Ad Placeholder Image

Pamali Tidur Sore: Benarkah Bahaya atau Cuma Mitos?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Pamali Tidur Sore: Mengapa Bisa Bikin Linglung & Malas?

Pamali Tidur Sore: Benarkah Bahaya atau Cuma Mitos?Pamali Tidur Sore: Benarkah Bahaya atau Cuma Mitos?

Memahami Pamali Tidur Sore: Antara Kepercayaan dan Dampak Kesehatan

Kepercayaan tentang pamali tidur sore, khususnya setelah waktu Ashar, telah mengakar kuat dalam masyarakat Indonesia. Anggapan ini seringkali diwariskan secara turun-temurun, disertai berbagai mitos dan peringatan. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai pamali tidur sore dari berbagai sudut pandang. Pembahasan mencakup landasan kepercayaan tradisional, pandangan agama, hingga potensi dampak medis dan ilmiah.

Apa Itu Pamali Tidur Sore?

Pamali tidur sore merujuk pada larangan atau anjuran untuk tidak tidur di waktu sore hari, terutama setelah shalat Ashar hingga menjelang Maghrib. Kepercayaan ini diyakini oleh banyak kalangan masyarakat, baik karena alasan spiritual, budaya, maupun kekhawatiran akan dampak buruknya. Istilah “pamali” sendiri berarti tabu atau sesuatu yang sebaiknya tidak dilakukan agar tidak mendatangkan kesialan atau dampak negatif. Meskipun kuat dipegang, status larangan ini seringkali tidak mutlak.

Alasan Dibalik Kepercayaan Pamali Tidur Sore

Berbagai argumen melatarbelakangi kepercayaan pamali tidur sore. Dalam tradisi Islam, beberapa pandangan ulama salaf menyebutkan bahwa tidur setelah Ashar dapat melemahkan akal atau menyebabkan linglung. Pendapat ini sering dihubungkan dengan hadis lemah yang menyatakan tidur di waktu tersebut dapat menimbulkan kegilaan atau penyakit. Meski hadisnya tidak kuat, pandangan ini tetap menjadi dasar kekhawatiran di kalangan masyarakat. Kepercayaan juga sering dikaitkan dengan potensi menurunnya produktivitas dan timbulnya rasa malas.

Dampak Potensial Tidur Sore bagi Kesehatan

Secara umum, tidur sore tidak secara langsung menyebabkan penyakit serius seperti tekanan darah tinggi atau stroke. Namun, beberapa pandangan masyarakat menghubungkan tidur sore dengan potensi masalah kesehatan tersebut. Kurangnya aktivitas di sore hari yang diganti dengan tidur dapat berkontribusi pada gaya hidup kurang gerak. Gaya hidup sedentari ini, dalam jangka panjang, berisiko meningkatkan faktor pemicu berbagai penyakit kronis. Penting untuk membedakan antara mitos dan fakta medis yang didukung penelitian.

Tidur Sore dan Ritme Sirkadian Tubuh

Tubuh manusia memiliki jam biologis internal yang disebut ritme sirkadian, yang mengatur siklus tidur dan bangun. Ritme ini sangat dipengaruhi oleh paparan cahaya dan kegelapan. Tidur di sore hari, terutama jika terlalu lama atau mendekati waktu tidur malam, berpotensi mengganggu ritme sirkadian. Gangguan ini dapat menyebabkan kesulitan tidur di malam hari (insomnia) atau tidur yang tidak berkualitas. Akibatnya, kualitas tidur keseluruhan akan menurun dan berdampak pada kesehatan secara umum.

Kapan Tidur Sore Dapat Ditoleransi?

Meskipun ada anjuran untuk menghindari tidur sore, tindakan ini tidak mutlak dilarang dalam semua kondisi. Dalam situasi mendesak seperti kurang tidur ekstrem karena pekerjaan shift malam, kelelahan parah, atau sakit, tidur sore mungkin diperlukan. Tidur siang singkat (power nap) selama 15-30 menit di awal sore dapat menyegarkan tanpa mengganggu tidur malam. Batasan waktu yang pendek sangat penting agar tidak terlalu dalam memasuki fase tidur pulas.

Alternatif Aktivitas Pengganti Tidur Sore

Daripada tidur sore, ada banyak aktivitas bermanfaat yang dapat dilakukan. Melakukan olahraga ringan, membaca buku, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau menyelesaikan pekerjaan rumah tangga adalah pilihan yang baik. Aktivitas produktif atau relaksasi tanpa tidur dapat membantu menjaga energi dan fokus. Apabila rasa kantuk sangat mendominasi, pertimbangkan untuk tidur lebih awal di malam hari. Hal ini mendukung tercapainya durasi tidur yang cukup dan berkualitas.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Pamali tidur sore adalah kepercayaan turun-temurun yang memiliki akar pada pandangan agama dan kekhawatiran akan dampak fisik maupun mental. Meskipun tidak ada larangan medis mutlak, tidur sore berpotensi mengganggu ritme sirkadian dan menurunkan kualitas tidur malam. Mengganti tidur sore dengan aktivitas bermanfaat atau memastikan tidur malam yang cukup adalah pilihan lebih sehat. Jika mengalami masalah tidur atau merasa kantuk berlebihan secara terus-menerus, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter terpercaya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.