Ad Placeholder Image

Pakai Serum atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan yang Tepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Pakai Serum atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan yang Benar

Pakai Serum atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan yang TepatPakai Serum atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan yang Tepat

DAFTAR ISI


Memiliki kulit wajah yang sehat, bercahaya, dan bebas masalah tentu menjadi impian setiap orang. Namun, seringkali kita merasa bingung dengan banyaknya produk perawatan kulit atau skincare yang tersedia di pasaran. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul bagi para pemula maupun penggiat kecantikan adalah mengenai urutan pemakaian yang benar, terutama antara serum dan pelembap atau moisturizer.

Memahami urutan skincare sangatlah krusial karena hal ini berkaitan langsung dengan efektivitas penyerapan bahan aktif ke dalam lapisan kulit. Jika urutannya salah, produk yang kamu gunakan mungkin tidak akan memberikan hasil maksimal, atau bahkan bisa memicu iritasi dan masalah kulit lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui prinsip dasar “thinnest to thickest” atau menggunakan produk dari tekstur yang paling cair ke yang paling kental.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai dilema urutan skincare serum dulu atau moisturizer, alasan medis di baliknya, serta tips bagaimana cara melapis (layering) produk dengan benar agar kamu mendapatkan manfaat optimal bagi kesehatan kulitmu. Jika kamu membutuhkan produk perawatan kulit tertentu, kamu bisa beli obat online di Halodoc yang menyediakan berbagai kebutuhan skincare orisinal.

Nah, mau tahu apa saja penjelasan lengkap mengenai urutan skincare yang tepat? Berikut ulasannya!

Memahami Fungsi Serum Wajah

Sebelum membahas urutannya, kita perlu memahami apa itu serum. Secara farmakologi, serum adalah sediaan topikal yang mengandung konsentrasi bahan aktif yang sangat tinggi dalam molekul yang sangat kecil. Karena molekulnya kecil, serum didesain untuk menembus jauh ke dalam lapisan epidermis dan dermis kulit untuk mengatasi masalah spesifik.

Beberapa fungsi utama serum antara lain:

  • Mengatasi Penuaan Dini: Serum yang mengandung retinol atau peptida bekerja merangsang kolagen.
  • Mencerahkan Kulit: Kandungan seperti Vitamin C, Niacinamide, atau Alpha Arbutin membantu memudarkan noda hitam.
  • Hidrasi Mendalam: Serum Hyaluronic Acid mampu mengikat air di lapisan dalam kulit.
  • Eksfoliasi Kimia: Serum dengan AHA/BHA membantu mengangkat sel kulit mati secara lembut.

Memahami Fungsi Moisturizer

Moisturizer atau pelembap memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dengan serum. Pelembap memiliki molekul yang lebih besar dan tekstur yang lebih kental (berupa krim atau gel). Fungsi utamanya adalah menjaga barrier kulit (lapisan pelindung kulit) dan mengunci kelembapan agar tidak menguap keluar (Transepidermal Water Loss/TEWL).

Secara umum, moisturizer bekerja melalui tiga mekanisme:

  1. Humektan: Menarik air ke permukaan kulit (contoh: gliserin).
  2. Emolien: Mengisi celah di antara sel kulit agar terasa halus (contoh: ceramide).
  3. Oklusif: Membentuk lapisan pelindung di atas kulit untuk mencegah penguapan air (contoh: petrolatum atau dimethicone).

Urutan yang Tepat: Serum Dulu atau Moisturizer?

Jawaban singkatnya adalah: Gunakan serum terlebih dahulu, baru kemudian aplikasikan moisturizer.

Aturan emas dalam dunia dermatologi adalah mengaplikasikan produk berdasarkan viskositas atau kekentalannya. Serum biasanya berbasis air atau minyak ringan dengan tekstur yang encer. Karena konsentrasi bahan aktifnya tinggi dan molekulnya kecil, serum harus bersentuhan langsung dengan kulit yang bersih agar dapat terserap dengan maksimal tanpa terhalang oleh produk lain yang lebih berat.

Setelah serum terserap (biasanya membutuhkan waktu 30-60 detik), barulah kamu mengaplikasikan moisturizer. Moisturizer berfungsi sebagai “segel” atau penutup yang mengunci serum dan kelembapan alami kulit di bawahnya. Jika kamu menggunakan moisturizer terlebih dahulu, molekul oklusif di dalamnya akan menciptakan lapisan penghalang yang mencegah serum menembus ke dalam kulit, sehingga serum yang kamu gunakan akan terbuang sia-sia.

Tips Aplikasi Skincare yang Benar
  1. Bersihkan wajah dengan double cleansing sebelum memulai urutan skincare.
  2. Aplikasikan produk saat kulit masih terasa lembap (damp skin) untuk penyerapan lebih baik.
  3. Berikan jeda waktu antar produk agar masing-masing lapisan dapat meresap sempurna.

