Ad Placeholder Image

Pahami Tulang Pubis: Letak, Fungsi, dan Keluhannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Tulang Pubis: Anatomi, Fungsi, & Penyebab Nyeri

Pahami Tulang Pubis: Letak, Fungsi, dan KeluhannyaPahami Tulang Pubis: Letak, Fungsi, dan Keluhannya

DAFTAR ISI


Banyak wanita mungkin pernah merasakan ngilu, nyeri, atau tekanan berat di area kewanitaan dan sering menyebutnya sebagai keluhan pada “tulang vagina”. Namun, tahukah kamu bahwa secara medis dan anatomis, manusia sebenarnya tidak memiliki struktur tulang yang berada tepat di dalam vagina? Vagina itu sendiri adalah saluran otot fibromuskular yang elastis dan sama sekali tidak memiliki tulang.

Lantas, apa yang sebenarnya terasa nyeri, keras, atau ngilu di area tersebut? Struktur keras yang mengelilingi dan melindungi sistem reproduksi wanita adalah tulang panggul (pelvis), dan bagian depan dari tulang panggul yang posisinya berada tepat di atas vagina disebut sebagai tulang pubis (simfisis pubis). Nyeri di area ini sangat umum terjadi, terutama pada wanita hamil atau mereka yang baru saja melahirkan.

Memahami anatomi tubuh secara akurat sangat penting agar kamu tidak salah dalam mengidentifikasi keluhan. Nyeri pada tulang panggul atau pubis dapat memengaruhi kualitas hidup, membatasi mobilitas, dan membuat aktivitas sehari-hari seperti berjalan, duduk, atau bahkan berhubungan intim menjadi sangat tidak nyaman. Penanganan yang tidak tepat justru bisa memperburuk kondisi sendi panggul di masa depan.

Jika kamu sering merasakan nyeri tajam di sekitar area kemaluan, penting untuk mengetahui apa saja pemicunya dan bagaimana cara merawatnya dengan benar. Nah, mari kita bahas secara mendalam mengenai anatomi area panggul, fungsi utamanya, serta berbagai kondisi medis yang sering disalahartikan sebagai sakit pada tulang vagina!

Anatomi Sebenarnya: Mitos atau Fakta Tulang Vagina?

Secara medis, istilah tulang vagina adalah sebuah mitos. Vagina adalah jaringan lunak, sebuah tabung berotot yang menghubungkan leher rahim (serviks) dengan bagian luar tubuh (vulva). Saluran ini sangat fleksibel dan dapat meregang secara signifikan, misalnya saat proses persalinan normal. Karena fungsinya untuk melahirkan dan hubungan seksual, kehadiran tulang di dalam vagina tentu tidak memungkinkan secara biologis.

Namun, di sekitar vagina dan vulva, terdapat struktur tulang yang sangat kokoh yaitu tulang panggul (pelvic girdle). Panggul wanita terdiri dari beberapa tulang besar yang menyatu, yaitu:

  • Tulang Ilium: Bagian terbesar dari panggul yang berada di sisi atas (tulang pinggul yang bisa kamu raba di sisi kiri dan kanan pinggang bagian bawah).
  • Tulang Ischium: Tulang duduk, yaitu bagian keras di bawah bokong yang menopang berat badan saat kamu duduk.
  • Tulang Pubis: Bagian panggul yang berada di depan, tepat di atas mons pubis (gundukan berlemak di atas vulva). Di titik tengah tubuh, tulang pubis kiri dan kanan dihubungkan oleh sendi tulang rawan yang disebut simfisis pubis (symphysis pubis).

Jadi, saat seorang wanita mengeluhkan sakit pada “tulang vaginanya”, keluhan tersebut hampir selalu merujuk pada gangguan di area simfisis pubis atau otot-otot dasar panggul yang menempel pada tulang tersebut.

