• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pahami Cara Baca Hasil Test PCR dan Rapid Test

Pahami Cara Baca Hasil Test PCR dan Rapid Test

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pahami Cara Baca Hasil Test PCR dan Rapid Test

Halodoc, Jakarta - Test PCR dan rapid test merupakan pemeriksaan guna mendeteksi virus corona. Keduanya menjadi pemeriksaan yang umum dilakukan. Bagi orang awam akan sangat sulit untuk membaca hasil dari kedua pemeriksaan tersebut. Lantas, bagaimana cara memahasil hasil kedua pemeriksaan tersebut? Begini penjelasan selengkapnya.

Baca juga: 7 Mitos seputar Virus Corona yang Sebenarnya Salah

Selengkapnya Mengenai Test PCR

Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), atau yang dikenal dengan istilah tes PCR merupakan metode yang dilakukan untuk mendeteksi virus dengan cara yang sederhana dan dianggap lebih akurat dibanding test lainnya. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel dari saluran pernapasan dengan teknik swab nasofaring guna mendeteksi adanya infeksi. Masyarakat umum mengenal pemeriksaan ini dengan sebutan swab test.

Untuk membaca hasil test PCR, kamu harus mengetahui terlebih dulu bagaimana proses pemeriksaan ini dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel dari hidung atau tenggorokan. Sampel kemudian diberi beberapa larutan kimia yang akan mengekstrak RNA. RNA kemudian ditranskripsikan secara terbalik menjadi DNA menggunakan enzim tertentu. Lalu, fragmen pendek DNA tambahan ditambahkan guna melengkapi bagian DNA virus yang ditranskripsikan.

Jika virus terdapat dalam sampel, fragmen tersebut akan menempel pada bagian target DNA virus. Setelah dicampurkan, sampel kemudian akan ditempatkan dalam mesin RT-PCR, yang akan berputar dengan suhu panas atau dingin. Gunanya adalah untuk memicu reaksi kimia tertentu yang identik dengan bagian target DNA virus.

Setelah salinan baru dari bagian DNA virus dibuat, label penanda diberikan pada untaian DNA, lalu melepaskan pewarna fluoresen. Jika jumlah fluoresen melampaui batasan tertentu, hal tersebut menunjukkan adanya virus.

Baca juga: Begini Agar Anak Aman dari Virus Corona

Selengkapnya Mengenai Rapid Test

Rapid test merupakan salah satu metode yang dilakukan untuk mendeteksi virus corona yang hasilnya terlihat setelah 10–15 menit pemeriksaan dilakukan. Hasilnya yang cepat diketahui membuat rapid test memiliki tingkat akurasi yang rendah. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk memeriksa antibodi dalam tubuh seseorang.

Hasilnya sendiri akan digunakan untuk mendeteksi antibodi IgG dan IgM terhadap SARS-CoV, yang biasanya terdeteksi dalam darah beberapa hari setelah pengidap terpapar infeksi. Pemeriksaan ini memiliki tiga indikator, yaitu C (control), IgG, dan IgM. IgG merupakan antibodi yang terbentuk setelah terpapar virus. Sedangkan IgM merupakan antibodi yang bereaksi setelah seseorang terpapar virus. Berikut ini penjelasan mengenai hasil rapid test:

  • IgG dan IgM positif akan ditunjukkan dengan garis berwarna merah pada C (control). Dua garis merah lainnya muncul di IgG dan IgM. 
  • IgG positif akan ditunjukkan dengan garis berwarna merah pada C (control) dan IgG. 
  • IgM positif akan ditunjukkan dengan garis berwarna merah pada C (control) dan IgM.
  • Hasil negatif akan ditunjukkan dengan garis berwarna merah pada C (control) saja.

Baca juga: 3 Pertanyaan Mengenai Virus Corona yang Belum Terpecahkan

Itulah cara membaca kedua pemeriksaan yang saat ini sering kali dipakai untuk mendeteksi adanya virus corona. Diagnosis awal sangat penting dilakukan guna membantu mempercepat penanganan untuk mengatasi virus corona. Bukan itu saja, pemeriksaan dini juga diperlukan untuk mencegah perkembangan penyakit semakin berbahaya. Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini, silahkan bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Fda.gov. Diakses pada 2020. Accelerated Emergency Use Authorization (EUA) Summary Covid-19 RT-PCR Test.
Fda.gov. Diakses pada 2020. Assure COVID-19 IgG/IgM Rapid Test Device.