
Peach Gum Dessert: Enak, Sehat, Bikin Kulit Auto Glowing!
Peach Gum Dessert: Manis Kenyal Bikin Kulit Glowing

DAFTAR ISI
- Kandungan Nutrisi dalam Peach Gum
- Manfaat Kesehatan Peach Gum Dessert
- Cara Membuat Peach Gum Dessert yang Sehat di Rumah
- Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Peach Gum
- Studi Mengenai Khasiat Getah Persik
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu mendengar tentang hidangan penutup yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga dipercaya mampu membuat kulit menjadi lebih glowing dan sehat? Belakangan ini, hidangan bernama peach gum dessert semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang menggemari gaya hidup sehat dan perawatan kecantikan dari dalam. Hidangan manis yang menyegarkan ini sering kali disajikan dalam keadaan dingin dan menjadi primadona saat cuaca sedang panas.
Peach gum atau yang dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai Tao Jiao, sebenarnya adalah getah alami yang diekstraksi dari kulit pohon persik (Prunus persica). Secara alami, getah ini keluar dari celah kulit pohon persik sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri pohon terhadap luka atau serangan serangga. Getah yang mengeras ini berbentuk kristal bening berwarna kuning keemasan atau kecokelatan, mirip dengan batu amber. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), bahan alami ini telah digunakan selama berabad-abad karena dipercaya memiliki sifat mendinginkan tubuh dan kaya akan nutrisi peremajaan.
Alasan utama mengapa hidangan ini sangat diminati adalah klaimnya yang luar biasa terhadap kesehatan kulit. Banyak yang menyebutnya sebagai “kolagen nabati” karena teksturnya yang kenyal mirip gelatin setelah direndam dan dimasak. Selain itu, hidangan ini biasanya dimasak bersama berbagai bahan herbal super lainnya seperti jamur salju (snow fungus), kurma merah (red dates), buah goji (goji berries), dan kelengkeng kering. Kombinasi dari bahan-bahan inilah yang menciptakan sinergi nutrisi yang sangat baik untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Namun, di balik rasanya yang lezat dan teksturnya yang unik, penting bagi kita untuk memahami apa saja sebenarnya kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, bagaimana cara kerjanya di dalam tubuh, serta apakah klaim kesehatannya benar-benar didukung oleh sains. Nah, mau tahu ulasan lengkap mengenai rahasia kesehatan di balik peach gum dessert? Berikut penjelasan selengkapnya!
Kandungan Nutrisi dalam Peach Gum
Sebelum membahas manfaatnya lebih jauh, mari kita luruskan satu mitos yang paling sering beredar: peach gum mengandung kolagen tinggi. Faktanya, kolagen adalah protein struktural yang hanya ditemukan pada jaringan hewan dan manusia. Oleh karena itu, secara medis dan nutrisi, tidak ada yang namanya “kolagen nabati”. Lalu, apa yang membuat getah persik ini begitu istimewa dan kenyal?
Tekstur kenyal seperti jeli pada getah persik sebenarnya berasal dari kandungan polisakarida (karbohidrat kompleks) yang sangat tinggi. Polisakarida ini bertindak sebagai serat larut air yang sangat baik. Selain polisakarida, getah pohon persik juga kaya akan:
- Asam Amino: Meskipun bukan kolagen, bahan ini mengandung berbagai jenis asam amino pembangun protein yang nantinya digunakan oleh tubuh kita untuk mensintesis kolagen alami dari dalam.
- Galaktosa dan Rhamnosa: Jenis gula alami (monosakarida) yang berperan dalam berbagai fungsi metabolisme sel tubuh.
- Mineral Esensial: Mengandung jejak mineral penting namun dalam jumlah yang relatif kecil, yang berguna untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.
Karena kandungan utamanya adalah serat larut air dan karbohidrat kompleks, bahan ini pada dasarnya rendah kalori dan bebas lemak, menjadikannya pilihan bahan dasar hidangan penutup yang jauh lebih sehat dibandingkan tepung atau krim.
Manfaat Kesehatan Peach Gum Dessert
Ketika dimasak menjadi hidangan penutup dengan campuran rempah herbal alami, hidangan ini menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang signifikan, di antaranya:
1. Menjaga Elastisitas dan Kesehatan Kulit
Meskipun tidak mengandung kolagen secara langsung, kandungan asam amino esensial di dalamnya berfungsi sebagai bahan baku (prekursor) bagi tubuh untuk memproduksi kolagen. Selain itu, jamur salju (snow fungus) yang selalu menjadi bahan pendamping setia dalam hidangan ini, mengandung polisakarida yang mampu mengikat air di lapisan kulit. Efeknya mirip dengan hyaluronic acid (asam hialuronat), sehingga kulit tampak lebih lembap, kenyal, dan garis halus tersamarkan. Jika kamu ingin mendukung kesehatan kulit dari dalam secara lebih optimal, kamu juga bisa mencari suplemen vitamin C dan nutrisi kulit melalui aplikasi Halodoc, karena vitamin C sangat krusial dalam proses pembentukan kolagen.