Fungsi Tulang Panggul pada Tubuh Wanita

Tulang pubis dan keseluruhan struktur panggul memiliki peran yang sangat krusial dalam menopang kehidupan dan kesehatan wanita. Beberapa fungsi utamanya meliputi:

1. Melindungi Organ Reproduksi dan Kemih

Tulang panggul membentuk sebuah rongga atau “mangkuk” yang kuat untuk melindungi organ-organ vital di dalamnya. Organ-organ ini termasuk rahim (uterus), indung telur (ovarium), saluran tuba, kandung kemih, dan rektum. Tulang pubis di bagian depan bertindak sebagai perisai utama dari benturan langsung ke area bawah perut.

2. Menopang Berat Badan

Panggul adalah pusat gravitasi tubuh manusia. Tulang ini menopang berat tubuh bagian atas saat kita berdiri, berjalan, berlari, maupun duduk, serta mendistribusikan beban tersebut ke kedua kaki secara merata.

3. Mendukung Kehamilan dan Persalinan

Inilah letak keunikan anatomi wanita. Panggul wanita umumnya lebih lebar dan lebih dangkal dibandingkan pria. Hal ini dirancang oleh alam untuk memberikan ruang bagi janin yang berkembang selama kehamilan. Sendi simfisis pubis (di antara tulang pubis) memiliki kemampuan luar biasa untuk meregang secara perlahan. Menjelang persalinan, tubuh akan memproduksi hormon relaksin yang membuat ligamen di sekitar tulang pubis melunak, sehingga panggul bisa sedikit terbuka untuk jalan lahir bayi.

Penyebab Nyeri pada Tulang di Area Vagina

Mengingat betapa banyak tekanan yang dialami oleh panggul dan tulang pubis, tidak heran jika area ini sering mengalami disfungsi. Berikut adalah beberapa penyebab medis yang membuat seseorang merasa ngilu atau sakit di sekitar kemaluan:

1. Symphysis Pubis Dysfunction (SPD) atau Pelvic Girdle Pain (PGP)

Ini adalah penyebab paling umum, menyumbang hampir sebagian besar keluhan nyeri tulang pubis, terutama pada ibu hamil. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, hormon relaksin melunakkan ligamen panggul. Namun, jika ligamen menjadi terlalu kendur atau meregang sebelum waktunya, sendi simfisis pubis menjadi tidak stabil. Gesekan mikro antar tulang ini akan menyebabkan peradangan yang luar biasa nyeri. Rasa sakit biasanya memburuk saat berbalik di tempat tidur, naik tangga, atau berdiri dengan satu kaki saat memakai celana.

2. Osteitis Pubis

Kondisi ini adalah peradangan pada sendi simfisis pubis dan jaringan di sekitarnya yang biasanya tidak terkait dengan kehamilan. Osteitis pubis lebih sering menyerang atlet, terutama pelari, pemain sepak bola, atau orang yang sering melakukan gerakan menendang dan berputar dengan cepat. Stres mekanis yang berulang pada area selangkangan menyebabkan sendi meradang dan memicu nyeri tajam di area atas kemaluan.

3. Trauma atau Cedera Fisik

Benturan keras secara langsung pada area panggul akibat kecelakaan kendaraan bermotor, terjatuh dari ketinggian, atau cedera olahraga dapat menyebabkan memar, retak, atau bahkan patah tulang pada pubis. Kondisi ini masuk ke dalam kategori gawat darurat medis dan memerlukan penanganan segera di rumah sakit.

4. Disfungsi Dasar Panggul (Pelvic Floor Dysfunction)

Otot-otot dasar panggul menempel langsung pada tulang pubis di bagian depan dan tulang ekor di belakang. Jika otot-otot ini terlalu tegang, kejang (spasme), atau sebaliknya terlalu lemah, hal itu bisa menimbulkan rasa sakit yang memancar hingga ke tulang pubis. Otot yang tegang juga sering menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual (dispareunia) yang membuat penderitanya merasa seolah-olah “tulang” vaginanya yang sakit.

