PCO: Kenali, Ciri-Ciri, & Bedanya dari PCOS!

DAFTAR ISI
- Mengenal Kondisi PCOS Secara Medis
- Apa Itu USG PCOS?
- Jenis Pemeriksaan USG untuk PCOS
- Kriteria Diagnosis dan Gambaran Ovarium
- Persiapan Sebelum Melakukan USG
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Kesehatan reproduksi wanita adalah topik yang sangat luas dan kompleks. Salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami oleh wanita di usia subur adalah Sindrom Ovarium Polikistik atau yang lebih dikenal dengan singkatan PCOS (Polycystic Ovary Syndrome). Kondisi ini tidak hanya memengaruhi siklus menstruasi, tetapi juga dapat berdampak pada kesuburan, metabolisme tubuh, hingga kesehatan mental penderitanya.
PCOS terjadi akibat adanya ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh wanita. Hormon androgen (hormon yang identik dengan pria) diproduksi dalam jumlah yang lebih tinggi dari batas normal. Akibatnya, proses ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium menjadi terganggu. Sel telur yang seharusnya berkembang dan dilepaskan setiap bulannya justru tertahan di dalam indung telur dan membentuk kantung-kantung kecil berisi cairan yang sering disebut sebagai kista folikel.
Untuk memastikan apakah seorang wanita benar-benar mengidap kondisi ini, dokter spesialis kandungan memerlukan pemeriksaan fisik, tes darah untuk mengecek profil hormon, dan tentunya pencitraan medis. Salah satu metode pencitraan yang paling krusial dan menjadi standar emas dalam penegakan diagnosis adalah melalui prosedur usg pcos. Pemeriksaan ini sangat penting untuk melihat secara langsung bagaimana struktur, ukuran, dan kondisi indung telur di dalam rongga panggul.
Lantas, bagaimana sebenarnya prosedur pemeriksaan ini dilakukan? Apa saja yang dicari oleh dokter di layar monitor, dan apa yang perlu kamu persiapkan sebelum menjalani tes ini? Mari kita bahas secara tuntas dan mendalam mengenai prosedur pencitraan untuk diagnosis PCOS di bawah ini!
Mengenal Kondisi PCOS Secara Medis
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai prosedur ultrasonografi, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu bagaimana PCOS memengaruhi anatomi dan fisiologi tubuh wanita. Indung telur atau ovarium memiliki peran penting dalam memproduksi hormon estrogen dan progesteron yang mengatur siklus haid, serta memproduksi hormon androgen dalam jumlah kecil.
Pada wanita dengan PCOS, produksi androgen yang berlebihan membuat sel telur sulit untuk matang. Karena sel telur tidak matang, maka proses ovulasi pun tidak terjadi. Ketiadaan ovulasi inilah yang menyebabkan wanita dengan PCOS sering kali mengalami siklus haid yang tidak teratur, jarang haid (oligomenore), atau bahkan tidak haid sama sekali (amenore). Selain gangguan haid, tingginya kadar androgen juga menimbulkan gejala fisik seperti pertumbuhan rambut berlebih di wajah dan tubuh (hirsutisme), jerawat parah, dan kerontokan rambut yang polanya menyerupai kebotakan pria.
Selain masalah hormonal, PCOS juga sangat erat kaitannya dengan resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik, sehingga pankreas harus memproduksi lebih banyak insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Kadar insulin yang terlalu tinggi dalam darah rupanya ikut merangsang ovarium untuk memproduksi lebih banyak hormon androgen, yang pada akhirnya memperburuk kondisi PCOS itu sendiri.
Faktor Risiko dan Pemicu PCOS
- Faktor Genetik: Memiliki ibu atau saudara perempuan dengan riwayat PCOS meningkatkan risiko kamu mengalaminya.
- Resistensi Insulin: Lebih dari 70% wanita dengan PCOS juga mengalami resistensi insulin, yang sering dikaitkan dengan obesitas.
- Peradangan Tingkat Rendah: Tubuh penderita PCOS sering kali memproduksi zat peradangan tingkat rendah yang merangsang ovarium memproduksi androgen.