2. Melancarkan Sistem Pencernaan
Kandungan polisakarida merupakan bentuk serat larut air. Saat masuk ke saluran cerna, serat ini akan membentuk tekstur seperti gel yang membantu melunakkan feses dan merangsang pergerakan usus (peristaltik). Serat larut ini juga bertindak sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik (probiotik) di dalam usus besar kita. Usus yang sehat berkontribusi pada penyerapan nutrisi yang optimal dan sistem kekebalan tubuh yang kuat.
3. Menjaga Kesehatan Jantung dan Kadar Gula Darah
Serat larut air dikenal secara medis mampu mengikat kolesterol berlebih di saluran pencernaan dan membuangnya dari tubuh sebelum sempat diserap ke dalam aliran darah. Hal ini sangat baik untuk menjaga profil lipid darah. Selain itu, serat juga memperlambat penyerapan glukosa, sehingga mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba setelah makan, asalkan hidangan penutup ini tidak dimasak dengan tambahan gula yang berlebihan.
4. Menenangkan Sistem Saraf dan Meredakan Stres
Manfaat ini banyak disumbangkan oleh bahan-bahan pendampingnya, seperti buah kelengkeng kering dan kurma merah. Dalam pengobatan tradisional, kelengkeng sering diresepkan untuk mengatasi insomnia, kecemasan, dan palpitasi jantung karena sifatnya yang menenangkan saraf (nervine relaxant). Dipadukan dengan efek mendinginkan dari getah persik, hidangan ini sangat cocok dikonsumsi setelah hari yang panjang dan melelahkan.
Tips Memilih Peach Gum Berkualitas
- Warna dan Kejernihan: Pilih yang berwarna kuning keemasan transparan. Semakin jernih, semakin sedikit kotoran alami yang menempel.
- Tekstur Keras: Getah yang berkualitas baik harus terasa keras seperti batu saat belum direndam, bukan rapuh atau lembek.
- Ukuran yang Merata: Pilih butiran yang ukurannya relatif seragam agar matang merata saat dimasak.
- Waspadai Produk Palsu: Hindari produk yang terlalu murah dan teksturnya mudah hancur, karena bisa jadi itu adalah resin sintetis atau campuran bahan kimia.
Cara Membuat Peach Gum Dessert yang Sehat di Rumah
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari hidangan ini, cara pengolahannya harus tepat. Kunci utamanya adalah mengontrol jumlah pemanis yang digunakan. Berikut adalah panduan cara membuat peach gum dessert yang sehat dan kaya nutrisi.
Bahan-bahan yang Dibutuhkan:
- 50 gram peach gum kering bermutu baik.
- 1 buah jamur salju (snow fungus / pek bo ji), rendam hingga mekar dan potong kecil.
- 15 buah kurma merah (red dates), buang bijinya.
- 2 sendok makan buah goji (goji berries).
- 20 gram kelengkeng kering (dried longan).
- 20 gram biji teratai (lotus seeds), buang bagian tengahnya yang pahit.
- Gula batu secukupnya (ganti dengan pemanis stevia atau madu jika ingin lebih rendah kalori).
- 2 lembar daun pandan untuk aroma.
- 1,5 hingga 2 liter air bersih.
Langkah-langkah Pembuatan:
1. Proses Perendaman (Tahap Paling Penting)
Rendam getah persik dalam mangkuk besar berisi air bersih bersuhu ruangan selama minimal 10-12 jam atau semalaman. Getah ini akan mengembang hingga 10 kali lipat dari ukuran aslinya. Setelah mengembang dan bertekstur seperti jeli, bersihkan bintik-bintik hitam atau serpihan kulit kayu yang menempel menggunakan pinset. Bilas hingga benar-benar bersih dan tiriskan.
2. Proses Merebus
Didihkan air dalam panci. Masukkan daun pandan, jamur salju, biji teratai, kurma merah, dan kelengkeng kering. Rebus dengan api sedang hingga kecil (simmer) selama kurang lebih 30-40 menit hingga jamur salju mulai melunak dan mengeluarkan tekstur kental alaminya.
3. Memasukkan Bahan Utama
Setelah kuah mengeluarkan aroma harum dari rempah herbal, masukkan peach gum yang sudah bersih. Masak lagi selama 15-20 menit. Penting untuk tidak memasak getah persik terlalu lama, karena teksturnya bisa larut seluruhnya ke dalam air dan kehilangan kekenyalannya.
