Kenali Jenis Talas yang Gatal dan Cara Hilangkan Getalnya

DAFTAR ISI
- Mengenal Penyebab Talas Beracun
- Gejala Keracunan Kalsium Oksalat
- Cara Mengolah Talas Agar Tidak Gatal
- Pertolongan Pertama Saat Terkena Racun Talas
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Setelah Makan Talas? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Talas merupakan salah satu sumber karbohidrat alternatif yang sangat populer di Indonesia. Dari talas bogor yang manis hingga talas pontianak yang lembut, umbi-umbian ini sering diolah menjadi berbagai camilan lezat seperti keripik, bolu, hingga isian bakpao. Namun, di balik kelezatannya, talas menyimpan potensi risiko kesehatan jika tidak ditangani dengan benar. Banyak orang mengeluhkan rasa gatal yang hebat di mulut, tenggorokan, hingga kulit setelah mengonsumsi atau mengupas talas tertentu.
Fenomena “talas beracun” atau talas gatal ini sebenarnya berkaitan dengan mekanisme pertahanan alami tanaman tersebut. Sebagai apoteker, saya sering menerima pertanyaan mengenai reaksi alergi yang timbul setelah mengonsumsi talas. Penting untuk dipahami bahwa sensasi gatal tersebut bukanlah alergi biasa, melainkan reaksi iritasi mekanis yang disebabkan oleh senyawa kimia spesifik di dalam sel talas. Mengabaikan cara pengolahan yang benar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang signifikan, bahkan gangguan pernapasan pada kasus yang jarang namun serius.
Memahami perbedaan antara talas yang aman dikonsumsi dan talas liar yang mengandung kadar racun tinggi adalah kunci utama untuk menikmati umbi ini tanpa rasa khawatir. Pengetahuan tentang cara menetralisir racun tersebut melalui proses pencucian, perendaman, dan pemanasan sangat krusial, terutama bagi ibu rumah tangga atau pelaku industri kuliner. Jika gejala yang timbul cukup mengganggu, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Nah, mau tahu apa saja rahasia di balik talas beracun dan bagaimana cara mengolahnya agar aman dikonsumsi? Berikut ulasannya!
Mengenal Penyebab Talas Beracun
Penyebab utama rasa gatal dan iritasi pada talas adalah kandungan kalsium oksalat. Senyawa ini berbentuk kristal mikroskopis yang menyerupai jarum, yang secara botani disebut sebagai raphides. Kristal-kristal ini tersimpan di dalam sel khusus yang disebut idioblas. Ketika sel talas rusak—baik karena dikupas, dipotong, atau dikunyah—idioblas akan pecah dan menembakkan ribuan jarum kalsium oksalat ini ke jaringan lunak, seperti kulit tangan atau mukosa mulut.
Efek dari jarum-jarum ini tidak hanya sekadar iritasi fisik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kristal oksalat tersebut juga membawa enzim protease yang dapat memperparah rasa sakit dan peradangan. Inilah alasan mengapa sensasi gatal akibat talas terasa sangat tajam dan menusuk, berbeda dengan gatal akibat gigitan serangga atau alergi makanan biasa. Talas liar (Colocasia esculenta liar) umumnya memiliki kadar kalsium oksalat yang jauh lebih tinggi dibandingkan varietas yang sudah dibudidayakan secara komersial.
Faktor yang Memengaruhi Kadar Racun Talas
- Varietas Tanaman: Talas hias atau talas liar memiliki konsentrasi oksalat yang jauh lebih tinggi dan berbahaya.
- Kondisi Tanah: Tanah yang kaya akan kalsium cenderung menghasilkan umbi talas dengan kandungan kristal oksalat yang lebih banyak.
- Usia Panen: Talas yang dipanen terlalu muda atau terlalu tua terkadang memiliki tekstur dan kadar kimia yang berbeda, meskipun kalsium oksalat cenderung stabil sepanjang masa pertumbuhan.
Gejala Keracunan Kalsium Oksalat
Reaksi yang muncul akibat terpapar kalsium oksalat dari talas dapat bervariasi, tergantung pada bagian tubuh yang terkena dan sensitivitas individu. Berikut adalah gejala yang paling umum terjadi:
1. Iritasi Mulut dan Tenggorokan
Ini adalah gejala yang paling sering dilaporkan setelah mengonsumsi talas yang kurang matang atau salah olah. Kamu akan merasakan sensasi seperti tertusuk ribuan jarum kecil di lidah, langit-langit mulut, dan tenggorokan. Gejala ini sering disertai dengan pembengkakan ringan, rasa terbakar, dan produksi air liur yang berlebihan.
2. Dermatitis Kontak pada Kulit
Bagi orang yang mengupas talas tanpa sarung tangan, kristal oksalat dapat menembus pori-pori kulit tangan. Hal ini menyebabkan rasa gatal yang hebat, kemerahan, dan terkadang bintik-bintik kecil yang terasa panas. Menggaruk area ini hanya akan membuat kristal masuk lebih dalam dan memperluas area iritasi.
3. Gangguan Pencernaan
Jika tertelan dalam jumlah besar, kalsium oksalat dapat mengiritasi dinding kerongkongan dan lambung. Dalam jangka panjang, konsumsi makanan tinggi oksalat secara terus-menerus tanpa pengolahan yang benar juga dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, karena oksalat akan berikatan dengan kalsium di dalam urin.