Apa Itu USG PCOS?
USG atau Ultrasonografi adalah sebuah teknik pencitraan medis yang memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasonik) untuk menghasilkan gambar organ atau jaringan di dalam tubuh. Pemeriksaan usg pcos secara spesifik merujuk pada penggunaan teknik ultrasonografi untuk memvisualisasikan organ reproduksi wanita, utamanya rahim (uterus) dan indung telur (ovarium), guna mencari tanda-tanda klinis dari Sindrom Ovarium Polikistik.
Berbeda dengan sinar-X (Rontgen) atau CT Scan, USG tidak menggunakan radiasi pengion sama sekali, sehingga sangat aman digunakan, baik bagi wanita pada umumnya maupun bagi ibu hamil. Gelombang suara akan dipancarkan oleh alat bernama *transducer* yang ditempelkan atau dimasukkan ke dalam tubuh. Gelombang ini akan memantul ketika mengenai organ tubuh, dan pantulan tersebut ditangkap kembali oleh alat untuk diterjemahkan menjadi gambar real-time di layar monitor komputer.
Bagi dokter kandungan, USG adalah ibarat “mata” yang memungkinkan mereka melihat apa yang terjadi di dalam organ reproduksimu tanpa perlu melakukan prosedur operasi atau pembedahan. Melalui gambar inilah dokter bisa menilai apakah ukuran indung telurmu membesar di atas batas normal, dan apakah terdapat banyak folikel kecil yang menumpuk di tepi ovarium yang menjadi ciri khas PCOS.
Jenis Pemeriksaan USG untuk PCOS
Dalam mendiagnosis masalah pada organ panggul dan ovarium, dokter spesialis kandungan umumnya menggunakan dua pendekatan metode ultrasonografi. Pemilihan metode ini sangat bergantung pada riwayat aktivitas seksual, kenyamanan pasien, dan tingkat kejelasan gambar yang dibutuhkan.
1. USG Transvaginal
USG Transvaginal merupakan standar emas (gold standard) atau metode paling optimal dalam mendiagnosis PCOS. Pada prosedur ini, alat transducer yang bentuknya ramping seperti tongkat (dan telah dilapisi kondom pelindung serta gel pelumas) akan dimasukkan ke dalam vagina pasien sejauh 5-8 sentimeter.
Mengapa metode ini dianggap paling baik? Karena dengan masuk melalui vagina, posisi transducer berada sangat dekat dengan organ rahim dan ovarium tanpa terhalang oleh lapisan lemak perut atau gas di dalam usus. Hasilnya, gambar yang dihasilkan sangat tajam, detail, dan akurat. Dokter bisa menghitung jumlah folikel sekecil apa pun dengan sangat jelas. Prosedur ini umumnya hanya disarankan bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual secara penetratif atau sudah menikah.
2. USG Pelvis (Transabdominal)
USG Pelvis atau Transabdominal dilakukan dari luar tubuh, tepatnya di area dinding perut bagian bawah. Dokter akan mengoleskan gel khusus di perut dan menggerakkan alat transducer di atas permukaan kulit tersebut.
Metode ini merupakan pilihan utama bagi wanita yang belum pernah berhubungan seksual, remaja, atau pasien yang merasa tidak nyaman dengan metode transvaginal. Meski tidak setajam USG transvaginal (terutama jika pasien memiliki lapisan lemak perut yang tebal), USG abdominal modern tetap memiliki kemampuan yang cukup baik untuk mendeteksi pembesaran ovarium dan keberadaan folikel-folikel kistik jika dilakukan dengan kandung kemih yang terisi penuh.
Kriteria Diagnosis dan Gambaran Ovarium
Kamu mungkin bertanya-tanya, “Apakah jika ada kista kecil di indung telur saya, berarti saya pasti mengidap PCOS?” Jawabannya belum tentu. Dunia medis internasional menggunakan patokan yang disebut Kriteria Rotterdam untuk mendiagnosis PCOS.