Alasan Medis di Balik Urutan Skincare

Secara medis, urutan ini berkaitan dengan penetrasi perkutan (penyerapan melalui kulit). Lapisan terluar kulit kita, yaitu stratum korneum, bersifat selektif terhadap apa yang boleh masuk. Serum mengandung bahan aktif yang seringkali bersifat hidrofilik (suka air) atau memiliki berat molekul rendah yang membutuhkan akses langsung ke pori-pori.

Moisturizer, di sisi lain, sering mengandung agen oklusif seperti wax atau minyak mineral. Agen-agen ini dirancang untuk tetap berada di permukaan kulit atau lapisan atas epidermis. Jika “penghalang” oklusif ini dipasang duluan, maka bahan aktif dalam serum yang bersifat mikroskopis tidak akan mampu menembus lapisan tersebut. Akibatnya, efektivitas pengobatan masalah kulit (seperti jerawat atau hiperpigmentasi) akan menurun drastis.

Tips Layering Berdasarkan Bahan Aktif

Meskipun urutan umumnya adalah serum sebelum moisturizer, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan layering bahan aktif agar tidak terjadi iritasi:

  • Vitamin C dan Moisturizer: Gunakan serum Vitamin C di pagi hari sebelum pelembap dan sunscreen untuk perlindungan antioksidan maksimal.
  • Retinol dan Moisturizer: Untuk pemilik kulit sensitif, teknik “sandwich” (moisturizer – retinol – moisturizer) dapat dilakukan untuk mengurangi iritasi, meskipun secara teoritis ini sedikit mengurangi penetrasi retinol.
  • Hyaluronic Acid: Pastikan mengaplikasikan moisturizer segera setelah serum hyaluronic acid untuk mencegah efek “menarik air dari dalam kulit” jika udara di sekitar sangat kering.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu sudah mengikuti urutan skincare yang benar namun masalah kulit seperti jerawat parah, kemerahan terus-menerus, atau gatal tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam. Setiap jenis kulit memiliki kebutuhan unik, dan terkadang kamu memerlukan diagnosis medis profesional untuk menentukan penanganan yang tepat.

Studi Mengenai Penetrasi Bahan Aktif Skincare

The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menerbitkan studi di tahun 2017 yang menjelaskan bahwa penggunaan pelembap setelah pemberian bahan aktif topikal secara signifikan meningkatkan hidrasi stratum korneum dan memperbaiki fungsi barrier kulit tanpa menghambat aktivitas bahan aktif tersebut jika diberikan waktu penyerapan yang cukup.

Studi ini menekankan pentingnya peran pelembap dalam mengurangi efek samping iritasi yang sering ditimbulkan oleh serum berbahan aktif kuat seperti retinoid atau asam eksfoliasi. Dengan melapisi serum dengan pelembap, risiko kerusakan skin barrier dapat diminimalisir secara efektif.

Sebagai penutup, kunci dari kulit sehat bukan hanya pada produk yang mahal, melainkan pada konsistensi dan urutan pemakaian yang tepat. Serum memberikan nutrisi spesifik, sementara moisturizer menjaga pertahanan kulitmu.

Kamu bisa mendapatkan produk perawatan kulit berkualitas di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Skin care: 5 tips for healthy skin.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2026. Tips for layering your skin care products.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Face Serums: What They Are and How To Use Them.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Skin care: The benefit of serums.

FAQ

1. Bolehkah pakai moisturizer tanpa serum?

Boleh saja. Moisturizer adalah langkah dasar yang wajib ada dalam rutinitas skincare untuk menjaga kesehatan barrier kulit. Serum bersifat opsional, tergantung apakah kamu memiliki masalah kulit spesifik yang ingin diatasi.

2. Berapa lama jeda antara serum dan moisturizer?

Biasanya cukup menunggu sekitar 1 hingga 2 menit atau sampai serum terasa sudah meresap dan tidak lengket lagi di permukaan kulit sebelum menimpanya dengan moisturizer.

3. Apakah serum bisa menggantikan moisturizer?

Umumnya tidak. Serum tidak memiliki cukup agen oklusif untuk mengunci kelembapan dalam waktu lama. Tanpa moisturizer, air di kulit justru bisa menguap lebih cepat (dehidrasi), terutama pada serum yang mengandung humektan tinggi.

4. Bagaimana urutan skincare jika menggunakan face oil?

Face oil biasanya digunakan sebagai langkah terakhir karena sifatnya yang oklusif berat, atau bisa dicampurkan ke dalam moisturizer. Gunakan face oil setelah moisturizer untuk mengunci semua produk di bawahnya.

Punya Masalah Kulit Wajah yang Tak Kunjung Usai? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan kulit, tapi bingung mulai dari mana atau produk apa yang cocok? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.