Ad Placeholder Image

Pahami Strict Parents Artinya dalam Bahasa Gaul dan Cirinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Februari 2026

Strict Parents Artinya dalam Bahasa Gaul? Ini Jelasnya!

Pahami Strict Parents Artinya dalam Bahasa Gaul dan CirinyaPahami Strict Parents Artinya dalam Bahasa Gaul dan Cirinya

Apa Itu Strict Parents dalam Konteks Gaul?

Dalam percakapan sehari-hari, istilah “strict parents” merujuk pada orang tua dengan gaya pengasuhan yang sangat ketat dan otoriter. Mereka cenderung menerapkan banyak aturan tanpa memberikan ruang negosiasi atau kebebasan yang memadai bagi anak. Pola asuh ini seringkali disertai dengan harapan tinggi yang harus dipenuhi oleh anak, serta hukuman keras jika anak tidak patuh atau gagal mencapai ekspektasi tersebut. Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan demikian kerap menggambarkan orang tua mereka seperti “polisi” atau “diktator” di rumah, bahkan kadang disamakan dengan istilah “helicopter parents” karena kontrolnya yang berlebihan.

Ciri-Ciri Utama Strict Parents Menurut Bahasa Gaul

Pemahaman mengenai “strict parents” dalam bahasa gaul dapat dilihat dari beberapa indikator perilaku yang sering disebutkan:

  • “Pokoknya nurut aja!”
    Ini menggambarkan bahwa semua aturan orang tua harus dipatuhi tanpa bantahan atau pertanyaan. Seringkali, aturan tersebut tidak disertai dengan penjelasan mendalam mengenai alasannya, seolah-olah kepatuhan buta adalah hal yang utama. Kondisi ini, seperti dikutip dari iNews.ID, menyoroti kurangnya dialog dalam pengambilan keputusan.
  • “Gak boleh ini, gak boleh itu”
    Pembatasan terhadap hobi, teman, atau aktivitas anak seringkali dilakukan secara ekstrem. Anak mungkin merasa terkekang dan tidak memiliki ruang untuk eksplorasi diri atau bersosialisasi secara normal. Alodokter menjelaskan bahwa pembatasan berlebihan ini dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional anak.
  • “Salah sedikit, langsung digebuk/dimarahin”
    Ciri ini menunjukkan adanya hukuman fisik atau verbal yang keras bahkan untuk kesalahan kecil. Orang tua dengan pola asuh ini cenderung tidak memberikan toleransi dan menanggapi pelanggaran dengan kemarahan berlebihan. Primaya Hospital mencatat bahwa hukuman semacam ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
  • “Gak ada komunikasi dua arah”
    Anak dalam keluarga strict parents seringkali tidak diberi kesempatan untuk berpendapat atau berdiskusi. Mereka diharapkan hanya menerima perintah dan melaksanakan apa yang diperintahkan orang tua. Menurut detikcom, kondisi kurangnya komunikasi dua arah ini bisa membuat anak merasa tidak didengar dan tidak dihargai.

Secara keseluruhan, strict parents menerapkan pola asuh otoriter di mana kendali penuh berada di tangan mereka. Anak diharapkan berperilaku sempurna sesuai keinginan orang tua, seolah-olah menjadi “robot” yang patuh tanpa kehendak sendiri.

Dampak Pola Asuh Strict Parents pada Perkembangan Anak

Pola asuh strict parents dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada perkembangan anak, baik secara psikologis maupun sosial. Anak mungkin mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri karena keputusan selalu diambil oleh orang tua. Hal ini berpotensi menyebabkan anak menjadi penurut yang pasif atau justru memberontak di kemudian hari.

Anak yang tumbuh dengan orang tua yang sangat ketat juga berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, atau rendah diri. Mereka mungkin takut membuat kesalahan dan sulit mengungkapkan emosi secara sehat. Selain itu, keterampilan sosial anak bisa terganggu karena minimnya interaksi di luar kontrol orang tua atau karena mereka merasa tidak bebas bergaul.

Strict Parents Versus Disiplin Positif: Membedakan Pendekatan

Penting untuk membedakan antara strict parents dengan orang tua yang menerapkan disiplin positif. Disiplin positif menekankan pada pembentukan karakter, pengajaran nilai-nilai, dan penetapan batasan yang jelas, namun dengan komunikasi yang terbuka dan penuh empati. Orang tua yang disiplin positif memberikan alasan di balik aturan dan melibatkan anak dalam diskusi sesuai usia mereka.

Sebaliknya, strict parents cenderung fokus pada kepatuhan absolut tanpa penjelasan. Mereka mengedepankan kontrol dan hukuman sebagai alat utama, bukan pemahaman atau pembelajaran. Tujuannya adalah kepatuhan instan, bukan pengembangan otonomi atau tanggung jawab internal anak.

Membangun Hubungan Orang Tua-Anak yang Sehat: Pendekatan Alternatif

Bagi orang tua yang ingin menghindari gaya pengasuhan strict parents, ada beberapa pendekatan yang lebih sehat dan mendukung perkembangan anak:

  • Komunikasi Dua Arah: Ajak anak berdiskusi, dengarkan pendapat mereka, dan jelaskan alasan di balik setiap aturan. Hal ini membantu anak memahami pentingnya aturan dan merasa dihargai.
  • Terapkan Batasan yang Jelas dan Konsisten: Batasan diperlukan, tetapi harus disampaikan dengan jelas dan dijalankan secara konsisten. Pastikan konsekuensi untuk pelanggaran juga dipahami oleh anak.
  • Berikan Ruang untuk Bereskplorasi dan Membuat Kesalahan: Izinkan anak memiliki kebebasan dalam batas aman untuk mencoba hal-hal baru dan belajar dari kesalahan mereka. Ini penting untuk mengembangkan kemandirian dan keterampilan memecahkan masalah.
  • Fokus pada Penguatan Positif: Berikan pujian dan apresiasi saat anak melakukan hal yang benar, daripada hanya fokus pada hukuman saat mereka salah. Ini membangun rasa percaya diri dan motivasi internal anak.
  • Contoh Teladan yang Baik: Orang tua adalah panutan utama. Tunjukkan perilaku yang ingin dilihat pada anak, seperti rasa hormat, empati, dan kemampuan mengelola emosi.

Kesimpulan: Mendukung Kesehatan Mental Anak Melalui Pengasuhan Sehat

Memahami “strict parents artinya dalam bahasa gaul” memberikan gambaran mengenai pola asuh yang berpotensi berdampak kurang baik bagi anak. Mengadopsi gaya pengasuhan yang lebih seimbang, dengan fokus pada komunikasi, empati, dan penetapan batasan yang rasional, sangat penting untuk mendukung kesehatan mental dan perkembangan optimal anak. Apabila menghadapi tantangan dalam menerapkan pola asuh yang sehat atau merasakan dampak negatif dari pola asuh otoriter, mencari dukungan dari profesional kesehatan mental atau konselor parenting adalah langkah bijak. Halodoc menyediakan akses ke psikolog dan tenaga ahli yang dapat memberikan panduan serta rekomendasi praktis untuk membangun hubungan keluarga yang harmonis dan mendukung.