Ad Placeholder Image

Payudara Sakit Sehabis Diremas? Normalkah? Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Payudara Sakit Setelah Diremas? Atasi dengan Cara Ini!

Payudara Sakit Sehabis Diremas? Normalkah? Ini PenjelasannyaPayudara Sakit Sehabis Diremas? Normalkah? Ini Penjelasannya

Mengapa Payudara Sakit Setelah Diremas? Kenali Penyebab dan Penanganannya

Nyeri pada payudara setelah diremas adalah keluhan yang umum terjadi dan sering kali menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh cedera ringan atau trauma pada jaringan payudara akibat tekanan yang berlebihan. Meskipun seringkali membaik dengan sendirinya, nyeri payudara juga dapat dipicu oleh faktor lain seperti perubahan hormonal, kista, infeksi, atau efek samping obat-obatan tertentu. Penting untuk memahami penyebabnya agar dapat melakukan penanganan yang tepat dan mengetahui kapan harus mencari bantuan medis.

Apa itu Nyeri Payudara Setelah Diremas?

Nyeri payudara setelah diremas merujuk pada rasa sakit atau ketidaknyamanan yang muncul pada area payudara setelah mengalami tekanan fisik. Rasa sakit ini bisa bervariasi intensitasnya, dari ringan hingga tajam, dan umumnya terlokalisasi di area yang terkena tekanan. Sensasi ini dapat bersifat sementara atau bertahan selama beberapa waktu, tergantung pada tingkat cedera yang terjadi.

Penyebab Payudara Sakit Setelah Diremas

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan payudara terasa sakit setelah diremas. Memahami penyebab-penyebab ini penting untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Cedera atau Trauma Fisik

Penyebab paling umum nyeri payudara setelah diremas adalah cedera ringan pada jaringan payudara. Tekanan atau remasan yang terlalu kuat dapat merusak pembuluh darah kecil, saraf, atau jaringan lemak di payudara. Hal ini menyebabkan peradangan lokal dan rasa nyeri yang timbul sesaat setelah trauma.

Perubahan Hormonal

Fluktuasi hormon, terutama estrogen dan progesteron, dapat meningkatkan sensitivitas payudara. Banyak wanita mengalami nyeri payudara (mastalgia) menjelang periode menstruasi, saat ovulasi, atau selama kehamilan. Tekanan pada payudara yang sudah sensitif secara hormonal dapat memperparah rasa sakit.

Kista Payudara

Kista payudara adalah kantung berisi cairan non-kanker yang umum terjadi. Kista ini bisa membesar dan menjadi lebih sensitif sebelum menstruasi. Tekanan fisik pada kista yang bengkak atau meradang dapat menyebabkan nyeri yang signifikan.

Infeksi Payudara (Mastitis)

Mastitis adalah peradangan jaringan payudara yang seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita menyusui, namun bisa juga dialami oleh non-menyusui. Payudara yang terinfeksi akan terasa nyeri, hangat, bengkak, dan kemerahan, serta sangat sensitif terhadap sentuhan atau remasan.

Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan nyeri payudara sebagai efek samping. Contohnya adalah obat-obatan hormonal seperti kontrasepsi oral, terapi pengganti hormon, antidepresan tertentu, dan obat diuretik. Obat-obatan ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon atau menyebabkan retensi cairan yang memicu nyeri payudara.

Benjolan Non-Kanker

Selain kista, ada berbagai jenis benjolan non-kanker lain seperti fibroadenoma atau adenosis yang dapat menyebabkan nyeri. Meskipun umumnya tidak berbahaya, benjolan ini dapat terasa nyeri atau tidak nyaman, terutama jika mendapat tekanan.

Pakaian Dalam yang Tidak Sesuai

Bra yang terlalu ketat atau tidak memberikan penyangga yang cukup dapat menyebabkan tekanan berlebihan pada jaringan payudara. Hal ini dapat memperburuk sensitivitas dan memicu rasa nyeri, terutama setelah aktivitas fisik atau tekanan.

Strain Otot Dada

Terkadang, nyeri yang terasa di payudara sebenarnya berasal dari otot-otot di dinding dada di bawah payudara. Cedera otot akibat olahraga berat atau gerakan tiba-tiba dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke area payudara, sehingga terasa sakit saat diremas.

Gejala yang Menyertai Nyeri Payudara

Selain rasa nyeri itu sendiri, beberapa gejala lain dapat menyertai dan mengindikasikan kondisi yang lebih serius. Gejala ini meliputi pembengkakan atau benjolan yang baru muncul, kemerahan atau ruam pada kulit payudara, serta terasa hangat saat disentuh. Demam, keluarnya cairan tidak normal dari puting, atau perubahan bentuk payudara juga perlu diperhatikan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meskipun sebagian besar nyeri payudara dapat membaik dengan sendirinya, ada beberapa kondisi yang memerlukan evaluasi medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika nyeri payudara terasa sangat parah, tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, atau disertai dengan gejala lain. Gejala tersebut meliputi adanya benjolan baru, pembengkakan yang signifikan, kulit payudara menjadi kemerahan, demam, atau keluarnya cairan abnormal dari puting.

Penanganan Nyeri Payudara Setelah Diremas

Penanganan nyeri payudara akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Untuk nyeri akibat trauma ringan, beberapa langkah dapat dilakukan di rumah.

Penanganan Mandiri

  • Mengompres area yang nyeri dengan kompres hangat atau dingin dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
  • Konsumsi pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman.
  • Hindari tekanan berlebihan pada payudara dan gunakan bra yang nyaman serta memberikan dukungan yang memadai.

Penanganan Medis

Jika nyeri disebabkan oleh kondisi medis lain, dokter akan merekomendasikan penanganan spesifik. Misalnya, antibiotik untuk infeksi payudara (mastitis), pengangkatan cairan dari kista payudara yang besar, atau penyesuaian dosis obat yang mungkin menjadi pemicu nyeri.

Pencegahan Nyeri Payudara Akibat Trauma

Untuk mencegah nyeri payudara akibat remasan atau trauma, beberapa hal bisa dilakukan. Selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas fisik yang melibatkan area dada. Pilihlah bra yang pas dan mendukung aktivitas, terutama saat berolahraga. Hindari tekanan berlebihan pada payudara, baik saat berinteraksi fisik maupun saat tidur.

Kesimpulan

Nyeri payudara setelah diremas seringkali merupakan kondisi ringan akibat trauma. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah lain yang memerlukan perhatian medis. Jika mengalami nyeri payudara yang parah, disertai benjolan, perubahan kulit, atau demam, penting untuk segera mencari saran profesional kesehatan. Konsultasi dengan dokter melalui Halodoc dapat membantu mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan.