• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pakai Sarung Tangan Tingkatkan Risiko Infeksi Virus Corona

Pakai Sarung Tangan Tingkatkan Risiko Infeksi Virus Corona

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Sejauh ini, semakin banyak orang yang terserang virus corona. Sejauh ini (6/4), tercatat kasus yang disebabkan oleh penyakit COVID-19 ini mencapai 2.491 orang, dengan jumlah meninggal dan sembuh secara berturut-turut sebanyak 209 dan 192 jiwa. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara pencegahan yang efektif agar penyakit tersebut tidak menyerang.

Beberapa cara yang digalakkan oleh pemerintah belakangan ini adalah mendukung bekerja dari rumah dan wajib menggunakan masker jika ke luar rumah. Selain itu, penggunaan sarung tangan juga dianggap dapat sebagai pelengkap untuk pencegahan. Faktanya, alat tersebut malah dapat meningkatkan risiko untuk terkena virus corona. Berikut pembahasan lengkapnya!

Baca juga: Fakta Baru, Virus Corona Mampu Bertahan di Udara

Risiko Meningkat ketika Menggunakan Sarung Tangan

Banyak orang yang sekarang ini menggunakan masker dan sarung tangan ketika ke luar dari rumah. Sarung tangan juga mungkin digunakan saat seseorang sedang berbelanja. Namun, terdapat bukti yang nyata apabila sarung tangan sering disalahgunakan dalam praktiknya, sehingga membuat seseorang yang menggunakannya memiliki risiko lebih tinggi terserang infeksi, termasuk virus corona.

Memang tangan dapat menjadi salah satu lokasi yang menyebabkan penularan infeksi antar orang dapat terjadi. Maka dari itu, banyak orang yang mengenakan sarung tangan di tempat umum agar tidak mudah terserang virus corona. Namun, sarung tangan yang dipakai ketika menyentuh benda mungkin saja sudah terkontaminasi. Tanpa sadar mungkin kamu menyentuh wajah.

Ada juga orang yang menggunakan sarung tangan yang terbuat dari kain. Memang sebagian besar kuman tidak dapat menembus kulit normal, tetapi bukan tidak mungkin membahayakan. Maka dari itu, disarankan untuk mencuci tangan secara teratur meskipun setelah menggunakan pelindung tangan tersebut setelah ke luar dari rumah.

Memang menggunakan sarung tangan terbilang dapat mencegah serangan dari virus. Namun, mungkin saja alat tersebut menjadi salah satu sumber penyebab dari penyakit jika tidak sering dicuci setiap harinya. Selain itu, lebih efektif untuk mencuci tangan saat ke luar rumah. Dengan begitu, kamu dapat menurunkan risiko tersebut dengan melakukan kebiasaan baik tersebut.

Sarung tangan yang terbuat dari kain juga lebih berisiko untuk membuat virus atau kuman menempel lebih lama. Cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan lebih sering mencuci sarung tangan agar virus corona yang menempel dapat hilang setelahnya. Pada beberapa kasus, pakaian harus dicuci dengan suhu yang lebih tinggi dibandingkan biasanya dan dengan produk yang mengandung pemutih.

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan

Cara Mencuci Barang yang Berisiko Menempel Virus Corona

Jika sarung tangan yang digunakan tersebut terbuat dari kain dan kamu ingin menggunakannya lagi di lain hari, ada baiknya untuk mengetahui cara mencucinya. Cara pertama yang dapat dipastikan adalah mencuci pada suhu 60 derajat Celsius dicampur dengan produk pemutih. Selalu pastikan untuk mencucinya setiap hari, maka dari itu kamu perlu cadangan atau rajin mencuci tangan.

Pastikan juga untuk tidak mencampur dengan benda lainnya saat mencuci karena mungkin saja menyebabkan virus menempel ke tempat lainnya. Setelah merendam baju dan mencucinya, ada baiknya untuk mencuci tangan dengan benar dan bersih untuk menghindari virus tersebut menempel di tangan agar terhindar dari risiko virus corona.

Baca juga: 10 Fakta Virus Corona yang Wajib Diketahui

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc perihal cara mencegah virus corona yang menempel di sarung tangan atau hal lainnya. Caranya mudah sekali, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari untuk kemudahan akses kesehatan.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Can clothes and towels spread germs?
Nursing Times. Diakses pada 2020. Does glove use increase the risk of infection?