4. Penyelesaian
Terakhir, masukkan gula batu dan buah goji (buah goji dimasukkan terakhir agar nutrisinya tidak rusak oleh panas yang lama). Aduk perlahan hingga gula larut sempurna. Matikan api. Hidangan ini bisa dinikmati selagi hangat untuk menghangatkan perut, atau disimpan di kulkas untuk disajikan dingin yang menyegarkan di siang hari.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Peach Gum
Meskipun menyehatkan, ada beberapa kelompok individu yang perlu berhati-hati atau membatasi konsumsi hidangan penutup ini:
1. Ibu Hamil dan Balita
Dalam pengobatan tradisional, getah persik diyakini memiliki sifat yang merangsang sirkulasi darah dan bersifat mendinginkan rahim. Oleh karena itu, konsumsi pada trimester pertama kehamilan sering kali tidak disarankan untuk mencegah kontraksi dini. Balita yang sistem pencernaannya belum sempurna juga sebaiknya tidak diberikan porsi besar karena tingginya kandungan serat kompleks bisa memicu perut kembung. Apabila kamu mengalami masalah pencernaan berkelanjutan atau keluhan tidak biasa setelah mengonsumsi makanan tertentu saat hamil, sebaiknya segera konsultasikan kondisi medis tersebut ke dokter.
2. Pengidap Diabetes Mellitus
Bahan utama getah persiknya sendiri sangat aman untuk diabetesi karena indeks glikemiknya rendah. Namun, bahaya mengintai pada cara penyajian hidangan penutup ini. Banyak restoran atau resep yang menggunakan gula batu dalam jumlah yang sangat banyak untuk menyeimbangkan rasa tawar dari getah dan jamur salju. Bagi pengidap diabetes, disarankan untuk meracik sendiri hidangan ini di rumah dengan pemanis nol kalori seperti stevia, erythritol, atau monk fruit.
3. Pengidap Gangguan Lambung
Karena teksturnya yang kenyal dan tinggi serat, mengonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak sekaligus dapat membebani kerja lambung. Bagi individu yang sering mengalami GERD atau dispepsia, konsumsilah dalam porsi kecil terlebih dahulu (misalnya setengah mangkuk kecil) untuk melihat respons pencernaan tubuh.
Studi Mengenai Khasiat Getah Persik
Sebuah studi farmakologi botani yang diterbitkan dalam jurnal Carbohydrate Polymers membahas potensi aktivitas biologis dari eksudat getah tanaman genus Prunus (termasuk pohon persik). Studi tersebut menjelaskan bahwa polisakarida yang diekstraksi dari getah persik menunjukkan aktivitas antioksidan yang baik dan kemampuan untuk menangkap radikal bebas in vitro.
Aktivitas antioksidan inilah yang secara tidak langsung mendukung klaim tradisional tentang kemampuannya mencegah penuaan dini pada kulit. Dengan menetralkan radikal bebas akibat paparan sinar UV dan polusi, struktur kolagen dan elastin alami di dalam matriks kulit dapat terlindungi dari kerusakan. Selain itu, penelitian lain juga menyoroti kemampuan polisakarida ini dalam menghambat enzim tertentu yang berkaitan dengan penyerapan glukosa, memberikan landasan ilmiah atas manfaatnya dalam mengatur lonjakan gula darah.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Carbohydrate Polymers. Diakses pada 2024. Structural characterization and antioxidant activity of polysaccharides from Prunus persica resin.
Journal of Ethnopharmacology. Diakses pada 2024. Traditional uses, phytochemistry, pharmacology, and toxicity of Prunus persica.
Healthline. Diakses pada 2024. Prebiotics, Probiotics and your Health.
Traditional Chinese Medicine (TCM) World Foundation. Diakses pada 2024. Healing Foods: Peach Gum.
FAQ
1. Apakah peach gum dessert benar-benar mengandung kolagen untuk kulit?
Tidak, secara ilmiah getah pohon persik tidak mengandung kolagen karena kolagen adalah protein hewani. Namun, getah ini sangat kaya akan asam amino dan polisakarida nabati (serat) yang dapat menutrisi kulit, mempertahankan hidrasi, dan membantu tubuh memproduksi kolagennya sendiri secara alami.
2. Berapa kali seminggu saya boleh mengonsumsi hidangan ini?
Untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan nutrisi, hidangan ini cukup aman dikonsumsi 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Pastikan kamu membatasi penggunaan gula batu atau pemanis lainnya saat memasak agar asupan kalori tidak berlebih.
3. Mengapa proses merendam peach gum memakan waktu sangat lama?
Getah persik yang dijual di pasaran berada dalam kondisi sangat kering dan keras untuk mengawetkannya. Dibutuhkan waktu sekitar 10-12 jam agar air dapat menyerap ke seluruh pori-pori kristal getah dan mengembalikannya ke tekstur aslinya yang lembut dan kenyal, serta untuk memudahkan kita membuang kotoran serpihan batang pohon yang menempel.
4. Apakah aman jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong?
Secara umum aman bagi orang dengan pencernaan sehat karena sifatnya yang lembut di lambung. Namun, bagi penderita asam lambung tinggi atau GERD, disarankan untuk mengonsumsinya setelah makan berat sebagai makanan penutup sungguhan, untuk menghindari rasa begah atau kembung akibat asupan serat tinggi secara tiba-tiba.


