Ad Placeholder Image

Pemberian ASI Sampai Umur Berapa? Kata WHO dan IDAI

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Pemberian ASI Sampai Umur Berapa? Cek Panduan Lengkap

Pemberian ASI Sampai Umur Berapa? Kata WHO dan IDAIPemberian ASI Sampai Umur Berapa? Kata WHO dan IDAI

Apa itu Air Susu Ibu (ASI)?

Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi alami dan paling sempurna untuk bayi yang baru lahir. Kandungannya sangat kaya akan zat gizi, antibodi, serta komponen bioaktif lainnya yang esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi. ASI juga berperan penting dalam membangun kekebalan tubuh bayi dari berbagai penyakit.

Kualitas dan komposisi ASI secara alami akan berubah seiring dengan bertambahnya usia bayi. Ini memastikan bahwa ASI selalu menyediakan kebutuhan nutrisi yang tepat pada setiap tahapan perkembangan.

Pemberian ASI Sampai Umur Berapa Menurut Ahli?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Setelah usia tersebut, pemberian ASI sebaiknya dilanjutkan bersamaan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) hingga anak berusia dua tahun atau lebih.

Rekomendasi ini didasari oleh bukti ilmiah kuat tentang manfaat jangka pendek maupun panjang dari ASI bagi kesehatan ibu dan anak.

Tahap 0-6 Bulan: ASI Eksklusif

Pada periode ini, bayi hanya memerlukan ASI sebagai satu-satunya sumber nutrisi. Tidak ada makanan atau minuman lain yang perlu diberikan, termasuk air putih, teh, atau madu.

Pengecualian dapat diberikan untuk vitamin atau obat-obatan jika memang direkomendasikan oleh dokter. Saluran pencernaan bayi yang baru lahir masih sangat imatur dan belum siap untuk mencerna makanan atau minuman selain ASI. ASI eksklusif membantu melindungi bayi dari infeksi, alergi, dan masalah pencernaan.

Tahap 6 Bulan – 2 Tahun atau Lebih: ASI Bersama MPASI

Setelah bayi berusia enam bulan, kebutuhan energi dan nutrisinya mulai meningkat melebihi yang bisa disediakan oleh ASI saja. Oleh karena itu, MPASI mulai diperkenalkan secara bertahap dan tepat waktu.

Meskipun MPASI telah diperkenalkan, ASI tetap merupakan bagian penting dari diet anak. ASI terus berkontribusi pada nutrisi, kekebalan tubuh, dan perkembangan anak bahkan setelah usia enam bulan. Pemberian ASI yang dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih memberikan manfaat kesehatan dan perkembangan yang berkelanjutan.

Manfaat Melanjutkan Pemberian ASI Setelah 6 Bulan

ASI tidak kehilangan nilai gizi dan kekebalannya setelah bayi mulai makan MPASI. Berikut adalah beberapa manfaat pentingnya:

  • Sumber Nutrisi Pelengkap: ASI masih menyediakan vitamin, mineral, protein, dan lemak penting yang mungkin tidak tercukupi sepenuhnya dari MPASI, terutama jika anak masih dalam proses adaptasi.
  • Dukungan Kekebalan Tubuh: ASI terus mengandung antibodi dan faktor imunologi lain yang membantu melindungi anak dari infeksi saluran pernapasan, diare, dan penyakit umum lainnya.
  • Perkembangan Otak dan Kognitif: Kandungan DHA dan AA dalam ASI mendukung perkembangan otak dan sistem saraf anak.
  • Kenyamanan dan Keamanan Emosional: Menyusui memberikan rasa aman, nyaman, dan ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak.
  • Perlindungan dari Penyakit Kronis: Melanjutkan menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker di kemudian hari.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Berhenti Memberikan ASI?

Keputusan untuk menghentikan pemberian ASI atau menyapih adalah proses pribadi yang dapat bervariasi bagi setiap ibu dan anak. WHO dan IDAI merekomendasikan untuk melanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih. Namun, jika ada kondisi medis tertentu, konsultasi dengan dokter anak sangat dianjurkan.

Penyapihan sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk kenyamanan ibu dan anak. Hal ini memungkinkan tubuh ibu menyesuaikan produksi ASI dan anak beradaptasi secara emosional.

Rekomendasi Halodoc

Mengikuti rekomendasi WHO dan IDAI adalah langkah terbaik untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi dan perlindungan optimal. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan anak.

Apabila terdapat pertanyaan lebih lanjut mengenai pemberian ASI atau MPASI, serta jika ada kekhawatiran terkait pertumbuhan dan perkembangan bayi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat memberikan panduan yang personal dan berbasis bukti ilmiah terbaru.