkan tulang baru menjadi lebih besar, tetapi rapuh dan lemah. Tulang yang terpengaruh paling sering ditemukan di tengkorak, panggul, tulang belakang, atau tungkai.
Gejala Penyakit Paget Tulang yang Perlu Diwaspadai
Banyak penderita penyakit Paget tulang tidak merasakan gejala apa pun dan kondisi ini sering ditemukan secara tidak sengaja. Namun, jika gejala muncul, dapat bervariasi tergantung pada tulang yang terpengaruh. Gejala-gejala tersebut meliputi:
- Nyeri Tulang dan Rasa Hangat: Nyeri adalah gejala paling umum, sering dirasakan di area tulang yang terkena, yang mungkin juga terasa hangat saat disentuh.
- Tulang Membesar atau Berbentuk Tidak Normal: Pada kaki, dapat menyebabkan tungkai melengkung (bowed legs) atau ketidaksimetrisan kerangka tubuh. Pada tengkorak, pembesaran bisa menyebabkan kepala terasa lebih besar.
- Peningkatan Risiko Patah Tulang: Tulang yang lemah dan rapuh lebih rentan patah, bahkan karena cedera ringan.
- Gangguan Pendengaran: Jika tulang tengkorak terpengaruh, pembesaran tulang dapat menekan saraf pendengaran, menyebabkan gangguan pendengaran.
- Saraf Terjepit: Tulang yang membesar dapat menekan saraf di sekitarnya, menimbulkan nyeri, kesemutan, atau mati rasa.
Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Paget
Penyebab pasti penyakit Paget tulang belum diketahui. Namun, beberapa faktor telah diidentifikasi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. Faktor-faktor tersebut meliputi:
- Genetika dan Riwayat Keluarga: Riwayat keluarga dengan penyakit Paget merupakan faktor risiko utama. Sekitar 15-30% penderita memiliki kerabat tingkat pertama (orang tua, saudara kandung, anak) dengan kondisi yang sama.
- Usia: Risiko penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia. Kondisi ini paling sering terjadi pada individu di atas 50 tahun.
- Keturunan Tertentu: Penyakit Paget lebih sering terjadi pada orang-orang dengan keturunan Inggris, Skotlandia, dan Eropa Tengah. Kondisi ini jarang ditemukan di Asia dan Skandinavia.
Penelitian terus berlanjut untuk memahami peran infeksi virus tertentu dan faktor lingkungan dalam perkembangan penyakit ini.
Bagaimana Penyakit Paget Tulang Didiagnosis?
Penyakit Paget tulang sering kali ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan radiologi atau tes darah untuk kondisi lain. Diagnosis biasanya melibatkan kombinasi beberapa metode:
- Pemeriksaan Pencitraan (X-ray dan Bone Scan):
- Rontgen (X-ray): Menunjukkan gambaran tulang yang membesar, penebalan korteks, dan perubahan struktural abnormal pada tulang yang terkena.
- Pindai Tulang (Bone Scan): Menggunakan zat radioaktif yang disuntikkan ke dalam tubuh untuk menunjukkan area tulang dengan aktivitas perombakan tinggi, yang akan tampak sebagai “hot spot”.
- Tes Darah:
- Alkaline Phosphatase (ALP): Kadar enzim ALP dalam darah biasanya akan meningkat secara signifikan pada penderita penyakit Paget tulang yang aktif. ALP adalah indikator aktivitas pembentukan tulang.
Pemeriksaan ini membantu mengkonfirmasi diagnosis, menilai tingkat keparahan, dan menentukan lokasi tulang yang terkena.
Pilihan Pengobatan dan Manajemen Penyakit Paget
Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit Paget tulang, pengobatan yang tersedia bertujuan untuk mengelola gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Pendekatan pengobatan meliputi:
- Obat-obatan:
- Bisfosfonat: Merupakan lini pertama pengobatan. Obat-obatan seperti alendronate, risedronate, zoledronic acid, atau pamidronate dapat menekan aktivitas perombakan tulang yang berlebihan. Obat ini membantu mengurangi nyeri dan mencegah komplikasi.
- Kalsitonin: Meskipun kurang umum dibandingkan bisfosfonat, kalsitonin juga dapat digunakan untuk menekan resorpsi tulang dan meredakan nyeri.
- Pembedahan:
- Mungkin diperlukan untuk mengatasi komplikasi seperti patah tulang, deformitas tulang yang parah, atau saraf terjepit yang tidak membaik dengan obat-obatan.
- Prosedur bedah dapat berupa perbaikan patah tulang, koreksi deformitas, atau penggantian sendi jika tulang di sekitar sendi rusak parah.
- Terapi Fisik: Dapat membantu memperkuat otot, meningkatkan mobilitas, dan mengurangi nyeri.
Perbedaan Penyakit Paget Tulang dan Penyakit Paget Payudara
Penting untuk membedakan antara penyakit Paget tulang dan penyakit Paget payudara. Meskipun memiliki nama yang sama, keduanya adalah kondisi yang sama sekali berbeda.
- Penyakit Paget Tulang: Gangguan kronis pada perombakan tulang.
- Penyakit Paget Payudara: Bentuk langka dari kanker payudara yang memengaruhi puting dan areola. Diagnosisnya melalui biopsi dan memerlukan penanganan sebagai keganasan.
Keduanya tidak saling terkait dan memerlukan diagnosis serta penanganan yang berbeda.
Penyakit Paget tulang adalah kondisi kronis yang memerlukan pemantauan dan pengelolaan jangka panjang. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat membantu mengontrol aktivitas penyakit, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi serius. Jika mengalami gejala yang dicurigai sebagai penyakit Paget tulang, segera konsultasikan dengan dokter. Halodoc menyediakan akses mudah untuk konsultasi dengan dokter spesialis dan informasi medis yang akurat untuk membantu memahami kondisi kesehatan secara lebih baik.