Cara Mengolah Talas Agar Tidak Gatal
Sebagai langkah pencegahan, proses pengolahan talas harus dilakukan secara sistematis untuk melarutkan atau merusak struktur kristal kalsium oksalat. Berikut adalah teknik yang direkomendasikan secara medis dan kuliner:
1. Gunakan Sarung Tangan Saat Mengupas
Langkah pertama adalah perlindungan fisik. Gunakan sarung tangan plastik atau karet saat mengupas kulit talas. Jika tidak ada, kamu bisa mengoleskan sedikit minyak goreng pada tangan sebelum memegang talas. Minyak akan membentuk lapisan pelindung yang menghambat jarum oksalat menempel langsung ke kulit.
2. Perendaman dalam Air Garam
Garam dapur (Natrium Klorida) efektif dalam membantu melarutkan kristal kalsium oksalat. Rendamlah irisan talas dalam larutan air garam selama 30-60 menit. Setelah direndam, bilas talas di bawah air mengalir hingga air bilasannya benar-benar jernih dan tidak licin lagi.
3. Perebusan dengan Suhu Tinggi
Kristal kalsium oksalat bersifat termolabil sebagian, artinya panas dapat membantu memecah struktur kristal tersebut. Pastikan kamu merebus atau mengukus talas hingga benar-benar empuk ke bagian terdalam. Jangan pernah mengonsumsi talas dalam kondisi setengah matang.
4. Penjemuran Dibawah Sinar Matahari
Beberapa tradisi masyarakat Indonesia sering menjemur irisan talas sebelum digoreng menjadi keripik. Proses dehidrasi alami ini dipercaya dapat membantu mengurangi aktivitas enzim yang menyertai kristal oksalat, sehingga risiko gatal menjadi lebih rendah.
Pertolongan Pertama Saat Terkena Racun Talas
Jika kamu atau anggota keluarga tidak sengaja mengonsumsi talas beracun dan mulai merasakan gejala gatal, jangan panik. Lakukan langkah-langkah berikut:
- Minum Susu atau Produk Olahan Susu: Kalsium dalam susu dapat berikatan dengan oksalat yang masih bebas di mulut, sehingga mengurangi iritasi lebih lanjut.
- Berkumur dengan Air Hangat: Air hangat dapat membantu melarutkan sisa-sisa kristal yang menempel di mukosa mulut.
- Hindari Menggaruk Kulit: Jika gatal terjadi di tangan, cuci dengan sabun dan air mengalir, lalu oleskan losion kalamin atau krim hidrokortison dosis rendah yang bisa kamu dapatkan dengan beli obat online di Halodoc jika gejala menetap.
Studi Mengenai Kalsium Oksalat pada Tanaman Araceae
Journal of Plant Physiology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa mekanisme pertahanan kristal raphide pada famili Araceae (termasuk talas) bukan hanya bersifat mekanis, tetapi juga sinergis dengan enzim hidrolitik. Studi ini mengonfirmasi bahwa pemanasan di atas suhu 80 derajat Celcius secara signifikan menurunkan kadar oksalat terlarut, namun kristal yang tidak larut memerlukan perendaman kimiawi (seperti asam sitrat atau garam) untuk benar-benar dinetralkan.
Temuan ini menegaskan pentingnya kombinasi antara teknik pencucian dan pemasakan yang lama untuk memastikan keamanan pangan, terutama pada varietas talas yang memiliki kadar kalsium oksalat tinggi.
Mengalami Masalah Kesehatan Setelah Makan Talas? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa gatal di tenggorokan atau muncul ruam setelah mengolah talas, tapi bingung apa yang harus dilakukan? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
PubMed NCBI. Diakses pada 2026. Calcium Oxalate Crystals in Plants: Formation and Function.
Healthline. Diakses pada 2026. Taro Root: Nutrition, Benefits, and Uses.
Kemenkes RI (P2PTM). Diakses pada 2026. Manfaat Umbi-umbian bagi Kesehatan.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Contact Dermatitis Symptoms and Causes.
FAQ
1. Apakah semua jenis talas menyebabkan gatal?
Hampir semua talas mengandung kalsium oksalat, namun kadarnya berbeda-beda. Talas budidaya seperti talas bogor umumnya memiliki kadar yang rendah, sementara talas liar memiliki kadar sangat tinggi yang menyebabkan gatal hebat.
2. Bagaimana cara menghilangkan gatal di tangan akibat mengupas talas?
Cuci tangan dengan air garam hangat atau sabun antiseptik. Jika gatal masih terasa, kamu bisa mengoleskan cuka apel encer atau losion penyejuk untuk menetralkan sensasi terbakar dari kristal oksalat.
3. Apakah talas beracun bisa menyebabkan kematian?
Secara umum tidak, jika yang terjadi hanya iritasi mulut. Namun, jika terjadi pembengkakan parah di tenggorokan (angioedema) yang menghalangi jalan napas, ini menjadi kondisi darurat medis yang memerlukan pertolongan dokter segera.
4. Bisakah merendam talas dengan air biasa saja menghilangkan racunnya?
Perendaman dengan air biasa membantu mengurangi sebagian oksalat, namun hasilnya jauh lebih efektif jika ditambahkan garam atau sedikit air perasan jeruk nipis untuk membantu memecah kristal kalsium oksalat tersebut.



