• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penerapan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Lansia

Penerapan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Lansia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penerapan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Lansia

Halodoc, Jakarta - Seperti yang sudah diketahui bersama, kelompok lansia menjadi salah satu golongan yang berisiko tinggi terinfeksi virus corona. Bukan itu saja, angka kematian lansia akibat infeksi mencapai angka 80–85 persen. Jika terinfeksi dalam intensitas yang ringan, bukan hal yang tidak mungkin jika lansia sembuh 100 persen.

Namun, angka kematian pada pengidap lansia dengan gejala ringan sebanyak 2,5 persen. Sedangkan gejala sedang sebanyak 8 persen, dan gejala berat mencapai 67 persen. Untuk mencegah sejumlah komplikasi yang membahayakan nyawa, penerapan protokol kesehatan untuk lansia sangat disarankan. Inilah beberapa hal yang wajib dilakukan.

Baca juga: Ini Fakta Vaksin AstraZeneca yang Sebabkan Penggumpalan Darah

Penerapan Protokol Kesehatan untuk Lansia

Seperti pada penjelasan sebelumnya, lansia menjadi salah satu kelompok rentan yang paling berisiko mengalami kematian akibat terinfeksi virus corona. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, prosedur pencegahan penularan harus dimulai dari diri sendiri. Berikut ini sejumlah protokol kesehatan untuk lansia yang wajib dilakukan:

  1. Jangan bepergian jika tidak diperlukan, tetap berada di dalam rumah untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
  2. Menjaga jarak dengan orang lain, yaitu sekitar satu meter atau lebih. Hindari bersentuhan, bersalaman atau mencium pipi, juga jauhi orang yang sedang sakit.
  3. Sering mencuci tangan dengan sabun. Jika sedang tidak ada air, bersihkan tangan dengan hand sanitizer yang mengandung alkohol 70 persen. Sebelum membersihkan tangan, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut.
  4. Jika ingin bepergian, lansia dan pendamping wajib memakai masker.
  5. Menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin. Lakukan dengan lengan atas bagian dalam atau tisu.
  6. Cukupi waktu tidur, minimal 6–8 jam sehari.

Baca juga: Atasi COVID-19 Arm Akibat Efek Vaksinasi

  1. Perhatikan sirkulasi udara di lingkungan tempat tinggal. Usahakan agar tempat tinggal terpapar sinar matahari langsung.
  2. Konsumsi cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta cukupi kebutuhan air dalam tubuh. Konsumsi multivitamin jika diperlukan. 
  3. Bergerak aktif di rumah, seperti olahraga ringan, bercocok tanam sembari berjemur, membaca buku, serta mengisi teka teki silang untuk mencegah penurunan kognisi otak.
  4. Menjaga kesehatan mental dengan menghindari berita atau informasi yang dirasa dapat memancing kekhawatiran berlebih. Selain itu, disarankan untuk tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan keluarga.
  5. Melakukan pemantauan mandiri bagi lansia yang mengidap penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, dan lain-lain. Pastikan untuk mengonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter.
  6. Jangan pergi ke fasilitas kesehatan jika tidak memiliki kondisi, seperti perubahan kesadaran, nyeri dada berat, demam lebih dari 38 derajat Celsius, jatuh hingga patah tulang, perdarahan yang tidak kunjung berhenti, sesak napas parah, gangguan saraf mendadak, serta diare, muntah-muntah, dan penurunan nafsu makan dalam waktu yang lama. 

Baca juga: Penjelasan Kemenkes Soal Antibodi Usai Vaksin Hanya 65 Persen

Bertambahnya hari, penambahan dan penyebaran kasus virus corona belum juga membaik, meski vaksin sudah ditemukan. Baik global maupun dalam negeri, kasus virus corona semakin menjadi-jadi. Oleh karena itu, protokol kesehatan untuk lansia perlu diterapkan sebagai langkah preventif untuk menekan angka pengidap yang terinfeksi. Untuk lebih jelasnya terkait penerapan protokol kesehatan seperti yang telah disebutkan, silahkan bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya.

Referensi:
Covid19.go.id. Diakses pada 2021. Selamatkan Lansia dan Komorbid dengan Patuh Protokol Kesehatan.
Kesga.kemkes.go.id. Diakses pada 2021. Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia pada Era Pandemi Covid-19.