Berdasarkan kriteria ini, seorang wanita didiagnosis mengidap PCOS jika memenuhi setidaknya dua dari tiga kriteria berikut:
- Siklus haid yang tidak teratur, jarang, atau tidak ada sama sekali (oligo/anovulasi).
- Tanda-tanda klinis atau biokimia dari hormon androgen yang berlebihan (hirsutisme, jerawat parah, atau hasil tes darah menunjukkan androgen tinggi).
- Gambaran ovarium polikistik pada hasil pemeriksaan ultrasonografi.
Nah, jika membahas kriteria ketiga mengenai “gambaran ovarium polikistik”, dokter tidak sembarangan menebak. Ada standar ukuran dan jumlah spesifik yang dinilai saat melakukan USG. Apa saja yang dokter cari di layar monitor?
1. Gambaran “String of Pearls” (Untaian Mutiara)
Pada indung telur yang normal, terdapat beberapa folikel yang tumbuh, dan biasanya ada satu yang membesar dan matang untuk dilepaskan (ovulasi). Pada indung telur PCOS, terdapat banyak folikel kecil yang berhenti berkembang. Pada layar USG, folikel-folikel ini tampak sebagai area berwarna hitam bulat yang berbaris mengelilingi tepi indung telur. Karena bentuknya yang berjejer melingkar, dunia medis sering menyebutnya dengan istilah string of pearls appearance atau penampakan menyerupai untaian kalung mutiara.
2. Jumlah Folikel (Antral Follicle Count)
Berdasarkan pedoman internasional yang diperbarui, sebuah ovarium dikatakan polikistik jika pada pemeriksaan USG (terutama transvaginal resolusi tinggi) ditemukan 20 atau lebih folikel pada salah satu atau kedua indung telur. Folikel yang dihitung adalah yang memiliki ukuran diameter sekitar 2 hingga 9 milimeter.
3. Volume Ovarium yang Membesar
Selain menghitung jumlah folikel, dokter juga akan mengukur dimensi indung telur untuk mendapatkan volumenya. Karena banyaknya folikel yang menumpuk serta peningkatan jaringan ikat di dalam indung telur, ovarium penderita PCOS umumnya akan membengkak atau membesar. Kriteria diagnostik menetapkan bahwa volume ovarium yang lebih dari 10 mililiter (ml) pada salah satu atau kedua sisi mengindikasikan adanya ovarium polikistik.
Pentingnya Membedakan Kista Fisiologis dan PCOS
- Kista pada PCOS bukanlah tumor. Mereka adalah folikel telur normal yang gagal matang.
- Banyak wanita muda memiliki gambaran ovarium polikistik di USG namun tidak memiliki gejala PCOS. Ini normal dan bukan merupakan sindrom.
- Diagnosis pasti harus melibatkan evaluasi gejala klinis, bukan hanya bergantung pada gambar monitor semata.
Persiapan Sebelum Melakukan USG
Bagi kamu yang baru pertama kali akan melakukan prosedur ini, tidak perlu merasa cemas atau takut. Prosedur ini sangat minim rasa sakit. Agar mendapatkan hasil pencitraan yang maksimal, ada beberapa persiapan sederhana yang sebaiknya kamu perhatikan tergantung dari jenis metode yang dipilih oleh dokter.
1. Persiapan untuk USG Abdominal (Lewat Perut)
Jika kamu dijadwalkan untuk USG melalui perut, dokter akan meminta kamu untuk datang dengan kondisi kandung kemih yang penuh. Kamu disarankan untuk minum sekitar 4 hingga 6 gelas air putih atau cairan lain sekitar 1 jam sebelum jadwal pemeriksaan, dan tahan keinginan untuk buang air kecil sampai pemeriksaan selesai dilakukan.
Mengapa demikian? Kandung kemih yang terisi penuh air akan mengembang dan mendorong rahim serta ovarium ke atas keluar dari rongga panggul bagian dalam. Selain itu, air merupakan media penghantar gelombang suara yang sangat baik. Kandung kemih yang penuh akan bertindak sebagai “jendela akustik” yang menyibak usus-usus yang berisi gas, sehingga dokter bisa melihat organ reproduksimu dengan jauh lebih jernih.