5. Infeksi Panggul (PID) atau Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease) adalah infeksi serius pada organ reproduksi wanita. Walaupun infeksinya menyerang rahim atau saluran tuba, rasa nyerinya dapat menyebar dan terasa menekan bagian tulang pubis. Begitu pula dengan ISK yang parah; karena posisi kandung kemih persis di belakang tulang pubis, peradangan pada kandung kemih (sistitis) sering bermanifestasi sebagai nyeri tumpul di area tulang kemaluan.

Tips Pencegahan Nyeri Panggul Selama Kehamilan
  1. Hindari berdiri dengan menumpukan berat badan pada satu kaki. Biasakan membagi berat badan merata pada kedua kaki.
  2. Saat berpakaian (memakai celana), usahakan sambil duduk untuk menghindari tekanan asimetris pada tulang pubis.
  3. Tidur menyamping dengan meletakkan bantal tebal di antara kedua lutut untuk menjaga tulang belakang dan panggul tetap sejajar.
  4. Lakukan senam Kegel atau prenatal yoga yang diawasi instruktur bersertifikat untuk memperkuat otot penyangga panggul.

Cara Mengatasi Keluhan Nyeri Tulang Pubis

Penanganan untuk nyeri di area sekitar kemaluan atau pubis harus disesuaikan dengan penyebab utamanya. Namun, ada beberapa pendekatan umum yang bisa dilakukan, mulai dari perawatan mandiri di rumah hingga penanganan medis:

1. Terapi Fisik (Fisioterapi)

Untuk kasus SPD atau kelemahan dasar panggul, fisioterapi adalah pengobatan lini pertama yang sangat dianjurkan. Fisioterapis dapat memandu kamu melakukan latihan spesifik untuk memperkuat otot perut, punggung bawah, dan dasar panggul tanpa membebani sendi pubis. Pemijatan lembut pada otot yang tegang juga bisa mengurai spasme penyebab nyeri.

2. Penggunaan Alat Bantu (Pelvic Support Belt)

Bagi ibu hamil yang mengalami regangan simfisis pubis, penggunaan sabuk penyangga panggul (maternity support belt) sangat direkomendasikan. Sabuk ini memberikan kompresi eksternal yang membantu menstabilkan sendi panggul yang goyah dan mengurangi tekanan ligamen saat beraktivitas sehari-hari.

3. Terapi Dingin dan Panas

Jika nyeri bersifat akut atau tajam akibat peradangan, mengompres area pubis dengan es (yang dibalut handuk) selama 15-20 menit dapat membantu menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi inflamasi. Sebaliknya, jika nyeri disebabkan oleh otot panggul yang kaku dan tegang, kompres hangat lebih efektif untuk melancarkan sirkulasi darah dan merilekskan otot.

4. Obat-obatan Medis

Dalam kondisi nyeri yang sangat mengganggu, dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri. Obat golongan Analgetik atau NSAID (Obat Anti Inflamasi Non-Steroid) umum digunakan untuk kasus osteitis pubis. Namun, pada ibu hamil, penggunaan obat harus sangat hati-hati dan mutlak di bawah pengawasan dokter spesialis. Jika kamu sedang tidak hamil dan membutuhkan penanganan cepat untuk nyeri ringan hingga sedang, kamu bisa beli obat pereda nyeri melalui layanan pesan antar obat yang praktis dari apotek terpercaya.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meskipun nyeri panggul sering kali bisa membaik dengan istirahat dan terapi fisik, ada beberapa tanda bahaya (red flags) yang tidak boleh diabaikan. Jika kamu merasakan salah satu gejala di bawah ini, segeralah mencari bantuan medis:

  • Nyeri di area selangkangan atau panggul muncul secara tiba-tiba dan sangat intens hingga kamu tidak bisa berjalan sama sekali.
  • Nyeri disertai dengan demam tinggi, menggigil, atau keluar keringat dingin (tanda infeksi sistemik).
  • Terdapat pendarahan dari vagina yang tidak normal, terutama jika kamu sedang hamil.
  • Keluar cairan keputihan yang berbau busuk atau berwarna hijau kekuningan (tanda infeksi radang panggul).
  • Nyeri tidak membaik sama sekali setelah beristirahat berminggu-minggu, atau rasa sakit yang tajam setiap kali buang air kecil.

Untuk menyingkirkan kemungkinan komplikasi serius atau infeksi organ dalam, sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Jika kamu ragu dengan gejala yang dialami, tidak perlu menunggu sampai parah, jadwalkan konsultasi ke dokter spesialis kandungan segera secara online untuk mendapatkan arahan awal yang tepat dan penanganan medis lebih lanjut.

Studi Terkait Mengenai Disfungsi Tulang Pubis

National Center for Biotechnology Information (NCBI) dalam publikasinya menjelaskan bahwa Pelvic Girdle Pain (PGP) atau nyeri panggul menyumbang angka kejadian yang cukup tinggi pada wanita hamil di seluruh dunia, memengaruhi hingga 20-30% populasi ibu hamil. Studi ini menegaskan bahwa hormon relaksin bukanlah satu-satunya faktor penyebab, melainkan kombinasi dari perubahan biomekanik (berubahnya pusat gravitasi karena perut membesar), kelemahan otot stabilitas inti tubuh (core), serta riwayat trauma tulang belakang sebelumnya.

Temuan medis tersebut menggarisbawahi pentingnya edukasi postur tubuh yang baik sejak sebelum merencanakan kehamilan dan intervensi fisioterapi dini. Wanita yang secara aktif berolahraga dan menjaga kekuatan otot dasar panggul terbukti memiliki insiden yang jauh lebih rendah terkait robekan ligamen atau nyeri pubis kronis saat trimester ketiga.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apakah letak tulang kemaluan berada di dalam vagina?

Tidak. Tulang kemaluan (pubis) berada tepat di bagian depan panggul bagian bawah, posisinya ada di atas organ vulva (di bawah perut bagian bawah). Vagina sendiri berada di bawah perlindungan lengkung tulang panggul ini, berupa saluran jaringan lunak, bukan tulang.

2. Mengapa tulang kemaluan ngilu saat usia kehamilan membesar?

Saat hamil trimester kedua dan ketiga, tubuh melepaskan hormon relaksin yang berfungsi mengendurkan sendi di sekitar panggul agar bayi bisa lewat saat lahir. Longgarnya sendi pubis ini ditambah berat bayi yang menekan ke bawah akan menyebabkan regangan, peradangan, dan rasa ngilu yang kuat, kondisi ini dikenal sebagai Symphysis Pubis Dysfunction (SPD).

3. Apakah nyeri tulang pubis bisa sembuh setelah melahirkan?

Sebagian besar wanita mengalami pemulihan dari nyeri tulang pubis (SPD) dalam kurun waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah melahirkan, karena kadar hormon relaksin kembali normal dan sendi kembali mengeras. Namun, jika nyeri menetap lebih dari 6 bulan pasca melahirkan, dibutuhkan fisioterapi untuk mengembalikan stabilitas panggul.

4. Apakah boleh dipijat jika area sekitar tulang kemaluan terasa sakit?

Memijat langsung pada tulang pubis yang meradang tidak disarankan karena bisa memperparah peradangan ligamen. Namun, pijatan ringan dan terkontrol oleh ahli terapi (fisioterapis prenatal/postnatal) pada otot paha bagian dalam, pinggul, dan punggung bawah sangat diperbolehkan untuk membantu meredakan ketegangan otot penyangga panggul.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Pelvic pain in women.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2024. Pelvic Pain.
National Health Service (NHS UK). Diakses pada 2024. Pelvic pain in pregnancy (SPD).
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Pelvic Girdle Pain in Pregnancy.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Symphysis Pubis Dysfunction (SPD).