2. Persiapan untuk USG Transvaginal
Sebaliknya, jika kamu akan menjalani USG transvaginal, persiapan yang harus dilakukan adalah memastikan kandung kemihmu dalam keadaan kosong. Kamu akan diminta untuk pergi ke toilet dan buang air kecil sesaat sebelum masuk ke ruang pemeriksaan.
Kandung kemih yang penuh pada pemeriksaan transvaginal justru akan menghalangi lapang pandang transducer. Selain itu, kandung kemih yang penuh akan membuatmu merasa sangat tidak nyaman atau bahkan nyeri saat alat dimasukkan ke dalam vagina. Gunakan pakaian yang nyaman, idealnya pakaian dengan bawahan terpisah (seperti rok atau celana longgar) karena kamu perlu melepaskan pakaian bagian bawah sebelum pemeriksaan.
Studi Mengenai Keakuratan USG dalam PCOS
Human Reproduction menerbitkan sebuah konsensus pedoman internasional pada tahun 2018 (yang juga terus diperbarui) mengenai penilaian dan manajemen PCOS yang menyebutkan bahwa teknologi ultrasound dengan transducer resolusi tinggi (di atas 8 MHz) sangat krusial dalam mendiagnosis jumlah folikel secara presisi.
Studi klinis modern menyimpulkan bahwa dengan adanya peningkatan kualitas mesin ultrasonografi di era sekarang, batas ambang jumlah folikel yang digunakan sebagai kriteria PCOS telah dinaikkan (dari yang tadinya >12 folikel menjadi >20 folikel per ovarium). Hal ini membantu mengurangi tingkat overdiagnosis atau diagnosis berlebihan pada wanita sehat yang kebetulan memiliki ovarium multifolikular fisiologis biasa.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan (Obgyn) via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan (Obgyn) terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Polycystic ovary syndrome (PCOS) – Diagnosis & Treatment.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Polycystic ovary syndrome.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2024. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
Teede, H. J., et al. (Human Reproduction). Diakses pada 2024. Recommendations from the international evidence-based guideline for the assessment and management of polycystic ovary syndrome.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): Symptoms, Causes & Treatment.
FAQ
1. Apakah hasil usg pcos saja sudah cukup untuk menentukan diagnosis?
Tidak. Gambaran indung telur pada layar monitor hanyalah satu dari tiga Kriteria Rotterdam. Dokter juga harus melihat apakah kamu mengalami gejala gangguan siklus haid dan/atau memiliki tanda tingginya kadar hormon androgen. Jika hanya ada gambaran folikel tanpa gejala lain, kamu tidak bisa langsung didiagnosis dengan sindrom ini.
2. Apakah pemeriksaan ini menyakitkan?
Pemeriksaan melalui perut tidak menimbulkan rasa sakit, hanya terasa dingin dari gel yang dioleskan. Sementara itu, pemeriksaan transvaginal mungkin menimbulkan sedikit tekanan atau rasa tidak nyaman saat alat dimasukkan, tetapi sangat jarang menimbulkan rasa sakit yang berlebihan karena alat sudah diberi pelumas yang cukup.
3. Kapan waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan ini?
Dokter spesialis kandungan biasanya merekomendasikan pemeriksaan ini dilakukan pada hari ke-2 hingga hari ke-5 dari siklus menstruasi (dihitung sejak hari pertama keluar darah haid). Pada fase ini, kondisi hormonal berada di tahap dasar (baseline), sehingga ukuran dan jumlah folikel dapat dinilai dengan akurasi yang paling tinggi.
4. Bisakah wanita yang masih perawan dites untuk mencari kista ini?
Tentu saja bisa. Untuk wanita yang belum pernah berhubungan seksual secara penetratif, dokter akan menggunakan metode pemeriksaan transabdominal (lewat dinding perut bawah). Pasien hanya perlu memastikan untuk minum banyak air sebelum prosedur agar kandung kemih penuh dan organ panggul dapat terlihat dengan jelas dari luar perut.



